Tuesday, August 15, 2017

TODAY, 16 Agustus: Hidup Kudus

TODAY, 16 Agustus: 

Hidup Kudus

Melihat keadaan dunia yang makin hari makin parah kebobrokannya, kita pun meragu: mampukah kita tetap mempertahankan kekudusan di dunia ini?
Ataukah kita harus ikut arus dunia, apa yang dianggap 'tidak apa-apa' atau 'biasa' di dunia ini?


Dengan mata yang terarah kepada Tuhan...
Dan hati yang tertuju kepada-Nya...
Semoga di dalam setiap kita ada iman yang meyakini bahwa kekudusan itu tetap harus diperjuangkan.
No matter what. Tak peduli apa pun yang terjadi, menjaga dan mengejar kekudusan tetaplah harus dipertahankan.
Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
Begitu bunyi firman Allah..

Semoga kita tetap menjaga dan mempertahankan kekudusan di tengah dunia ini.
Menjadi umat Allah yang memuliakan nama-Nya di setiap tindakan dan perilaku kita sehari-hari.
Bukan hanya untuk terlihat baik, namun memang karena dilandasi kasih Allah dalam setiap nafas kehidupan kita.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin

sebab ada tertulis: Kuduslah kamu , sebab Aku kudus.
--- 1 Petrus 1:16

TODAY, 15 Agustus: Kekuatan Bunda Maria


TODAY, 15 Agustus: 

Kekuatan Bunda Maria

Maka tampaklah suatu tanda  besar  di langit: Seorang perempuan  berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang  di atas kepalanya. 12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.   12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit;  dan lihatlah, seekor naga merah padam  yang besar , berkepala  tujuh dan bertanduk  sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.  12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga  dari bintang-bintang  di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. 12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki , yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi;  tiba-tiba Anaknya itu dirampas  dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. 12:6 Perempuan itu lari  ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari  lamanya.
--- Wahyu 12:1-6

Misa pagi pukul 06.55 waktu Singapura.
Pastor Jason Richard, OFM dari Paroki St. Mary of the Angels Singapura mengungkapkan dalam homilinya pada perayaan Bunda Maria Diangkat ke Surga pagi ini.
Pastor Jason mengatakan: bacaan pertama hari ini, sungguh berbeda dengan gambaran yang muncul tentang Bunda Maria pada umumnya.
Bunda Maria biasanya dikaitkan dengan kelembutan dan keanggunannya. 
Dia memeluk bayi Yesus dan umat Allah yang berdoa melalui perantaraannya.
Tetapi tidak hari ini.
Dalam Kitab Wahyu, kita bisa melihat kekuatan Bunda Maria yang berperang melawan naga yang mengancam keselamatan puteranya.

Saya sedikitnya terkesima.

Berpikir bahwa banyak kali, hidup dan kehidupan membawa kita kepada kondisi yang melemahkan.
Yang tidak sesuai dengan keinginan, yang mengecewakan.
Namun: tidakkah kita sadari bahwa itu semua bisa kita jadikan sebuah sarana untuk memperkuat diri dan keimanan kita kepada Allah dan bukan sebaliknya malah melemahkan kita?
Mari mencontoh Bunda Maria dalam kekuatannya menjaga titipan Allah baginya.

Mungkin seperti itulah kita harus berjuang atas hidup yang dianugerahkan-Nya.
Semoga demikian adanya.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Monday, August 14, 2017

TODAY, 14 Agustus: Kesalahan dan Pelanggaran

TODAY, 14 Agustus: 

Kesalahan dan Pelanggaran

Kita terkadang terpaku pada kesalahan dan pelanggaran orang lain.
Apalagi dengan penyebaran berita yang sangat mudah melalui sosial media belakangan ini, kita main sebar saja, tanpa memedulikan kebenarannya.
Juga tanpa peduli akan perasaan keluarga mereka yang tengah ditimpa kemalangan, sepertinya kita malah -maaf-  berbahagia di atas keperihan yang dialami oleh orang lain.
Walaupun mungkin pada awalnya bermaksud baik, tetapi penyebaran yang keliru bisa berakibat fatal juga.
Maka dari itu: pikir dulu sebelum forward, apalagi berita-berita hoax - yang belum tentu kebenarannya.
Mohon kita diberi kebijaksanaan untuk itu...
Mohon pimpinan Roh Kudus-Nya untuk setiap kita agar kita lebih punya hati dan lebih mengasihi.
Bukan hanya berlabel manusia-manusia rohani, yang penuh kegiatan spiritual, tetapi jauh dari kasih Allah itu sendiri.

Karena jika itu dibalik, jika itu terjadi pada diri kita...
Apakah kita mau juga kesalahan kita diketahui seluruh Indonesia?
Diketahui seluruh dunia?

Tuhan saja mau mengampuni kesalahan dan pelanggaran kita.
Maukah kita belajar juga untuk melakukannya?
Tidak pernah merupakan sesuatu yang mudah, tetapi kita yakini: jika kita punya niat baik, Tuhan pasti akan memberikan kekuatan.

Semoga kita menjadi manusia yang bukan hanya kelihatan spiritual, tetapi sungguh benar di hadapan Allah.
Saya kira, itu yang terpenting.

Jauhkanlah diri kami dari penghakiman atas sesama kami.
Biarlah kasih-Mu meraja di hidup kami...
Selamat malam, Tuhan memberkati.
(-fon-)/Fonny Jodikin

"Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; 4:8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.
--- Roma 4:7-8

Sunday, August 13, 2017

TODAY, 13 Agustus: Kepada-Mu Kami Berharap

TODAY, 13 Agustus: 

Kepada-Mu Kami Berharap

Ketika mengalami hal-hal yang kurang mengenakkan di hidup ini...
Ketika hidup menawarkan banyak kepahitan yang mungkin tak pernah kita bayangkan sebelumnya...
Kadang kita meragu, apakah mungkin suatu saat kita akan merasakan 'manisnya' kehidupan itu kembali?

Hari ini, ketika bersama kedua puteri kami berada pada sebuah toko kue di kawasan barat Singapura, saya kembali diingatkan...
Ada kemanisan-kemanisan tersembunyi di dalam kehidupan yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Mungkin kita dipenuhi ketakutan dan kekhawatiran, sehingga semuanya itu tertutupi begitu saja...

Maka dari itu, marilah kita berharap hanya kepada Allah...
Kepada-Mu saja, seluruh harapan ini kami satukan...
Engkaulah Sumber segala pengharapan kami...
Kami percaya, dalam pahit-manisnya kehidupan yang kami rasakan...
Rencana-Mu lebih besar daripada perasaan-perasaan kami belaka.
Kepada-Mu kami berharap, sekarang dan selamanya.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku. 
--- Mazmur 38:16

Friday, August 11, 2017

TODAY, 12 Agustus: Berjalan di Jalan Lurus

TODAY, 12 Agustus: 

Berjalan di Jalan Lurus

Banyak tawaran untuk jadi kaya, terkenal, punya kekuasaan, namun dengan harga yang harus dibayar mahal: lari dari kejujuran.
Banyak orang mengiyakan, menghalalkan segala cara untuk menuju itu semua, namun pada akhirnya berujung kecewa dan putus asa.
Kelihatannya jalan-jalan itu seolah lurus dan baik, namun siapa sangka di akhirnya malah membawa maut?
Alkitab mengingatkan untuk hidup jujur. Orang jujur berjalan di jalan lurus...
Karena Tuhan sudah terlebih dahulu merintis jalan baginya.

Mendoakan setiap pilihan yang muncul.
Tetap berusaha hidup seturut jalan kebenaran-Nya.
Jika banyak keraguan di dalam menentukan pilihan, berdoa lagi...
Semoga kita memilih tawaran yang membawa damai sejahtera...
Bukan hanya karena kelihatan megah.
Semoga.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Orang jujur berjalan di jalan lurus, sebab Engkau, TUHAN, merintis jalan baginya.
--- Yesaya 26:7

TODAY, 11 Agustus : Allah Kita Tetap Selamanya

TODAY, 11 Agustus : 

Allah Kita Tetap Selamanya

Roti yang 'expired' berada di genggamanku.
Masih ada beberapa sisa potongannya, namun sudah tidak lagi segar.
Beberapa bagiannya sudah berubah warna, sudah berjamur.
Roti itu tak lagi bisa dimakan.
Roti ada masa kadaluarsanya.
Tidak selama-lamanya dia abadi dalam kesegarannya seperti semasa keluar dari oven.

Alkitab pun mencatat: rumput menjadi kering, bunga menjadi layu.
Bagaimana dengan hidup kita, manusia?
Kita pun pastinya punya keterbatasan, tidak akan hidup untuk selama-lamanya.
Seperti contoh-contoh di atas, kita pun suatu saat harus kembali ke hadirat-Nya.
Tentunya ini bukan untuk berkecil hati ataupun hilang harapan...
Namun, untuk waspada. Untuk lebih bijaksana mempergunakan seluruh waktu yang ada untuk sebesar-besarnya bagi kemuliaan-Nya.

Rumput menjadi kering.
Bunga menjadi layu.
Roti pun kadaluarsa.
Hidup manusia pun tidak kekal selamanya.
Namun, kita bersyukur karena kita berpegang kepada Allah dan firman-Nya yang teguh.
Sabdanya bertahan untuk selama-lamanya.
Mohon kebijaksanaan dari Allah untuk hidup seturut kehendak-Nya dan mempergunakan setiap detik yang berharga.
Amin!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Rumput menjadi kering dan bunga menjadi layu, tetapi sabda Allah kita bertahan selama-lamanya.
--- Yesaya 40:8

Wednesday, August 9, 2017

TODAY, 10 Agustus: Introspeksi Diri

TODAY, 10 Agustus: 

Introspeksi Diri

Kita dengan mudah menuding orang lain: " Dia salah, dia tidak seharusnya demikian, Dia tidak mau mengerti, Dia tidak peduli, Dia pamer, Dia sok, dan sebagainya, dan seterusnya."
Daftar Dia, Dia, Dia ini akan semakin bertambah panjangnya saat kita berhadapan dengan orang yang tidak kita sukai atau pernah menyakiti hati.
Mudah untuk menuding orang lain, padahal ketika kita lihat diri kita sendiri: apakah kita adalah makhluk paling sempurna yang tak pernah berbuat salah?

Alkitab mengingatkan kita untuk mengeluarkan balok di dalam mata kita dulu sebelum kita melihat selumbar di mata orang lain.
Mari, di hari ini dan hari-hari berikutnya, secara berproses kita belajar untuk tidak langsung menghakimi orang lain.
Banyak introspeksi diri, karena kita pun tak sempurna.
Semoga ini menjadi bahan permenungan bagi kita semua.
Selamat pagi, Tuhan memberkati!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 
--- Matius 7:3

TODAY, 9 Agustus: Hidupku Untuk-Mu

TODAY, 9 Agustus: 

Hidupku Untuk-Mu

Mungkin pada suatu titik, kita akan mempertanyakan: untuk apa kita hidup di dunia ini?
Banyak keraguan menyerang, kita tak lagi mampu bertahan.

Dan itu tanpa kita sadari melemahkan iman.

Padahal saat kita merasa hidup itu lebih hidup...
Saat kita secara pribadi merasakan sentuhan Tuhan untuk pertama kalinya dalam kehidupan kita...
Kita sungguh berapi-api dan dipenuhi semangat yang seolah tak terpatahkan.
Namun bagaimana keadaan kita kini?
Kita sendiri yang mengetahuinya...

Mazmur 37 ini kembali meningatkan kita untuk menyerahkan hidup kita kepada Tuhan.
Dan bukan berhenti pada titik itu saja, melainkan: percayalah kepada-Nya!
Dan kita akan melihat Dia akan memenuhi segala rencana-Nya akan hidup kita...
Dengan demikian, marilah dengan keyakinan kita berseru:
"Inilah hidupku, Tuhan...
Kupersembahkan segalanya untuk-Mu!"
(-fon-)/Fonny Jodikin

Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya,  dan Ia akan bertindak.
---- Mazmur 37:7

Monday, August 7, 2017

TODAY, 8 Agustus: Hormati Ayah dan Ibu

TODAY, 8 Agustus:

 Hormati Ayah dan Ibu

Sering kita dengar dan kita baca...
Bagaimana seorang anak, mampu melupakan ibu dan bapaknya yang sudah membesarkannya...
Dalam banyak perkara warisan, ada kejadian di mana Si Anak tega mengusir kedua orangtuanya setelah mendapatkan harta mereka.
Sungguh tega. Mungkin sungguh keji.
Begitulah komentar yang ada di pikiran kita.

Ada pula kejadian di mana Si Anak berada pada kondisi ekonomi yang baik...
Namun, tidak memedulikan kesejahteraan orangtuanya.
Bahkan mungkin orang tua yang tengah sakit, tidak juga dipedulikannya.
Ini juga pernah kita dengar atau lihat di sekeliling kita.

Hari ini, saya mengajak setiap kita untuk meneliti relasi kita masing-masing dengan orang tua kita.
Mungkin relasi itu tidak sempurna.
Mungkin hubungan itu banyak cacatnya.
Namun, mari belajar mengampuni.
Tidak ada orangtua yang super sempurna...
Dan tidak ada anak yang juga bebas dari salah...

Saling memaafkan, saling mengampuni.
Selagi masih ada kesempatan.
Karena mereka dan kita tak selama-lamanya hidup kekal di dunia ini.
Hormatilah ayah dan ibumu, itu pesan ayat Alkitab hari ini.
Semoga kita mau belajar untuk itu.
(-fon-)/Fonny Jodikin

hormatilah ayah dan ibumu; dan kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
--- Matius 19:19 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)


TODAY, 7 Agustus: Firman Allah

TODAY, 7 Agustus : Firman Allah

Firman Allah

Tiada yang lebih indah saat membaca firman-Nya.
Membaca kebenaran demi kebenaran...
Membaca janji-janji-Nya...
Mendalami bagaimana seharusnya kita menjadi umat Kristiani yang lebih baik lagi...
Lebih mengasihi, lebih mau mengampuni...
Secara berproses kita belajar untuk itu...

Sebab firman Allah   hidup  dan kuat  dan lebih tajam dari pada pedang  bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati  kita.
---Ibrani 4:12

Ya, firman-Nya hidup dan kuat...
Lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun...
Firman-Nya adalah pelita bagi kaki kita...
Penerang bagi jalan kita...

Terutama saat kita merasa bimbang, ragu, tak tentu arah...
Berpeganglah kepada Dia dan firman-Nya...
Senantiasa...
(-fon-)/Fonny Jodikin

Perkataan Allah adalah perkataan yang hidup dan kuat; lebih tajam dari pedang bermata dua. Perkataan itu menusuk sampai ke batas antara jiwa dan roh; sampai ke batas antara sendi-sendi dan tulang sumsum, sehingga mengetahui sedalam-dalamnya pikiran dan niat hati manusia.
--- Ibrani 4:12 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Sunday, August 6, 2017

TODAY, 6 Agustus: Tuhan Tahu...


TODAY, 6 Agustus: 

Tuhan Tahu...

Ketika begitu banyak permasalahan memenuhi kepalamu...
Dan kau tak lagi mampu berpikir atas kejadian bertubi-tubi di hidupmu...
Tuhan tahu dan mengerti akan semuanya itu...

Ketika banyak harapan hancur seketika...
Ketika kemungkinan sukses berubah berantakan...
Tuhan tahu dan memahami kekecewaanmu...

Ketika kau harus menghadapi pengkhianatan ...
Bahkan 'ditusuk' dari belakang oleh kenalan terbaikmu...
Tuhan siap sedia menampung setiap tetesan air matamu...

Dan orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata...
Akan menuai dengan bersorak-sorai...
Itu janji-Nya kepada setiap kita...

Semoga kita tetap bertahan di dalam iman...
Menunggu penggenapan janji-janji-Nya.
Percayalah, segala sesuatu akan indah pada waktu-Nya.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai  dengan bersorak-sorai.
--- Mazmur 126:5

TODAY, 5 Agustus: Belajar Mengendalikan Kemarahan

TODAY, 5 Agustus: 

Belajar Mengendalikan Kemarahan

Tina, sebut saja demikian namanya, hari itu betul-betul marah.
Sakit hatinya dipermalukan, dihina, dan dijadikan obyek gosip yang belum tentu kebenarannya.
Tina mengetahui bahkan semua gosip itu adalah salah, namun untuk menjatuhkan dirinya, dia digosipkan demikian.
Siapa yang tidak kesal jika berada pada posisi Tina?
Siapa yang takkan sesak, jika menjadi korban atas nama kuasa (orang yang menggosipkan itu menginginkan posisi Tina di perusahaan)?

Sakit hati. Marah. Kesal.
Semua berpadu jadi satu di dalam hatinya.
Tangisan memenuhi malam-malamnya.
Tanpa mampu lagi dia berkata-kata.
Hati yang hancur dengan mudah menggiring kita memaki, marah-marah tak karuan kepada sekitar, bahkan kepada orang yang tidak salah sekali pun.
Tidak mudah memang seperti kata kitab Amsal: orang bijaksana dapat menahan kemarahannya. 
Butuh kedewasaan dan pengendalian diri dalam tuntunan Roh Kudus untuk bisa melaksanakannya.

Dalam kebimbangan dan kehancuran, Tina pun datang kepada Allah.
Sujud di dalam doa.
Mencoba mengampuni, meskipun sangat tersakiti.
Tina yakin, Tuhan Maha Melihat.
Suatu saat, segala sesuatu akan terbuka.
Terutama jika dia jujur, dia yakin karena hatinya tenang.
Dia tak ingin membalas, karena Tina ingat: pembalasan bukanlah urusan manusia.

Tuhan akan memampukan Tina dan juga setiap kita untuk mengampuni.
Tak pernah mudah.
Tidak segampang teori-teori yang kita baca.
Namun mari berusaha mengendalikan kemarahan.
Jangan sampai ia berakibat buruk dan merugikan diri sendiri dan orang-orang terdekat kita.
Mari belajar untuk itu.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Orang bijaksana dapat menahan kemarahannya. Ia terpuji karena tidak menghiraukan kesalahan orang terhadapnya.
--- Amsal 19:11 (BIS- Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Thursday, August 3, 2017

TODAY, 4 Agustus: Pujilah Dia!

TODAY, 4 Agustus: 

Pujilah Dia!

Selamat pagi, Bapa...
Pagi ini biarlah puji-pujian akan-Mu memenuhi mulut kami.
Bersama seluruh bumi...
Bersama bulan dan matahari...
Bersama bintang-bintan yang akan hadir di malam hari...
Biarlah hati dan mulut kami dipenuhi puji-pujian akan Engkau...

Engkau baik, ya Tuhan.
Sekarang dan selama-lamanya kasih setia-Mu...
Mengaliri hidup kami.
Takkan berhenti kebaikan dan pengampunan-Mu...
Mengisi hari-hari kami...

Terima kasih untuk nafas kehidupan yang masih kami nikmati hari ini...
Terima kasih, Tuhan!
Terima kasih untuk langit, bunga, dan dedaunan...

Juga hujan dan pelangi...
Terima kasih untuk makanan yang masih terhidang di meja makan pagi ini.
Untuk roti dan secangkir kopi.
Ah, sungguh, hati yang dipenuhi sukacita membawa keindahan tersendiri.
Biarkan hidup kami senantiasa dipenuhi pujian akan Engkau.
Pujilah Dia seumur hidup kita!
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Pujilah Dia, hai matahari dan bulan, pujilah Dia, hai bintang-bintang yang gemerlapan!
--- Mazmur 148:3

TODAY, 3 Agustus: Berdiam di Dalam Dia

TODAY, 3 Agustus:

Berdiam di Dalam Dia

Ada hari-hari di mana segalanya menyenangkan dan lancar.
Dari pagi hari sampai malam tiba, semuanya baik-baik saja.
Mari kita hitung, berapa banyak hari seperti itu yang kita nikmati dalam satu bulan?
Adakah setiap harinya kita merasa demikian?
Tentu saja TIDAK.
Banyak kali, kita harus menghadapi siklus naik-turunnya kehidupan, hanya dalam satu hari saja.
Bahkan dalam hitungan detik, segala sesuatu bisa berubah.
Lalu, haruskah kita menjadi gentar?
Jawabannya lagi-lagi: TIDAK.
Karena kita bisa mengambil saat teduh, sebuah ketenangan yang bersumber dari Allah saja…
Bisingnya dunia, permasalahan yang mendera, membuat kita terkadang hidup dalam hiruk-pikuknya.
Betapa ketenangan dan kedamaian itu sungguh berharga di dunia yang makin ramai ini.
Dalam hening pun, kita terkadang sibuk dengan jari-jari kita yang mengetikkan pesan-pesan di media sosial.
Mungkin ada saatnya untuk berhenti total dari segala kegiatan duniawi kita…
Mengambil waktu untuk mencari wajah-Nya.

Ada saatnya untuk berdiam di hadirat-Nya.
Mari sediakan waktu saat teduh setiap harinya.
Untuk berdoa, mendengarkan lagu rohani, membaca firman-Nya.
Membaca renungan harian dan buku-buku rohani.
Segala sesuatu yang membawa kita mendekat pada-Nya.
Yakinlah kekuatan baru dalam menjalani hidup akan muncul kembali.
Dengan berdiam di hadirat-Nya.
(-fon-)/Fonny Jodikin

"Diamlah  dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan  di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!
--- Mazmur 46:11


Wednesday, August 2, 2017

TODAY, 2 Agustus: Takkan Terlupa

TODAY, 2 Agustus: 

Takkan Terlupa

Madam Cynthia Liew, 35, still rushed in to save her four-year-old daughter during Saturday evening's fire.
She had to use her sense of touch to manoeuvre for five minutes in the three-room flat before she found the little girl in the bedroom.
The girl was calm and expressionless, and Madam Liew carried her out to safety. Both suffered smoke inhalation. The New Paper had reported yesterday about the fire in the 11th storey flat in Block 4, Haig Road.
Madam Liew is now warded at Tan Tock Seng Hospital, while her daughter and son are warded at KK Women's and Children's Hospital.
She told The New Paper: "My children are so young, I would rather perish than let them die. (The New Paper Singapore)

Nyonya Cynthia Liew, 35 tahun, masih tergesa-gesa berupaya menyelamatkan anak perempuannya yang berusia empat tahun saat terjadi kebakaran pada Sabtu malam.
Dia menggunakan indera sentuhannya untuk bergerak selamat lima menit di apartemennya sebelum dia menemukan gadis kecilnya di kamar tidur.
Gadis kecil itu tenang dan tanpa ekspresi, Ny. Liew menggendongnya keluar dengan selamat. Keduanya menderita gangguan pernapasan akibat asap. The New Paper kemarin sudah melaporkan mengenai kebakaran di bangunan apartemen berlantai 11 di Blok 4, Haig Road.
Ny. Liew sekarang berada di Rumah Sakit Ibu dan Anak KK. Dia mengutarakan kepada The New Paper : “Anak-anak saya masih begitu muda, saya lebih baik binasa daripada membiarkan mereka meninggal dunia.” (Sumber: The New Paper Singapore, 2 hari yang lalu).

Ketika membaca perjuangan Ny. Liew, langsung ada aliran hangat mengaliri hatiku.
Itulah kasih seorang Ibu.
Yang sepenuhnya rela berkorban bagi anak-anaknya.
Tanpa memedulikan keadaan dirinya, bahkan rela mati demi anak-anaknya.
Itulah kasih sejati yang bisa kita jumpai di dunia ini...

Kejadian ini mengingatkanku pada ayat Yesaya ini:

TUHAN menjawab, kata-Nya, "Mungkinkah seorang ibu melupakan anaknya, dan tidak menyayangi anak kandungnya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tak akan melupakan engkau!
--- Yesaya 49:15

Bahkan ketika seorang Ibu melupakan anaknya dan tidak menyayangi anak kandungnya...
Tuhan takkan melupakan kita...
Contoh nyata kasih seorang Ibu telah kita lihat dari Ny. Liew.
Namun kasih Tuhan melebihi semuanya itu.
Masihkah kita ragu?
Semoga ini menjadi bahan perenungan bagi kita semua di malam ini.
Kita takkan terlupakan.
Selamat malam, Tuhan memberkati.
(-fon-)/Fonny Jodikin