Wednesday, November 30, 2016

TODAY, 30 November: Jelang Desember...

TODAY, 30 November: 

Jelang Desember...

Mungkin Desember adalah bulan yang menyenangkan bagi kita...
Di mana kita hanya memikirkan apa yang hendak kita siapkan untuk liburan akhir tahun...
Untuk membeli kado-kado Natal bagi orang-orang kesayangan kita...
Untuk memikirkan pesta Natal, baju baru Natal, kegembiraan dan keriaan di seputar hari Natal dan tahun baru...
Namun, pernahkah juga kita memikirkan bahwa banyak di antara kita yang mengalami Natal dan tahun baru yang sungguh berbeda?
Sudah banyak pula kegiatan untuk berbagi seputar Natal ini...
Entah itu mengunjungi Panti Asuhan, mengadakan makan siang bersama, membelikan hadiah bagi mereka yang kurang mendapatkan perhatian semisal di Panti Jompo...
Atau mungkin sahabat yang kita kenal, namun harus menghabiskan malam-malam Desembernya di Rumah Sakit karena ada anggota yang harus dijaga di RS.
Atau mereka yang terkena PHK justru di bulan-bulan menjelang akhir tahun...
Yang  mungkin merindukan sebuah pekerjaan yang layak untuk menghidupi dirinya dan keluarganya...
Mungkin ada yang tertimpa bencana alam, kebakaran, dan sebagainya...
Masih banyak yang tertimpa kemalangan di sekitar kita..
Entah itu berupa kekurangan materi atau: kekurangan kasih sayang dan perhatian.

Hari ini adalah hari terakhir di Bulan November.
Besok kita sudah memasuki Bulan Desember.
Semoga Desember tahun ini kita membuat perbedaan.
Jika kita sendiri tengah tertimpa kemalangan, semoga kita dikuatkan dengan menyadari bahwa kasih Allah akan senantiasa kekal mengiringi tiap langkah kita hari lepas hari.
Dan jika kita tengah berada pada masa-masa yang indah dan menyenangkan...
Mari berbagi sukacita itu kepada sekitar kita...
Bersumber kepada Allah yang merupakan Sumber Kasih Sejati...
Mari berbagi dan peduli kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan kita...

Jelang Desember 2016.
Menyambut Sang Terang yang akan datang beberapa minggu ke depan....
Semoga terang-Nya terus menyinari setiap hati...
Agar semakin banyak hati yang dipenuhi kasih dan ketulusan sejati...
Mari menjadikan tahun ini lebih berarti!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Terang sudah terbit  bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. 
--- Mazmur 97:11

Tuesday, November 29, 2016

TODAY, 29 November: Rasa Cukup

TODAY, 29 November

Rasa Cukup

Selama 10 tahun terakhir, kami berpindah-pindah.
Entah pindah rumah atau pindah kota.
Tuhan memberikan kesempatan untuk belajar dari setiap kepindahan itu.
Pindahan pastinya akan disibukkan dengan kegiatan 'packing' dan 'unpacking'.
Menyiapkan barang-barang yang akan dipindahkan ke dalam kardus, kemudian membuka kardus di tempat baru.
Setiap berbenah, saya terus sadar: bahwa banyak barang-barang yang ternyata bukanlah kebutuhan kami sekeluarga.
Tapi kemudian dibeli, karena lucu, karena murah, karena diskon, karena suka, dan sebagainya.
Sekaligus tersadarkan kembali: banyak hal yang saya beli bukan karena kebutuhan, tapi karena keinginan.

Alkitab mengingatkan kita untuk merasa cukup.
Karena kita tiak membawa sesuatu apa pun ke dunia ini dan kita juga tidak akan membawa apa-apa nantinya jika kita harus menghadap Yang Kuasa.
Sebetulnya, jika ada makanan dan pakaian, cukuplah sudah.
Namun yang namanya manusia ini, memang sulit untuk merasa cukup dan mensyukuri segala sesuatunya.
Rasanya selalu kurang, apalagi jika membandingkan diri dengan sekitar kita.
Banyak pula orang mengidentikkan rasa cukup dengan berpuas diri untuk kemudian menjadi 'stagnan' tanpa mau lagi berbuat apa-apa untuk memacu diri.
Tentu saja ini adalah pemikiran yang keliru.
Bersyukur bagiku berarti: menghargai segala yang ada dan dikaruniakan-Nya kepada kita.
Selain itu tetap mengupayakan yang terbaik di setiap kesempatan untuk kemuliaan-Nya.
Tetap mempertahankan rasa cukup, sambil tetap memberikan yang terbaik.

Percaya bahwa rezeki sudah ada yang mengaturnya...
Tetapi tetap harus berjuang dan bekerja keras tentunya.

Tuhan, penuhilah hati kami dengan rasa syukur, merasa cukup atas segala berkat-Mu di hidup kami.
Semoga kami senantiasa Kaubimbing untuk menghargai segala yang kami punya...
Bukan melulu mengeluhkan apa yang tidak (atau belum) kami punya.
Menyadari itu semua hanya sementara.
Yang suatu saat harus kami pertanggungjawabkan kepada-Mu saat waktu-Mu tiba.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup,  memberi keuntungan  besarSebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah .
--- 1 Timotius 6:6-8

Monday, November 28, 2016

TODAY, 28 November: Sikap Kita Sewaktu Menunggu

TODAY, 28 November: 

Sikap Kita Sewaktu Menunggu

Hari ini saya menyaksikan bahwa terjadi kemarahan dan keributan di sebuah ruang tunggu.
Lambatnya sistem, menjadikan waktu menunggu yang seharusnya hanya sekitar 45 menit, berkepanjangan menjadi 2.5 jam bahkan lebih.
Banyak orang berteriak kepada para 'Customer Service' yang tak bisa berbuat apa-apa.
Karena sistem bukanlah di tangan mereka.
Namun memang waktu menunggu ini terlalu panjang, sementara memang masih banyak kegiatan lain yang harus dilakukan selanjutnya.

Kita cenderung menjadi gelisah ketika harus menunggu.
Apalagi jika apa yang kita inginkan tak kunjung tiba...
Kita bisa marah, mengamuk, kecewa kepada Tuhan, bahkan mungkin: menolak untuk berdoa atau ke Gereja.
Karena kita merasa semua yang kita lakukan itu berujung pada sia-sia.
Atau:
kita bisa memilih untuk bersikap baik semasa menunggu.
Tak dapat dipungkiri, kita punya kegelisahan...
Kita punya kegalauan...
Namun, jangan itu semua yang mengendalikan kita...
Seharusnya: semua rasa itu berada pada kendali kita.
Tetap mengarahkan padangan kepada Allah.
Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati kepada-Nya.
Dia akan menemani kita sepanjang perjalanan...
Sampai nanti waktu-Nya tiba dan akan kita lihat keindahan rencana-Nya.
Semoga kita bisa sabar menantikan waktu-Nya.
(-fon-)/F0nny Jodikin

Karena mata  TUHAN menjelajah seluruh bumi  untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.
--- 2 Tawarikh 16:9a

Sunday, November 27, 2016

TODAY, 27 November: Tuhan 'Kan Menjaga

TODAY, 27 November

Tuhan 'Kan Menjaga

Menghadapi sebuah perubahan...
Yang terkadang jauh dari harapan...
Juga jauh dari kata menyenangkan...
Untuk itulah dibutuhkan sebuah kekuatan...
Dengan adanya persatuan...
Kepada Sang Empunya kehidupan...

Melangkah perlahan...
Terkadang mungkin hampir seperti jalan di tempat...
Tetapi, tetap fokuskan pada tujuan...
Untuk hidup benar di dalam Allah sepanjang perjalanan...

Jangan takut...
Tuhan 'kan menjaga...
Jangan cemas..
Tuhan 'kan menjaga...
Jangan khawatir...
Tuhan selalu beserta kita...

Dan, ketika perasaan negatif itu muncul lagi...
Semoga kita mau menyerahkan segalanya...
Kepada Allah Sumber Kekuatan kita.
Percaya bahwa bersama-Nya, kita akan dimampukan menghadapi segala...
Sebab Tuhan 'kan menjaga.
(-fon-)/Fonny Jodikin

TUHAN menjaga orang-orang yang takwa yang mengharapkan kasih-Nya.
--- Mazmur 33:18 (Edisi BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Saturday, November 26, 2016

TODAY, 26 November: Melekat Kepada Allah

TODAY, 26 November

Melekat Kepada Allah

Ketika kita teliti hidup kita, betapa banyak sebetulnya kemelekatan kita terhadap hal-hal atau barang-barang di sekitar kita.
Contohnya: handphone ketinggalan.
Seharian, pastinya bingung bin linglung.
Seolah begitu sulitnya menjalani hari...
Tanpa sebuah handphone yang menemani...

Belum lagi dengan merek tertentu yang menjadi kegemaran...
Ah, ternyata kita sungguh melekat kepada segala sesuatunya di dunia ini...
Tidak mudah memang, untuk sungguh fokus dan hanya melekat kepada Allah...
Padahal yang kita anggap penting itu hanyalah sementara...
Yang kekal sebetulnya hanya Allah saja...

Hari ini, kudatang kepada-Mu sekali lagi...
Semoga hati kami semua selalu Kaujagai...
Agar tetap berpegang dan hanya melekat kepada-Mu saja...
Kota benteng kami, menara perlindungan kami...
Tuhan kami...
Sekarang dan selama-lamanya.
Amin!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. 
--- Mazmur 91:14

Friday, November 25, 2016

TODAY, 25 November: Berharap Kepada-Mu

TODAY, 25 November: 

Berharap Kepada-Mu

Hidup terkadang membawa kita kepada kejutan.
Terkadang kejutan itu menyenangkan.
Kali lainnya kejutan itu begitu menghentakkan sekaligus meluluh-lantakkan diri kita.
Terkadang hidup membawa kita naik dan terus naik..
Kali lainnya, kehidupan membawa kita kepada titik yang sangat rendah...

Terutama pada saat-saat seperti itu, kita hendaknya bersandar kepada Tuhan.
Pada saat kita sungguh takut, justru itu saatnya kita mendekat kepada Allah dan menyerahkan segala ketakutan, kekuatiran, kegelisahan, kegalauan kita kepada Allah.
Berharap bahwa Tuhan akan membawa kita melewati ini semua.
Meskipun keadaan pada saat ini tidak berpihak kepada kita.
Tetapi semoga kita tetap beriman kepada-Nya.
Bersama Yesus, kita akan lalui semua.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Waktu aku takut, aku berharap kepada-Mu.
--- Mazmur 56:4


Thursday, November 24, 2016

TODAY, 24 November: Jangan Memuji Diri

TODAY, 24 November

Jangan Memuji Diri

Beberapa dari kita dikungkung oleh rasa minder.
Betapa jauh dari rasa percaya diri...
Merasa selalu salah, tidak ada kebaikan di dalam diri...

Sebaliknya, ada pula orang-orang yang merasa sungguh percaya diri.
Percaya diri tidaklah jelek..
Namun, jika itu kemudian berkembang menjadi keakuan yang terlalu...
Sehingga melupakan Allah- Sang Maha yang menganugerahkan segala sesuatunya...
Seolah ada sesuatu yang keliru: jika pujian hanyalah berpusat pada diri sendiri belaka.

Alkitab mengingatkan kita untuk tidak melulu memuji diri sendiri karena esok hari, kita tak pernah tahu apa yang terjadi.
Namun, dengan mengandalkan Tuhan, serta menyerahkan segala berkat, talenta yang Dia titipkan kembali kepada-Nya dan juga kepada sesama...
Semoga kita senantiasa hidup di dalam kepenuhan kasih-Nya.
Karena kita mensyukuri setiap kebaikan yang bersumber dari-Nya..
Tuhan, mohon jauhkan segala sikap sombong dari diri kami...
Kami ini milik-Mu, segalanya kami persembahkan hanya bagi kemuliaan-Mu.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Janganlah memuji diri  karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi  hari itu. 27:2 Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu  sendiri.
--- Amsal 27:1-2

Wednesday, November 23, 2016

TODAY, 23 November: It's All About You, Jesus!

TODAY, 23 November: 

It's All About You, Jesus!

I'm coming back to the heart of worship
And it's all about you
It's all about you, Jesus
I'm sorry Lord for the things I've made it
When it's all about you
It's all about you, Jesus

(The Heart of Worship - Michael W. Smith)

Aku kembali kepada inti dari penyembahan.
Segala sesuatunya adalah tentang-Mu.

Segalanya tentang-Mu, Yesus.
Ampuni aku atas kesalahan yang kuperbuat...
Ketika (seharusnya) segalanya adalah tentang-Mu.
Segalanya tentang-Mu, Yesus.
(dari lirik lagu The Heart of Worship - Michael W. Smith)

Selfie. Wefie.
Postingan-postingan untuk eksis di dunia maya.
Entah itu berupa makanan, jalan-jalan, ataukah sesuatu yang kita kerjakan atau kita miliki.
Disadari atau tidak, itu merupakan sesuatu yang seolah kita tunjukkan kepada orang lain, setidaknya teman kita.
Saya juga cukup aktif di dunia maya, namun hari ini seolah disadarkan kembali...
Kalau dari sebegitu banyak aktivitas yang berfokus pada diri sendiri ini...
Adakah dari waktuku yang kupersembahkan kepada Tuhan?
Adakah Tuhan meraja di hidupku?
Harus diakui: kadang-kadang...

Kadang iya, kadang tidak.
Banyak kali, Dia terkalahkan oleh ego dan keakuan diriku...

Hari ini, aku datang ke hadirat-Mu sekali lagi, Tuhan...
Memohon ampunan, jika sekiranya aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri...

Ketika seharusnya: segala sesuatunya hendaknya tentang-Mu...
Kuingin berjalan dalam kebenaran-Mu...
Hidup bagi-Mu, karena Engkau lebih mulia dari semuanya!
Tuntun aku...
(-fon-)/Fonny Jodikin

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi  karena Kristus. 3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan  akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,  3:9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat,  melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran  yang Allah anugerahkan  berdasarkan kepercayaan.
--- Filipi 3:7-9

Tuesday, November 22, 2016

TODAY, 22 November: Trauma

TODAY, 22 November

Trauma

Minggu lalu saya dan anak-anak berkesempatan nonton film 'Trolls' yang merupakan sebuah film animasi.
Ada seorang tokoh bernama 'Branch' yang diperankan oleh Justin Timberlake.
Branch dikisahkan sebagai seseorang yang punya trauma akan masa lalunya.
Hal ini kemudian menyebabkan dia berhenti bernyanyi, padahal ciri khas kaum Trolls adalah hidup yang penuh nyanyian, tarian, dan kebahagiaan.
Branch menyesali kesukaannya menyanyi karena itu dianggapnya 'membunuh' neneknya secara tidak langsung yang dimangsa musuh.
Branch tengah bernyanyi dengan asyiknya, sehingga tidak mendengarkan teriakan neneknya yang mengingatkan bahwa ada 'Bergens' yang mau menangkapnya.
Alhasil, Sang Nenek menjadi korban.
Branch menyesali hal itu, lalu memutuskan tidak akan menyanyi lagi seumur hidupnya.
Namun, akhirnya keadaan berubah, Branch kembali ke dirinya yang semula.
Kembali ceria, tidak lagi berwarna abu-abu, dan menyanyi kembali!

Seperti Branch, kita pastinya punya sebuah atau mungkin beberapa luka.
Luka yang terkadang menjadikan kita begitu trauma.
Bagian dari masa lalu yang begitu menghantui...
Siapa yang tidak punya luka?
Ah, rasanya setiap orang pasti punya...

Namun yang penting, bagaimana kita menyadari bahwa kita memang terluka.
Membawa luka itu kepada Yesus, agar Dia membalut kita dengan kasih-Nya.
Tidak ada orang yang bebas dari luka, namun lama-lama berkubang dalam duka dan derita juga bukan sesuatu yang bijaksana.
Memang tidak mudah, namun marilah secara berproses kita menuju kepada kesembuhan di dalam Allah sendiri, hanya dengan kasih-Nya.
Percaya bahwa tidak ada luka (baca:trauma) yang terlalu besar yang tak dapat Dia sembuhkan.
Dia sanggup!
(-fon-)/Fonny Jodikin 

Ia menyembuhkan orang yang patah hati, dan membalut luka-luka mereka.
--- Mazmur 147:3

Monday, November 21, 2016

TODAY, 21 November: Tuhan Mengenal Aku

TODAY, 21 November: 

Tuhan Mengenal Aku

Sabtu kemarin, Mama saya pulang kembali ke Indonesia setelah tinggal bersama-sama dengan kami sekitar 9 hari lamanya.
Selalu ada rasa sukacita saat mendapat kunjungan dari orang-orang terkasih, meskipun waktunya singkat saja.
Sewaktu datang, saya tidak pesan apa-apa kepada Mama.
Mengingat usianya sudah cukup lanjut, sudah bisa datang sendirian sudah merupakan prestasi bagi saya.

Tetapi yang namanya naluri seorang Ibu, memang selalu mengerti kebutuhan anaknya.
Beliau membawakan makanan-makanan khas Indonesia...
Beberapa beliau beli, beberapa macam lagi beliau masak sendiri.
Bagi kami yang berada di rantau, itulah yang kami cari dan kami tunggu-tunggu.
Kehadiran beliau membawa sukacita tersendiri yang agaknya sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Begitulah seorang Ibu yang mengenal hati anak-anaknya.
Saya merasa demikian, karena Mama adalah sosok figur yang kami hormati karena beliau membesarkan kami tanpa kehadiran seorang ayah bahkan ketika saya masih di awal-awal masa kuliah.
Mengingat besarnya peranan Mama dan betapa dia mengenal hatiku...
Saya lalu teringat kepada Allah...
Terlebih lagi Sang Pencipta kita, pastinya Dia sungguh mengenal setiap kita.
Dia mengenal aku, kamu, dan kita semua...
Segalanya terbuka di hadapan-Nya...
Tiada yang tersembunyi dari pada-Nya...
Sesuatu yang hendaknya kita syukuri hari lepas hari...
Karena Dia sungguh penuh kasih dan sungguh peduli pada setiap kita...
Tuhan sungguh mengenal hati kita!
Terima kasih untuk segenap penyertaan-Mu, Tuhan!
Terima kasih untuk selalu ada di setiap waktu...
(-fon-)/Fonny Jodikin

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki  dan mengenal  aku 139:2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri,  Engkau mengerti pikiranku  dari jauh. 139:3 Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan  dan berbaring, segala jalanku  Kaumaklumi. 139:4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya  telah Kauketahui, ya TUHAN. 139:5 Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung  aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. 139:6 Terlalu ajaib bagiku  pengetahuan itu, terlalu tinggi,  tidak sanggup aku mencapainya.
--- Mazmur 139:1-6

Sunday, November 20, 2016

TODAY, 20 November: Terang-Nya di Hidupku

TODAY, 20 November

Terang-Nya di Hidupku


Sewaktu SMA, saya pernah pingsan di kamar mandi.
Suasana seketika mendadak gelap. 
Kemudian saya tidak sadarkan diri.
Puji Tuhan, kemudian saya tersadarkan kembali...
Dan perlahan, saya melihat terang yang berupa lampu di kamar mandi keluarga kami.
Perlahan saya lalu bangkit dan berjalan ke luar.

Suasana lain, mungkin ketika mati lampu.
Keadaan gelap-gulita...
Kita butuh seberkas sinar...
Cahaya yang menerangi di tengah kegelapan.

Tak peduli itu dari sebatang korek api, sebatang lilin, atau dari senter handphone...
Kita setidaknya tidak berada pada situasi gelap dalam jangka waktu terlalu lama.

Dalam hidup, kita pastinya pernah mengalami malam-malam penuh gelap gulita...
Yang kita tak tahu kapan akan berakhirnya.
Kita inginkan seberkas sinar, namun mungkin dia tak kunjung datang.
Tetaplah bertahan, mungkin satu-dua langkah lagi: terang-Nya akan datang menyinari sekali lagi.
Jangan berhenti melangkah, terutama: jangan putus asa.
Meskipun keadaan mungkin tengah sangat sulit saat ini, mari terus melangkah...
Meskipun tertatih, meskipun harus merayap.
Setidaknya kita tidak berhenti.
Suatu saat, terang-Nya akan hadir kembali...
Karena mungkin selama ini terang itu tertutupi oleh segala emosi negatif kita.
Padahal terang itu tak pernah pergi...

Berjalan bersama Allah senantiasa...
Kusukuri terang-Nya di hidupku...
Di hidup kita!
(-fon-)/Fonny Jodikin


Dan inilah berita, yang telah kami dengar  dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang  dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. 
--- 1 Yohanes 1:5

Saturday, November 19, 2016

TODAY, 19 November: Joyful Journey

TODAY, 19 November:

Joyful Journey

Christian life is a journey, but not a sorrowful journey; it is joyful.
(From: Pope Francis Twitter)

Hidup Kristiani adalah sebuah perjalanan, bukan perjalanan yang menyedihkan; namun yang menyukakan (Diambil dari Twitter Paus Fransiskus).

Ketika membaca 'tweet' Paus Fransiskus, mataku tertuju pada yang satu ini.
Hidup kita adalah sebuah perjalanan.
Perjalanan bersama Kristus...
Bukan perjalanan yang menyedihkan...
Meskipun terkadang ada permasalahan...
Paus Fransiskus menghimbau kita untuk bersuka cita di dalam menjalani hidup ini...
Jangan sampai kita menjadi terlalu lelah untuk melangkah...
Apalagi lalu berputus asa...

Hidup dan kehidupan ini tidak akan pernah sempurna...
Namun kita syukuri setiap hari yang Dia beri...
Sebagai suatu karunia yang tak terhingga...
Mari berdoa agar Dia memenuhi hati kita dengan sukacita...
Sehingga berbekal sukacita-Nya, kita akan menikmati sukacita penuh di sepanjang hidup ini...
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
---Yohanes 15:11

Thursday, November 17, 2016

TODAY, 18 November: Menjaga Perkataan Kita

TODAY, 18 November

Menjaga Perkataan Kita

Tak henti-hentinya saya prihatin ketika membaca 'perang' di sosial media.
Betapa kebencian sekarang dengan mudah ditampilkan, tak peduli lagi akan kesantunan.
Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat kita, seolah pudar ditelan waktu.
Berganti dengan keganasan yang luar biasa saat para 'haters' menyerang orang-orang yang dibencinya sedemikian rupa.

Saat lalu berpikir: apa benar orang yang dibenci itu tidak punya kebaikan sama sekali?
Tentu saja TIDAK.
Setiap orang pasti punya kebaikan dan keburukan.
Maka dari itu, penting untuk mengendalikan diri, hati-hati dalam bertindak sekaligus berkomentar, meskipun itu hanya lewat dunia maya.

Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik karena hatinya berlimpah dengan kebaikan.
Sebagai pengikut Kristus, mari kita jadikan ini sebagai pegangan.
Karena yang diucapkan mulut, itulah yang melimpah dari hati.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Orang yang baik mengeluarkan hal-hal baik karena hatinya berlimpah dengan kebaikan. Orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat karena hatinya penuh kejahatan. Sebab apa yang diucapkan oleh mulut itulah yang melimpah dari hati.
--- Lukas 6:45

TODAY, 17 November: Jangan Menyombongkan Diri

TODAY, 17 November

Jangan Menyombongkan Diri

Ayat Alkitab hari ini mengingatkan diriku, juga mengingatkan kita semua untuk menjauhkan diri dari kesombongan.
Agar kita tidak jatuh dan tidak mendapat malu.
Takutlah akan Tuhan, serta mari jauhkan diri dari sikap munafik.
Meskipun dunia mungkin semakin bergeser saat ini...
Di mana banyak orang mendapatkan kesenangan dari memamerkan apa yang mereka punyai lewat sosial media...
Atau yang merasa sungguh bangga dengan kesuksesan dan jabatan yang disandangnya...
Sekali lagi mari kita ingat: semua itu sementara, pada saatnya nanti harus kita kembalikan kepada Sang Pencipta.

Semoga kita senantiasa belajar untuk hidup benar dan berkenan kepada Allah.
Itulah hidup yang menyenangkan hati-Nya.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Jangan sombongkan diri supaya engkau tidak jatuh dan mendapat malu, oleh sebab Tuhan akan membuka rahasiamu dan mempermalukan engkau di hadapan seluruh umat, kerana engkau tidak takut kepada Tuhan dan engkau bersikap munafik.
--- Sirakh 1:30

Wednesday, November 16, 2016

TODAY, 16 November: Ketika Bersedih Hati...

TODAY, 16 November

Ketika Bersedih Hati...

Siapa yang tidak ingin selalu dalam keadaan bahagia?
Selalu dalam naungan kegembiraan yang menyala-nyala...

Selalu dipenuhi ceria...
Tak pernah ada duka-lara...
Inginnya manusia tentu mengecap segala rasa indah itu...
Kalau perlu sepanjang hidup, tanpa henti...

Namun permasalahannya: hidup dan kehidupan ini dipenuhi ketidakpastian...
Detik ini ceria, detik berikutnya sangat mungkin kesedihan menghampiri...
Rasa itu bisa berdiam cukup lama, bahkan terkesan tak mau pergi...
Sedih hati bisa macam-macam alasannya...
Misalkan karena kecewa, sebut saja kepada orang-orang terkasih yang kita pikir bisa membela dan menyayangi kita...
Namun nyatanya? Mereka malahan yang sangat menyakiti kita luar biasa...
Mungkin juga kecewa yang mendalam atas kenyataan yang jauh dari harapan dan angan-angan...

Mungkin duka itu dikarenakan rasa kehilangan...
Entah itu barang berharga yang kita sangat sukai...
Atau mungkin yang terberat: kehilangan orang yang terkasih dan dekat di hati.
Konon waktu yang akan menyembuhkan...
Tetapi saya meyakini, waktu plus campur tangan Allah saja...

Karena sehebat apa pun kita cari penghiburan duniawi...
Itu semua takkan mampu mengisi kekosongan di dalam diri.
Rasa hampa pastinya masih berdiam di relung hati.

Alkitab mengingatkan kita: Allah akan memberi penghiburan kepada mereka yang berduka-cita, kepada mereka yang bersedih hati.
Penghiburan dari Allah akan membawa kita kepada sukacita yang sejati...
Yang kita tahu: takkan pernah kita dapatkan dari dunia ini.
Serahkanlah segala rasa sedih, sesal, kesal, marah, kecewa, frustrasi, bahkan depresi...
Biarkan Allah Sang Penyembuh yang membalut luka-luka kita dengan kasih-Nya!
Dia sanggup melakukan segala perkara!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Berbahagialah orang yang bersedih hati; Allah akan menghibur mereka!
(Versi BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
--- Matius 5:4


Tuesday, November 15, 2016

TODAY, 15 November: Check Your Thinking (Selidikilah Pikiranmu)

TODAY, 15 November: 

Check Your Thinking (Selidikilah Pikiranmu)

when you feel depressed, check your thinking. It is not God’s will for you to be depressed. (Joyce Meyer)
Ketika engkau merasa tertekan, selidikilah pikiranmu. Bukanlah merupakan kehendak Allah bagi kamu untuk merasa tertekan. (Joyce Meyer).

Ada seorang penulis dan pembicara Kristiani yang cukup sering saya baca buku dan renungannya dulu.
Bahkan di awal-awal saya membuat renungan harian TODAY ini adalah dari membaca renungan-renungan Joyce yang sangat menguatkan.
Dari banyak tulisannya yang menginspirasi, beberapa hari yang lalu status ini ada di Facebook saya.

Ketika kita merasa tertekan-stres, depresi, frustrasi...
Joyce menganjurkan kita untuk menyelidiki atau memeriksa pikiran kita..
Terkadang kita memang punya pikiran yang 'njelimet' alias 'complicated', maka dari itu hendaknya kita banyak-banyak membenahi diri...
Daripada menunjuk ke sekitar kita bahwa Si A, Si B, atau Si C yang salah...
Mari berbenah diri...
Mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang bernilai, patut dipuji, hal-hal benar, yang terhormat, yang adil, murni, manis, dan baik...

Pilihannya ada di tangan kita...
Maukah kita mengendalikan 'negative thinking' yang menyerang?
Atau terikut arusnya, sehingga hidup dalam kegelisahan berkepanjangan?
Semoga kita memilih untuk memenuhi pikiran kita dengan kebaikan.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Akhirnya, Saudara-saudara, isilah pikiranmu dengan hal-hal bernilai, yang patut dipuji, yaitu hal-hal yang benar, yang terhormat, yang adil, murni, manis, dan baik.
--- Filipi 4:8 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Monday, November 14, 2016

TODAY, 14 November: #RIPIntan

TODAY, 14 November: 

#RIPIntan

#RIPIntan menjadi trending topik di Twitter hari ini.
Juga di berbagai media sosial semisal Facebook dan Instagram, dipenuhi simpati akan gadis belia ini.
Intan Olivia Marbun, gadis cilik nan mungil berusia 2.5 tahun harus pergi untuk selamanya setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit.
Intan adalah salah satu korban dari pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene,Samarinda, Kalimantan Timur.

Setiap kali mendengar berita-berita semacam ini...
Entah di negeri Indonesia ataupun di luar negeri.
Hati ini rasanya sungguh pilu.
Mengapa harus ada korban-korban tak berdosa?
Hanya karena perilaku segelintir orang yang mengira perbuatan mereka akan membawa mereka ke Surga.
Jika memang hendak menuju Surga, tentunya tidak menghalalkan pembunuhan, bahkan terhadap orang yang dibenci sekalipun...
Namun inilah kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri.
Menyedihkan, memang.
Untuk itulah begitu penting untuk berjalan di jalan kebenaran Allah.
Bukan hanya mengikut Yesus, lalu kemudian tertutupi mata nurani kita.

Hendaknya kita senantiasa berusaha hidup benar dan mengupayakan perdamaian.
Meskipun itu lagi-lagi bukan perkara mudah.

RIP Intan Olivia Marbun.
Damailah engkau dalam naungan sayap kasih-Nya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.
Sambil terus mendoakan kondisi Indonesia secara keseluruhan...
Bapa, pulihkan kembali negeri kami.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Pulihkanlah keadaan  kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
---- Mazmur 126:4

Sunday, November 13, 2016

TODAY, 13 November: Kepunyaan-Mu

TODAY, 13 November

Kepunyaan-Mu

Membaca berita tentang seorang wanita asal USA yang begitu terobsesi dengan Ivanka Trump (putri Presiden Amerika Donald Trump), yang kemudian rela mengeluarkan dana untuk merombak wajahnya menjadi mirip Ivanka, entah mengapa koq hati ini 'ngenes' rasanya.
Begitu keraskah keinginan untuk menjadi sama seperti idolanya, sehingga rela mengeluarkan uang ratusan juta rupiah untuk operasi plastik?
Dan memang begitulah kenyataan yang terjadi.

Memang tidak mudah untuk menerima diri sendiri.
Terlebih: tidak mudah jadi versi yang terbaik dari diri ini.
Apalagi kita berada di dunia yang memandang rupa...
Di mana penampilan dan performa seolah menjadi sesuatu yang utama.
Namun, jika kita menyadari bahwa kita semua adalah kepunyaan-Nya, milik-Nya...
Tentunya kita sadari: bahwa kita dikasihi.
Memang terkadang standar kecantikan atau ketampanan yang dipakai di dunia bisa membuat banyak orang menjadi 'stres' akan penampilan mereka sendiri.
Mereka terpaku dengan kata 'seharusnya'.
Seharusnya berkulit putih, bertubuh langsing, dan berambut lurus, mungkin itu yang ada di pikiran seorang wanita Asia.
Namun, standar kecantikan itu menjadi berbeda ketika berada di belahan dunia lainnya.

As much as we concern about our looks, moreover we should concern with our soul as well!
(Begitu besarnya kepedulian kita akan penampilan kita, hendaknya kita pun memedulikan keindahan batin kita juga!).
Itu pastinya akan bisa terjadi ketika kita menyadari bahwa kita dikasihi Allah sebagaimana adanya-meskipun dunia melihat rupa, tetapi Allah melihat hati.
Dia bahkan telah memanggil kita dengan nama kita...
Kita adalah kepunyaan-Nya...
Jangan ragu, teruslah maju...
Bersama-Nya kita terus belajar untuk menerima diri-dengan segala kelebihan dan kekurangan kita...
Melangkah maju dengan segala talenta, sekaligus memperbaiki kelemahan kita...
Sebab kami ini kepunyaan-Mu, Tuhan...
Ajar kami untuk melihat kebaikan di dalam diri ini dengan kasih-Mu...
Sehingga kami mampu menerima diri dan menjadi orang-orang yang mencerminkan kasih dan kebaikan-Mu kepada dunia.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN  yang menciptakan  engkau, hai Yakub, yang membentuk  engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus  engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu,  engkau ini kepunyaan-Ku.
--- Yesaya 43:1

Saturday, November 12, 2016

TODAY, 12 November: Tuhanlah Perlindungan Kita

TODAY, 12 November

Tuhanlah Perlindungan Kita

Hujan deras.
Diiringi petir dan guntur yang menggelegar.
Di saat-saat seperti itu, pastinya kita butuh tempat berteduh.
Tempat berlindung, setidaknya sampai hujan kembali mereda.
Kita bisa berteduh di mana saja yang memberikan kita kesempatan untuk tetap 'kering' di tengah kemungkinan basah kuyup.

Di kehidupan ini, kita pun butuh sebuah tempat untuk berlindung.
Bagi anak-anak, tentunya itu didapatkan dari orang tua, dan orang-orang yang terpercaya semisal guru dan yang lainnya.
Bagi kita semua, kehidupan secara keseluruhan ini akan menjadi suatu perjalanan yang lebih menyenangkan dan membawa damai sejahtera jika dan hanya jika kita berlindung kepada Allah.
Dari setiap kejadian yang kita alami, pada akhirnya pastinya kita akan mengakui: kita takkan mampu jalan sendirian di kehidupan ini.
Sekuat apa pun, sehebat apa pun, semua ada batasnya.
Tuhanlah perlindungan kita yang sejati.
Dialah kubu pertahanan kita.
Allah yang kita percayai.
Semoga di tiap detik kehidupan kita, kita senantiasa mengandalkan-Nya.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Orang yang duduk dalam lindungan  Yang Mahatinggi  dan bermalam dalam naungan  Yang Mahakuasa 91:2 akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku  dan kubu pertahananku,  Allahku, yang kupercayai."
--- Mazmur 91:1-2


TODAY, 11 November: Be Kind

TODAY, 11 November

Be Kind

Seorang pengantar pizza berusaha membuka pintu dan dia sepertinya sedikit kepayahan dengan tangan yang penuh pizza itu.
Kejadian itu tertangkap olehku.
Dari dalam hati, saya merasa ada dorongan untuk membantunya, meskipun itu hanya bantuan kecil saja.
Suara itu seolah berseru: "Be kind!" (berbaik hatilah!)

Suara hati yang kuyakini sebagai teguran dari-Nya, membuatku kembali membuka mata jasmani (sekaligus mata hatiku).
Be Kind! Baik hatilah. Berbelas kasihan satu sama lain.
Meskipun dunia semakin penuh kekacauan di sosial media, maupun di pergaulan nyata...
Namun, Roh Kudus tak henti mengingatkan kita untuk senantiasa berbuat baik dan penuh kasih terhadap sesama kita.
Saling mengampuni, karena kita tak ada yang sempurna.
Semoga kita senantiasa diliputi kebaikan-Nya, sehingga kita mampu menebarkan kasih-Nya kepada dunia!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Let all bitterness and wrath and anger and clamor and slander be put away from you, along with all malice. Be kind to one another, tenderhearted, forgiving one another, as God in Christ forgave you.
--- Ephesians 4:31-32

Hilangkanlah segala perasaan sakit hati, dendam dan marah. Jangan lagi berteriak-teriak dan memaki-maki. Jangan lagi ada perasaan benci atau perasaan lain semacam itu.Sebaliknya, hendaklah kalian baik hati dan berbelaskasihan seorang terhadap yang lain, dan saling mengampuni sama seperti Allah pun mengampuni kalian melalui Kristus.
--- Efesus 4:31-32 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari).