Monday, August 13, 2012

TODAY, August 13 – Obey Our Parents


Obey Our Parents

I met this lady in a playground near our staying place. She’s 77 years old and lives on her own. She told me her sad story. To see her grandchildren, she needs to make an appointment.  Like seeing a doctor she said, and it only last for about 10 minutes at the most. She doesn’t have a good relationship with her daughter-in-law, that’s why the daughter-in-law doesn’t allow her to meet her grandchildren. Her son can not do much- only following her wife instruction.

As her eyes began teary, I know that deep in my heart I can relate to her story. Being a mom, I surely know that the last thing on my mind was having a similar experience like hers. Then, I also make my own reflection, have I been a good daughter? We know that there’s no such smooth relationships. Arguments, fights, or even cold feeling towards our parents might happen. But, we believe that the love of the Lord, will enable us to live with a peaceful heart with everybody.

There are some cases that the parents are not good ones. They’re abusive or even do something bad to the children. But in normal condition, all parents want the best for their children. The friction might happen due to different perspective between parents and children.

Don’t let be any regrets that we haven’t done our best for our parents, because they will not stay with us forever. Let’s do things that pleases the Lord, obey our parents, live a peaceful life with them. Forgive as they also forgive us many times when we make mistakes. (-fon-)

Children, obey your parents in everything, for this pleases the Lord.
--- Colossians 3:20


Taatilah Orang Tua Kita

Saya bertemu dengan wanita ini di taman bermain dekat tempat tinggal kami. Dia berumur 77 tahun dan tinggal sendirian. Dia bercerita tentang kisah sedihnya. Untuk bertemu dengan cucunya, dia harus membuat janji. Seperti kunjungan dokter saja imbuhnya, dan itu pun hanya untuk maksimal 10 menit saja. Hubungannya dengan menantu perempuannya tidak baik, sehingga menantunya tidak memperkenankan dia bertemu dengan cucu-cucunya.  Anak lelakinya tak bisa melakukan apa pun, hanya mengikuti instruksi istrinya saja.

Saat air matanya mulai menggenang, saya tahu, di dalam hati saya, saya sungguh dapat mengerti perasaannya. Sebagai seorang ibu, hal yang terakhir yang ada dalam pikiran saya adalah punya pengalaman seperti dia. Lalu, saya pun merenung, apa saya sudah jadi anak yang baik? Kita tahu bahwa tidak ada hubungan yang selalu mulus. Argumentasi, pertengkaran, sampai perasaan yang ‘dingin’ terhadap orang tua atau mertua kita pastilah pernah terjadi. Tetapi kita percaya, dengan kasih Tuhan, bisa membuat kita hidup dalam hati yang damai dengan setiap orang.

Ada beberapa kasus bahwa orangtuanya bukanlah orangtua yang baik. Mereka melecehkan bahkan melakukan hal yang buruk kepada anak mereka. Tetapi, dalam kondisi normal, semua orangtua tentunya ingin yang terbaik bagi anak mereka. Perpecahan mungkin terjadi dikarenakan perbedaan perspektif antara orangtua dengan anak.

Jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari, karena kita belum melakukan yang terbaik untuk orangtua kita karena mereka tak akan selama-lamanya bersama dengan kita. Marilah melakukan hal yang berkenan di mata-Nya. Taatilah orangtua kita. Hiduplah dalam perdamaian dengan mereka. Maafkanlah mereka sebagaimana mereka juga telah memaafkan kita banyak kali setiap kali kita melakukan kesalahan. (-fon-)

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.
--- Kolose 3:20
            

No comments: