Monday, January 30, 2017

TODAY, 31 Januari: Mempercayakan Segalanya Kepada Tuhan

TODAY, 31 Januari: 

Mempercayakan Segalanya Kepada Tuhan

Beberapa bagian dari Kitab Mazmur menunjukkan bahwa begitu miripnya keadaan Pemazmur dengan keadaan kita sehari-hari.
Ada hari-hari yang menceriakan dan menggembirakan...
Sehingga bersyukur tidaklah sulit...
Namun ada waktunya pula seperti ayat di Mazmur sebagai berikut:
Lesu  aku karena mengeluh;  setiap malam aku menggenangi  tempat tidurku, dengan air mataku  aku membanjiri ranjangku.
--- Mazmur 6:7

Ya, mungkin karena kekecewaan...
Mungkin karena kekuatiran...
Mungkina karena kegagalan sebelumnya...
Yang menyebabkan kita sulit 'move on'...
Yang kita lakukan mungkin hanya mengeluh...
Menggenangi tempat tidur kita dengan air mata...

Namun, Tuhan melihat dan mengetahui semuanya...
Ini pun akan berlalu...
Jangan putus asa, apalagi menyerah...
Selama kita berpegang kepada Allah, harapan itu masih ada.
Hanya mungkin rancangan-Nya yang sungguh berbeda dengan apa yang ada di benak kita.
Percayakanlah segalanya hanya kepada Tuhan.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Sunday, January 29, 2017

TODAY, 30 Januari : Memerangi Kemunafikan

TODAY, 30 Januari : 

Memerangi Kemunafikan

Masih dari drama Korea 'Legend of the Blue Sea', saya tertarik dengan seorang tokoh yaitu Ibu Tiri dari Lee Min Ho. Di Drama itu, Hwang Shin-hye berperan sebagai Kang Ji-hyun (Kang Seo Hee) yang merupakan istri kedua dari papa Lee Min Ho yang merupakan konglomerat. Beliau sungguh menampakkan wanita yang penuh kasih terhadap suaminya, ternyata dia juga yang meracuni dan melukai kornea mata suaminya. Bukan hanya terhadap suami yang satu ini, melainkan mantan suami sebelumnya. Dia adalah seorang agen asuransi yang mengerti caranya untuk mendapatkan warisan dari suaminya setelah mereka meninggal. Hanya caranya: membunuh suaminya sendiri dan itu pada akhirnya tak lagi bisa ditutupi. Kejahatan itu membawanya ke penjara.

Sewaktu menonton drama, pastinya banyak komentar yang keluar...
"Ih, jahat banget!"
"Munafik banget orang kayak gitu!"
Sama seperti di pergaulan dengan sekitar kita...
Dengan mudahnya kita bilang:
" Muna tuh orang!" - muna mengacu pada kata munafik.
Mudah bilang begitu saat kita melihat orang yang sepertinya baik, alim, lugu, ternyata menyimpan hal-hal yang buruk di belakangnya.
Tidak mudah memang untuk hidup sempurna tanpa cacat cela...
Namun, mari hari ini saya mengajak kita bersama untuk meneliti diri kita sendiri.
Jangan sampai kita menunjuk orang lain munafik, tanpa kita sadari kita sendiri memendam kemunafikan dalam diri kita masing-masing.

Alkitab mengingatkan: keluarkan dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.
Semoga kita terus menyelidiki hati kita masing-masing, memerangi kemunafikan di diri, jangan langsung menghakimi orang lain...
Jangan-jangan, ya... jangan-jangan kemunafikan kita lebih tinggi dari yang kita hakimi...
Semoga tidak terjadi demikian karena secara berproses kita ingin lebih baik lagi bertumbuh di dalam iman kita kepada-Nya.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.
--- Matius 7:5

TODAY, 29 Januari: Bahagia Itu Sederhana

TODAY, 29 Januari: 

Bahagia Itu Sederhana

Saya sangat suka melihat wajah-wajah ceria anak-anak kami saat bermain di 'playground' atau taman bermain.
Taman yang dilengkapi dengan taman bermain gratis, cukup banyak di daerah perumahan di Singapura ini.
Melihat tawa mereka, sungguh merupakan suatu kebahagiaan tersendiri.
Yang tidak dapat dinilai atau digantikan dengan apa pun.

Melihat anak-anak kami, rasanya bahagia itu tidak sulit.
Bahagia itu sederhana, bagi mereka yang mampu mensyukuri dan melihat kebaikan Tuhan.
Bagiku, teramat mudah mendapatinya dari wajah bahagia anak-anak...
Mereka mudah bertengkar, lalu berdamai kembali.
Mereka bahagia hanya dengan bermain kardus barang yang tidak lagi terpakai.
Dengan imajinasinya, mereka mampu membuat kardus itu sebagai kapal, sebagai rumah boneka, sebagai pesawat, atau apa saja...

Ajarilah kami seperti anak-anak, Tuhan...
Mampu berbahagia di tengah kesederhanaan...

Menjauh dari hiruk-pikuk kemewahan yang ditawarkan dunia sebagai syarat untuk bahagia.
Hati yang penuh syukurlah yang mampu mengecap dan melihat kebaikan Tuhan saja!
Berbahagialah orang yang berlindung kepada-Nya!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya  TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung  pada-Nya!
--- Mazmur 34:9

TODAY, 28 Januari: Hati Yang Bersih

TODAY, 28 Januari: 

Hati Yang Bersih

Ya, Tuhan...
Kami mohonkan hati yang bersih...
Hati yang tulus...
Engkau anugerahkan bagi kami...
Semoga kami pun bisa menjaga hati kami...
Dari segala macam kontaminasi duniawi...
Atau keserakahan kami sendiri...

Ya, Tuhan...
Tidaklah mudah untuk menjaga hati...
Apalagi di saat kelemahan kami datang lagi...
Juga saat iri hati dan dengki...
Berusaha masuk lagi ke diri ini...
Namun kami sungguh memohon kekuatan dari-Mu, Tuhan...
Semoga kami mampu mengendalikan diri...
Roh Kudus-Mu bertakhtah atas kami.
Kedagingan tak lagi merajai.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Mazmur Asaf. Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka  yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.
--- Mazmur 73:1

Thursday, January 26, 2017

TODAY, 27 Januari: Roma 12:12

TODAY, 27 Januari: 

Roma 12:12

Pada saat ingin menetapkan Judul TODAY hari ini, saya sedikit kebingungan, karena semua faktor dalam ayat Alkitab dari Roma 12:12 ini sungguh luar biasa semuanya.
Ada harapan, ada kesabaran, dan ada bertekun di dalam doa...
Kesemuanya penting bagiku dan menjadi satu kesatuan yang luar biasa, terutama jika keadaan yang dihadapi tidaklah mudah...

Ketika seolah beban kehidupan menjadi berat...
Perjalanan hidup tak lagi mulus, melainkan penuh liku-liku...
Ayat dari Roma 12:12 ini mengingatkan kita untuk bersukacita-no matter what- dalam pengharapan...
Bersabar dalam kesesakan...
Dan bertekun di dalam doa...

Semoga ketiga kombinasi ini tetap kita upayakan setiap waktu...
Menjadi lebih baik hari lepas hari..
Di dalam keimanan kita, di dalam kesabaran kita, di dalam kehidupan doa kita dalam relasi kita kepada-Nya..

Selamat Tahun Baru Imlek bagi Sahabat yang merayakan.
Gong Xi Fa Chai!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Bersukacitalah dalam pengharapan,  sabarlah dalam kesesakan,  dan bertekunlah dalam doa!
--- Roma 12:12 

TODAY, 26 Januari: Tidak Lepas Dari Salah

TODAY, 26 Januari: 

Tidak Lepas Dari Salah

Sebagai manusia, kita pasti pernah berbuat salah.
Sebaik-baiknya kita, sebegitu sempurnanya kita, pasti suatu ketika pernah khilaf dan bersalah.
Ayat dari Alkitab hari ini mengingatkan saya dan kita semua untuk tidak melulu menghakimi orang lain...
Karena kita pun tidak lepas dari kesalahan- baik disengaja maupun tidak...
Dengan menghakimi orang lain, kita pun menghakimi diri kita sendiri...
Karena kita pun melakukan hal-hal yang sama...
Semoga ini menjadi bahan introspeksi diri bagi kita semua...
Saya pun meneliti ke dalam batinku...
Mohon ampunan kepada Yang Kuasa...
Karena aku juga punya banyak salah... 
Namun aku tidak akan berkubang dalam rasa bersalah itu...
Aku mau melangkah maju bersama Tuhan...

Semoga kita mengurangi penghakiman akan sesama.
Karena kita juga tak terlepas dari kesalahan.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah.  Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.
--- Roma 2:1

Wednesday, January 25, 2017

TODAY, 25 Januari: Bukan Yang Congkak, Bukan Yang Sombong


TODAY, 25 Januari: 

Bukan Yang Congkak, Bukan Yang Sombong

Sewaktu kecil, kita sering mendengar lagu 'Peramah dan Sopan'.
Lirik awalnya berbunyi: 
Bukan yang congkak, bukan yang sombong..
Yang disayangi handai dan taulan...

Hari-hari ini, netizen kembali dikejutkan dengan sebuah istilah 'babu' yang keluar dari cuitan seorang yang cukup berpengaruh di masyarakat.
Istilah itu ditujukan bagi para pekerja TKI yang harus meninggalkan keluarga dan negaranya, berjuang mencari rezeki di negeri orang.
Jujur saja, istilah ini sungguh 'kasar' dan menyakitkan hati.

Mengapa harus sombong? Mengapa menempatkan diri begitu tinggi?
Tidak sadarkah bahwa semuanya itu hanyalah sementara, titipan Allah yang harus dikembalikan kepada-Nya saat waktu kita habis di dunia.

Bahkan Kitab Amsal pun mengingatkan bahwa kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.
Semoga kita dijauhkan dari kesombongan diri.
Jika sempat kita tinggi hati, marilah belajar rendah hati.
Karena bukan yang congkak,bukan yang sombong yang dikasih Allah...
Dia melihat segenap hati yang dipenuhi kebaikan dan tertuju kepada-Nya.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Kecongkakan  mendahului kehancuran, dan tinggi hati  mendahului kejatuhan. 
--- Amsal 16:18

Monday, January 23, 2017

TODAY, 24 Januari: Kasih-Mu Memayungiku

TODAY, 24 Januari: 

Kasih-Mu Memayungiku

Ini hari kedua Singapura diguyur hujan deras sepanjang hari.
Kemarin malah disertai angin kencang.
Hari ini saya keluar rumah dan melihat banyak payung dipakai orang-orang yang bepergian, termasuk saya.
Entah mengapa setiap kali melihat payung, perasaan damai itu hadir kembali.
Perasaan terlindungi, bahkan di tengah hujan deras sekalipun.

Kasih-Mu memayungiku, Tuhan...
Memayungi kami semua, umat-Mu...
Dari-Mu Tuhan, kami belajar kasih-mengasihi...
Sebab Engkaulah Sang Sumber Kasih Sejati...
Dan semoga dengan kasih yang Kauberikan kepada kami...
Memampukan kami menjadi saluran kasih-Mu bagi orang-orang di sekitar kami...
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Tentang kasih persaudaraan  tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi   dari Allah. 
--- 1 Tesalonika 4:9

TODAY, 23 Januari : Engkau Menyertai Kami

TODAY, 23 Januari :

Engkau Menyertai Kami

“Be not afraid, for I am with you”. Let us communicate hope and trust in our time! (Pope Francis- Twitter)

"Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau."
Pesan Twitter Paus Fransiskus ini agaknya menjadi sumber kekuatan bagi kita bersama.
Jangan takut, karena Allah selalu menyertai...
Janganlah bimbang, karena Dia adalah Allah kita...
Dia akan meneguhkan dan menolong kita...
Dia akan memegang kita dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan.

Ya, Bapa...
Ketika kutakut, aku datang kepada-Mu...
Ketika kubimbang, ajarku selalu percaya bahwa Engkau selalu menyertaiku.
Ketika terjatuh, kami yakini : kami takkan sampai tergeletak...
Sebab tangan-Mu menopang kami di setiap waktu.
Tambahkanlah iman kami dan biarlah kami semakin dekat pada-Mu.
Selalu menyakini bahwa Engkau selalu menyertai kami.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin

janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
--- Yesaya 41:10

Sunday, January 22, 2017

TODAY, 22 Januari: Berjalan Dalam Iman

TODAY, 22 Januari: 

Berjalan Dalam Iman

Pernah terjadi pastinya di dalam kehidupan, kita berhadapan dengan kesesakan.
Suatu kenyataan yang begitu mengecewakan.
Suatu kegagalan.
Suatu fitnah yang keji.
Ditipu teman baik.
Saat kehilangan pekerjaan.
Suatu rasa kehilangan saat yang terkasih harus pergi untuk selamanya...
Apa pun itu, ada episode kehidupan yang ingin kita lupakan.
Dan mungkin berharap tidak pernah terjadi di kehidupan kita.

Bagaimana sikap kita pada masa kesesakan?
Alkitab mengingatkan kita untuk tidak tawar hati pada masa kesesakan.

Karena jika demikian, kecillah kekuatan kita.
Mungkin kita merasa kita memang lemah dan tidak kuat...
Namun jangan kita lupa: kita  mengandalkan Yang Mahakuasa!
Allah senantiasa membimbing kita selama kita terus berjalan di dalam iman.
Semoga kita tidak menjadi 'pahit' dengan kejadian-kejadian yang menyesakkan di kehidupan ini...
Melainkan menjadi pribadi yang kuat dan tahan uji di dalam Kristus.
Amin!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

"Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu."  
---Amsal 24:10

TODAY, 21 Januari : Memilih Untuk Bersukacita

TODAY, 21 Januari : 

Memilih Untuk Bersukacita

“Joy does not simply happen to us. We have to choose joy and keep choosing it every day.” 
― Henri J.M. Nouwen


Sukacita tidak begitu saja terjadi pada kita. Kita harus memilih untuk bersukacita dan terus memilihnya setiap hari.
--- Henri J.M. Nouwen

Henri Nouwen pernah menuliskan bahwa sukacita tidak terjadi dengan sendirinya.
Sukacita adalah sebuah pilihan dan ketetapan hati untuk tetap memilih berbahagia, meskipun keadaan tengah tidak mendukung.
Kita yang makan tiga kali sehari mungkin bingung melihat seseorang yang matanya berbinar ketika dia punya uang cukup untuk makan kenyang satu kali di hari itu.
Mungkin kita tak pernah tahu derita yang mereka hadapi.
Kita terbiasa marah, jika kelaparan.
'Bad mood' jika makanan yang tersaji di rumah atau makan di restoran yang rasanya tidak sesuai keinginan.
Sementara orang lain bisa bersuka hanya dengan makan kenyang satu kali dan rasanya jauh dari istimewa.

Perbedaan terbesar memang adalah pada sikap hati.
Bukan melulu pada apa yang dimiliki.
Jika memang uang bisa membahagiakan, mengapa banyak orang yang kaya malah tidak tidur nyenyak?
Uang -walaupun penting-bukanlah segala-galanya.
Hari ini, mari memilih bersuka. 
Sebagaimana ayat di Filipi mengingatkan kita untuk bersukacita senantiasa di dalam Tuhan.
Semoga demikian adanya.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
--- Filipi 4:4

Friday, January 20, 2017

TODAY, 20 Januari: Kekuatan, Kasih, dan Ketertiban

TODAY, 20 Januari: 

Kekuatan, Kasih, dan Ketertiban

Siapa yang tidak pernah merasa takut dalam hidupnya?
Rasanya setiap orang pernah.

Ada suatu ketakutan tertentu terhadap sesuatu hal, bahkan yang berupa phobia...
Atau: ketakutan-ketakutan yang tidak terlalu berat semisal takut akan perubahan: masuk sekolah baru, kantor baru, lingkungan baru, dst.
Takut bisa juga berkenaan dengan pengalaman berhadapan dengan kegagalan di masa lalu.
Takut akan kekecewaan, takut impian tidak tercapai, dst...

Intinya setiap dari kita punya ketakutan kita masing-masing yang harus kita hadapi.
Tidak terkecuali, ketika kita jujur bertanya pada hati nurani kita...
Namun bukan berarti kita harus tunduk terhadap roh ketakutan ini.
Menyadari bahwa Roh Kudus yang diberikan-Nya kepada kita bukanlah roh ketakutan...
Melainkan Roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban.

Mari kita menyerahkan segala ketakutan dan kekhawatiran kita kepada Allah.
Mempercayakan hidup kita kembali kepada-Nya.

Menyadari bahwa Tuhan senantiasa membimbing kita...
Tak perlu menjadi kacau atau tak tentu arah...
Jangan pula terjebak di dalam ketakutan demi ketakutan yang datang menerpa...
Tetap tegar, berjalan bersama-Nya.
Mempercayakan masa depan kita ke dalam tangan kasih-Nya!

(-fon-)/Fonny Jodikin

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan,  kasih dan ketertiban.
---2 Timotius 1:7

Thursday, January 19, 2017

TODAY, 19 Januari: Engkaulah Allah!

TODAY, 19 Januari: 

Engkaulah Allah!

Sore hari, ketika akan mengantar anak kami pergi les, hujan turun dengan cukup deras.
Kami tetap pergi dan saya berada di dalam mal kecil itu. Menunggu.

Sekitar 1 jam lebih menunggu, saya ke luar dan melihat ternyata hujan sudah berhenti.
Langit terang, meskipun hari sudah menjelang malam.
Indahnya langit saat itu kembali meyakinkan aku akan kasih Allah.
Teringat akan sebuah lagu:
I will be still and know You are God!
Ya, aku akan berdiam dan menyadari bahwa Engkaulah Allah!

Sering kita menjadi kurang percaya atau kurang beriman, ketika berhadapan dengan hujan badai di kehidupan ini.
Namun, hari ini saya diingatkan sekali lagi bahwa Engkaulah Allah!
Yang mengetahui segala kejadian di hidup kami bahkan sebelum kami lahir, sampai akhir nanti.
Semoga kami tetap menjaga kesetiaan kami kepada-Mu, ya Tuhan....
Tetap beriman kepada-Mu dan menanti penggenapan janji-Mu di hidup kami.
Amin!
(-fon-)/Fonny Jodikin

"Diamlah   dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!  Aku ditinggikan  di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"
--- Mazmur 46:11

Tuesday, January 17, 2017

TODAY, 17-18 Januari: Jujur


TODAY, 17-18 Januari: Jujur

TODAY, 17 Januari 2017

Kejujuran Dalam Ketulusan

Kita mungkin sedikit mengeluhkan bahwa kejujuran dan ketulusan yang dulu seolah menjadi sesuatu yang selalu kita jumpai di dalam hidup bermasyarakat dan dalam persahabatan, sekarang tambah berkurang dan semakin menurun.
Perkataan mudah dipelintir, hanya untuk mengamankan posisi atau kedudukan seseorang.
Dan yang terburuk: demi uang, apa aja bisa dilakukan...
Termasuk 'menjual' kejujuran yang biasa ada pada diri.

Saya tidak akan menilai orang lain...
Namun alangkah baiknya jika kita melihat ke dalam hati masing-masing...
Adakah kita semua jujur, setidaknya pada diri sendiri?
Apakah kita jujur pada pasangan hidup kita, kekasih hati kita, orang tua kita, anak-anak kita?

Apakah kita mengajarkan kejujuran dan ketulusan kepada terutama anak-anak kita dan sekitar kita, sehingga apa yang kita katakan atau lakukan selalu dilandasi oleh kedua hal ini?

Orang yang jujur dipimpin ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.
Demikian Kitab Amsal mengingatkan kita.
Semoga kita dijauhkan dari kecurangan demi hal-hal yang bersifat duniawi dan sementara saja.
Tetap mempertahankan kejujuran dan ketulusan di dalam terang kasih Allah.
Semoga!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.
--- Amsal 11:3

TODAY, 18 Januari 2017

Lurus Perbuatan Orang Jujur

Lee Min Ho pada drama Korea Legend of the Blue Sea berperan sebagai Hae Joon Jae, seorang penipu ulung. Biasanya, dia dan kelompoknya melakukan penipuan terhadap orang-orang kaya yang uangnya berasal dari sumber yang tidak bersih juga. Semisal pencucian uang atau dari kejahatan.
Trik-trik di drama itu cukup menarik ketika kita menyaksikan bagaimana mereka melakukan 'aksi' nya...
Namun, penipuan tetaplah penipuan...
Mereka pun menjadi incaran kepolisian, lalu kemudian bekerja sama untuk menangkap penjahat di drama tersebut.

Amsal meningatkan bahwa berliku-liku jalan Si Penipu, tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya.
Semakin mudah orang melakukan penipuan.
Jumlahnya cukup banyak dari sisi perkembangan teknologi...

Penipuan bisa melalui telephone, SMS, WhatsApp, Facebook messenger, e-mail, dan sebagainya.
Di dunia yang semakin 'menggila' penipuannya, mari tetap menjadi pribadi yang cerdas dalam memilah.
Jangan lupa pula, meskipun dunia tidak mengetahui ketidakjujuran kita, namun Allah melihat segalanya.
Pertahankan kejujuran senantiasa, bersama-Nya pasti bisa!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Berliku-liku  jalan si penipu, tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya.
--- Amsal 21:8

Sunday, January 15, 2017

TODAY, 16 Januari: Tangan Tuhan

TODAY, 16 Januari: 

Tangan Tuhan

Pada Misa Minggu siang kemarin, Romo yang membawakan homili menyebutkan tentang 'God's Hand' (tangan Tuhan).
Tentunya kita cukup sering mendengar lagu tentang 'Tangan Tuhan' yang sedang merenda suatu karya yang agung mulia...
Ya, Tangan-Nya!
Tangan yang tak pernah kurang panjang untuk menyelamatkan...
Pendengaran-Nya tak kurang tajam untuk mendengarkan...
Setiap keluh-kesah kita...
Setiap kekecewaan kita...
Ataupun juga: doa-doa di kala kita sedang bersukacita dan dipenuhi kebahagiaan...
Kita bersyukur ke hadirat-Nya...

Percaya pada penyelenggaraan Ilahi...
Kembali menyerahkan segala kekuatiran yang mungkin masih ada dan mengganggu di pikiran...
Tangan Tuhan sedang bekerja!
Mari percayakan hidup kita kepada-Nya!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Sesungguhnya, tangan  TUHAN tidak kurang panjang  untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar...
--- Yesaya 59:1

TODAY, 15 Januari: Jalan Hikmat

TODAY, 15 Januari: 

Jalan Hikmat

Pepatah mengatakan banyak jalan menuju Roma...
Yang kurang lebih berarti: banyak cara atau jalan untuk mencapai tujuan.
Jika jalan yang satu tidak berhasil, masih ada cara lainnya untuk menggapai impian kita.
Pepatah ini baik, ketika kita tengah berusaha untuk menggapai impian kita.
Kita jadi memiliki mental tak mudah menyerah.
Never give up! Karena masih ada harapan yang menanti asal kita tak henti berusaha.

Namun, terkadang jalan-jalan yang ditawarkan di dunia tidak semuanya merupakan jalan keselamatan.
Tak jarang, jalan yang kelihatannya 'aman' ternyata di ujungnya berakhir maut.
Tentunya sebagai pengikut Kristus, hal ini tidaklah kita inginkan.
Kita ingin berjalan di dalam Jalan Hikmat dan Kebenaran-Nya.
Karena hanya dengan pimpinan Roh Kudus-Nya, kita akan berjalan dengan tenang walaupun kita dikelilingi bahaya.
Bimbing kami, Tuhan....
Berjalan bersama-Mu di dalam Roh dan Kebenaran...
Di setiap waktu, ajar kami untuk setia kepada-Mu.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus. Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung.
--- Amsal 4:11-12

Friday, January 13, 2017

TODAY, 14 Januari: Menanti dengan Sabar

TODAY, 14 Januari: 

Menanti dengan Sabar

Jika kita mengupayakan sesuatu, tak jarang kita ingin cepat dapat.
Kita terbiasa dengan alur instannya dunia.
Hari ini usaha, kalau bisa hari ini juga sudah kelihatan hasilnya.
Namun, pengalaman hidup mengajarkan kita, juga dari orang-orang sukses di sekitar kita...
Bahwa memang butuh perjuangan untuk sampai kepada keberhasilan di kehidupan.
Biarpun kita memang terbiasa dengan segala sesuatu yang instan semisal mie, kopi, dan sebagainya...
Tidak demikian halnya dengan perjuangan hidup...
Kesukaran dan kemampuan beradaptasi di dalamnya membuat sesosok pribadi menjadi semakin tangguh hari lepas hari.
Dan itu tanpa kita sadari, menempa kita menjadi sosok manusia yang lebih baik lagi di dalam Dia.

Sering kita takut susah.
Kita tidak mau keluar dari zona nyaman kita.
Tokoh Abraham di dalam Alkitab sangat terkenal akan kesabarannya.
Marilah kita mengupayakan yang terbaik untuk menantikan janji-janji Tuhan.
Meskipun sekarang tidak ataupun belum kelihatan...
Tetapi dalam iman kita percayai bahwa Tuhan pasti akan menepati janji-Nya.
Semoga kita bisa menantikan dengan sabar segala pemenuhan janji-Nya itu...
Dan selama menunggu, marilah mengupayakan sikap yang baik sekaligus penuh pengharapan kepada-Nya.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan  kepadanya.
--- Ibrani 6:15

TODAY, 13 Januari: Oleh Perbuatan Iman Menjadi Sempurna

TODAY, 13 Januari: 

Oleh Perbuatan Iman Menjadi Sempurna

Terkadang kita berpikir bahwa iman saja cukup.
Asalkan kita beriman, kita tidak perlu terlalu menunjukkannya di dalam perbuatan.
Tetapi tak jarang, jika kita memperhatikan mereka yang kita kira beriman, pada akhirnya kita menjadi kecewa saat mendapati bahwa perbuatan atau tingkah laku mereka di dalam hidup sehari-hari tidak sesuai...

Bahkan yang lebih mengecewakan, terlalu jauh dari apa yang sering mereka ucapkan atau dengungkan...

Alkitab mengingatkan, jika iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
Semoga kita senantiasa diingatkan untuk konsisten berbuat baik, selaras dengan iman kita.
Bukan melulu pandai berteori dengan seluruh pemahaman akan firman Allah, tetapi pada kehidupan bermasyarakat jauh dari teori itu serta jauh pula dari kasih yang seharusnya mendasari setiap perilaku.
Semoga iman kita juga ditunjukkan oleh perbuatan kita kepada sesama.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?  2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama  dengan perbuatan-perbuatan  dan oleh perbuatan-perbuatan  itu iman menjadi sempurna. 
--- Yakobus 2:21-22

Wednesday, January 11, 2017

TODAY, 12 Januari : Allah Mencukupkan

TODAY, 12 Januari : 

Allah Mencukupkan 

Siang ini, ketika berada di dapur tengah mempersiapkan makan siang anak kami yang sebentar lagi pulang sekolah, mata saya tertuju pada jendela yang terbuka.
Saya memandangi langit biru-terang dan cerah.
Sempat terpaku sebentar, karena saya sungguh menyukai langit biru dengan awan-awan putih, sebuah lukisan sempurna Yang Kuasa yang tak henti saya kagumi.

Jika hari ini saya masih bisa hidup dan bernafas...
Saya bersyukur untuk hal itu...
Jika hari ini saya bangun disertai dengan kesehatan untuk bisa memasak bagi anak-anak kami, saya pun berterima kasih kepada Tuhan.
Jika hari ini saya masih bisa minum secangkir teh hangat pagi tadi, juga masih diberi kesempatan memandangi langit biru nan cerah...
Kurang apa lagi? Puji syukur kepada Tuhan semata untuk segala kebaikan-Nya.

Jika hari ini masih ada kecemasan di dalam hati...
Akan kubawa kepada-Nya...
Sebab Dia menjanjikan kecukupan, asal kita berusaha sekuat tenaga.
Burung, ikan, kupu-kupu, bunga pun Dia pelihara...
Apalagi kita-ciptaan-Nya!

Hari ini, kuserahkan kembali segala kekhawatiran yang menerpa.
Kuucap syukur di dalam hati...
Sungguh Tuhan, aku berterima kasih!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu , akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. 12:23 Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian. 12:24 Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan  oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi   burung-burung itu! 
--- Lukas 12:22-24

TODAY, 11 Januari : Kuat di Dalam Tuhan

TODAY, 11 Januari : 

Kuat di Dalam Tuhan

Ada kalanya kita dihadapkan pada permasalahan kehidupan.
Keceriaan yang pernah ada, tergantikan oleh kesesakan.
Lalu kita pun bertanya-tanya: sanggupkah aku melangkah?
Alkitab mengingatkan kita untuk tetap kuat di dalam Tuhan.
Kuat di dalam kekuatan kuasa-Nya....
Ketika kita merasa sungguh lemah...
Bahkan sungguh tak berdaya...
Tuhanlah sumber kekuatan kita...

Mari mendekat kepada-Nya...
Serahkanlah segala persoalan dan duduk diam di hadirat-Nya.
Dalam doa, mari berbicara dari hati ke hati dengan-Nya...
Semoga kita mendapatkan pencerahan dan ketenangan batin...
Yang hanya bisa kita dapatkan dari Allah saja...
Semoga kita tetap kuat di dalam Tuhan...
Tetaplah percaya masih ada masa depan yang indah bagi kita semua.

(-fon-)/Fonny Jodikin

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan,  di dalam kekuatan kuasa-Nya. 
--- Efesus 6:10

Tuesday, January 10, 2017

TODAY, 10 Januari : Gembala Bagiku

TODAY, 10 Januari : 

Gembala Bagiku

Sudah sekitar 10 tahun, saya menjadi Ibu Rumah Tangga setelah sebelumnya 10 tahun juga bekerja dan memiliki karier di Jakarta.
Kalau boleh saya katakan, ada kalanya saya merasa kuatir karena tidak memiliki penghasilan.
Dan seolah penghasilan itu tergantung kepada suami saja.
Namun di balik itu, saya pun menyadari bahwa saya mengandalkan Tuhan melalui suamiku.
Terbiasa pegang uang sendiri sebelumnya, namun belajar mencukupkan diri dalam segala hal di saat ini.
Tidak mudah, namun saya percaya, Tuhan akan memberi kekuatan bagi kita semua- umat-Nya.

Ketika rasa khawatir menghampiri...
Aku datang kembali ke hadirat-Nya...
Menyadari bahwa Tuhan adalah gembala bagiku dan aku takkan kekurangan.
Percaya bahwa jika satu pintu tertutup, akan ada jendela-jendela yang Dia bukakan.
Selama kami masih terus berusaha yang terbaik, semoga Tuhan pun menyertai setiap langkah kami.
Engkaulah gembalaku, kupercayakan hidupku kepada-Mu.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Mazmur Daud. TUHAN bagaikan seorang gembala bagiku, aku tidak kekurangan.
--- Mazmur 23:1 (BIS- Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Monday, January 9, 2017

TODAY, 9 Januari : Kucari Wajah-Mu, ya Tuhan

TODAY, 9 Januari : 

Kucari Wajah-Mu, ya Tuhan

Ketika keadaan menjadi tak tentu arah...
Kucari wajah-Mu, ya Tuhan...
Kuingin tetap bersandar kepada-Mu, kekuatanku.

Ketika ada peristiwa yang begitu mengecewakan...
Yang tak pernah terpikirkan akan terjadi di hidupku...
Kucari wajah-Mu, ya Tuhan...
Menumpahkan segala rasa di hatiku...

Ketika kegagalan demi kegagalan masa lalu...
Mencoba hadir dan melemahkan hati...
Kucari wajah-Mu, Tuhan...
Sumber kekuatan sejatiku...

Kutahu Engkau menara perlindunganku...
Kucari wajah-Mu, ya Tuhan...
Dan semoga Engkau terus membawaku mendekat...
Masuk ke hadirat-Mu.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
--- Mazmur 27:8

Sunday, January 8, 2017

TODAY, 7-8 Januari: Dari Mazmur 37:7-8

TODAY, 7 Januari 2017

Nantikanlah Tuhan 

Saat gelisah dan resah...
Kembali kudatang kepada-Mu...
Kembali kusadari bahwa hanya di dalam-Mu kudapatkan ketenangan sejati..
Kan kunantikan Engkau dengan hati yang tenang...
Aku akan berusaha menunggu dengan sabar sampai Engkau bertindak...
Kuserahkan kegalauan yang sempat menyapa...
Agar dia tidak memegang kendali atas hidupku...
Kutahu bahwa Engkaulah sumber kekuatan sejatiku...
Belajar untuk tidak iri kepada orang yang berhasil melalui tipu muslihat...
Karena meskipun tak seorang pun di dunia ini tahu...
Tetapi Tuhan tidak pernah tertidur...
Engkau Maha Mengetahui.

Kunantikan Engkau Tuhan...
Dengan segenap hati dan jiwaku.
Aku percaya hanya kepada-Mu.
Kupercayakan seluruh hidup ini ke dalam tangan-Mu.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Nantikanlah TUHAN dengan hati yang tenang, tunggulah dengan sabar sampai Ia bertindak. Jangan gelisah karena orang yang berhasil hidupnya, atau yang melakukan tipu muslihat.
--- Mazmur 37:7 (BIS-Bahasa Indonesia Sehari-hari)

TODAY, 8 Januari 2017

Ketika Marah...

Ada hari-hari tertentu, seolah kita lebih emosi daripada biasanya.
Rasanya seharian salah saja dan maunya marah-marah...
Lihat segala sesuatu, rasanya ada yang salah saja.
Penginnya meledak, tapi tentunya kemarahan ini harus kita kendalikan...

Alkitab mengingatkan untuk meninggalkan panas hati dan berhenti marah.
Apalagi jika itu semua membawa kepada kejahatan...
Dendam berkepanjangan seolah tak berkesudahan.
Lalu menjalar ke seluruh hati dan pikiran untuk kemudian berpikir melakukan pembalasan.

Sekali lagi Alkitab mengingatkan kita untuk menghentikan itu semua.
Kembali persembahkan perasaan kemarahan kita kepada-Nya.
Curhatlah kepada Dia, curahkan segala isi hati kita...
Dan pasti ada waktunya juga kemarahan itu akan reda.
Biarpun pernah marah, jangan sampai berbuat dosa.
Semoga kita bisa mengendalikan kemarahan kita dengan bijaksana.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Berhentilah marah  dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah,  itu hanya membawa kepada kejahatan.
--- Mazmur 37:8