Sunday, September 30, 2018

TODAY, 30 September: Antonius Gunawan Agung


TODAY, 30 September:

Antonius Gunawan Agung

Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memuji aksi heroik Antonius Gunawan Agung, petugas Air Traffic Controller (ATC) yang tetap memandu pilot Batik Air ID 6231 saat terjadinya gempa Palu yang berpusat di Donggala, Jumat (28/9) petang.
Antonius baru melompat keluar dari jendela menara ATC setelah memastikan pesawat Batik Air lepas landas dengan selamat.
"Pilot dan semua penumpangnya sudah selamat setelah dipandu oleh Antonius. Tidak ada lagi kata-kata yang dapat menggambarkan aksi heroik beliau," kata Ramdhan saat melayat ke rumah kerabat Antonius di Makassar, Minggu (30/9).

"Antonius adalah pahlawan yang sesungguhnya. Saya kagum dan bangga dengan aksi heroiknya yang demi tugasnya tidak meninggalkan tempat walaupun nyawanya sedang terancam." 

Paman korban, Sambas (58) bersama anggota keluarganya tidak mampu menahan tangis ketika jenazah dari Antonius disemayamkan di ruang tengah rumahnya.

"Almarhum ini semasa hidupnya berjiwa sosial. Dia selalu membantu orang-orang dan selalu ringan tangan. Saat almarhum pulang libur ke Makassar misalnya, dia selalu mengundang teman-temannya dan dia sangat baik," ujar Sambas.

Saya sungguh kehabisan kata-kata saat membaca berita ini.
Satu lagi, orang yang sangat mulia hatinya harus berpulang.
Tetapi kali ini dia menjadi Pahlawan bagi pesawat dan para penumpangnya yang bisa lepas landas dengan selamat saat terjadinya gempa dan tsunami di Palu.
Saudara Antonius Gunawan Agung, berpulanglah dalam damai Tuhan...
Terima kasih karena hatimu sungguh dipenuhi kebaikan dan semangat untuk menolong sesama, meskipun itu berarti: harus mengorbankan nyawamu sendiri.

Tidak mudah untuk menjadi pribadi yang tidak mementingkan diri sendiri.
Betapa kita lihat di sekitar kita atau bahkan diri kita sendiri selalu mengacu kepada aku dan diriku...
Sungguh melegakan dan membahagiakan, jika masih ada orang-orang seperti Antonius Gunawan Agung.
Turut berdukacita juga buat keluarga yang ditinggalkan.
Sangat tidak mudah untuk menerima bahwa orang yang terkasih harus pergi untuk selamanya.
Tetapi setidaknya, Antonius Gunawan sudah memenangkan pertandingan hidupnya dengan luar biasa.
Sebuah hidup yang jika dalam istilah Krsitiani, bukanlah hidupku lagi.
Tetapi Kristus yang hidup di dalamku.
Hidup dalam rasa syukur karena Kristus sudah menyerahkan diri-Nya untuk kita.
Untuk menyelamatkan kita.

Semoga kita semua tetap ingat untuk menjadi pribadi yang hidup bukan lagi dengan kehendak dan kesenangan kita sendiri.
Tetapi Kristus yang hidup dalam diri.
Sekarang dan sampai akhir nanti.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Sekarang bukan lagi saya yang hidup, tetapi Kristus yang hidup dalam diri saya. Hidup ini yang saya hayati sekarang adalah hidup oleh iman kepada Anak Allah yang mengasihi saya dan yang telah mengurbankan diri-Nya untuk saya.
--- Galatia 2:20 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
--- Galatia 2:20

Friday, September 28, 2018

TODAY, 29 September: Janji Yang Murni

TODAY, 29 September: 

Janji Yang Murni

Janji Tuhan....
Teguh dan dapat diandalkan...
Janji yang murni...
Seperti perak yang sudah teruji di dalam api...
Tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah...

Janji Tuhan...
Ya dan Amin!
Meskipun kenyataan yang terlihat di depan mata seolah melemahkan diri kita...
Tetapi, senantiasa kita pegang janji Allah...
Karena kita memiliki iman atas diri-Nya dan seluruh rancangan-Nya di hidup kita...
Iman mampu percaya atas hal-hal yang belum terlihat...
Dan jika Tuhan mengizinkan kita mencapai atau menggapai sesuatu...
DIA akan membuat semua yang tak mungkin menjadi mungkin!
Bagian kita adalah percaya...
Terus berusaha...
Jangan lupa berdoa...
Tetap melakukan kebaikan dalam nama Tuhan..

Bukan untuk bermegah...
Bukan!
Melainkan untuk kembali percaya kepada Allah saja...
DIA dan hanya DIA yang bisa kita andalkan di hidup ini...
Jika hidup ini sungguh mengecewakan...
Hanya Allah saja yang mampu menghapus air mata dan memberikan kekuatan baru untuk melangkah...
Kembali percaya, janji-Nya yang murni akan senantiasa DIA tepati.
Amin!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji,  tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.
--- Mazmur 12:7

Janji TUHAN teguh dan dapat diandalkan, seperti perak murni yang diuji di dalam api.
--- Mazmur 12:7 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Thursday, September 27, 2018

TODAY, 28 September: Seperti Untuk Tuhan

TODAY, 28 September: 

Seperti Untuk Tuhan

Kemarin di Singapura sudah dimulai PSLE (Primary School Leaving Examination), ujian akhir di kelas 6 SD.
Ujian ini menjadi penting, karena hasilnya akan menentukan sekolah mana yang akan dipilih nantinya.
Tentunya para siswa-siswi cukup cemas, namun terlebih para orangtua lebih cemas lagi.
Tetapi sebagai umat beriman, marilah kita meyakini, bahwa ketika sudah melakukan yang terbaik...
Sudah memberikan yang terbaik...
Sesudah itu, mari membiarkan Tuhan bekerja sebebas-bebasnya.

DIAlah yang Empunya kehidupan dan bukan kita.
DIA tahu yang terbaik bagi setiap murid, setiap pelajar, bahkan setiap kita...

Belajar dari PSLE...
Meskipun tahun ini saya belum mengalami deg-degannya...
Kembali saya diingatkan bahwa: dalam melakukan apa pun...

Perbuatlah sebaik-baiknya...
Dengan segenap hati...

Seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia...

Dalam setiap peranan yang dipercayakan...
Dalam setiap pekerjaan, bisnis, kegiatan pelayanan, apa pun yang Tuhan anugerahkan kepada kita...

Lakukan yang terbaik...
Dengan memberikan yang terbaik, Tuhan pun melihat kesungguhan hati kita...

Dan DIA akan menepati janji-janji-Nya di hidup kita.
Asal kita tetap setia untuk masuk dan ikut rencana-Nya...
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan  dan bukan untuk manusia. 
--- Kolose 3:23

TODAY, 27 September: Perasaan Yang Tumpul

TODAY, 27 September: 

Perasaan Yang Tumpul

Suara hati yang terlanjur sering dimanipulasi, akan kehilangan kemurniannya.
Ketika manusia mendesak dirinya dengan mengatakan, tidak apa-apa, ini yang benar (padahal itu adalah salah)...
Perlahan-lahan suara hati atau hati nurani tidak lagi setajam dulu.
Tentunya ini tidak kita harapkan...
Sebagai orang-orang yang hidup di dalam Tuhan...

Jangan sampai terjadi pada diri kita...
Karena Alkitab mengingatkan ini terjadi pada orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia...

Hidup yang jauh dari persekutuan dengan Allah...
Juga karena kebodohan dan kedegilan hati mereka...

Mari kita berdoa agar suara hati kita dipertajam...
Sehingga kita menjadi manusia-manusia yang juga punya perasaan.
Tentunya bukan yang dikendalikan oleh perasaan.

Melainkan bisa bersimpati dan empati terhadap orang lain...
Dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain.
Jangan menyerahkan diri dan demi keserakahan, mengerjakan segala sesuatu yang mencemarkan diri kita.

Semoga kita semakin mendekat kepada Allah.
Hidup di dalam persekutuan yang erat dengan-Nya.
Mengandalkan DIA dalam setiap keadaan.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah,  karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati  mereka. 4:19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. 
--- Efesus 4:17-19

Wednesday, September 26, 2018

TODAY, 26 September: Iman Yang Kosong

TODAY, 26 September: 

Iman Yang Kosong

Kita mungkin pernah kecewa dengan seseorang (atau beberapa orang) yang kita anggap beriman dan bisa dijadikan panutan dalam hidup ini, ternyata hanya baik kelihatannya saja.
Untuk kemudian, kita menjadi kecewa karena perbuatan mereka yang kemudian kita ketahui: sungguh jauh dari kasih.
Iman yang kosong, begitulah yang diungkapkan oleh Alkitab.
Iman yang tanpa perbuatan.
Menganggap keimanan dan perbuatan adalah dua hal yang terpisah...
Menganggap bahwa tokh nantinya Tuhan akan mengampuni, jadi yaaa nggak pa-pa berbuat dosa...
Mulai memberikan dalih-dalih, pembenaran diri...

Mungkin itu orang lain....
Mungkin juga, lain kali: kita yang mengecewakan orang lain...
(Dalam hati mungkin kita pernah kecewa pada diri kita sendiri).
Mudah memang untuk menghakimi orang lain...
Melihat bahwa orang lain salah dan kita yang benar...
Padahal, kita pun juga manusia...
Kita pun bisa salah...
Tidak ada orang yang sempurna dan Mahabenar...
Hanya Tuhan semata yang demikian adanya...

Marilah kita mengingat bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong...
Iman hendaknya bekerja sama dengan perbuatan-perbuatan...
Dan oleh perbuatan-perbuatan itu, iman menjadi sempurna...
Kurangi menghakimi orang lain, lebih baik perbanyak introspeksi diri...
Agar kita menjadi pribadi-pribadi yang dijauhkan dari iman yang kosong.
Semoga.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? 2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? 2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
--- Yakobus 2:20-22

Tuesday, September 25, 2018

TODAY, 25 September: Yang Tertulis Di Alkitab...

TODAY, 25 September: 

Yang Tertulis Di Alkitab...

Segala yang tertulis di Alkitab, diilhami Allah...
Ini semua berguna untuk mengajarkan yang benar...
Untuk menegur dan membetulkan yang salah...
Dan untuk mengajar manusia untuk hidup menurut kemauan Allah...

Terkadang ada kelakuan kita yang salah...
Ada sifat-sifat kita yang kurang baik...
Yah, namanya manusia...

Pasti ada kelemahan di diri kita...
Tetapi, bukan berarti itu tidak mungkin berubah...
Alkitab mampu mengingatkan kita...
Roh Kudus mampu menuntun kita...
Dan Tuhan sanggup menolong kita...

Pertanyaannya:
Maukah kita membuka hati?
Maukah kita berusaha untuk lebih baik lagi?
Maukah kita berjuang untuk mengikut Kristus dan menyangkal diri?
Maukah kita mengutamakan roh ketimbang daging yang lemah ini?

Dan maukah kita hidup menurut kemauan Allah?
Menanggalkan segala keakuan di diri dan hidup seturut kehendak-Nya?
Semoga ini menjadi bahan permenungan bagi kita bersama.
Selamat malam, Tuhan memberkati.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
--- 2 Timotius 3:16

Semua yang tertulis dalam Alkitab, diilhami oleh Allah dan berguna untuk mengajarkan yang benar, untuk menegur dan membetulkan yang salah, dan untuk mengajar manusia supaya hidup menurut kemauan Allah.
--- 2 Timotius 3:16 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Monday, September 24, 2018

TODAY, 24 September: Dialah Yang Menyelamatkan Kita

TODAY, 24 September: 

Dialah Yang Menyelamatkan Kita

Terpujilah Tuhan!
Dialah yang menyelamatkan kita...
Dialah yang memberi kita kekuatan menjalani hari lepas hari...

Dialah Allah keselamatan kita...

Terpujilah Tuhan!
Lewati begitu banyak permasalahan dan beban kehidupan...
Dia selalu ada...
Dia selalu setia...

Dia senantiasa menemani kita...

Terima kasih, Tuhan...
Untuk hari-hari yang telah kami lalui...
Apa pun yang pernah kami alami...
Kami persembahkan kepada-Mu, Sang Ilahi...
Kami percayai bahwa setiap detik, setiap waktu menjadi berarti...
Karena Engkau senantiasa menyertai...

Dan Tuhan...
Inilah kehidupan kami...
Kami persembahkan kepada Engkau saja...
Terpujilah Engkau, Tuhan...
Kini dan sampai nanti...
Engkau tetap pelindung dan penyelamat kami yang sejati.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan  kita. 
--- Mazmur 62:80

Pujilah TUHAN, sebab Dialah Allah yang menyelamatkan kita; dari hari ke hari Ia memikul beban kita.
--- Mazmur 68:20 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Saturday, September 22, 2018

TODAY, 23 September: Jelang Akhir September...

TODAY, 23 September: 

Jelang Akhir September...

Rasanya kita baru menjejakkan kaki ke tahun 2018...
Dan tak lama baru saja melewati Hari Natal di 2017...
Hari berganti, minggu berlalu...
Bulan demi bulan terlewati...
Kini kita sudah berada pada penghujung Bulan September...
Yang sebentar lagi akan berlalu...
Dan membawa kita semakin mendekati penghujung tahun 2018...

Banyak pertanyaan melintas di benakku:
- Sudah berapa banyak yang kuperbuat di tahun 2018 ini? 
- Apakah aku masih sering menyalahkan orang lain ketimbang ambil tanggung jawab atas kesalahan yang mungkin memang penyebabnya adalah diriku?
- Apakah aku sudah mencerminkan kasih Allah dalam keseharianku?
- Apakah aku sudah menjadi saluran kasih Allah di mana pun aku di tempatkan, dalam setiap peranan yang dipercayakan?
- dan pertanyaan ini bisa Anda lengkapi sendiri dengan tanya yang ada di hati Anda tentunya...

Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini sulit dijawab, tetapi bukan tak mungkin kita berproses lebih baik di dalam tindakan nyata kita.
Terkadang aku pun mudah menjadi putus asa, karena memang tidak mudah menjalani itu semua dengan baik...
Tetapi pada akhirnya, kuyakini bahwa Tuhan selalu memberi kita kesempatan kedua...

Dia akan mengampuni kita, tak peduli betapa buruknya kelakuan kita di masa lalu...
Bukan berarti kemudian kita bermegah atas belas kasihan-Nya, lalu kita seenaknya sendiri melakukan ini dan itu, tokh nanti Tuhan juga akan mengampuni...
BUKAN! Bukan seperti itu tentu saja...

Jelang akhir September ada janji terselip dalam hati...
Untuk lebih baik lagi, untuk tetap berharap di dalam iman.
Untuk tetap setia mengikuti DIA.
Berjuang sungguh untuk diri dan sekitar yang lebih baik.
Dimulai dari keluarga kecilku dan semoga bisa menjalar ke sekitarku.
Saat ini kurasakan kasih Allah memenuhiku.
Ada damai melingkupi sanubariku.
Terima kasih, Yesusku!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus  dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya  kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
--- Efesus 3:18-19


TODAY, 22 September: Allah Adalah Penolongku


TODAY, 22 September: 

Allah Adalah Penolongku

Sesungguhnya:
Allah adalah penolongku...
Tuhanlah yang menopang aku...
Banyak kali tak kusadari, namun itulah yang terjadi...
Allah adalah perisaiku, saat ini dan di setiap waktu...

Lintasi berbagai peristiwa...
Juga lalui hari demi hari...
Sampai di detik ini,  pada momen ini...
Tak henti kuangkat pujian kepada-Nya.
Allah Penolongku, menara perlindungan bagi kita semua...

Tuhanlah penolong kita yang setia...
Dari dahulu, generasi ke generasi...
Sampai akhir nanti...
Mari kita tetap setia dan hanya mengikuti jalan-Nya...
Sang Penolong Sejati sepanjang masa.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Sesungguhnya, Allah adalah penolongku ;  Tuhanlah yang menopang  aku.
--- Mazmur 54:6

Friday, September 21, 2018

TODAY, 21 September: Path of Life (Jalan Kehidupan)

TODAY, 21 September: 

Path of Life


Path adalah sebuah aplikasi jejaring sosial pada telepon pintar yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi gambar dan juga pesan. Penggunaan dari Path ditargetkan untuk menjadi tempat tersendiri untuk pengguna berbagi dengan keluarga dan teman-teman terdekat. (Wikipedia Bahasa Indonesia)

Para pengguna Path belakangan ini banyak membagikan momen mereka di Instagram sebagai upaya persiapan karena aplikasi Path akan tutup untuk selamanya. 
Per tanggal 18 Oktober, Path nantinya tidak akan bisa diakses lagi.
Sebagai pengguna Path, meskipun tidak terlalu aktif, saya sempat juga menikmati postingan demi postingan yang dulu pernah saya muat di aplikasi tersebut.
Rasanya terharu juga melihat anak-anak yang waktu itu masih kecil, sekarang sudah mulai besar seiring berjalannya waktu.

Path diartikan dengan jalan.
Dan hal ini mengingatkanku pada kata-kata di Alkitab: Path of Life (jalan kehidupan).

You will show me the path of life;
In Your presence is fullness of joy;
At Your right hand are pleasures forevermore.

--- Psalm 16:11

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan;  di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
--- Mazmur 16:11

Jalan-jalan kehidupan yang telah kita lalui...
Atau yang masih dianugerahkan kepada kita nanti...
Adalah semua atas kebaikan Allah saja...
Jalan-jalan ini menjadi berarti dengan momen dan episode yang berada di dalamnya...
Hanya jika kita melibatkan Tuhan di dalam setiap babakan yang kita lewati.
Sukacita, damai sejahtera, akan senantiasa beserta kita...
Dan akan dirasakan oleh setiap insan yang hati dan matanya tertuju kepada-Nya.


Kami persembahkan jalan-jalan kehidupan kami...
Kini dan nanti...
Hanya ke dalam tangan kasih-Mu semata.
Amin!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Thursday, September 20, 2018

TODAY, 20 September : Layang-Layang Dan Awan-Awan

TODAY, 20 September : 

Layang-Layang Dan Awan-Awan

Bali, 2 September 2018 (Minggu sore)...
Kedatangan kami disambut banyaknya layang-layang di sepanjang jalan yang kami lalui dari Bandara Ngurah Rai sampai ke hotel kami di seputaran Sanur.
Menurut pengemudi yang membawa kami, tengah ada festival layang-layang di sini.
Dan ini menjadi hiburan tersendiri bagi kami, terutama bagi anak-anak kami.
Memandangi langit yang mendadak cerah dan penuh warna karena layang-layang yang beraneka rupa itu.

Memandangi layang-layang...
Memandangi awan-awan...
Sekali lagi, saya terpaku dan terpana.
Sebagai penggemar setia alias forever fans-nya langit dan awan-awan ciptaan-Nya...
Saya kembali bersukacita atas hiburan yang kami terima.
Awan putih, langit biru, tambah sempurna dengan warna-warni layang-layang di atas sana.
Sungguh baik Tuhan dan Maha Kuasa Dia!

Tahukah engkau tentang melayangnya  awan-awan, tentang keajaiban-keajaiban dari Yang Mahatahu?
--- Ayub 37:16

Tahukah engkau bagaimana awan-awan melayang hasil keahlian Allah yang mengagumkan?
--- Ayub 37:16 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Ya, Tuhan...
Bumi dan seisinya...
Laut dan langit karya-Mu...
Sungguh bersyukur dan berterimakasih atas semuanya itu...
Sungguh Engkau baik dan luar biasa...
Pelukis Agung tiada tara...

Terima kasih untuk pemandangan indah yang takkan terlupa itu.
Dari lubuk hatiku yang terdalam, syukur sekali lagi kupanjatkan...
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Wednesday, September 19, 2018

TODAY, 19 September: Sanctuary@Gubbio

TODAY, 19 September: 

Sanctuary@Gubbio

SANCTUARY @ GUBBIO
Do you need someone to talk to? Are you eager to meet and make new friends? If yes, come and join the SMOTA community at
Gubbio, Mondays to Fridays, 9am – 1pm.


Sanctuary @ Gubbio.
Apakah Anda membutuhkan seorang teman bicara? Apakah Anda bersedia untuk bertemu dan membuka diri untuk pertemanan baru?
Jika Ya, mari datang dan bergabung dengan komunitas SMOTA di Gubbio.
Senin-Jumat, pukul 9 pagi sampai 1 siang.

Pengumuman ini sempat saya baca di Gereja St. Mary of the Angels (SMOTA), Bukit Batok- Singapura.
Para Pastor yang membawakan Misa pun mengingatkan dan menghimbau sekali lagi akan hal ini...
Gubbio yang merupakan kantin Gereja di SMOTA, membuka diri lebih banyak untuk menampung mereka yang kesepian.
Yang butuh teman untuk berbicara.

Pada buletin Paroki dikisahkan...
Bahwa ada seorang lansia yang datang ke Pastor Paroki dan bilang bahwa dia kesepian.
Berangkat dari sinilah, Pastor Paroki SMOTA berinisiatif membuka kantin setiap hari.
Bagi mereka yang membutuhkan, bagi mereka yang merasa perlu teman bicara.
Dengan bertambah sibuknya kita dengan gadget (gawai) kita.
Handphone dan sosial media...
Tanpa sadar, ini menjauhkan kita dari orang-orang nyata yang ada di sekitar kita.

Loneliness and the feeling of being unwanted is the most terrible poverty.

(Mother Teresa).
Bunda Teresa pernah mengatakan bahwa kesepian dan perasaan tak diinginkan adalah kemiskinan yang terburuk.
Kita selalu mengira bahwa mereka yang tak cukup sandang, pangan, papan sudah begitu menderita...
Tanpa kita sadari bahwa banyak yang di dalam merasa depresi, frustrasi, dan stress luar biasa.
Tak heran juga banyak kasus bunuh diri ditemui di sekitar kita...
Entah itu dari berita pesohor ternama atau mungkin tetangga anak di sebelah rumah.
Kesepian ternyata cukup mengerikan.

Mari sebagai umat Allah, kita lebih peduli pada sekitar kita.
Saya kira, Gereja SMOTA telah memulai dengan tindakan nyata untuk mengasihi mereka yang kesepian dengan membuka kantin dan menyediakan aktivitas bagi mereka yang memerlukan.
Dan mari pula kita semakin menyadari...
Bahwa jika kita berada dalam kepenuhan jiwa di dalam Tuhan...
Kita takkan merasa terlalu kesepian.
Karena kita tahu, Tuhan akan selalu beserta kita.
Menemani kita di sepanjang hidup kita.
Mari kita terus mengingat kebaikan dan kesetiaan-Nya.
DIA takkan meninggalkan kita sendirian!

Sanctuary@Gubbio menjadi suatu contoh yang baik bagi kami di sini.
Bagaimana dengan kita secara pribadi?
Semoga kita menjadi pribadi yang lebih peka akan kebutuhan diri dan juga sesama.
Sehingga kesepian tidak terlalu meraja-lela.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya,  sebab Engkau besertaku;  gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
--- Mazmur 23:4

Tuesday, September 18, 2018

TODAY, 18 September: Pada Suatu Hari Senin Yang Sibuk...

TODAY, 18 September: 

Pada Suatu Hari Senin Yang Sibuk...

Senin, 10 September 2018.
Ada buku-buku perpustakaan yang harus dipinjam, karena anak sulung kami sudah kehabisan buku sebelum liburan singkat satu minggu kemarin.
Ada bahan masakan yang harus saya beli di Supermarket.
Dan, saya pun ada niatan untuk Misa di jam makan siang di Paroki dekat rumah.
Semua menumpuk dan saya akui, hari itu saya mulainya terlambat.
Agak menunda di pagi hari dan semuanya jadi menumpuk.

Sementara itu...
Di Supermarket yang biasanya sepi, hari itu lebih ramai dari biasanya.
Entah berapa banyak stroller yang lalu lalang, membuat saya agak kesulitan untuk menjangkau barang belanjaan.
Belum lagi ada seorang pria yang main game di Ponselnya sambil mendorong trolley supermarket.
Aduhhh, saya membatin.
Sungguh sebuah latihan kesabaran.
Di Perpustakaan juga sama. Ada sedikit antrian dan saya harus bersabar.
Sementara waktu terus berjalan begitu cepat...
Setelah semua selesai, saya bergegas ke Gereja.
Saya tiba sekitar 6-7 menit sebelum Misa.

Sering kita merasa bahwa ketika ingin dekat Tuhan ada saja hambatannya.
Beberapa hambatan yang memang kita buat sendiri.
Seperti saya yang minggu lalu menunda-nunda...
Ada beberapa hambatan dari sekitar kita...
Tetapi pada akhirnya: maukah kita memilih untuk tetap setia mengikuti-Nya?

Menjejakkan langkah kaki kita pada jalan keselamatan yang ditawarkan-Nya...
Ketika ada niatan untuk tidak ke Gereja, tidak datang ke pertemuan rohani, sementara semua itu seharusnya bisa kita hadiri...
Jangan sampai kita mengikuti kemalasan di diri...
Bangkit dan maju, mendekatlah kepada Allah saja!

Pada suatu Hari Senin yang sibuk...
Saya diingatkan lagi untuk menjadwalkan segala sesuatu dengan lebih baik.
Dan: selalu berusaha mendekatkan diri kepada Sang Maha.
Karena dengan mendekat kepada Allah, DIA akan mendekat kepada kita...

(-fon-)/ Fonny Jodikin

Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.
--- Yakobus 4:8


Monday, September 17, 2018

TODAY, 17 September: Hikmat Bagi Jiwa

TODAY, 17 September: 

Hikmat Bagi Jiwa

Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.
--- Amsal 24:14

Hidup di zaman now, di zaman sekarang ini sungguh membutuhkan hikmat yang berasal dari Allah saja.
Ketika segala sesuatu berjalan begitu cepat.
Pola hidup dan pola makan yang serba instan...
Informasi beredar secepat kilat...
Peluang untuk melakukan kelalaian dan dosa berkembang juga.
Kita tak lagi punya banyak waktu untuk menimbang segala sesuatunya...
Sehingga terkadang kita sudah terlanjur jatuh, begitu saja...
Ke dalam lembah kelam yang bernama dosa.
Sebut saja: judi online atau pornografi.
Dari satu klik saja di internet atau di handphone...
Kita sudah masuk ke dalam lingkarannya.

Untuk itulah, mari memohon kebijaksanaan dari Allah saja.
Hikmat bagi jiwa...
Semoga kita senantiasa dipimpin oleh Roh Kudus dalam keseharian kita.
Meskipun misalnya sempat tanpa sengaja, jari ini terlalu cepat menekan tombol 'klik'...
Semoga kita sempat langsung menghentikannya...
Bukan malah menjadi-jadi dalam kecanduan akan kebiasaan yang negatif...
Yang menjauhkan kita dari Allah.

Tidak mudah...
Tetapi mari tetap waspada...

Mohon bimbingan Allah untuk hikmat bagi jiwa...
Tetap ada harapan di dalam Dia asal kita beriman kepada-Nya!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Sunday, September 16, 2018

TODAY, 16 September: Bersyukur Dalam Segala Hal


TODAY, 16 September: 

Bersyukur Dalam Segala Hal

Bersyukur, rasanya adalah pelajaran seumur hidup.
Detik ini bersyukur, detik berikutnya dari mulut yang sama, bisa keluar umpatan.
Keluhan.
Cacian.
Makian.

Gossipan.
Betapa sulit untuk tetap konsisten dalam mengucap syukur dalam segala hal...

Tetapi...
Apakah benar sesulit itu?
Ketika hati tengah bersusah...
Terkadang sulit untuk melihat titik terang di hidup ini...
Tetapi, jangan menyerah...
Mari terus belajar...
Jika hari ini kita belum berhasil, semoga esok lebih baik lagi.

Berusaha mempertahankan rasa syukur itu di dalam dada...
Berusaha untuk melihat setiap hal-hal kecil yang Tuhan beri sebagai anugerah...
Itulah yang dikehendaki-Nya sebagai orang yang hidup bersatu dalam Kristus Yesus.
Bersyukur memang pelajaran seumur hidup, tetapi jangan menyerah!
Semoga kita mau membuka hati untuk melihat kasih dan perlindungan-Nya dalam setiap hal terkecil di hidup kita sekalipun.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
--- 1 Tesalonika 5:18

Dalam segala keadaan hendaklah kalian bersyukur, sebab itulah yang Allah inginkan dari kalian sebagai orang yang hidup bersatu dengan Kristus Yesus.
--- 1 Tesalonika 5:18 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

TODAY, 15 September: Karena Kesalehan-Nya, DIA Didengarkan

TODAY, 15 September: 

Karena Kesalehan-Nya, DIA Didengarkan

Ayat ini berbicara mengenai Kristus, Tuhan kita.
Yang dalam hidup-Nya sebagai manusia, telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada DIA yang sanggup menyelamatkan.
Karena kesalehan-Nya, Yesus telah didengarkan...

Membaca ayat ini, saya pribadi diingatkan sekali lagi bahwa:

It's ok berdoa dalam ratap tangis dan keluhan kepada Tuhan.
Tidak apa-apa.
Bukan berarti kita seseorang yang rajin mengeluh...
Tetapi memang, terkadang hidup yang dijalani itu sungguh tidak mudah...

Banyak kali menyimpang dari jalan pikiran manusiawi kita.
Untuk itulah, kita butuh teman curhat sejati yang hanya ada di dalam Allah...

Yesus didengarkan karena kesalehan-Nya.
Taat.
Itu kata kuncinya.
Yang harus dibenahi dari diri kita untuk didengarkan oleh-Nya adalah ketaatan kita.
Ada kalanya memang kita berjiwa pemberontak, apalagi jika dihantam kesedihan bertubi-tubi...
Ada kalanya kita menjadi marah atas keadaan, marah juga kepada Tuhan..
Itu karena kita tidak atau belum mengerti rancangan-Nya di hidup kita...

Tetapi, pada akhirnya...
Maukah kita tetap taat dan setia kepada-Nya?
Semoga itu yang menjadi pilihan kita.

Seperti Yesus, mari menjaga hati kita agar tetap taat kepada-Nya!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis  dan keluhan  kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
--- Ibrani 5:7

Thursday, September 13, 2018

TODAY, 14 September: Tinggal Di Dalam-Mu

TODAY, 14 September: 

Tinggal Di Dalam-Mu

Tinggal di dalam-Mu...
Itu kerinduanku...
Dari lubuk hati terdalam, itu sungguh keinginan terbesarku...

Meski tak selalu kusadari bahwa itu yang kuperlu...

Kucoba mencari jalan-jalan...
Yang konon akan membawaku pada bahagia...
Tetapi, tak jua kutemukan jawaban...
Atas segala tanya.

Bahkan tanya itu makin besar:
apa memang bahagia itu ada?

Bersama-Mu, kutemukan kekuatan baru.
Perjalanan mungkin berbatu...
Mungkin pula berliku...
Tetapi ketika Engkau dan firman-Mu tinggal di dalam kami...
Sukacita penuh akan ada selalu...
Engkau akan selalu menemani...
Hingga akhir nanti...

Tinggal di dalam-Mu, itu kerinduanku...
Semoga aku tetap setia...
Sampai kekekalan bersama-Mu...
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku  dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
--- Yohanes 15:7

Apabila kalian tetap bersatu dengan Aku dan ajaran-Ku tinggal dalam hatimu, mintalah kepada Bapa apa saja yang kalian mau; permintaanmu itu akan dipenuhi.
--- Yohanes 15:7 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

TODAY, 13 September: Yang Tak Terucapkan

TODAY, 13 September: 

Yang Tak Terucapkan

Dalam kesesakan...
Terkadang kita tak lagi sanggup berkata-kata...
Kita tak memiliki kekuatan lagi rasanya.
Yang ada hanya diam.
Dan diiringi tetes air mata...

Dalam hati yang galau saat dilanda badai kehidupan...
Terkadang orang terdekat sekali pun tak sanggup mengerti seperti yang kita harapkan...
Kita pun menjadi kecewa...
Dan lagi-lagi: terdiam dalam kesedihan.

Ketika tidak tahu lagi harus bagaimana...
Ketika tak lagi bisa berucap atas segala rasa di dada...
Roh Kudus mampu membantu kita...
Sebab kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa...
Tetapi Roh sendiri yang berdoa untuk kita kepada Allah...
Dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan...

ALLAH mengerti segala bahasa...
Dalam diam, dalam tetesan air mata...
Dalam segala sesuatu yang tak terucapkan...
Kasih-Nya selalu tersedia bagi kita.
Ajar kami sabar, Tuhan untuk melewati semuanya ini.
Kami percaya, ENGKAU akan memberi kekuatan...
Dan mendampingi kami untuk melalui episode penuh air mata ini.

Hanya kepada-Mu kami menyerahkan segala sesuatunya.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh  sendiri berdoa untuk kita  kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 
--- Roma 8:26