Thursday, December 31, 2015

TODAY, 31 Desember: Yesus di Hidupku...

Yesus di Hidupku...

Roda waktu terus berputar...
Dalam hitungan jam, kita akan mengalami pergantian tahun...
Segala susah-senang di tahun ini, kita persembahkan kepada Allah...
Percaya akan tuntunan Yesus ...
Keberadaan Yesus di hidupku mampu membuat perbedaan...
Karena Dialah sungguh Sang Jalan...
Yang hendak kuikuti sampai akhir nanti...

Tahun 2016 sudah di depan mata...
Banyak rencana, banyak pula kekuatiran yang sempat singgah...
Namun, biarlah  sukacita yang meraja...
Meyakini semuanya akan baik di dalam rancangan-Nya...
Dengan tuntunan Yesus di hidupku, damai sejahtera meliputiku...

Selamat tahun baru, sahabat di dalam Kristus...
Semoga tahun 2016 menjadi tahun yang lebih baik bagi kita semua...
Di dalam segala hal: terutama keimanan kita kepada-Nya.
Berjalan terus sampai garis akhir, menjadi saksi-Nya dan kebanggaan-Nya sampai akhir nanti.
Semoga!
(-fon-)

 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun,  asal saja aku dapat mencapai garis akhir  dan menyelesaikan pelayanan  yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku  untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia.
--- Kisah Para Rasul 20:24

TODAY, 30 Desember: Mencari Kerajaan Allah dan Kebenarannya

Mencari Kerajaan Allah dan Kebenarannya...

Masih edisi akhir tahun...
Mungkin penuh refleksi, plus doa-doa permohonan menjelang tahun baru...
Banyak kali, kita hanya minta ini-minta itu...
Mau begini, mau begitu...
Begitu cepat menjadi putus asa, kecewa, bahkan marah terhadap Allah jika keinginan kita tidak dikabulkan...
Kadang-kadang sadar juga bahwa memang Tuhan tahu yang terbaik bagi segenap umat-Nya...
Namun, ketika keinginan itu tidak tercapai, alangkah menyakitkan rasanya...

Untuk itulah pentingnya pengendalian diri...
Menyadari segenap rencana yang kita buat, tidak lebih sempurna dari rancangan-Nya...
Dialah Sang Pemberi Kehidupan-Sang Pencipta, sudah pasti Dia tahu lebih baik dari kita...
Bahkan yang terbaik bagi kita!
Bagian kita adalah berdoa dan menjalani sungguh-sungguh...
Mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya...
Dan segala sesuatu akan ditambahkan kepada kita.
Amin!
(-fon-)

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah  dan kebenarannya , maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
--- Matius 6:33

TODAY, 29 Desember: For God So Loved the World...

For God So Loved the World...

For God so loved the world that he gave his one and only Son, that whoever believes in him shall not perish but have eternal life. (John 3:16)

Karena begitu besar kasih Allah kepada dunia, Ia bahkan mengaruniakan anak-Nya yang tunggal sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal...

Jelang akhir tahun...
Mari kita merefleksikan kebaikan Maha Tinggi yang telah dilakukan Sang Maha sendiri.
Dia telah mengaruniakan Yesus untuk hidup menjadi manusia dengan misi penyelamatan segenap manusia...

Merenungkan kasih Tuhan...
Mensyukuri kebaikan-Nya...
Mari terus kita lakukan...
Tanpa mengeluh atau mempertanyakan...
Mungkin banyak persoalan yang harus kita hadapi...
Namun, jangan sampai kita menjadi ragu akan kasih-Nya...
Karena sungguh besar kasih-Nya pada kita!
(-fon-)

Karena begitu besar kasih  Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan  Anak-Nya  yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya  kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
--- Yohanes 3:16

Tuesday, December 29, 2015

TODAY, 28 Desember: Membagikan Kisah Kasih-Nya

Membagikan Kisah Kasih-Nya

Setiap dari kita pernah tersentuh secara pribadi akan kasih-Nya...
Kebaikan-Nya dan pengampunan-Nya menjadi sesuatu yang sangat membekas di diri kita.
Namun, tidak semua dari kita kemudian menceritakan kebaikan-Nya itu...
Banyak kali kita menyimpannya rapat-rapat...
Tak ada salahnya untuk berbagi kepada sekitar kita.
Syukur-syukur, kepada lingkup yang lebih luas lagi...
Menceritakan betapa baiknya Dia, bahkan di hal terkecil di hidup kita...
Daripada bergosip atau melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat di hidup ini...
Mari mulai membagikan kisah kasih-Nya  dan dimulai dari  orang di sekeliling kita...
(-fon-)

Ceritakan keagungan-Nya kepada bangsa-bangsa, dan perbuatan-perbuatan-Nya yang perkasa kepada umat manusia.
---1 Tawarikh 16:24

Monday, December 28, 2015

TODAY, 27 Desember: Pesta Keluarga Kudus dan Tahun Yubelium Kerahiman

 Pesta Keluarga Kudus dan Tahun Yubelium Kerahiman

Pesta Keluarga Kudus bersumberkan pada ayat  Lukas 2:39-40 :
Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret  di Galilea. 2:40 Anak itu bertambah besar  dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
Yang sedikit banyak menceritakan tentang Keluarga Kudus dari Nazaret - Yesus, Maria, dan Yusuf.

Misa Minggu Pagi.  Church of St. Mary of The Angels (SMOTA) .

Pastor Kepala Gereja Fr. Clifford Augustine, OFM membawakan homili yang sangat mengena di hati saya.
Fr. Clifford mengungkapkan bahwa tahun ini adalah tahun Yubileum Kerahiman (Jubilee of Mercy) dan berkenaan dengan Yesus yang menjelma sebagai manusia, dia juga menjadi anggota keluarga dari Maria dan Yusuf.

Pertama-tama hendaknya 'mercy'- kerahiman itu,  kita terapkan pada keluarga kita.
Pada mertua kita yang mungkin adalah orang yang sulit, pada istri atau suami kita, kepada anak-anak... 
Kepada sepupu, kakak atau adik di mana kita pernah mengalami cekcok dengan mereka.
Pertama-tama, mohonkan agar kita bisa mengasihi mereka...
Meskipun mereka pernah menyakiti kita...

Pesan yang sungguh hidup, walaupun tak jarang dari kita yang bilang: " Wah, buat gue itu adalah sesuatu yang sulit banget!!!"
Banyak pula dari kita lebih dekat dengan sahabat karib, ketimbang anggota keluarga yang sulit.
Namun agaknya bukan kebetulan pula, jika Tuhan menempatkan mereka di kehidupan kita...

Hendaknya tiap detik menjadi pembelajaran...
Untuk mengasihi, untuk mengampuni...
Ketika kita merasa tidak sanggup, mohonkan kerahiman dari Allah saja untuk membantu kita mengasihi mereka yang bahkan telah menyakiti hati kita...

Pengampunan akan sangat bermanfaat bagi diri kita pribadi.
Saat kita mengampuni, hati terasa lega dan damai dipenuhi sukacita...
Meskipun rasa sakit hati mungkin datang lagi, mohonkan Allah membantu kita...
Merekatkan semua keping hati yang pernah berserakan-dengan kasih-Nya.
(-fon-)



Sunday, December 27, 2015

TODAY, 26 Desember: Pertolongan dari Tuhan

Pertolongan dari Tuhan

Tidak selamanya akhir tahun dilalui dengan gembira.
Beberapa orang harus mendekam di Rumah Sakit entah dirinya sendiri yang sakit atau menjaga anggota keluarga yang sakit.
Tidak selamanya akhir tahun diisi dengan pesta pora dan jalan-jalan bahagia...
Beberapa orang harus kehilangan orang yang dikasihinya saat orang lain tengah bergembira...

Hidup tak selamanya bisa ditebak...
Jika yang terjadi adalah 'sweet surprises' tentunya kita senang dan gembira.
Namun, jika yang terjadi adalah hal yang sebaliknya, tak jarang kita menjadi kecewa dan terlarut dalam kesedihan berkepanjangan.
Untuk itulah tetap penting bagi kita untuk mengingat...
Apapun yang terjadi dalam hidup ini, hendaknya kita mengandalkan Tuhan saja...
Pertolongan kita datang dari Tuhan-Sang Pencipta langit dan bumi...
Kita pun mempercayai, jika memang sudah jalan-Nya, Dia akan memberikan pertolongan melalui orang-orang di sekitar kita...
Bahkan mereka yang tidak pernah kita jumpai atau kenal sebelumnya.

Menjelang akhir tahun, mari mendoakan mereka yang juga butuh doa kita...
Yang tengah mengalami beban berat di akhir tahun ini...
Semoga setiap dari kita tetap percaya: Tuhanlah Sumber Pertolongan kita.
(-fon-)


Pertolongan kita datang dari TUHAN yang menciptakan langit dan bumi.
--- Mazmur 124:8

Friday, December 25, 2015

TODAY, 25 Desember: Segala Ujung Bumi Melihat Keselamatan

Segala Ujung Bumi Melihat Keselamatan

Sang Sabda yang mula-mula bersama Allah telah menjelma menjadi manusia dan tinggal bersama-sama dengan mereka.
Begitu besar kasih Allah pada kita, sehingga Dia menganugerahkan anak-Nya yang tunggal kepada manusia.
Sungguh kita hendaknya bersyukur senantiasa atas kehadiran-Nya...
Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita...

Begitu mudah untuk mengatakan hal-hal di atas...
Seluruh ujung bumi telah melihat keselamatan.
Lalu, bagaimana dengan diri kita pribadi?
Apakah kita sudah melihat terang-Nya, juga apakah kita mau menjadi terang-Nya di dunia ini?

Mari kembali kepada esensi Natal itu sendiri, yaitu Kristus...
Terlepas dari segala yang kita nikmati: 'sale' di Bulan Desember, perjalanan wisata, pesta-pesta, dan sebagainya...
Mari tetap mengingat tujuan penyelamatan yang menjadi esensi dari Natal itu sendiri.
(-fon-)


Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
--- Mazmur 98:3

TODAY, 24 Desember: 'The Crib'

'The Crib'

Paroki St. Mary of the Angels, Bukit Batok.  
Misa Malam Natal pukul 18.30.

Misa yang spesial karena bertemakan 'Children Mass.'
Misa yang diperuntukkan untuk anak-anak.
Sebelum Misa dimulai, anak-anak dan sebagian orangtua memenuhi halaman Gereja.
Saat ada prosesi 3 orang Pastor yang membawa bayi Yesus dan menempatkannya di palungan.
The Crib. 
Jika dilihat dalam Kamus Bahasa Inggris-Indonesia online, crib berarti:buaian.

Namun untuk Yesus, saya lebih menyebutnya palungan.
Setelah itu, anak-anak berarak-arakan masuk ke Gereja.
Termasuk kedua anak kami...

Bahagia melihat mereka berbaur dengan anak-anak lainnya dengan sukacita menyambut kelahiran Yesus ke dunia ini...

Sampai homili, anak-anak menempati tempat spesial.
Duduk di lantai, tak begitu jauh dari altar...
Menjadi hal yang mengesankan bagi mereka...
Bagi setiap orangtua yang menerima titipan berharga berupa anak-anak...
Mari membawa mereka mendekat kepada-Nya...
Jangan menghalang-halangi mereka...

Bawa mereka untuk menyambut-Nya dan menempatkan Dia sebagai pusat kehidupan mereka.
Selamat Natal. Semoga kita diliputi sukacita dan damai-Nya.
(-fon-)

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah  yang empunya Kerajaan Allah.
--- Markus 10:14 

Tuesday, December 22, 2015

TODAY, 23 Desember: Allah Mahatahu

Allah Mahatahu

Cukup sulit menjaga perkataan.
Terkadang manusia seperti kita ini begitu mudah merasa hebat sehingga berkata sombong...
Juga terlalu gampang emosi, sehingga yang keluar hanyalah caci-maki dari mulut kita...
Mungkin itu semua menjadi sandungan di diri kita dan betapa inginnya kita pun berubah ke arah yang lebih baik...

Jika kita pikir semua orang tidak tahu, namun Allah Mahatahu...
Jika kita pikir kita bisa menyembunyikan sesuatu, namun Dia yang di atas Maha melihat segalanya...
Dan jika kita pikir Dia tak pernah tahu beban kehidupan kita, Dia sungguh tahu...
Dia sungguh peduli...
Karena Dia Mahatahu.

Mari jelang akhir tahun ini dengan resolusi untuk jadi pribadi yang lebih baik di tahun depan...
Rendah hati dan penuh kasih.
Amin.
(-fon-)

Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki   keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu,   dan oleh Dia perbuatan-perbuatan  diuji.
--- 1 Samuel 2:3

TODAY, December 22: Tiada yang Lain Selain Engkau

Tiada yang Lain Selain Engkau

Tiada yang kudus seperti Engkau...
Tiada yang lain selain Engkau...
Tiada yang memberikan perlindungan seperti Engkau...
Engkaulah gunung batu kami...

Mencari wajah-Mu...
Menyebut nama-Mu...
Mengingat diri-Mu...
Semoga kami bisa lakukan di setiap waktu...

Tuhan, terima kasih untuk kasih-Mu...
Semoga di setiap detik kehidupan yang Kauanugerahkan kepada kami...
Bisa kami lewati dengan rasa syukur...
Karena kami adalah ciptaan-Mu.
(-fon-)

Tidak ada yang kudus  seperti  TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu  seperti Allah kita.
--- 1 Samuel 2:2

Sunday, December 20, 2015

TODAY, 21 Desember: Kepada-Mulah Aku Berharap

Kepada-Mulah Aku Berharap


Setiap pagi, saat kuterjaga dari lelap tidurku...
Ingatkanlah aku akan kasih-Mu.
Hanya karena kasih-Mu, Tuhan, aku mampu berdiri sampai detik ini...
Bukan karena kekuatanku, namun hanya karena kebaikan-Mu...

Setiap hari juga, kubawa seluruh perkara yang masih tersisa di benak dan hatiku...
Mempercayakan setiap persoalan kepada penyelenggaraan-Mu...
Sambil melakukan yang terbaik di setiap detik kehidupanku...
Sebab kepada-Mulah aku berharap...

Tunjukkan aku jalan yang harus kutempuh...
Yang mungkin terkadang jauh melenceng dari rancangan pribadiku...
Karena kupercaya, Allah yang Kuasa tahu yang terbaik bagiku...

Kepada-Mu kusujud berdoa...
Dalam segala situasi yang kuhadapi...
Kupercaya rencana-Mu tetap indah bagiku...
(-fon-)

Setiap pagi ingatkanlah aku akan kasih-Mu, sebab kepada-Mulah aku berharap. Tunjukkanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah aku berdoa.
--- Mazmur 143:8

Saturday, December 19, 2015

TODAY, 20 Desember: Sungguh Pantas Kubersyukur!

Para Sahabat terkasih dalam Kristus,
Setelah beberapa lama TODAY vakum, kali ini TODAY hadir kembali.
Beberapa lama tidak menulis karena beberapa kesibukan  di keluarga yang saya pribadi hadapi.
Semoga TODAY bisa hadir kembali dengan lancar dan bermanfaat bagi para pembacanya.
Semua hanya bagi kemuliaan Allah saja.

Salam,
-fon-

Sungguh Pantas Kubersyukur!

Beberapa hari menjelang akhir tahun.
Tahun ini...
Mungkin banyak sekali yang terjadi.
Ada yang menggembirakan-mungkin banyak!
Ada pula yang menguras air mata dan membuat kita berduka...
Suka dan duka, senang dan susah silih berganti.
Ah, bukankah itu inti dari kehidupan itu sendiri?
Tidak ada yang abadi...

Segala sesuatu bisa berganti, bahkan dalam hitungan detik saja.

Mudah untuk mencari cela dan noda hitam di kehidupan kita...
Namun, apa salahnya jika kita melihat kebaikan-kebaikan yang sudah diberikan-Nya kepada kita...
Mencoba melihat kasih-Nya melalui orang-orang di sekitar kita...
Meskipun ada beberapa kali kita mengalami hal yang kurang mengenakkan di sepanjang tahun ini, mari mencoba melihat bahwa kita pun diberikan kesempatan untuk belajar di sekolah kehidupan.
Belajar lebih rendah hati, belajar untuk menyadari bahwa tanpa Dia-kita ini bukanlah siapa-siapa.
Menyongsong akhir tahun ini...
Mari perbanyak syukur kita kepada Tuhan atas segala kebaikan-Nya di kehidupan ini!
(-fon-)

Pantaslah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih-Nya, karena karya-karya-Nya yang mengagumkan bagi manusia.
--- Mazmur 107:8

Wednesday, December 9, 2015

TODAY, 9 Desember: Adven

Adven

Christmas comes early in Orchard Road.
Bukan saja dari Bulan November, bahkan akhir Oktober sepanjang jalan Orchard Road sudah berbenah diri.
Dihiasi dengan ornamen yang sangat cantik...
Tahun ini, nuansa biru mendominasi...
Terlihat pohon Natal yang megah dan sangat indah pula di depan pusat perbelanjaan ION ORCHARD...
Lagu-lagu Natal, bingkisan Natal, belanja-belanjaan saat Natal, seolah begitu mendominasi...
Tak jarang membuat orang menjadi lupa: esensi perayaan Natal yang adalah Kristus sendiri.

Dari Katekismus Gereja Katolik no. 524, didapati informasi tentang masa Adven, yang tengah umat Katolik jalani saat ini:

KGK, 524 Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membaharui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua (Bdk. Why 22:17.). Dengan merayakan kelahiran dan mati syahid sang perintis, Gereja menyatukan diri dengan kerinduannya: “Ia harus makin besar dan aku harus makin kecil” (Yoh 3:30).

Masa Adven ini hendaknya meneguhkan kita kembali...
Penantian akan Yesus, persiapan hati, dan iman yang semakin ditambahkan di dalam Dia...
Percaya bahwa Ia harus makin besar dan aku harus makin kecil.
Di tengah riuhnya kondisi luar di sekitar kita yang melenceng dari arti Natal sesungguhnya...
Mari pusatkan perhatian pada-Nya...
Let Jesus be the centre of Christmas!
(-fon-)

Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
--- Yohanes 3:30

TODAY, 8 Desember: Prayer for Expectant Mothers

Prayers of Expectant Mothers

Dua minggu yang lalu, ketika menghadiri Misa Minggu di Gereja St. Joseph daerah Bukit Timah di Singapura, ada rasa hangat yang menjalari hatiku pagi itu.
Ketika Misa, ada 'prayers of expectant mothers'- yang merupakan doa dari Pastor dan seluruh umat yang hadir untuk Para Ibu yang tengah mengandung...

Sebagai seorang Ibu, saya pun pernah merasakan kebahagiaan yang sukar dilukiskan dengan kata-kata...
Ada rasa bahagia, takjub juga karena ada janin yang tumbuh dan berkembang di dalam tubuhku...
Sekaligus terkadang ada rasa kuatir, karena pernah juga beberapa kali mengalami kondisi yang mengkhawatirkan...
Semisal diare saat hamil, pingsan di meja makan saat makan pagi, tentunya membuat saya merasa kuatir juga atas perkembangan si Jabang bayi.
Namun, akhirnya...
Menyerahkan segala kekuatiran itu kepada Allah...

Di dalam doa, mendekat kepada-Nya...
Percaya bahwa Dia-Sang Empunya Kehidupan- sudah mengatur segalanya...

Doa untuk para Ibu yang tengah mengandung sudah selesai...
Mereka sudah kembali ke tempat duduknya masing-masing...
Tetapi, rasa hangat di dada malah semakin meraja...
Rasa syukur dan bahagia pernah merasakan kehamilan dan diberi kesempatan menjadi seorang Ibu oleh-Nya...
Dan teriring doa khusus buat segenap Ibu hamil yang tengah membaca renungan hari ini: semoga Tuhan menyertai Anda semua. Selalu dan selamanya.
(-fon-)

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah  dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
--- Filipi 4:6 

Monday, December 7, 2015

TODAY, 7 Desember: Kepedihan Hati

Kepedihan Hati

Tidak semua orang bisa 'move on' dengan apa yang telah terjadi di masa lalu mereka.
Masa silam seolah begitu menghantui dan membuat trauma...
Begitu kuatir untuk melangkah di masa kini, apalagi memikirkan masa depan.
Kepedihan hati seolah menjadi 'makanan' sehari-hari dan mematahkan semangat yang pernah ada bahkan mungkin dulunya sangat menyala-nyala...

Kesedihan dan kepedihan pasti pernah kita alami...
Namun, bagaimana sikap kita dalam menghadapinya, itu yang menjadi kunci di dalam kehidupan ini...
Allah sudah mengaruniakan sukacita dan damai sejahtera dan bagi kita: apakah kita mau memilih mengikuti-Nya ataukah mau berkubang berlama-lama dalam kepedihan itu?
Bukankah hati yang gembira dan sukacita akan juga nampak di wajah kita?
Dengan kasih-Nya kita dimampukan bersukacita, meskipun tengah menghadapi pencobaan sekalipun.

Semoga kita menjadi orang-orang yang bisa berdiri tegar di tengah badai kehidupan...
Melangkah di dalam iman dan harapan bersama Yesus.
Percaya bahwa seberapa dalam kepedihan hati yang kita alami, kita masih dimampukan berdiri dan melewatinya selama kita berjalan bersama-Nya.
(-fon-)

Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.
--- Amsal 15:13

Sunday, December 6, 2015

TODAY, 5-6 Desember: Efesus 2:4,10

Ia Mengasihi Kita

Mungkin pada saat keadaan sedang 'enak', hidup seolah begitu mudah dijalani, rasa syukur kepada Allah begitu gampang keluar dari mulut kita.
Namun saat keadaan berubah menjadi buruk, kita lalu meragukan kasih-Nya pada kita...
Allah yang senantiasa murah hati itu, selalu mengasihi kita.

Dengan cara-Nya, dengan jalan-Nya...
Yang terkadang jauh berbeda dengan apa yang ada di pikiran kita karena keterbatasan kita sebagai manusia.
Kita takkan mampu melihat kesempurnaan rancangan-Nya...
Kita hanya bisa melihat bagian demi bagian yang kita jalani...
Namun, Tuhan memegang seluruh gambaran kehidupan kita secara sempurna...
Dari awal hingga akhir nanti ....
Jangan meragukan kasih-Nya kepada kita...
Dialah Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang...
(-fon-)

Tetapi betapa besarnya kemurahan hati Allah! Ia begitu mengasihi kita
--- Efesus 2:4

Melakukan Kehendak-Nya

Dia sudah merencanakan kehidupan kita...
Berjuang sungguh demi mewujudkan rencana dan kehendak-Nya di hidup kita...
Agar kehidupan ini menjadi sesuatu yang berarti, sesuatu yang berbuah, karena kita melakukan kehendak-Nya.
Kita adalah ciptaan Allah, maka biarkan Dia meraja di kehidupan kita...
Dan membimbing perjalanan kita bersama-Nya...
Terus melakukan yang terbaik, melakukan hal-hal baik yang sudah dipersiapkan-Nya bagi kita...
Melangkah di dalam genggaman tangan kuasa-Nya, bersama Allah kita menjalani detik-detik kehidupan ini dengan penuh damai dan sukacita.
(-fon-)

Kita adalah ciptaan Allah, dan melalui Kristus Yesus, Allah membentuk kita supaya kita melakukan hal-hal yang baik yang sudah dipersiapkan-Nya untuk kita.
--- Efesus 2:10

TODAY, 4 Desember: Tuhan Melihat Hati


Tuhan Melihat Hati

Karena tutur kata yang sopan, tingkah laku yang kelihatannya baik, kedudukan yang terpandang, wajah yang rupawan, tak jarang manusia lalu begitu mudah menjadi percaya.
Namun, tak jarang pula: sesudah itu menjadi kecewa...
Apa yang kelihatannya baik, tidak selalu nantinya berujung baik...
Karena manusia kebanyakan selalu melihat apa yang ada di depan mata...

Ketika kita tidak memiliki apa yang dunia agung-agungkan: terkadang kita menjadi minder.
Apalagi ketika kita dihakimi sedemikian rupa karena penampilan kita, kita pun menjadi kecewa dan tak jarang putus asa.
Jangan sampai itu semua 'mematikan' semangat kita...

Tentunya kita pernah merasa minder dengan alasan apa pun...
Mungkin pernah dihina, pernah difitnah, pernah dihakimi, dan kita menjadi sakit hati...
Jangan biarkan sakit hati itu meraja, mohon kasih Tuhan untuk menyembuhkan kita...
Selalu mengingatkan diri bahwa: manusia selalu menilai menurut cara pandang dan cara pikir mereka tanpa pernah tahu 100% apa yang sesungguhnya terjadi...

Yang melegakan: Tuhan melihat hati.
Jagalah hati dan terus berjalan di jalan-Nya...
Jangan terlalu mudah pula jadi hakim bagi sesama.
Terus berharap hanya kepada Allah saja!
(-fon-)

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata,  tetapi TUHAN melihat hati.
--- 1 Samuel 16:7

Wednesday, December 2, 2015

TODAY, 1-3 Desember: Menguasai Diri

1 Desember

Menguasai Diri

Orang yang tidak dapat menguasai dirinya seperti kota yang telah runtuh pertahanannya.
--- Amsal 25:28

Penguasaan diri diumpamakan sebagai pertahanan sebuah kota pada ayat ini.
Orang yang tidak dapat menguasai dirinya diibaratkan sebagai kota yang telah runtuh pertahanannya.
Tidak selalu mudah untuk menguasai diri.
Pengendalian diri terkadang butuh proses dan perjalanan panjang...
Pelajaran dari hari lepas hari untuk mencapainya...
Tuhan, bimbinglah kami agar senantiasa Kautuntun untuk menguasai diri kami dengan lebih baik lagi...
Semoga Terang-Mu menuntun kami, melewati jalan berliku kehidupan kami...
Dengan penguasaan diri jalani segenap episode kehidupan kami.
Amin.
(-fon-)

2 Desember

Menguasai Diri Dalam Segala Hal

Usia muda bukanlah alasan untuk tidak menguasai diri.
Penguasaan diri yang dimulai dan dilatih sejak usia dini tentunya akan menjadi matang dan dewasa seiring berjalannya Sang Waktu.
Jadi, tidak ada alasan untuk bilang bahwa karena usia maka saya tidak bisa menguasai diri...

Berapapun usia kita hari ini, tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar penguasaan diri (lagi).
Bimbingan Roh Kudus semoga menjadikan kita pribadi-pribadi yang tangguh menghadapi perubahan zaman dengan penguasaan diri.
Tetap setia kepada Allah dan firman-Nya...
Memperjuangkan kesetiaan itu, walaupun berjalan melawan arus orang kebanyakan.
Semoga kita dimampukan untuk itu.
(-fon-)

Demikian juga orang-orang muda;  nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri  dalam segala hal.
--- Titus 2:6

3 Desember

Penguasaan Diri

Salah satu dari buah-buah Roh menurut Galatia 5:22-23 adalah penguasaan diri.
Selain kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan tentunya...

Segala sesuatu yang baik, segala sesuatu yang manis, segala sesuatu yang berasal dari Allah saja, semoga kita semua diisi dengan hal-hal yang penuh kebaikan dari buah-buah Roh saja.
Semoga hidup kita menjadi hidup yang dilimpahi kepenuhan di dalam Kristus...
Dan menjadi saksi atas kebaikan-Nya di hidup kita...

Penguasaan diri juga menjadi kunci untuk memilah dan memilih jalan kita...
Menjauhkan diri dari keserakahan, hawa nafsu, ataupun kesombongan hidup...
Penguasaan diri atas pikiran, perkataan, dan perbuatan kita...
Meskipun sekitar kita tak seorang pun tahu, namun Allah Maha Tahu dan Maha melihat...
Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk selalu berada di jalan-Nya!
(-fon-)

Tetapi buah Roh  ialah: kasih,  sukacita, damai sejahtera,  kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri.  Tidak ada hukum  yang menentang hal-hal itu.
--- Galatia 5:22-23

Monday, November 30, 2015

TODAY, 29-30 November: Murah Hati

29 November

Murah Hati

Bapa menjadi contoh bagi kita tentang sikap murah hati...
Untuk setiap nafas kehidupan...
Untuk setiap kebaikan dan berkat yang kita terima...
Bahkan untuk hal yang kita anggap merupakan beban di hidup kita, tentunya itu terjadi karena kita diharapkan naik level dalam sekolah kehidupan ini....

Tidak ada hidup yang sempurna...
Kehidupan yang seolah sempurna pun di mata kita, mungkin merupakan episode yang penuh kecewa dan air mata bagi yang menjalaninya...
Kita tidak pernah tahu 100% selagi hanya melihat dari luar-tanpa menjalaninya.
Untuk itulah kita hendaknya mensyukuri kemurahan hati Allah, untuk kemudian mohon tuntunan Roh Kudus untuk menjadi pribadi-pribadi yang dijauhkan dari iri hati...
Bahkan senantiasa mau berbagi dan menyebarkan kasih-Nya di dunia ini.
Semoga.
(-fon-) 

Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu  adalah murah hati.
--- Lukas 6:36


30 November

Kemurahan Allah

Kemurahan Allah sudah kita rasakan demikian banyaknya di hidup kita...
Meskipun mungkin kita pernah memungkiri kemurahan-Nya, namun harus diakui juga bahwa banyak kali kita bisa mampu berdiri sampai hari ini hanyalah karena kasih-Nya.
Mari memohon kepada Allah agar melimpahi kita dengan kemurahan hati, sehingga kita bisa membagikan kasih kepada sekitar kita...
Keluar dari diri sendiri dan segenap permasalahan yang ada sejenak, dan melihat ke luar untuk mengulurkan tangan kepada sesama kita yang menderita.

Banyak hal yang bisa kita syukuri yang semua hanyalah anugerah dan kebaikan-Nya...
Dan melangkah ke hal yang lebih dalam: berbagi untuk sesama kita.
Semoga kita bisa menjalani hari-hari kita dengan penuh syukur dan terus menjadi terang-Nya di mana pun kita berada.
(-fon-)

Berbahagialah orang yang murah hatinya , karena mereka akan beroleh kemurahan.
--- Matius 5:7

Sunday, November 29, 2015

TODAY, 28 November : That Guilty Feeling...

That Guilty Feeling...

Agaknya setiap orang pernah merasa bersalah atas sesuatu yang pernah mereka lakukan di masa lalu-entah disengaja atau tidak.
Namun, tidak semua orang bisa mengendalikan rasa bersalahnya dengan baik.
Semisal kepribadian Melankolis dari buku Personality Plus karya Florence Littauer, pastinya tipe yang sulit 'move on'. 
Sulit memaafkan orang lain, juga sulit memaafkan diri sendiri...
Namun, itu bukanlah alasan untuk tetap berkubang pada rasa bersalah.
'Si Melo' jika ingin keluar dari lingkaran tersebut, hendaknya belajar untuk terus mengampuni diri sendiri dan orang lain...
Tidak ada orang benar-benar sempurna, karena semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. (Roma 3:23).

Namun, Yesus telah datang untuk menyelamatkan umat-Nya...
Jangan terus berada pada lingkaran rasa bersalah, namun mencoba keluar dari itu...
Menjadi pribadi yang baru: yang mau mengampuni...
Yang mau melangkah di masa depan dengan senyuman, tanpa melulu terkurung pada dosa di masa silam...
Yesus menyediakan kesempatan kedua, ketiga, dan seterusnya bagi setiap pribadi yang mau bertobat dan kembali ke jalan-Nya...
Apakah kita mau mengambil kesempatan itu?
Dan setelah diberi kesempatan, jangan pula 'take it as a granted'...

Jangan biarkan 'that guilty feeling' yang mendominasi...
Mari lihat kebaikan Allah dan berjalan bersama-Nya!
(-fon-)

Karena semua orang telah berbuat dosa  dan telah kehilangan kemuliaan Allah.
--- Roma 3:23

Thursday, November 26, 2015

TODAY, 27 November: Murni

Murni

Ketika dihadapkan dengan kepalsuan dunia...
Dalam lubuk hati kita yang terdalam, pastinya mengalami semacam pergolakan-jika tidak dikatakan pemberontakan.
Kita merasa muak, merasa sulit menerima hal-hal tersebut.
Melihat fakta yang diputar-balikkan...
Melihat kasus korupsi untuk kesenangan diri sementara mengorbankan uang masyarakat...
Rasanya begitu mengecewakan...

Menjadi bijaksana, menjadi murni, butuh kekuatan dari sesuatu yang murni pula...
Allah yang merupakan sumber kasih sejati, semoga menaungi hati kita dengan kasih dan kemurnian-Nya...
Sehingga kita berani mengatakan 'Tidak' pada kepalsuan dunia, tidak ikut-ikutan arusnya...
Malah membuat perbedaan dengan menjauhi kepura-puraan...
Semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk itu.
(-fon-)

Namun hikmat yang dari atas, pertama-tama adalah benar-benar murni, selanjutnya penuh damai sejahtera, baik hati, penurut, penuh kemurahan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak berpura-pura.
--- Yakobus 3:17

TODAY, 25-26 November: Masa Depan

25 November

Masa Depan Sungguh Ada

Biasanya setelah mengalami kekecewaan dan kegagalan yang bertubi-tubi, kita menjadi kurang percaya akan masa depan.
Seolah hari-hari kelam dan muram memenuhi diri kita...
Sehingga menjadi sulit bagi kita untuk meyakini bahwa suatu saat nanti akan ada hari-hari yang penuh keceriaan kembali.

Hari-hari penuh kecewa biasanya dikarenakan kita berharap terlalu tinggi, lalu kenyataan terlalu jauh dari harapan itu...
Namun, bukan berarti itu adalah akhir dari segalanya.
Tak jarang: pengalaman terburuk malah membawa kita kepada penemuan akan Allah...
Akan rencana-Nya yang lebih indah dari apa yang ada di kepala kita...
Untuk kemudian memberanikan diri lagi untuk melangkah bersama-Nya.

Masa depan sungguh ada.
Mari meyakini hal itu di dalam Yesus Kristus, Sang Penyelamat kita.
Jangan berhenti berusaha yang terbaik dan berdoa untuk segala rancangan di hidup kita.
Agar kita berjuang sungguh untuk mewujudkan tujuan hidup kita di dunia ini...
Seturut kehendak-Nya.
(-fon-)

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
--- Amsal 23:18

26 November

Masa Depan di Dalam Dia

Ayat Amsal ini mengingatkan kita untuk hidup bijaksana.
Hidup dengan tuntunan hikmat baik bagi jiwa kita...
Mengandalkan Hikmat Allah dan tuntunan Roh Kudus di setiap langkah di kehidupan kita.
Tak berhenti memberikan yang terbaik, menyerahkan segala kecewa yang pernah kita rasakan...
Untuk kemudian berusaha tegar dan membuka diri terhadap rancangan yang Kuasa, yang terkadang jauh menyimpang dari apa yang kita pernah rencanakan dengan sangat rapi sekalipun.

Mari menyongsong masa depan di dalam Dia.
Hari depan yang penuh harapan dan sukacita...
Meskipun tidak selalu sama dengan impian kita...
Dia pasti tahu yang terbaik bagi segenap umat-Nya.
(-fon-)

begitu pula hikmat baik untuk jiwamu. Jika engkau bijaksana, cerahlah masa depanmu.
--- Amsal 24:14


Monday, November 23, 2015

TODAY, 21-24 November : Kasih (1 Korintus 13)

Versi Ayat-ayat 1 Korintus 13 ini dari Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS).

21 November

Bunyi Nyaring

Ayat ini mengingatkan kita bahwa seberapa hebatnya kemampuan kita untuk berbicara dalam berbagai bahasa...
Bahkan dalam bahasa malaikat sekalipun...
Tanpa kasih, ucapan-ucapan itu hanyalah bunyi nyaring tanpa arti...
Begitu besar peranan kasih ini, terutama bagi kita sebagai pengikut Kristus...
Mari berdoa agar Allah yang penuh kasih itu senantiasa memenuhi diri kita dengan kasih setia-Nya...
Agar kita pun dimampukan menjadi saluran kasih-Nya di dunia ini.
(-fon-)

Meskipun saya dapat berbicara dengan berbagai bahasa manusia, bahkan dengan bahasa malaikat sekalipun, tetapi saya tidak mengasihi orang lain, maka ucapan-ucapan saya itu hanya bunyi yang nyaring tanpa arti.
--- 1 Korintus 13:1

22 November

Sabar dan Baik Hati

Orang lain tak harus selalu mengetahui agama yang dianut seseorang di dalam kehidupan dengan beragam latar belakang.
Namun, mereka pasti melihat kebaikan yang diberikan, dalam bentuk kecil sekalipun.
Hendaknya sebagai pengikut Kristus, kita dikaruniai kualitas kepribadian yang sabar dan baik hati...
Dijauhkan dari kecemburuan, seringnya membual, apalagi kesombongan...
Hidup kita menjadi lebih berarti dengan berserah dan bersyukur atas segala karunia-Nya...
Tak ada yang patut disombongkan, karena itu hanyalah titipan-Nya...

Dengan terus memupuk karakter baik, mari pula berdiri teguh di dalam keimanan kita...
Tak mudah tergoyahkan, bahkan di tengah dunia yang kacau sekalipun.
Semoga.
(-fon-)

Orang yang mengasihi orang-orang lain, sabar dan baik hati. Ia tidak meluap dengan kecemburuan, tidak membual, tidak sombong.
--- 1 Korintus 13:4

23 November

Percaya yang Terbaik Pada Setiap Orang

Mudah untuk mencela orang lain.
Mudah pula melihat kekurangan-kekurangan di diri sesama kita.

Menjadi sulit untuk menyadari: kita pun tak sempurna.
Kita pun punya kekurangan...
Namun, setiap orang punya hal-hal baik...
Punya kelebihan...
Selalu ada sisi terbaik dari diri seseorang yang bisa terlihat...
Walaupun tak selalu mudah, karena kita cenderung melihat negatifnya saja...

Terutama kepada orang-orang di sekitar kita...
Keluarga, anak, pasangan, orangtua, kakak-adik...
Sahabat...
Mari tetap mengasihi di dalam iman...
Meyakini di dalam harapan, bahwa sisi yang terbaik senantiasa menunggu untuk kita lihat...
Dan yang terbaik pula akan mengiringi hari-hari kita, jika kita selalu berpegang kepada Allah dan rancangan-Nya di hidup kita.
(-fon-)

Ia tahan menghadapi segala sesuatu dan mau percaya akan yang terbaik pada setiap orang; dalam keadaan yang bagaimanapun juga orang yang mengasihi itu tidak pernah hilang harapannya dan sabar menunggu segala sesuatu.
--- 1 Korintus 13:7

24 November
Saling Mengasihi

Tidak pernah akan ada saat di mana orang tidak perlu saling mengasihi...
Kata-kata ini membuat kita kembali menyadari: bahwa kasih sungguh penting di dalam hidup kita...
Bayi yang tak pernah mengalami kasih, tak jarang menjadi pribadi-pribadi yang bermasalah di kemudian hari...

Kita pun mungkin mengalami bagian-bagian episode kehidupan yang jauh dari kasih...
Namun, jangan menjadi 'pahit' dan menyimpan kepahitan itu terlalu mendalam...
Mintalah tuntunan Roh Kudus agar Tuhan membalut luka-luka kita dengan kasih-Nya...
Dengan demikian, kita menjadi pribadi-pribadi yang penuh sukacita...
Karena sadar bahwa Tuhan selalu beserta kita.
(-fon-)

Tidak pernah akan ada saat di mana orang tidak perlu saling mengasihi. Sekarang ini ada orang yang pandai menyampaikan berita dari Allah, tetapi nanti ia akan berhenti menyampaikan berita itu. Sekarang ada yang pandai berbicara dalam berbagai bahasa yang ajaib, tetapi nanti ia akan berhenti berbicara dalam bahasa-bahasa itu. Sekarang ada orang yang mengetahui banyak hal, tetapi nanti apa yang mereka ketahui itu akan dilupakan.
--- 1 Korintus 13:8