Saturday, February 29, 2020

TODAY, 29 Februari 2020: Sujud Kepada Bapa

TODAY, 29 Februari 2020: 

Sujud Kepada Bapa

Hari ini, saya mengambil perikop dari Efesus 3:14-21.
Seluruhnya.
Karena saya merasakan kebenaran di tiap kalimatnya.
Dan sulit juga, jika saya potong-potong sebagian, nantinya menghasilkan potongan yang kurang menggambarkan keadaan sesungguhnya.


Perikop ini berjudul:

DOA PAULUS:
3:14 Itulah sebabnya aku sujud  kepada Bapa, 
3:15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.
 3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu 
3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 
3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 
3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.  Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 
3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan  jauh lebih banyak  dari pada yang kita doakan  atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa  yang bekerja di dalam kita, 
3:21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin. 

Sujud kepada Bapa...
Berdoa agar DIA menguatkan dan meneguhkan kita bersama oleh Roh-Nya di dalam batin kita...
Hingga oleh iman, Kristus berdiam di hati kita dan kita berakar di dalam kasih-Nya...
DIA bisa melakukan jauh lebih banyak dari apa yang kita doakan dan pikirkan.
DIA mengasihi kita : panjang-lebar, tinggi-dalam...
Semoga kita semua dipenuhi oleh kepenuhan Allah...
Dan bagi DIALAH kemuliaan sampai selama-lamanya!

Tuhan...
Inilah doa kami malam ini.
Sujud kepada-Mu.
Dalam keheningan dan ketenangan yang tak pernah bisa dunia tawarkan.
Terima kasih, Tuhan.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Friday, February 28, 2020

TODAY, 28 Februari 2020: Tuhan Memberi Damai Sejahtera

 TODAY, 28 Februari 2020: 

Tuhan Memberi Damai Sejahtera

Di tengah suasana berkembangnya kasus COVID-2019 di banyak negara...
Tentunya kita dihadapkan pada kekhawatiran.

Semakin banyak negara yang terkena.
Perkembangan kasus pun sangat cepat, seolah sulit dibendung...
Saat-saat seperti ini...
Ada baiknya untuk terus mendekatkan diri kepada Allah...

Duduk di hadirat-Nya...
Dan sujud dalam doa...


Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepada kita...
Dan DIA akan menganugerahkan damai sejahtera...

Biarlah Tuhan sendiri yang mengisi setiap relung hati insan yang mencari wajah-Nya...
Dengan kasih-Nya...
Dan biarkan sukacita dan damai sejahtera yang bersumber dari Allah saja yang memenuhi hati kita...
Sebagai buah Roh Kudus, semoga damai sejahtera terus menyelimuti kita...

Keadaan tidak berubah secepat kilat...
Tetapi mereka yang terus percaya dan mengandalkan Tuhan...

Akan dimampukan mengendalikan kekhawatiran...
Setiap dari kita yang percaya bahwa Tuhan akan senantiasa pegang kendali...
(meskipun keadaan seolah sulit terkendali)...
Akan menerima damai-Nya...

Dan mari berdoa untuk dunia yang tengah berjuang melewati krisis ini...
Semoga yang sakit disembuhkan seturut kehendak-Nya...
Dan semoga ditemukan obat yang ampuh, vaksin yang manjur bagi mereka yang menderita penyakit ini.

Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

TUHAN menghadapkan wajah-Nya  kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
--- Bilangan 6:26

Thursday, February 27, 2020

TODAY, 27 Februari 2020 : Kepunyaan Tuhan

TODAY, 27 Februari 2020 : 

Kepunyaan Tuhan

Sering kita bilang...
"Ini punya gue nih."
Ini milikku.
It's mine.
Mungkin dalam hal tertentu, bisa jadi...
Tapi ketika kita melihat lebih jauh, ternyata...
Tidak ada satu pun milik kita itu yang abadi...

Sebab dalam Alkitab tertulis, "Bumi ini dengan seluruh isinya adalah kepunyaan Tuhan."
--- 1 Korintus 10:26 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Untuk itulah, mari kita ingat...
Bumi dan seluruh isinya adalah kepunyaan Tuhan.
Dan kita?
Dengan segala kefanaan yang ada...

Kita sesungguhnya terus disadarkan...
Dari abu, kembali ke abu...
Senada dengan Rabu Abu kemarin.

Jadi...
Lagi-lagi tak perlu bermegah...
Ketika semua hanyalah titipan...
Hidup kita di dunia pun ada batasnya...
Untuk itulah, kita perlu berpegang kepada Sang Ilahi yang abadi...

Bumi dan seluruh isinya adalah kepunyaan Tuhan.
Milik kita, seberapa berharganya pun adalah titipan.
Semoga makin hari, kita semakin sadar...
Bahwa: hendaknya kita bersukacita atas apa yang Dia titipkan...
Juga mempergunakan semaksimal mungkin bagi kemuliaan-Nya...
Juga untuk kebaikan bagi sesama di sekitar kita...
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Wednesday, February 26, 2020

TODAY, 26 Februari 2020: Rabu Abu 2020

TODAY, 26 Februari 2020: 

Rabu Abu 2020

Rabu Abu ini menjadi Rabu Abu yang berbeda bagi saya pribadi dan banyak umat di Singapura.
Bagi saya, ini adalah Rabu Abu pertama, di mana kami harus melaksanakan Misa secara 'online'.
Gereja Katolik sudah meniadakan Misa sejak beberapa waktu berselang, dikarenakan kekuatiran akan penyebaran Virus Korona.

Terasa berbeda.
Tetapi dengan hati yang mengarah kepada Tuhan, pasti tetap ada rahmat-Nya di dalam Misa.

Kembali, saya diingatkan kita semua dari abu, akan kembali menjadi debu.
Betapa fana dan sementaranya hidup ini, sehingga tidak ada alasan untuk bermegah, sombong, atau merasa paling benar-paling hebat-paling layak...
Karena semua itu hanyalah titipan...
Seberapa 'ngotot' kita mempertahankan segala sesuatunya...
Kita tidak bisa bertahan untuk selama-lamanya dalam keadaan yang sama...
Orang menjadi tua...
Sehat bisa berubah menjadi sakit...
Yang tetap hanyalah Tuhan saja...

Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu.
Berpalinglah kepada Tuhan...
Semoga ini tetap menjadi pegangan kita selama masa Prapaskah ini.
Dan semoga Tuhan menyertai perjalanan kita...
Sehingga kita bisa memilah, mana yang penting...

Dan mana yang kurang begitu penting.
Yang penting adalah relasi kita dengan Tuhan, semoga itu pun terlihat dalam relasi kita dengan sesama.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu." Berpalinglah kepada TUHAN Allahmu. Ia panjang sabar dan penyayang murah hati dan penuh kasihan. Senang mengampuni dan tak suka menjalankan hukuman.
--- Yoel 2:13 

Tuesday, February 25, 2020

TODAY, 25 Februari 2020: Hati Yang Gelisah

TODAY, 25 Februari 2020: 

Hati Yang Gelisah

Ada kalanya, kita merasa gelisah...
Dan ketika kegelisahan itu memuncak... 
Bercampur rasa ngeri...
Bisa membuat manusia gemetar...
Mungkin juga ketakutan...
Sehingga malam yang seharusnya dirindukan...
Menjadi malam yang kelam.

Gelisah.
Resah.
Galau.
Mungkin pernah kita alami.
Apalagi jika hidup tidak membawa kita kepada hal-hal yang menyenangkan.
Ketika gagal.
Ketika ragu.
Ketika banyak permasalahan yang tak bisa dikendalikan....
Kita menjadi gemetar...
Tetapi...
Jangan sampai kegelisahan itu mengalahkan akal sehat...
Jangan pula itu menggentarkan kita sehingga kita melupakan : masih ada Tuhan...

Tuhan yang pegang kendali atas segala yang terjadi...
Meskipun mungkin harapan seolah tipis...
Jika Tuhan berkehendak...
Siapa yang bisa menghalangi-Nya?

Jika malam ini hati kita sedang gelisah...
Mari kita bawa kegelisahan ini hanya kepada Allah.
Mohon terang dan tuntunan Roh Kudus-Nya...
Sehingga kita bisa kembali mengalami damai sejahtera...
Yang bersumber hanya dari Allah Bapa...
Semoga.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Hatiku  gelisah, kekejutan meliputi  aku, malam hari yang selalu kurindukan itu sekarang menggentarkan  aku.
--- Yesaya 21:4

Hatiku gelisah; rasa ngeri membuat aku gemetar. Malam yang kurindukan hanya membawa kegentaran.
--- Yesaya 21:4 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Monday, February 24, 2020

TODAY, 24 Februari 2020: Yesus Kristus Tetap Sama

TODAY, 24 Februari 2020: 

Yesus Kristus Tetap Sama

Yesus Kristus tetap sama...
Dulu sekarang dan selamanya...
Hal inilah yang menjadi pegangan bagi kita...
Di dalam keimanan kita kepada-Nya...

Betapa mudahnya hidup digoyahkan oleh perubahan.
Dalam hitungan detik, segala sesuatu yang seolah teratur rapi...
Bisa menjadi hancur berantakan.
Tetapi alangkah indahnya ketika kita berpegang kepada Tuhan.
DIA yang tetap.
DIA yang selalu konsisten.

Dulu, sekarang, sampai selamanya...
Kita bisa percayakan hidup kita sampai kepada kekekalan...
Di tengah dunia yang penuh perubahan...
Terasa melegakan, karena kita bisa bersandar kepada Tuhan...

Yesus Kristus tetap sama...
Jadi, apakah kita mau menggantungkan harapan kita kepada yang 'semu' dan fana?
Ataukah kita malah makin mendekatkan diri kepada-Nya?
Semoga kita memilih Kristus.

Selalu dan selamanya, DIA tetap tujuan dan andalan kita.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Yesus Kristus tetap sama, baik dahulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya.
--- Ibrani 13:8(BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Sunday, February 23, 2020

TODAY, 23 Februari 2020: Pada Tuhan Allah Ada Keampunan

TODAY, 23 Februari 2020: 

Pada Tuhan Allah Ada Keampunan

Engkau penuh pengampunan dan belas kasihan, meskipun kami telah melawan Engkau.
--- Daniel 9:9 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Bayangkan jika kita adalah orangtua dari anak yang tidak menurut.
Membangkang.
Bahkan melawan bagaikan Malin Kundang yang konon dalam cerita disebut sebagai durhaka.
Apakah kita mampu mengampuni secara total?
Mungkin iya, tapi mungkin juga tidak.

Jadi waktu membaca ayat versi Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) Kitab Daniel Bab 9 ayat 9...
Saya berpikir...
Betapa baiknya Tuhan...
Di dalam DIA ada pengampunan dan belas kasihan...
Meskipun manusia telah melawan DIA.
Telah berbuat dosa yang berulang-ulang.
Yang berkali-kali menyakiti hati-Nya lagi dan lagi.

Manusia mungkin tidak mampu.
Tetapi Tuhan mampu...
Dan...
Jika saat ini ada orang-orang yang belum mampu kita ampuni...
Marilah memohon rahmat pengampunan dari Sang Sumber Pengampunan...
Allah sendiri!
Semoga kita pun terus memeriksa hati, menyelidiki batin kita...
Agar kita pun terus memohon pengampunan bagi diri kita juga...
Karena kita begitu banyak dosa dan cacat cela...
Karena kita tidak sempurna dan jauh dari kasih-Nya...

Pada Tuhan Allah ada kesayangan dan keampunan...
Meskipun kami sudah berdosa dan memberontak terhadap DIA...
Walaupun kami tidak mau mendengarkan suara-Mu ya, Allah...
Walaupun kami hidup menjauh dari firman-Mu...
Tetapi:
pada-Mu tetap ada keampunan...
Terima kasih, Tuhan!
Semoga kami tidak menyia-nyiakan ini semua.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. 9:9 Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan,  walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, 9:10 dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya. 
--- Daniel 9:8-10

Saturday, February 22, 2020

TODAY, 22 Februari 2020: Engkau Menenun Aku Dalam Kandungan Ibuku

TODAY, 22 Februari 2020: 

Engkau Menenun Aku Dalam Kandungan Ibuku

Beberapa hari ini, saya kembali membaca dan merenungkan apa yang tertulis dalam buku Bertumbuh Dalam Cinta (Bimbingan Doa Batin) oleh Romo Yustinus Rumanto, SJ.
Saya pernah ikut retret luka batin, tapi sudah cukup lama.
Baik kiranya, jika saya mengulang kembali karena mungkin timbul luka baru sepanjang perjalanan hidup.

Kembali ke Buku Romo Yustinus Rumanto...
Pada bagian luka batin semasa lahir...
Atau luka batin sejak masa kanak-kanak, masa bersekolah, masa remaja, masa dewasa, dan sebagainya...
Saya ikuti prosesnya sekali lagi.
Menelusuri sekali lagi jalurnya...
Di mana ada luka-luka yang masih menganga atau mungkin berdarah.
Ada saat tertentu, saya merasa sangat tidak layak...
Hidup sangat berjalan jauh dari harapan dan saya sempat kecewa.
Lalu, untuk apa saya hidup kalau hanya begini-begini saja?
Pertanyaan itu sempat singgah...
Tetapi saat menelusuri kembali...
Saya temukan bahwa Tuhan sudah bekerja sejak kita dalam kandungan Ibu...
Bahkan dari sebelumnya...
Tuhan yang membentuk buah pinggangku...
DIA menenun aku dalam kandungan ibuku...

Bukan kebetulan aku ada di dunia ini.
Begitu pun dengan Anda...
Tuhan punya rencana atas setiap kita...
Hidup ini takkan sia-sia, jika kita berpegang di dalam Tuhan.
Pasti ada tujuannya jika kita masih bisa menghirup nafas hari ini.

Hari ini, kubawa semua luka.
Yang sangat menyakitkan.
Hanya untuk menemukan bahwa Yesus memelukku.
Dia mengasihiku.
Dia menginginkan kehadiranku di dunia ini.
Kelahiran kita bukanlah satu kesalahan, meskipun pernah terkesan demikian.
Karena Tuhan sudah campur tangan sejak dalam kandungan Ibu kita.
Syukur kepada-Mu, Tuhan.
Terima kasih kuucapkan dari lubuk hati terdalam.

Semoga selama hidup, kita bisa memberikan yang terbaik.
Hanya bagi-Nya!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun  aku dalam kandungan ibuku139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib ; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
--- Mazmur 139:13-14

TODAY, 21 Februari 2020: I Am Nothing Without You

TODAY, 21 Februari 2020: 

I Am Nothing Without You
***(Tanpa-Mu, Aku Bukanlah Siapa-Siapa)

Hari ini, kulalui dengan hati yang tenang...
Menyadari segala luka di masa lalu...
Masuki lagi sakit yang kurasakan di saat itu...
Lalu, melihat-Mu di situ...
Menyembuhkanku.
Memulihkanku...

I am nothing without You, Lord.
Tanpa-Mu, aku bukanlah siapa-siapa, Tuhan...
Jika hari ini aku berdiri ...
Itu hanyalah karena kasih dan karunia-Mu semata...
Untuk itulah, biarkan jiwa ini memuji-Mu, Tuhan...
Agar tiada pernah kulupakan segala kebaikan-Mu di hidupku.

I am nothing without You, Lord.
So, I wanna spend the rest of my life praising You.
Living my life to glorify You...
Hope all of these will please You.
Tanpa-Mu aku bukan siapa-siapa, Tuhan...
Jadi, 'kan kuhabiskan sisa hidupku untuk memuji-Mu.
Hidupku untuk memuliakan-Mu.
Semoga ini semua menyenangkan-Mu.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Pujilah TUHAN,  hai jiwaku, dan janganlah  lupakan segala kebaikan-Nya! 
--- Mazmur 103:2

Thursday, February 20, 2020

TODAY, 20 Februari 2020: Tuhan Tidak Berubah

TODAY, 20 Februari 2020: 

Tuhan Tidak Berubah

People change.
Circumstances change.
God will always remain the same.

(Changes - Justin Bieber)

Manusia akan berubah.
Keadaan akan berubah.
Hanya Tuhan yang tidak berubah (tetap sama).
Mungkin kira-kira begitu terjemahan bebasnya.
Lagu Justin Bieber yang cukup baru ini, menarik perhatian saya.
Karena di akhir lagu, dia mengucapkan kata-kata ini.

Betapa kita menemukan kebenaran dari kata-kata ini.
Manusia. Ya, orang-orang yang berubah.
Sering kita temui.
Mereka yang dulunya hangat, baik, tiba-tiba menjadi dingin.
Dan mendadak tak lagi kita kenali.
Belum lagi mereka yang terlihat baik, tapi menusuk dari belakang.
Ini tidak heran, karena Yesus sendiri mengalaminya sebelum DIA disalibkan...

Keadaan berubah secepat kilat.
Baru saja 'happy-happy' memasuki tahun baru.
Siapa yang menyangka, di beberapa negara terkena banyak bencana.
Terlepas dari ini memang ada kesalahan dari pihak manusia juga...
Tetapi, semakin mengukuhkan kita...
Kalau keadaan dalam hitungan detik atau menit bisa berubah cepat.

Hanya Tuhan yang tetap.
DIA tidak berubah.
DIA kekal.
Marilah kita berpegang kepada Sang Kekal, Yang Ilahi saja.
Jangan mengandalkan manusia secara terlalu berlebihan.
Jangan terbuai keadaan yang enak, kenyamanan, 'comfort zone' yang tengah kita jalani.
Nikmati, bersyukur, tapi usahakan untuk tidak terlalu terlena.
Semoga kita bisa mengendalikan diri dalam tuntunan Roh Kudus.
Dan semakin fokus kepada Yang Abadi.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.
--- Maleakhi 3:6 

Wednesday, February 19, 2020

TODAY, 19 Februari 2020: Allah Itu Keselamatanku

TODAY, 19 Februari 2020: 

Allah Itu Keselamatanku

Allah itu keselamatanku.
DIALAH kekuatanku
DIALAH mazmurku.
Hidupku hanyalah untuk menyenangkan-Mu...

Allah sungguh adalah keselamatanku.
Dalam perjalanan hidup dan naik-turunnya...
DIALAH perlindunganku...
Dalam naungan kasih-Nya kurasakan sukacita penuh.


Allah itulah keselamatanku...
Bukan hal lainnya...

Bukan orang atau siapa pun juga di dunia ini...
Saat kita mengandalkan Tuhan, pasti DIA akan bertindak...

Kuatkanlah iman kami, Tuhan...
Dalam segala sesuatu yang terjadi...
Entah itu kemudahan...
Ataupun kesulitan...

Semoga kami tetap percaya bahwa:
Engkau telah menjadi keselamatan kami semua.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Sungguh, Allah itu keselamatanku;  aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku  dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.
--- Yesaya 12:2

Tuesday, February 18, 2020

TODAY, 18 Februari 2020: DIA Berkenan Ditemui

TODAY, 18 Februari 2020: 

DIA Berkenan Ditemui

Lama sekali Israel tanpa Allah yang benar, tanpa ajaran dari pada imam dan tanpa hukum.  15:4 Tetapi dalam kesesakan mereka berbalik kepada TUHAN, Allah orang Israel. Mereka mencari-Nya,  dan Ia berkenan ditemui oleh mereka.
--- 2 Tawarikh 15:3-4

Melakukan kilas balik pada keadaan Israel tanpa Allah yang benar...
Dalam Kitab Tawarikh yang kedua, bab 15 ayat 3-4 bisa kita temukan...
Lama sekali rupanya Israel dalam melakukan pencarian akan Allah yang benar...
Dan mereka terus mencari dan mencari tanpa henti.
Terkadang malah jalan yang dipilih adalah jalan yang semakin menjauhkan mereka dari-Nya...
Tetapi itu tidak terjadi pada kisah ini...
Di mana dalam kesesakan, mereka malah berbalik kepada Tuhan Allah.
Mereka mencari-Nya...
Dan DIA berkenan ditemui oleh mereka.

Masih sangat relevan pencarian akan Allah, arti kehidupan, dan makna kebahagiaan.
Sampai detik ini, manusia terus mencari.
Banyak insan manusia masih merindukan sosok Allah yang benar...
Tetapi yang terpenting: saat kesesakan, jangan kita berpaling dari-Nya.
Melainkan kita hendaknya mencari-Nya.
Dan percayalah bahwa DIA berkenan untuk ditemui.
DIA selalu ada bagi kita.
Kepedulian dan kasih-Nya sungguh nyata bagi setiap kita.

Semoga kita senantiasa mengingat Allah di dalam segala keadaan.
DIA berkenan ditemui...
Selama kita tetap sujud dalam doa...
Mencari wajah-Nya.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Monday, February 17, 2020

TODAY, 17 Februari 2020: Takwa Kepada Tuhan

TODAY, 17 Februari 2020: 

Takwa Kepada Tuhan

Kata 'Takwa' dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) searti dengan:

takwa1/tak·wa/ n 1 terpeliharanya diri untuk tetap taat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; 2 keinsafan diri yang diikuti dengan kepatuhan dan ketaatan dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; 3 kesalehan hidup

Intinya: memelihara diri untuk tetap taat dalam melaksanakan perintah Allah, berusaha menjauhi larangan-Nya.
Tetap memelihara kesalehan hidup, meskipun dunia tidak selalu menyetujui apa yang kita lakukan...

Jalankan tugas dengan takwa kepada Tuhan.
Entah seberapa besar atau seberapa kecil perkara yang Tuhan beri saat ini...
Tetaplah memberikan yang terbaik.
Saat kita setia pada perkara-perkara kecil, Tuhan akan membukakan perkara-perkara yang jauh lebih besar.
Tetapi tentunya bukan bagian kita yang menentukannya.
Bagian kita adalah tetap setia.
Biar Tuhan sendiri yang menggenapi rencana-Nya di hidup kita.

Jalankan tugas dengan takwa.
Turutilah perintah-Nya dalam segala sesuatu yang kamu lakukan.
Semoga hari ini, menjadi bahan permenungan kita bersama.
Agar senantiasa ingat dan menempatkan Tuhan sebagai pusat segala sesuatunya.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Kepada hakim-hakim itu Yosafat memberi perintah ini, "Jalankanlah tugasmu dengan takwa kepada TUHAN. Turutilah perintah-Nya dalam segala sesuatu yang kamu lakukan."
--- 2 Tawarikh 19:9 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Sunday, February 16, 2020

TODAY, 16 Februari 2020: Magnificent


TODAY, 16 Februari 2020: 

Magnificent

Sebuah lagu yang cukup lama.
Pernah menemani hari-hari saya saat menjadi singer dulu pada sebuah band rohani di Jakarta.
Lagu yang indah.
Menyentuh hati.
Belakangan ini, saat lebih banyak berdiam di rumah, saya dengarkan lagi dan lagi.
Beberapa lagu dari masa lalu yang kemudian membawa memori akan hari-hari di mana kedekatan dengan Yesus bermula.

Ada rasa haru mendengar liriknya.
Coba Anda simak sebagian dari lagu ini:

Who compares to You?
Siapa yang sebanding dengan-Mu?
Who set the stars in their place?
Siapa yang mengatur bintang di tempat mereka berada?
You who calmed the raging seas
Engkau yang menenangkan laut yang mengamuk
That came crashing over me.
Yang menghancurkanku.

VERSE 2:
Who compares to You?
Siapa yang sebanding dengan-Mu?
You who bring the morning light,
Engkau yang membawa cahaya pagi,
The hope of all the earth
Harapan seluruh bumi
Is rest assured in Your great love.
aman dalam cintamu yang agung.

CHORUS:
You are magnificent,
Engkau luar biasa,
Eternally wonderful, glorious.
Luar biasa indah, mulia.
Jesus, no one ever will compare
Yesus, tidak ada yang sebanding
To You, Jesus.
dengan-Mu, Yesus.
(Magnificent- Hillsongs)

Memang Yesus...
Tak ada yang sebanding dengan-Mu.
Bahwa Engkaulah yang sungguh mulia...
Layak menerima segala hormat kami...
Saat kuingat dahsyatnya Engkau...
Perbuatan-Mu.
Karya-Mu yang ajaib...
Dalam kesederhanaan sekalipun...
Semua itu mampu dilihat oleh hati yang tertuju pada-Mu...

Lagu 'Magnificent' terus mengalun selama saya menuliskan renungan hari ini.
Biarlah segala hormat, puji, syukur, hanya bagi kemuliaan-Mu!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

God is magnificent; he can never be praised enough.
    There are no boundaries to his greatness.
--- Psalm 143:5

Kuingat hari-hari yang lalu; kupikirkan segala perbuatan-Mu, kurenungkan semua karya-Mu.
--- Mazmur 143:5 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)



Saturday, February 15, 2020

TODAY, 15 Februari 2020: Janji-Mu Memberi Aku Hidup

TODAY, 15 Februari 2020: 

Janji-Mu Memberi Aku Hidup

Dalam hidup, tak lepas dari masa di mana kita mengalami kesulitan.
Kesesakan.
Ataupun penderitaan.

Di masa-masa itulah, berpegang dan mengandalkan Tuhan menjadi satu-satunya yang bisa kita lakukan.
Saat senang, terkadang manusia melupakan-Nya.
Walaupun seharusnya tidak dilakukan...

Tetapi saat banyak masalah...
Jangan sampai kita menjauh dari-Nya.

Janji-Mu memberi aku hidup...
Begitu kata Pemazmur...
Semoga kita senantiasa diingatkan:
kita hidup hari ini karena kasih dan kebaikan-Nya.
Juga karena janji-Nya, kita tetap berdiri sampai hari ini.
Bukan karena kuat kita.
Melainkan karena diri-Nya.

Tuhan, hari ini kami bersyukur masih diberi kehidupan dan kesehatan.
Kami percaya, saat kami memandang wajah-Mu, memuliakan nama-Mu...
Engkau akan senantiasa menemani kami sepanjang perjalanan hidup ini.
Entah naik atau turun yang terjadi saat ini...
Semua kami persembahkan kepada-Mu, Sang Ilahi.

Kami percaya, ini semua baik di mata-Mu.
Janji-Mu memberi aku hidup.
Itu yang kami pegang hingga akhir nanti.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Inilah yang menghibur aku dalam penderitaanku, bahwa janji-Mu itu memberi aku hidup.
--- Mazmur 119:50 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Friday, February 14, 2020

TODAY, 14 Februari 2020: Mengikuti Teladan Allah

TODAY, 14 Februari 2020: 

Mengikuti Teladan Allah

Hari ini di banyak tempat, memperingatinya sebagai Hari Kasih Sayang.
Valentine's Day, begitu yang dikenal.

Sementara mungkin tahun ini keadaan berbeda dikarenakan Virus COVID-2019...
Tetaplah kita fokus kepada Sang Sumber Kasih Sejati - Allah sendiri...

Setiap kali Hari Kasih Sayang...
Saya selalu teringat akan kasih-Nya kepada kita.
Begitu kasihnya Tuhan kepada kita, sehingga DIA mengaruniakan anak-Nya yang tunggal.
Untuk turun ke dunia dalam misi penyelamatan umat manusia.
Sampai hari ini, manusia tentunya banyak kekurangan, penuh dosa.
Dan bumi yang ditinggali ini, tak jarang sudah dieksploitasi sedemikian rupa demi kepentingan pribadi atau golongan.
Maka, setiap ada bencana alam...
Jangan terburu-buru bilang ini-itu...
Salahnya Si Ini atau Si Itu...
Tetapi, bagaimana tindakan  kita sebagai penghuni bumi...
Adakah kita menjaga kelestariannya?
Ataukah kita secara perlahan, malah merusaknya?

Hari ini, di tengah seluruh kondisi atau mungkin kekhawatiran yang ada...
Tetaplah ingat akan Allah dan kasih-Nya.

Tetaplah berpegang pada firman-Nya.
Tetaplah berusaha mengikuti teladan Allah.
Bagaimana Yesus-yang sungguh Allah, sungguh manusia- rela korbankan nyawa demi setiap insan manusia...

Semoga kami tetap mengarahkan pandangan kepada-Mu, Tuhan...
Tak peduli apa pun yang terjadi di sekitar kami.

Apa pun yang membuat kami begitu lemah dan merasa tak berdaya.
Biarkan kami menimba kekuatan dari-Mu.
Sebab Engkau sajalah Sumber Kekuatan kami.
Amin!
(-fon-)/ Fonny Jodikin


Kalian adalah anak-anak Allah yang dikasihi-Nya, sebab itu kalian harus berusaha mengikuti teladan Allah.
--- Efesus 5:1 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Wednesday, February 12, 2020

TODAY, 13 Februari 2020: Karena Perbuatan, Iman Menjadi Sempurna

TODAY, 13 Februari 2020: 

Karena Perbuatan, Iman Menjadi Sempurna

Beberapa orang yang kita lihat, senang mengutip ayat dari Kitab Suci.
Juga mereka mungkin terpandang, secara status sosial maupun ekonomi.

Tapi secara tindakan dalam keseharian.
Tidak senantiasa menampakkan wajah Kristus.

Bahkan yang menyesakkan, terkadang sungguh jauh dari itu.

Mungkin memang sulit.
Tidak menyalahkan siapa-siapa...
Mari, kita lihat diri sendiri dulu...
Apakah diri kita termasuk dalam kategori 'Omdo'
Omong doang?
Atau NATO - No Action Talking Only?

Mungkin saat ini, hendaknya kita mulai berubah...
Bahwa sebanyak apa pun pengetahuan kita akan Allah dan firman-Nya...
Jika tidak dibarengi dengan perbuatan, adalah sia-sia.

Iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan.
Dan oleh perbuatan-perbuatan itu, iman menjadi sempurna.

Semoga pikiran, perkataan, dan tindakan kita sejalan.
Dalam jalur-Nya.
Dalam jalan keselamatan-Nya.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan  dan oleh perbuatan-perbuatan  itu iman menjadi sempurna.
--- Yakobus 2:22

TODAY, 12 Februari 2020: Selamat Jalan, Pahlawan!

TODAY, 12 Februari 2020: 

Selamat Jalan, Pahlawan!

Dari ratusan orang yang meninggal dunia itu, tiga di antaranya dokter yang juga turut dalam upaya menangani pasien terinfeksi virus corona. Tiga dokter itu adalah Song Yijie, Liang Wudong, dan Li Wenliang. Ketiga dokter ini telah berjuang keras dan dinilai sebagai pahlawan atas tindakan mereka untuk memerangi virus corona jenis baru ini. (Kompas.com)

COVID-2019 telah memakan sejumlah korban jiwa.
Mereka yang masih berjuang di Rumah Sakit pun masih lumayan banyak.
Mereka yang tengah berada di ICU, juga masih ada.

Di antara berita yang ada...
Para dokter, Suster, petugas kesehatan di Rumah Sakit menjadi mereka yang berperan penting.
Bagi kemanusiaan.
Atas nama profesi...
Demi menolong sesama yang tengah butuh pertolongan.

Setiap kali membaca kisah 'whistleblower' Dr. Li Wenliang, hati ini rasanya teriris.
Juga air mata sering kali turun begitu saja.
Dalam usianya yang menginjak 30-an beliau harus meninggal dunia.
Konon istrinya sedang hamil dan positif virus ini.
Dan mereka punya 1 anak, yang merupakan anak pertama keluarga ini.

Dokter Li, bersama Dokter Song (yang baru berusia 20-an dan tidak beristirahat selama 10  hari dalam mengobati pasien COVID-2019), dan Dr. Liang...
Juga bersama para Dokter, Suster, dan petugas medis lainnya di semua negara yang tengah berjuang keras untuk pasien yang sakit.
Merekalah pahlawan sesungguhnya di masa kini.
Bukan hanya mereka yang mencari uang melalui bisnis kesehatan.
Tapi mereka yang sungguh berani korbankan nyawa.
Demi membela kebenaran saat memberitakan soal virus ini dan juga saat mengobati pasiennya.

Saya menghimbau kita bersama mendoakan mereka pada saat ini.
Betapa di tengah segala keadaan, kekhawatiran, kelelahan, mereka tidak tinggal diam.
Melainkan terus berjuang.
Selamat jalan, Pahlawan!
Sungguh: Anda semua sudah menjadi bukti bahwa seharusnya beginilah menghidupi kehidupan...
Mengakhiri pertandingan dengan baik, mencapai garis akhir, dan memelihara iman.
Selamat jalan!
Rest In Peace.

Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Aku telah mengakhiri pertandingan  yang baik, aku telah mencapai garis akhir  dan aku telah memelihara iman.
---2 Timotius 4:7

Tuesday, February 11, 2020

TODAY, 11 Februari 2020: Dalam Naungan Sayap-Mu...

TODAY, 11 Februari 2020: 

Dalam Naungan Sayap-Mu...

Sepanjang hari, kurasakan perlindungan-Mu...
Di jelang malam...
Aku bersyukur atas penyelenggaraan-Mu.
Engkaulah Tuhan yang menjagai kami...
Siang dan malam.
Musim panas, maupun musim hujan...

Hari-hari membahagiakan atau kurang menyenangkan...
Engkau selalu ada bagi kami.
Terima kasih, Tuhan.

Sungguh Engkau telah menjadi pertolongan bagi kami.
Dalam naungan sayap-Mu...
Ada sukacita baru.
Ada rasa aman.
Ada damai sejahtera.
Untuk itu semua aku memuji-Mu.
Bersorak-sorai bagi kemuliaan-Mu...

Malam ini, kami serahkan rasa khawatir yang mungkin singgah.
Kegalauan yang pernah ada.
Percaya bahwa Tuhan, Engkaulah yang Maha.
Sekarang dan selamanya, Engkau adalah perlindungan kami.

Dalam naungan sayap-Mu, kami Kaukasihi.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau  sepanjang kawal malam, sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu  aku bersorak-sorai.
--- Mazmur 63:7-8