Wednesday, July 29, 2015

TODAY, 30 Juli: Layak di Hadapan-Mu

Layak di Hadapan-Mu

Hidup seperti apa yang tengah kita jalani saat ini, menjadi pertanggungjawaban kita pribadi kepada Allah nantinya...
Mungkin kita mengira tidak ada yang mengetahui jika kita melakukan pelanggaran-pelanggaran-baik besar maupun kecil- di kehidupan kita.
Namun, Allah yang Maha Tahu itu melihat segala sesuatunya, tiada satu hal pun yang tersembunyi darinya...

Sementara dunia menawarkan: ini lho, hidup keren ala dunia...
Bagaimana dengan kita pengikut Kristus?
Apakah kita harus jor-joran ikut arus dunia dalam menghambur-hamburkan uang demi kesenangan pribadi yang terlalu berlebihan?
Bagaimana jika kita menyisihkan sebagian kesenangan itu untuk kemudian membantu mereka yang menderita dan membutuhkan pertolongan?


Tuhan, semoga hidup kami berkenan kepada-Mu, semoga segala pekerjaan yang baik yang Kaurencanakan di hidup kami bisa terlaksana dengan baik pula.
Sehingga pada akhirnya nanti, kami bisa mempersembahkan hidup yang layak di hadapan-Mu.
(-fon-)

sehingga hidupmu layak  di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya  dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan  yang benar tentang Allah.
--- Kolose 1:10

Tuesday, July 28, 2015

TODAY, 29 Juli: I Will Survive

I Will Survive

Di siang hari yang terik, saya memutuskan untuk berenang.
Di kolam renang, tiba-tiba inspirasi timbul.
Ibarat kita sudah 'kecemplung' ke kolam renang kehidupan, apa yang harusnya kita lakukan?
Berenang tentunya!

Berjuang sekuat tenaga untuk sampai ke tujuan...
Meminjam kata-kata penyanyi Gloria Gaynor dalam lagunya yang sering saya senandungkan, " I Will Survive! As long as I know how to love I know I'll stay alive."

Hendaknya saat mengarungi kolam renang kehidupan atau yang lebih luas: lautan kehidupan ini, kita tetap teguh hati dan berani.
Jangan kuatir dan takut, sebab Allah sendiri yang akan menolong kita.
Dia senantiasa berjalan bersama kita.
Dia takkan meninggalkan kita...
I will survive because God is holding my hands to go through all chapters in my life.
Amen!
(-fon-)

Hendaklah kamu teguh hati dan berani! Jangan takut kepada mereka, sebab TUHAN Allahmu sendiri yang akan menolong kamu. Ia tidak akan mengecewakan atau meninggalkan kamu.
--- Ulangan 31:6

Monday, July 27, 2015

TODAY, 28 Juli: Secukupnya

Secukupnya

Ketika makanan dan minuman berlimpah, semisal di acara pesta atau pada saat kita berada pada restoran 'all you can eat' yang memperbolehkan kita makan sepuasnya dengan membayar sejumlah tertentu, apakah kita masih bisa makan dan minum secukupnya?
Ataukah seperti yang sering terjadi, kita makan dan minum sebanyak-banyaknya, melebihi yang kita perlukan?
Biasa yang terjadi adalah hal yang kedua.
Agaknya sulit mengendalikan diri terutama jika berhadapan dengan makanan enak dalam jumlah banyak.
Saat inilah, perlunya untuk mengingat mereka yang berkekurangan.
Yang makan saja tidak bisa sehari tiga kali.
Yang menangis kelaparan...
Jika kita dianugerahi kesempatan untuk makan, bersyukurlah.
Namun, jangan menyia-nyiakan makanan sedemikian rupa...
Makan secukupnya, minum secukupnya.
Semoga kita bisa bersyukur atas segala yang ada, termasuk dalam hal makan dan minum juga.
Dan mampu berbagi kepada yang butuh pertolongan, jika kita berkelebihan.
(-fon-)

Berikanlah kami pada hari ini makanan  kami yang secukupnya.
--- Matius 6:11

TODAY, 27 Juli: Sumber Segala Penghiburan

Sumber Segala Penghiburan

Sering curhat (Curahan Hati)?
Hmmm, saya juga sering, tentunya kepada mereka yang dianggap dekat di hati.

Sering menerima curhat?
Mungkin ada beberapa di antara kita yang memiliki karunia mendengarkan dengan penuh kasih dan bijaksana, sehingga orang betah curhat berlama-lama...


Sebagai seseorang yang menerima curhat, pastinya tidak terlepas dari masalah.
Menerima curhat-an permasalahan orang lain, ikut pusing dan mendoakan mereka, padahal diri kita sendiri juga tengah menghadapi permasalahan yang besar.
Tidak semua orang tahu, mungkin hanya keluarga dekat kita yang tahu...
Mengapa kita dimampukan untuk tetap bertahan?
Karena Allah adalah sumber segala penghiburan...

Dia penuh belas kasih, memberikan penghiburan-Nya kepada kita...
Mungkin hanya lewat sebuah pesan di WhatsApp group, BBM group, atau Facebook...
Mungkin hanya senyuman dari seorang penjual gado-gado di dekat rumah...
Mungkin hanya melihat anak kita bermain dengan gembira dan tertawa lepas...

Bahagia itu sederhana.
Tuhan sediakan penghiburan cukup bagi kita, meskipun tengah dirundung duka dan masalah.
Apakah kita mau dan mampu melihat kebaikan-Nya?
Tuhan, bukalah mata kami juga hati kami agar kami dimampukan melihat keindahan di dalam kesederhaan di sekitar kami.
Sukacita itu tidak jauh...
Bersama Allah semoga kita mengalami sukacita penuh.
(-fon-)

Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, 1:4 yang menghibur kami  dalam segala penderitaan kami , sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.
--- 2 Korintus 1:3-4

TODAY, 26 Juli: Idola

Idola

Dari ajang pencarian bakat...
Artis drama Korea...
Penyanyi ternama asal USA...
Dunia seolah berlomba-lomba mencari idola...
Orang pun berbondong-bondong ingin jadi ternama...
Sayangnya, tidak semua yang diidolakan-apalagi oleh para remaja- adalah mereka yang memiliki sikap hidup baik pula...
Tak jarang, setelah terkenal...
Si Pesohor itu malah bertindak aneh-aneh...
'Ngedrugs', seks bebas, memajang foto-foto yang memamerkan anggota tubuh dengan terlalu terbuka di media sosial, seolah menjadi hal yang biasa sekarang ini.
Dan apa yang dianggap para remaja sebagai sesuatu yang 'cool' atau keren itu, tak selamanya keren pula.

Idola. 
Waspadalah...
Segala sesuatu yang berlebihan tak pernah baik.
Terlalu suka dan rela melakukan apa saja demi Sang Idola, tak pula selalu berujung baik pula.
Idola pun sesungguhnya hanya manusia biasa.
Yang Maha Sempurna hanyalah Allah saja.
(-fon-)

Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala. 
--- 1 Yohanes 5:21

Sunday, July 26, 2015

TODAY, 25 Juli: Play-Doh

Play-Doh

Ketika menemani dan melihat anak kedua kami-Lala-bermain 'play-doh' yang bisa dibentuk seturut keinginannya, tiba-tiba inspirasi tentang tanah liat muncul di benak saya.
Seolah saya kembali diingatkan, bahwa kita sebagaimana 'play-doh', juga tanah liat adalah bentukan Allah sendiri.
Kita juga tak dapat membantah-Nya, mengapa kita dibentuk demikian...
Teringat pula saat ini, begitu banyak hal yang kita tidak bisa ubah, namun memang hendaknya kita terima...
Tuhan punya hak penuh atas kita untuk membentuk diri kita seturut kehendak-Nya.
Sudah selayaknya kita senantiasa berdoa penyerahan diri agar mau dibentuk seperti yang Dia rencankan bagi kita.
"Ini aku, Tuhan. Bentuklah aku seturut kehendak-Mu."
(-fon-)

Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" 9:21 Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak  atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa? 
--- Roma 9:20-21

Saturday, July 25, 2015

TODAY, 24 Juli: It's All About the Money

It's All About the Money

Pemujaan berhala tidak hanya ditemukan dalam upacara palsu di dunia kafir. Ia juga merupakan satu godaan yang terus-menerus bagi umat beriman. Pemujaan berhala itu ada, apabila manusia menghormati dan menyembah suatu hal tercipta sebagai pengganti Allah, apakah itu dewa-dewa atau setan-setan (umpamanya satanisme) atau kekuasaan kenikmatan, bangsa, nenek moyang, negara, uang, atau hal-hal semacam itu. "Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon" demikian kata Yesus (Mat 6:24).
(KGK 2113).

Uang, lagi-lagi uang...
Begitulah teriakan rocker yang cukup lawas, Nicky Astria.
Masalah uang seolah menjadi masalah yang tiada habisnya.
Tidak munafik, saya pun mengakui, uang memegang peranan penting di dalam kehidupan ini.
Namun, seberapa pentingnya dia sehingga kita memilih dia ketimbang Allah?
Seberapa pentingnya dia sehingga kita harus mengorbankan persahabatan sekian lama?
Seberapa pentingnya dia sehingga kita harus melakukan korupsi, kolusi, nepotisme, atau tindak kejahatan lainnya demi menumpuk diri dengan uang dan uang belaka?

Sebagai pengikut Kristus, Katekismus Gereja Katolik mengingatkan kita untuk tidak mengabdi kepada dua Tuan, sebagaimana yang tercantum di Matius 6:24.
Semoga kita senantiasa dibimbing melalui jalan-Nya...
Tetap bijaksana dalam mengelola uang yang dipercayakan-Nya...
Menghindari sirik, iri hati, atas keberhasilan orang lain yang lebih 'beruang' ketimbang kita...
Segiat mungkin berusaha, tanpa melupakan kasih kepada keluarga dan sesama kita...
Karena pada akhirnya, segala sesuatu-termasuk uang-adalah titipan dari-Nya  belaka.
(-fon-)

Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.
--- Matius 6:24

Wednesday, July 22, 2015

TODAY, 23 Juli: Hard To Say I'm Sorry

Hard To Say I'm Sorry

Sebuah judul lagu lama: Hard To Say I'm Sorry tiba-tiba menyentak dalam ingatan saya.
Betapa sulitnya untuk berucap kata 'Maaf'.
Belum lagi untuk memaafkan mereka yang telah menyakiti hati kita.
"Enak saja, sesudah menyakiti hatiku lalu bilang maaf???"

Hanya saja, memang tidak ada orang yang sempurna.
Kita juga tak lepas dari kesalahan.
Dan memang untuk beberapa orang, mengampuni itu sungguh sulit dilakukan.
Wajar, tidak ada yang mudah, namun mari secara berproses kita belajar untuk lebih mampu mengasihi sesama dan mengampuni mereka yang menyakiti hati kita.
Seperti Allah senantiasa mengampuni kita, mari belajar berbesar hati untuk mengampuni orang yang menyakiti hati kita.
(-fon-)

dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni  orang yang bersalah  kepada kami
--- Matius 6:12

TODAY, 22 Juli: Engkau Menyembuhkan Aku

Engkau Menyembuhkan Aku

Tanggal 21 Juli kemarin, anak kami yang kedua yang panggilannya Lala muntah-muntah selama 6 kali sampai pagi menjelang.
Sebagai Ibu, tentunya saya kuatir.
Dia ingin makan, tetapi tidak bisa.
Lalu akhirnya hanya minum susu dan akhirnya muntah lagi karena selama kondisi ini sebetulnya tidak boleh minum susu sapi.

Hari ini pukul 10.45 kami ke dokter.
Dan mulailah Lala diberi pengobatan yang diperlukan.
Obat muntah yang sudah saya berikan, kurang sepertinya, sehingga ditambah dosisnya dari dokter.
Kondisi membaik, namun masih pantang susu.

Saya sendiri hampir tidak tidur semalam sampai pagi ini.
Saya juga muntah dua kali karena kelelahan.
Tidak mudah dalam kondisi kelelahan masih harus menjaga anak yang sakit pula.
Saat-saat begini, saya hanya berseru dalam hatiku.
Berdoa dan mohon pertolongan Tuhan.
Percaya bahwa Tuhan mendengar seruanku dan Dia akan menyembuhkan.

Membayangkan sahabat lain yang tengah berjuang menghadapi keluarga yang sakit.
Entah ayah/ibu, suami/istri, anak, atau kerabat lainnya yang lebih parah...
Bahkan berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan harus di Rumah Sakit, sungguh bukan perkara mudah...
Saya mendoakan agar Anda semua dikuatkan oleh Tuhan sendiri...
Serta percaya bahwa Tuhan akan menyembuhkan kita seturut kehendak-Nya.
Terkadang kesembuhan yang Dia rencanakan tak selalu sama dengan apa yang kita idam-idamkan...
Namun, terus percaya, Dia akan menyembuhkan...
(-fon-)

TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong,  dan Engkau telah menyembuhkan aku. 
--- Mazmur 30:2

TODAY, 21 Juli: Baik-Baik Saja

Baik-Baik Saja

Di Minggu ini, saya mendengar berita meninggalnya mantan boss saya yang baik hati di Amerika Serikat.
Saya kira, umurnya belumlah genap 50 tahun.
Beliau berpulang setelah sekian lama berjuang dengan penyakit kanker yang mendera.
Saya merasa sedih, namun menerima bahwa beliau sudah berbahagia dalam kekekalan bersama Bapa.
Tak lagi harus merasakan sakitnya.

Di minggu ini juga, ada berita tetang artis Taiwan yang tengah naik daun dan berusia 27 tahun Yang Ko-Han meninggal dunia setelah diopname selama 12 hari di Cathay General Hospital, Taipei. 
Sebelumnya, artis ini mencoba melakukan tindakan bunuh diri dan akhirnya berujung kepada kematian.
Sungguh sedih mendengarnya.

Betapa sering kita merasa tidak puas dengan apa yang ada, lalu berusaha mencari jalan pintas untuk mengakhiri hidup ini.
Betapa sayangnya, karena sebetulnya masih banyak hal yang bisa dilakukan di dalam hidup ini dan kematian dengan cara bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalah.

Kematian, pasti akan datang.
Entah kapan, di mana, dan bagaimana caranya.
Bukannya kita harus putus asa jika kesulitan menghadang.
Saya tetap respek dan angkat topi untuk mantan Boss saya yang berjuang hebat hingga saat akhir hidupnya.
Dan saya berdoa, semoga di mana pun kita berada semoga kita semua baik-baik saja, sehat jasmani dan rohani.
Jika memang tengah menghadapi kesakitan, entah itu sakit fisik atau luka batin, mari berdoa agar Yang Kuasa memberikan kita ketabahan untuk melalui ini semua.
Jangan berhenti berharap, berusaha yang terbaik untuk mengobati keadaan yang ada...
Apa pun rencana-Nya dalam hidup kita, yakinlah itu semua: baik-baik saja di dalam pandangan-Nya.
(-fon-)

Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.
--- 3 Yohanes 1:2

Sunday, July 19, 2015

TODAY, 20 Juli: God Knows the Best

God Knows the Best

Pernahkah kita berdoa dengan sungguh untuk suatu keinginan yang begitu menggebu dalam diri kita?
Segala cara kita lakukan demi mencapai tujuan itu, termasuk seolah 'memaksakan kehendak' kita kepada Tuhan.

Seiring berjalannya waktu, bukan keinginan kita yang terjadi.
Kita sungguh kecewa dan menganggap Tuhan tak lagi peduli pada kita.
Berdoa-yang kita lakukan secara sungguh sebelumnya- terhenti setelah rencana kita gagal, kita lalu malas-malasan berdoa.

Mari kita teliti lagi kejadian-kejadian sesudahnya.
Apakah jika kita menerima apa yang kita inginkan itulah yang terbaik bagi kita?
Sering kali, setelah mendoakan yang terbaik serta sepenuh hati mengupayakan segala sesuatunya, lalu itu tidak terjadi...

Apakah kita masih bisa bersyukur dan berseru bahwa benar Tuhan, rencana-Mu lah yang terbaik di hidupku?

Kecewa kita, mari kita persembahkan kepada-Nya.
Takkan mungkin Sang Pencipta memberikan yang buruk bagi kita.
Kita yang belum mampu melihat kebaikan seluruh rangkaian rancangan-Nya di hidup kita.
Tuhan tahu yang terbaik bagi kita, umat-Nya.
Teruslah percaya...
God knows the best for us!
(-fon-)

Bukankah Aku sendiri tahu rencana-rencana-Ku bagi kamu? Rencana-rencana itu bukan untuk mencelakakan kamu, tetapi untuk kesejahteraanmu dan untuk memberikan kepadamu masa depan yang penuh harapan.
--- Yeremia 29:11


TODAY, 19 Juli: Nicola Torello

Nicola Torello

Membaca di internet tentang seorang kakek berusia 91 tahun yang berasal dari Abruzzo, Italia, membuat saya mau tidak mau mengangkat topi untuk semangat beliau.
Nicola Torello menyelesaikan pendidikan SMP-nya di usia 91 tahun.
Menjadi pelajaran berharga dan juga membuat saya pribadi untuk merenungkan juga, bahwa tidak ada kata menyerah.
Umur boleh berjalan, namun proses belajar hendaknya tanpa henti tetap kita lakukan dalam kehidupan ini.
Hidup adalah pembelajaran.
Sembari meneliti apakah ada talenta atau kerinduan yang mendalam yang Tuhan titipkan kepada kita, mari terus bersemangat meskipun mungkin kita pernah gagal.
Kegagalan hendaknya juga menjadi pelajaran berharga, mari berusaha untuk memetik hal positif bahkan di tengah kegagalan sekalipun.

Kakek Nic menjadi inspirasi kita. Bahwa terkadang kita mengurung diri dan membatasi pikiran kita.
Apa yang tidak mungkin di mata manusia, mungkin bagi Allah.
(-fon-)

Yesus memandang mereka lalu berkata, "Untuk manusia, itu mustahil! Tetapi untuk Allah, semua mungkin.
--- Matius 19:26

TODAY, 18 Juli: Orchard Road

Orchard Road

Sore di akhir pekan saat liburan lebaran.
Melintasi Orchard Road dengan berlimpahnya manusia di sana.
Pada saat antrian menyeberang jalan, begitu banyak orang yang berada di sisi kiri dan kanan jalan.
Seolah menyiratkan kesenangan dan kebahagiaan belaka.

Bagi turis, memang Orchard Road jadi tujuan utama di Singapura.
Namun, tidak bagi mereka yang sudah tinggal di sini.
Orchard Road menjadi tempat singgah sesekali, hanya jika ada tamu yang datang dari Indonesia dan mengajak bertemu di sana.

Jika mengibaratkan hidup sebagai 'Orchard Road', tentunya isinya hanya kesenangan belaka.
Namun, di tengah kesenangan itu pastinya ada rasa sedih yang pernah melanda.
Bukankah sedih dan senang, silih berganti dalam kehidupan kita?
Yang terpenting untuk menyadari bahwa kesedihan bukanlah akhir segalanya.
Selama kita mempersembahkan hati kita kepada Allah, semoga kita di dalam iman meyakini bahwa segala yang terjadi pasti ada maksud-Nya...
Semoga mata kita terbuka untuk kemudian bersyukur atas jalan yang sudah direncanakan-Nya bagi kita.
(-fon-)


Hai anakku,  berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku.
--- Amsal 23:26

Friday, July 17, 2015

TODAY, 17 Juli: Dalam Sunyi

Dalam Sunyi...

Senang membaca status Facebook teman-teman di Jakarta yang menikmati Ibukota di kala lebaran.
Jalanan yang lancar, sepi, dan sunyi tengah dinikmati...
Meski dalam waktu yang tidak terlalu lama, tapi ini sungguh berarti...
Sambil terus berharap akan adanya perbaikan di masa depan akan kemacetan ibukota, keadaan ini membawa saya pribadi ke perenungan yang lebih dalam...

Sunyi, sepi.
Beberapa orang bilang itu menakutkan.
Namun, banyak juga yang menikmatinya.
Sebagai pengikut Kristus, mari sadari pentingnya untuk berada dalam saat hening...
Jauh dari hiruk-pikuk di sekitar kita...
Dan berdoa...
Sebagaimana Yesus sendiri melakukannya...
Mari mengundurkan diri ke tempat sunyi dan berdoa..
Retret, rekoleksi jika itu dimungkinkan...
Jika belum, masuk ke dalam keheningan setiap hari, untuk mendekat kepada-Nya.
Dalam sunyi, mari mendengar suara-Nya.
Dia selalu bersama kita.
(-fon-)

Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.
--- Lukas 5:16

Wednesday, July 15, 2015

TODAY, 16 Juli: Jangan Meremehkan Orang Lain

Jangan Meremehkan Orang Lain

Jika saat ini kita dikaruniai posisi yang tinggi, entah itu di masyarakat-di kantor-di organisasi apa pun di dunia ini, bersyukurlah!
Namun, jangan pernah meremehkan atau merendahkan orang lain.
Betapa pada akhirnya, orang akan melihat juga bagaimana kita memperlakukan orang-orang kecil yang berjasa bagi kita.
Entah itu asisten rumah tangga alias Si Mbak, sopir pribadi, satpam, tukang parkir, hansip, dan sebagainya.

Saat ini, status Facebook banyak teman di Indonesia berhubungan dengan jadi Oshin di rumah saat lebaran tiba.
Barulah terasa, tanpa mereka memang tidak mudah mengurusi hal-hal yang seolah kecil dan remeh di rumah kita.
Saya pribadi tidak mempunyai pengasuh anak atau pembantu di rumah kami.
Semua dikerjakan sendiri yang jujurnya pada awalnya terasa berat.
Tetapi, dengan mengandalkan kekuatan dari Allah dan mau beradaptasi, pastilah mampu mengatasinya meskipun di awal pastilah penuh perjuangan.

Jika kita banyak dianugerahi kebaikan di hidup ini, bersyukurlah!
Jangan pernah merendahkan orang lain.
Karena tak jarang, Allah memberikan pelajaran lewat orang-orang yang sederhana yang kita kira tak berarti...
Keutamaan hanyalah milik Allah, jangan pernah berniat untuk mencuri kemuliaan-Nya!
(-fon-)

Tetapi apa yang bodoh  bagi dunia, dipilih  Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah   untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti,  dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti.
--- 1 Korintus 1:27-28

TODAY, 15 Juli: Sederhana

Sederhana

Hidup yang digembar-gemborkan oleh dunia semakin lama semakin dipenuhi kemewahan.
Kata sederhana seolah semakin jauh dari kita.
Namun, benarkah hidup yang membahagiakan adalah hidup yang bergelimang kemewahan?
Di dalam segala kesenangan yang kita nikmati, apakah masih bisa kita mensyukuri rahmat dan kasih-Nya?

Beberapa konglomerat atau bahkan orang-orang yang termasuk orang terkaya di dunia menjadi inspirasi kita.
Mereka malah tidak lagi mengandalkan kemewahan belaka.
Hidup sederhana, bak orang kebanyakan saja.
Namun, punya organisasi sosial yang mengurusi banyak orang yang membutuhkan pertolongan.
Hidup sederhana, arahkan diri pada hal-hal yang sederhana, senantiasa membumi...
Tidak perlu seolah kita yang paling pandai, paling hebat, atau paling segalanya...
Karena semua itu hanyalah titipan Yang Kuasa...
Di saat  dunia memamerkan kelebihan dan kehebatannya...
Mari kita tetap hidup  sederhana di dalam Tuhan...
Mencukupkan diri atas segala yang Dia berikan kepada kita...
Berbagi kepada sesama sebagai ucapan syukur kita atas berkat-Nya di hidup kita...
(-fon-)

Hendaklah kamu sehati sepikir  dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! 
--- Roma 12:16

Monday, July 13, 2015

TODAY, 14 Juli: Cuaca

Cuaca

Jam 2 dini hari, saya terbangun.
Hujan deras diiringi halilintar mengguyur kawasan tempat tinggal kami.
Jam 2 siang hari ini.
Panas luar biasa tengah kami rasakan saat ini.

Cuaca begitu cepat berubah.
Demikian pula kehidupan ini, seringkali berubah dengan cepatnya.
Seolah tak pernah ada kepastian dalam melangkah.
Dalam hitungan detik saja, semua yang dimiliki bisa sirna.
Mengingatkan kita betapa hidup hanyalah sementara saja.

Yang setia hanya Allah.
Ya, Dia dengan kesetiaan-Nya yang teguh selalu mengiringi kita.
Dia melaksanakan rancangan-Nya atas diri kita, manusia.
Cuaca boleh berubah...
Kehidupan pun bisa secepat kilat berganti cerita...
Namun, Allah tetap setia.
Semoga kita senantiasa berpegang kepada-Nya.
(-fon-)

Ya TUHAN, Engkaulah Allahku;  aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu;  sebab dengan kesetiaan  yang teguh Engkau telah melaksanakan  rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu. 
--- Yesaya 25:1

Sunday, July 12, 2015

TODAY, 13 Juli: Verbal Abuse

Verbal Abuse

Verbal Abuse bisa berupa makian, cacian, kata-kata tajam yang ditujukan untuk menusuk perasaan si korban atau sebagai senjata agar sang korban tunduk dan tak berdaya dihadapan si 'abuser'. Apakah kata-kata ini asing bagi saudara ? :
“Kamu tidak berguna!”
“Kamu bodoh”
“Ini semua salahmu!”
“Kamu jelek”
“Dia itu payah!”
“Seleranya rendah”
“Hai monyet! …..

(Sumber: www.sarapanpagi.org).

Verbal abuse bisa terjadi di mana saja. 
Entah di keluarga, di sekolah, di lingkup pekerjaan, bahkan di organisasi pelayanan di Gereja.
Sungguh menyedihkan jika kita menjadi korban. 
Atau, jika kita pun termasuk mereka yang sering melakukan verbal abuse bahkan terhadap pasangan hidup atau terhadap anak-anak kita.
Mungkin kita punya persoalan yang belum terselesaikan di dalam hati, mungkin kita marah, mungkin kita sakit hati...
Namun, keadaan tidak akan menjadi lebih baik dengan mengeluarkan perkataan kasar.
Betapa pentingnya sebagai pengikut Kristus, kita juga belajar mengendalikan lidah.
Lidah yang kecil ini punya potensi juga 'mematikan' orang lain.
Semoga kata-kata yang keluar dari mulut kita mengandung unsur kasih dan kebijaksanaan.
Bukan berarti kita tidak boleh marah, namun semoga semua pada tempatnya.
Jangan lalu ditunggangi amarah dan kemudian memperbolehkan diri menyerang orang lain untuk membuat perasaan kita lebih baik.
Mari belajar lebih bijaksana dalam segala hal, termasuk berkata-kata.
(-fon-)

Orang baik berbicara dengan bijaksana, ia selalu lurus dalam tutur katanya.
--- Mazmur 37:30

TODAY, 12 Juli: Pembaptisan Bayi

Pembaptisan Bayi

Misa Minggu pagi hari ini menjadi berbeda karena ada bayi yang dibaptis.
Sungguh lucu melihat mereka dibaptis dalam kepolosannya.
Sesudah dibaptis, tangisan muncul.
Dan rasa hangat mengaliri hatiku, teringat saat anak-anakku dibaptis juga secara Katolik satu demi satu.

Menurut Katekismus Gereja Katolik no.1250 sebagai berikut:
KGK 1250 Karena anak-anak dilahirkan dengan kodrat manusia yang jatuh dan dinodai dosa asal, maka mereka membutuhkan kelahiran kembali di dalam Pembaptisan , supaya dibebaskan dari kekuasaan kegelapan dan dimasukkan ke dalam kerajaan kebebasan anak-anak Allah ke mana semua manusia dipanggil. Dalam Pembaptisan anak-anak dapat dilihat dengan jelas sekali bahwa rahmat keselamatan itu diberikan tanpa jasa kita. Gereja dan orang-tua akan menghalangi anak-anaknya memperoleh rahmat tak ternilai menjadi anak Allah, kalau mereka tidak dengan segera membaptisnya sesudah kelahiran.

Semoga kita yang dipercayai untuk menjadi orangtua, tak lupa menyerahkan mereka ke dalam Gereja dan Pembaptisan Bayi. 
Supaya mereka sedari kecil, sedari bayi, sudah menerima rahmat keselamatan untuk menjadi anak Allah.
Kemudian, tak lupa menuntun mereka ke dalam pengenalan akan Kristus sepanjang perjalanan kehidupan mereka. (-fon-)

Itulah yang baik dan yang berkenan  kepada Allah, Juruselamat kita, 2:4 yang menghendaki  supaya semua orang  diselamatkan  dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
--- 1 Timotius 2:3-4

Saturday, July 11, 2015

TODAY, 11 Juli: Salah Sambung

Salah Sambung

Pernah menerima telepon entah dari telepon rumah atau telepon genggam yang salah sambung?
Bagaimana perasaan kita?
Tentunya terkadang kesal, apalagi jika telepon yang salah sambung itu bahkan punya maksud jahat semisal minta pulsa, pura-pura bilang ada anggota keluarga yang terkena kecelakaan, dan modus-modus kejahatan lainnya.


Namun, jika kita sungguh ingin 'menelpon' Tuhan.
Dial God direct bisa sungguh terjadi.
Kemungkinan salah sambung boleh dikatakan hampir tidak ada.
Hanya saja memang kecenderungan kita untuk mengontak Yang Kuasa tidak selalu konstan.
Kadang begitu menggebu-gebu dalam doa, terutama jika ada keinginan...
Dan terkadang menjauh, mungkin saat keinginan kita tak dikabulkan.
Mari kita senantiasa mencoba mendekat pada-Nya.
Takkan ada panggilan yang salah sambung kepada-Nya...
Dia senantiasa menyertai kita di mana pun kita berada...
Pada momen terkelam sekalipun, Dia ada.
Dia hanya sejauh doa.
(-fon-)

Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut  dan tawar hati,  sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.
--- Yosua 1:9

TODAY, 10 Juli: Tornado

Tornado

Ada sebuah lagu dari Jay Chou, salah satu penyanyi favorit saya yang berasal dari Taiwan.
Lagu itu berjudul 'Long Juan Feng' yang berarti: tornado.
Dalam Bahasa Indonesia persamaan kata 'Tornado' adalah angin topan.
Dalam lagu itu dikisahkan bahwa cinta begitu cepat pergi bak  angin topan, sehingga ia memutuskan untuk tak lagi memikirkan kekasihnya.

Angin topan. Badai. Tornado.
Sesekali dalam kehidupan, kita pastinya pernah mengalaminya.
Seolah kenyamanan yang tengah kita rasakan, terhapuskan semuanya oleh badai kehidupan.
Kondisi yang tidak menyenangkan pastinya.
Tak jarang membuat porak-poranda kehidupan kita yang sudah punya alur yang teratur.
Tak ada yang bisa berencana akan datangnya badai kehidupan.
Namun, tak ada salahnya kita belajar untuk menyambut badai, seperti apa yang diungkapkan oleh penyair Khalil Gibran:
“ Kejadian menakjubkan pertama yang kuingat adalah saat aku berusia tiga tahun --- ada badai --- kurobek bajuku dan menyongsongnya --- dan sejak itu, aku selalu menyambut badai…” (Kahlil Gibran).

Semoga kita senantiasa dikuatkan dalam menghadapi badai kehidupan.
Menyambutnya sebagai bagian dari hidup.
Dan berani menembus badai bersama Tuhan-Sumber Kekuatan dan Sang Penolong kita.
(-fon-)

Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? 121:2Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit  dan bumi
--- Mazmur 121:1-2

Wednesday, July 8, 2015

TODAY, 9 Juli: Melihat Kebaikan Tuhan


Melihat Kebaikan Tuhan

Saat berjalan di sekitar kawasan Bukit Timah di Singapura, saya melihat seekor bajing yang sedang memanjat pohon yang cukup besar dan rindang. 
Sungguh suatu pemandangan yang cukup menyenangkan dan sungguh jarang terjadi.
Saya pun tersenyum, mengagumi keagungan-Nya dalam bentuk ciptaan-Nya yang mampu mencerahkan hari dan menjadikannya lebih ceria.

Mungkin, kita tengah menghadapi permasalahan yang berat dan menguras seluruh energi kita.
Seluruh konsentrasi berpusat pada permasalahan itu saja, sehingga membuat kita mempertanyakan kasih Allah, kebaikan-Nya, ke-MahaKuasa-an diri-Nya di hidup kita.
Tengoklah sejenak ke sekeliling kita...
Dengan tak hanya berpusat pada diri kita, dengan sedikit waktu melongok ke luar, nikmati sejenak keindahan yang ada.
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Allah kita!
Mari berusaha tetap melihat sisi positif, meskipun tengah dirundung masalah.
Mencoba menghitung kebaikan dan berkat yang diterima dari-Nya, dariapa mempermasalahkan kekurangan yang ada.
Senantiasa belajar dan menantang diri lebih baik lagi dalam hal ini.
Semoga.
(-fon-)

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya  TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung  pada-Nya!
--- Mazmur 34:8

TODAY, 8 Juli: Berdamai Dengan Masa Lalu

Berdamai Dengan Masa Lalu

I was wrong when I hurt you
But did you have to hurt me too
Did you think revenge will make it better?
I don't care about the past
I just want our love to last
There's a way to bring us back together

Chorus:
I must forgive you
You must forgive me too
If we wanna try to put things back
The way they used to be

'Cause there's no sense in going over and over
The same things as before
So let's not bring the past back anymore
(Cuplikan lirik dari lagu The Past oleh Jed Mandela dan juga Ray Parker,Jr.)

Kita semua punya masa lalu.
Seharusnya memang kita hidup di masa kini, tanpa kekuatiran akan masa depan atau luka di masa lalu.
Namun, pada kenyataannya, tak mudah untuk melakukannya.
Kali ini, saya mengajak kita semua untuk sejenak menengok ke masa lalu, terutama saat-saat yang begitu menyedihkan dan membuat luka batin yang cukup parah.
Pengampunan adalah kata kuncinya. Dengan menghadirkan Yesus pada masa-masa yang paling menyakitkan itu, menyertakan Dia di sana karena memang Dia selalu ada di tiap masa kehidupan kita, mari berusaha untuk bangkit dari kubangan duka yang senantiasa menyeret kita ke kedalamannya.

Mungkin kita begitu benci, marah, sakit hati.
Kita berteriak, namun seolah tak ada yang mendengarkan.
Yesus ada di situ, Yesus menemani dan memeluk kita.
Berdamai dengan momen itu. Berdamai dengan orang yang menyakiti hati saat itu.
Jika tak mampu, mohon kasih Yesus menjamah hati kita.
Semoga kedamaian memenuhi hati kita dan membuat tidur kita nyenyak.
Karena kita sudah berdamai dengan masa lalu.
(-fon-)

dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni  orang yang bersalah kepada kami.
--- Matius 6:12



Tuesday, July 7, 2015

TODAY, 7 Juli: 一山还有一山高 (Yi shan hai you yi shan gao)

一山还有一山高 (Yi shan hai you yi shan gao)

一山还有一山高 (Yi shan hai you yi shan gao)
It means that there is always another higher mountain. The message implies that ‘no matter how good you are, there is always someone better’.  

Satu peribahasa lagi yang merupakan warisan Papa saya yang sungguh berharga.
Setelah sebelumnya beliau mengingatkan tentang bersyukur, beliau juga mengingatkan saya tentang kerendahan-hati.

Penting bagi kita untuk menyadari bahwa kita bukanlah pusat dari dunia ini.
We're not the center of the universe~
Ketika kita terlalu memusatkan diri pada diri kita sendiri saja, orang-orang lain terlihat tak sehebat kita, tak setangguh kita, tak sekeren kita.
Padahal?
Selalu ada gunung yang lebih tinggi di atas kita, yang mungkin kita tak pernah tahu (atau tak mau tahu???)


Menjadi yang terbaik yang kita bisa itu sangat penting.
Namun, itu bukan berarti menganggap diri kita paling segala-galanya.
Ketika kita sadari tanpa Tuhan kita bukanlah siapa-siapa...
Segala yang kita punya hanya titipan semata...
Tak perlu rasanya membanggakan diri dengan kesombongan yang berlebihan.
Biarlah segala kemuliaan kembali kepada-Nya.
Dan ajarilah kami, Tuhan, untuk melakukan yang terbaik bagi-Mu, tanpa merendahkan orang lain di sekitar kami.
(-fon-)

Tinggi hati   mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.
--- Amsal 18:12

Monday, July 6, 2015

TODAY, 6 Juli: Bersabar dalam Kesesakan

Bersabar dalam Kesesakan

Agaknya tak pernah orang merencanakan untuk mengalami permasalahan di dalam hidup ini.
Namun, secara tak terelakkan, masalah demi masalah terjadi dan memenuhi kehidupan kita.
Begitu berat rasanya ketika berada dalam kesesakan.
Tak tentu arah, tak tahu harus bagaimana.
Alkitab mengingatkan kita tetap berpengharapan, bertekun di dalam doa, dan bersabar dalam kesesakan.
Semoga kita tetap berusaha melihat bahwa pastinya akan ada pelangi kasih-Nya yang indah di ujung sana yang tengah menanti.
Penderitaan yang kita alami saat ini, tak sebanding dengan kemuliaan-Nya yang akan dinyatakan dalam hidup kita.
Semoga kita senantiasa dikuatkan dalam melangkah di hidup ini di dalam tuntunan tangan kasih-Nya.
(-fon-)

Bersukacitalah dalam pengharapan,  sabarlah dalam kesesakan,  dan bertekunlah dalam doa! 
--- Roma 12:12

TODAY, 5 Juli: Rencanaku Bukan Rencana-Mu

Rencanaku Bukan Rencana-Mu

Hari Sabtu kemarin, saya punya banyak rencana.
Dan, rencana itu mendadak buyar ketika anak pertama kami mendadak demam tinggi.
Odri-panggilan anak kami- panasnya mencapai 40 derajat Celcius dan itu tentunya membuat saya sebagai Ibunya cukup panik.
Sampai hari ini, panasnya berangsur menurun dan suhu tubuhnya kembali normal.
Puji Tuhan.

Rencana. Ya, kita semua seringnya berencana.
Namun, tak jarang rencana itu gagal, entah karena satu atau lain hal.
Pada akhirnya, kita kembali berserah dan percaya, bahwa rencana Allah pastinya mendatangkan kebaikan bagi kita semua yang mengasihi Dia.

Rencanaku bukan rencana-Mu, tetapi kuyakin, itulah yang terbaik bagiku.
(-fon-)

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan  bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil  sesuai dengan rencana  Allah.
--- Roma 8:28

Sunday, July 5, 2015

TODAY, 4 Juli: Rajin

Rajin

Beberapa orang sungguh memotivasi diri ini.
Tengoklah ke sekeliling.
Mereka yang sungguh rajin bekerja, rajin belajar, rajin berusaha untuk lebih baik...
Tak jarang mereka adalah orang-orang biasa yang sederhana.
Mereka membuat perbedaan karena sikap yang tak henti mau belajar.
Rajin.

Ayat alkitab mengingatkan kita janganlah kerajinan kita kendor.
Mari pula kita sadari, begitu mudahnya kita menjadi bosan.
Lalu, tak lagi termotivasi dan kerajinan yang dulu pernah ada menjadi kendor.
Mari, belajar untuk mengendalikan diri.
Mengendalikan rasa malas yang terkadang datang dan menghampiri.
Mengendalikan rasa nyaman tinggal di zona kenyamanan yang ada.
Terus menantang diri untuk lebih baik lagi. 
Dengan tuntunan Roh Kudus, semoga kita tetap rajin dan berusaha lebih baik lagi bagi kemuliaan-Nya.
(-fon-)

Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala  dan layanilah Tuhan.
--- Roma 12:9

Friday, July 3, 2015

TODAY, 3 Juli: Damai Sejahtera

Damai Sejahtera

Hari yang terik.
Saat berjalan, terasa kehausan.
Keringat bercucuran membasahi pakaian.

Hari yang penuh hujan badai.
Petir dan guntur bersahut-sahutan.
Hujan seolah tak henti menyirami bumi.

Hati kita begitu gampang resah.
Di hari yang terlalu terik, kita mengeluh.
Di hari yang terlalu dipenuhi hujan badai, kita merasa ngeri.

Apakah ada damai sejahtera di hati?
Apakah kekuatiran yang mendominasi?

Berusaha melihat hal yang positif dari semua ini.
Dari segala kejadian yang menimpa kita sampai hari ini...
Juga segala kebahagiaan yang pernah kita rasakan...
Semoga Tuhan mengarahkan langkah-langkah kita ke jalan-Nya...
Dan hati kita dipenuhi sukacita di dalam Dia.
Karena percaya bahwa rancangan-Nya dalam hidup kita senantiasa dipenuhi oleh damai sejahtera.
(-fon-)

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan  apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera  dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan  yang penuh harapan.
--- Yeremia 29:11

Wednesday, July 1, 2015

TODAY, 2 Juli: Tuhan Mendengarkan Seruan Kita

Tuhan Mendengarkan Seruan Kita

Ada saat-saat tertentu, ketika kita merasa tak tahu lagi harus bagaimana.
Yang kita lakukan mungkin hanyalah berdoa kepada Yang Kuasa dalam tangisan.
Di antara segala kebingungan yang tengah menjadi permasalahan kita...
Mungkin masalah keuangan, masalah anak, masalah keluarga, masalah di pekerjaan, masalah apa saja yang tengah melanda...

Bisa jadi permasalahan itu lalu menjauhkan beberapa orang dari Tuhan.
Menganggap Dia tak lagi peduli...
Namun, Dia senantiasa mengerti dan peduli akan kita...
Dia mendengarkan seruan kita, teriakan kita minta tolong...
Tangisan kita semua Dia ketahui...
Namun, yang harus kita pahami...
Waktu-Nya bukan melulu waktu di dalam perencanaan kita...
Rencana kita belum tentu yang terbaik di mata-Nya.
Dia senantiasa mengerti apa yang paling baik bagi kita.
Dia senantaisa mendengarkan seruan kita.
Dan Dia akan membebaskan kita dari segala kesesakan ini seturut waktu dan kehendak-Nya.
(-fon-)

Orang malang berseru dan TUHAN menjawabnya, membebaskan dia dari segala kesesakannya.
--- Mazmur 34:6