Saturday, August 31, 2019

TODAY, 31 Agustus 2019: Lapangkanlah Hatiku Yang Sesak...

TODAY, 31 Agustus 2019: 

Lapangkanlah Hatiku Yang Sesak...

Ketika kesulitan menghimpit...
Saat dada terasa berat...
Dan tangisan pun menetes perlahan...
Lapangkanlah hatiku yang sesak, Tuhan...

Meskipun kutahu tidaklah mudah...
Selama hidup pasti ada masalah...
Namun aku pun percaya bahwa Tuhanlah perlindungan dan kekuatanku...
Kepada-Mu aku bersujud...
Lapangkanlah hatiku yang sesak...

Keadaan tidak selalu membaik...
Namun bersama Tuhan pasti ada harapan...
Dan kekuatan dalam menjalani semuanya...

Bukan karena kehebatan kami...
Tetapi karena kami bergantung pada Tuhan, Sumber Kekuatan kami.

Lapangkanlah hatiku yang sesak, Tuhan...
Kupercaya di dalam-Mu ada kelegaan...
Dan damai sejahtera yang tak berkesudahan...
Selama kami mengandalkan-Mu, selalu ada jalan keluar.

Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku!
--- Mazmur 25:17


Friday, August 30, 2019

TODAY, 30 Agustus 2019: Rahasia Hati


TODAY, 30 Agustus 2019: 

Rahasia Hati

Setiap dari kita punya teman yang bisa kita curhati hampir seluruh permasalahan di hidup ini...
Tidak banyak mungkin.
Tetapi mereka ini adalah tempat kita merasa nyaman mengekspresikan diri...
Tanpa merasa akan dihakimi...
Dan bukan tipe 'ember' yang menceritakan rahasia kita ke mana-mana tentu saja...
Namun, tetap saja...
Ada hal-hal tertentu...
Bagian-bagian tertentu dari hati yang tidak bisa kita ceritakan...
Ada satu bagian yang terkadang kita simpan dengan rapat-rapat...
Tak mau atau tak bisa kita ceritakan.

Tetapi Tuhan adalah Sang Maha Tahu...
DIA mengetahui segala sesuatunya di hidup ini...
DIA mampu menyelami segala rahasia hati manusia...
Untuk itulah, hendaknya kita mempercayakan segala sesuatunya kepada Tuhan.
Sahabat sejati yang mengetahui segala rahasia kita...

Rahasia hati, kita percayakan kepada-Nya...
Biar DIA membimbing kita...
Mungkin itu suatu rasa bersalah...
Mungkin itu sebuah dendam...
Mungkin itu sebuah kemarahan yang belum terobati...
Biarkan Tuhan masuk ke dalam hati kita...
Dan biarkan DIA meraja di hidup kita...
Bergerak dengan leluasa, karena DIALAH Allah kita!
Semoga kesembuhan terjadi karena kasih-Nya membalut luka kita...
(-fon-)/ Fonny Jodikin

masakan Allah tidak akan menyelidikinya? Karena Ia mengetahui rahasia hati!
--- Mazmur 44:22

Allah pasti akan mengetahuinya, sebab Ia menyelami rahasia hati kami.
--- Mazmur 44:22 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Thursday, August 29, 2019

TODAY, 29 Agustus 2019: Oh Betapa Dalamnya...


TODAY, 29 Agustus 2019: 

Oh Betapa Dalamnya...

Oh betapa dalamnya...
Kekayaan, hikmat, dan pengetahuan Allah!
Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya...
Sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya...

Oh betapa dalamnya...
Kasih setia dan pengampunan-Nya...
Kebaikan dan kerahiman-Nya...
Sungguh teramat baik DIA bagi kita...

Takkan terganti...
Hanya Engkau, Tuhan kami...
Yang layak terima semua sembah dan puji...
Ya, hanya Engkau Tuhan!

Takkan berakhir...
Kesetiaan-Nya...
Sampai akhir hidup kita...
Oh betapa dalamnya cinta-Mu bagi kami semua.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

O, alangkah dalamnya kekayaan,  hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami  jalan-jalan-Nya!
--- Roma 11:33

Wednesday, August 28, 2019

TODAY, 28 Agustus 2019: Luar- Dalam

TODAY, 28 Agustus 2019: 

Luar- Dalam

Begitu juga kalian. Dari luar kalian kelihatan baik kepada orang; tetapi di dalam, kalian penuh dengan kepalsuan dan pelanggaran-pelanggaran.
--- Matius 23:28 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
--- Matius 23:28

Hari ini saya berkesempatan menghadiri Misa Bulanan Komunitas Indonesia di Singapura.
Bacaan Injil hari ini terasa sedikit banyak 'keras' dan mampu menampar pendengarnya.
Saat mendengar Bacaan Injil ini, hati terasa diingatkan lagi...
Banyak yang dari luar kelihatan baik...
Tampaknya benar di mata orang lain...
Tetapi di dalamnya...
Penuh kepalsuan dan pelanggaran...
Penuh kemunafikan dan kedurjanaan...

Untuk itulah penting bagi kita untuk senantiasa menyelidiki hati kita...
Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang munafik...
Meskipun memang pada kenyataannya tidak mudah...
Namun marilah kita terus berusaha...
Dengan terus memanjatkan doa...

Agar kita hidup selaras dengan jalan-Nya...
Semoga Roh Kudus menerangi hati kita...
Dan memimpin kita...
Sehingga kita menjadi orang-orang yang konsisten...
Luar-dalam.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Tuesday, August 27, 2019

TODAY, 27 Agustus 2019: Lakukanlah Dalam Kasih...

TODAY, 27 Agustus 2019: 

Lakukanlah Dalam Kasih...

Tidak setiap kali kita bisa melakukan segala sesuatu dalam kasih.
Ada kalanya kita melakukan segala sesuatu demi kepentingan pribadi.
Atau dengan pikiran kita akan mendapatkan segala sesuatu yang lebih baik...

Kita berpamrih...
Ada kalanya kita ingin terlihat baik di mata orang lain...
Kesempatan lain, kita ingin meraih keuntungan...
Ah, banyak hal yang bisa menyetir kita, sehingga motivasi kita tidak selalu kasih...

Untuk itulah, mari kita masing-masing merenungkan motivasi kita dalam hal-hal yang kita kerjakan...
Entah sesederhana apa pun...
Entah sekecil apa pun...
Karena di dalam Tuhan, tidak ada yang terlalu kecil...
Itu semua dihargai oleh-Nya...

Orang bisa salah menilai...
Kita pun mungkin salah perkiraan...
Tetapi Tuhan yang di atas sana...

Mengetahui dengan jelas...
Setiap hati manusia...


Tak ada yang tersembunyi di mata-Nya...
Tak perlu ja-im (jaga image) kepada-Nya.
Untuk itulah, semoga kita semua kembali menempatkan kasih...
Sebagai yang terutama...
Semoga kasih-Nya bisa menjadi inspirasi dan pendorong kita senantiasa.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!
--- 1 Korintus 16:14

Monday, August 26, 2019

TODAY, 26 Agustus 2019: Tuhan Adalah Sandaran Bagiku

TODAY, 26 Agustus 2019: 

Tuhan Adalah Sandaran Bagiku

Sebagai wanita, ada saja yang menamai hari di mana rambut kacau sebagai 'Bad Hair Day'.
Saat di mana rambut tidak kooperatif, 'diapain' saja sepertinya tidak nurut.
Bagi beberapa wanita, itu seperti bencana...

Dari hal yang biasa dalam keseharian...
Sampai ke badai kehidupan...

Pernah kita merasa satu hari itu semua tidak berpihak pada kita...
Di Alkitab bahkan Kitab Samuel menyebut tentang 'hari sial'...

Hari di mana tertimpa bencana...
Apa yang buruk di mata kita...
Mungkin kelihatan seperti itu...
Tetapi bukan berarti jelek pula di mata-Nya...

Tuhanlah Sandaran bagiku...
Tuhanlah penolongku...
Dalam naik-turunnya kehidupanku...
Termasuk saat memasuki lembah kekelaman...
Tuhanlah pelita yang membawaku kembali...

Kepada jalan-jalan dan terang keselamatan-Nya...
Percaya bahwa segala sesuatu adalah baik di mata-Nya...
DIA punya rancangan sempurna bagi hidup kita...
Mari kembali mempercayakan segalanya...
Hanya kepada DIA!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Mereka menyerang aku waktu aku ditimpa bencana tetapi TUHAN menjadi penolongku.
--- 2 Samuel 22:19

Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi TUHAN adalah sandaran  bagiku.
--- 2 Samuel 22:19 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Saturday, August 24, 2019

TODAY, 25 Agustus 2019: Loba

TODAY, 25 Agustus 2019: 

Loba

Kata 'Loba' dalam KBBI online searti dengan: selalu ingin mendapat (memiliki) banyak-banyak; serakah; tamak.
Dari versi BIS, kita lihat terjemahannya adalah: mementingkan diri sendiri...

Di mana ada mementingkan diri sendiri...
Di situ ada keserakahan, ketamakan, kelobaan.
Untuk itulah, mari memohon kepada Tuhan...
Agar kita dijauhkan dari egoisme diri...
Dan mohon pimpinan Roh Kudus...
Agar Roh Allah memenuhi hati, pikiran, dan hidup kita...
Sehingga kita bisa memerangi atau setidaknya mengendalikan kedagingan di diri...


Orang loba menimbulkan pertengkaran...
Untuk itulah, meskipun kita hendaknya mengasihi diri sendiri...
Tetapi jangan sampai itu kemudian mengesampingkan sesama yang membutuhkan.
Semoga kita tetap menjaga segala sesuatu sesuai dengan porsinya...

Tuhan, jauhkanlah kami dari sifat 'loba' dan tamak...
Semoga kasih-Mu menaungi hati kami...
Dan menjadikan kami saluran kasih-Mu bagi sekitar kami.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Orang yang loba, menimbulkan pertengkaran, tetapi siapa percaya kepada TUHAN,  diberi kelimpahan.
--- Amsal 28:25

Mementingkan diri sendiri menimbulkan pertengkaran; engkau lebih beruntung apabila percaya kepada TUHAN.
--- Amsal 28:25 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

TODAY, 24 Agustus 2019: Engkau Saja Yang Layak, Tuhan...

TODAY, 24 Agustus 2019: 

Engkau Saja Yang Layak, Tuhan...

Engkau saja yang layak, Tuhan...
Terima pujian...
Terima hormat...
Terima kuasa...

Sebab Engkaulah pencipta segala sesuatu...
Dan atas kehendak-Mu juga segala sesuatu itu telah terjadi...

Engkau saja yang layak, Tuhan...
Ya, hanya Engkau!
Hari-hari yang telah kami lewati...
Setiap momen yang telah kami jalani...
Setiap permasalahan yang kami alami...

Semuanya itu mendewasakan kami...
Dan menjadikan kami seperti hari ini...

Hanya Engkau saja yang layak, Tuhan...
Terima segala syukur kami...
Puji dan kemuliaan bagi-Mu...
Atas segala yang sudah Kauanugerahkan kepada kami...
Kami tak pernah tahu masa depan kami...
Tetapi satu keyakinan di dalam hati...
Selama kami berjalan bersama-Mu...

Kami akan baik-baik saja...

Engkau saja yang layak, Tuhan...
Terimalah syukur ini...
Dari lubuk hati.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

"Ya Tuhan, ya Allah kami! Engkau sajalah yang layak menerima pujian, hormat dan kuasa. Sebab Engkaulah pencipta segala sesuatu, dan atas kehendak-Mu juga segala sesuatu itu telah terjadi dan hidup."
--- Wahyu 4:11

Friday, August 23, 2019

TODAY, 23 Agustus 2019: Perhatikan Sungguh Cara Hidupmu...

TODAY, 23 Agustus 2019: 

Perhatikan Sungguh Cara Hidupmu...

Nasihat bijak dari Amsal 23:19 hari ini...
Dengarkan...
Jadilah bijak...
Perhatikan dengan sungguh-sungguh cara hidupmu...
(Tujukanlah hatimu ke jalan yang benar)...

Saat ini...
Kebenaran seolah bisa dibeli...
Kali lainnya, kebenaran seolah subyektif...
Tergantung dari sisi yang melihatnya...
Seolah kita pun terkadang menjadi bingung...
Menjadi galau...
Mana yang sesungguhnya merupakan kebenaran yang hakiki?

Dengan berpegang kepada firman-Nya...
Menjalankan perintah-Nya..
Melalui tuntunan Roh Kudus-Nya...
Dan menjaga kemurnian suara hati kita...
Beriman dan menjaga hidup doa kita...
Mengandalkan Tuhan senantiasa...
Perhatikan dengan sungguh cara hidup kita...
Meskipun kita hidup di dunia...
Tetapi kita tetaplah hamba-Nya...
Sehingga tidak seharusnya kita ikut yang lainnya...
Hanya Tuhan saja...

Perhatikan sungguh cara hidupmu...
Semoga ini menjadi permenungan kita bersama...
Dan semoga ada niatan untuk hidup lebih baik...
Bagi kemuliaan-Nya.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak, tujukanlah hatimu ke jalan yang benar.
--- Amsal 23:19

Dengarkan, anakku! Jadilah bijaksana. Perhatikanlah sungguh-sungguh cara hidupmu.
--- Amsal 23:19 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Thursday, August 22, 2019

TODAY, 22 Agustus 2019: Pengharapan Tidak Mengecewakan

TODAY, 22 Agustus 2019: 

Pengharapan Tidak Mengecewakan

Pernah berharap, lalu kecewa?
Pernah banget kalau saya sih...

Semakin tinggi harapan itu dipupuk, kekecewaan yang akan timbul pastinya makin besar pula...
Sayangnya, kita tidak cepat belajar dari pengalaman...
Terkadang harapan itu muncul lagi.
Berharap ketinggian lagi.

Lalu, kenyataan yang ada memporak-porandakan kita sekali lagi.

Berharap pada manusia...
Sehebat apa pun dia...
Pasti pernah berujung kecewa...
Sebagai pengikut Kristus...
Kita percaya bahwa hanya pengharapan di dalam Allah yang tidak akan mengecewakan...
Jika pernah kecewa akan Allah...
Itu karena kita belum mengerti rencana-Nya di hidup kita...
Dan sering kali kita maunya hidup berjalan seturut kehendakku...

Kemudian membuat kita kecewa, saat tidak sesuai dengan keinginanku...

Kasih Allah telah dicurahkan kepada kita...
Memenuhi setiap relung hati kita...
Oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita...
Semoga dengan dipenuhi kasih dan kemurahan-Nya...
Kita tetap menaruh harap...
Dan dengan sepenuh iman, kita berjalan dalam kehidupan ini.
Dalam genggaman tangan kasih-Nya...
Semoga kita tetap mengandalkan DIA di setiap langkah kita.
Amin!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Dan pengharapan  tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
--- Roma 5:5

Wednesday, August 21, 2019

TODAY, 21 Agustus 2019: Ketekunan Ayub

TODAY, 21 Agustus 2019: 

Ketekunan Ayub

Kata "ketekunan" (Yun. _hupomone_) menunjuk kepada ketabahan dalam situasi pencobaan apa pun yang kita hadapi tanpa kehilangan kepercayaan kepada Allah. Ketekunan ini lahir dari iman yang berkemenangan hingga akhir di tengah-tengah penderitaan (Ayub 13:15). Hasil dari tindakan-tindakan Allah terhadap Ayub menyatakan bahwa di dalam segala kesulitan Ayub, Allah sangat memperhatikannya dan dengan penuh kemurahan menyokong dia. Yakobus ingin kita tahu bahwa Allah memperhatikan seluruh umat-Nya dan bahwa di dalam penderitaan mereka Ia akan memelihara mereka dengan kasih dan kemurahan. (Sumber: Internet - Alkitab Sabda)

Setiap kali membaca Kisah Ayub, hatiku tertegun sejenak...
Keadaan memang sangat sulit bagi Ayub...
Seperti membalikkan telapak tangan, yang begitu baik menjadi hancur berantakan...
Namun...
Yang membedakan adalah sikap menghadapi kenyataan...
Meskipun tidak sempurna...
Tetapi, setidaknya Ayub sudah memberikan yang terbaik...
Sehingga Allah memperhatikannya dan dengan penuh kemurahan menolong dia...

Mari belajar dari ketekunan dan kesabaran Ayub...
Karena semua penderitaan, semua kesukaran, semua permasalahan  yang kita hadapi kini...
Akan dilihat semuanya oleh Allah...
Dan pada akhirnya pertolongan Tuhan akan turun atas setiap kita...
Asalkan kita tetap setia pada-Nya...
Semoga ketekunan Ayub menjadi inspirasi kita bersama.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Mereka disebut berbahagia sebab mereka tabah. Kalian sudah mendengar tentang kesabaran Ayub, dan kalian tahu bagaimana Tuhan pada akhirnya memberkati dia. Sebab Tuhan sangat berbelaskasihan dan baik hati.
--- Yakobus 5:11 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Tuesday, August 20, 2019

TODAY, 20 Agustus 2019: Yang Berseru Kepada Tuhan, Akan Diselamatkan

TODAY, 20 Agustus 2019: 

Yang Berseru Kepada Tuhan, Akan Diselamatkan 

Ketika kami tanpa daya...
Apa lagi yang harus kami lakukan selain mencari wajah-Mu?
Menyerukan nama-Mu tentunya akan kami lakukan...

Terlebih lagi di saat kami kehilangan arah...

Namun secara jujur...
Kami pun mengakui...
Ada kalanya, kami malah berlari menjauh dari-Mu...
Karena kami takut dikecewakan lagi...
Setelah menaruh seluruh harapan ke dalam tangan-Mu...
Mengapa ini semua masih harus terjadi?

Saat-saat seperti itu...
Sebenarnya kami masih belum mengerti...
Belum juga menyadari...
Atau mungkin terlupa di diri...

Bahwa Tuhan sungguh tahu yang terbaik bagi kami...

Saat sudah melewati semua...
Saat menoleh dan melakukan kilas balik...
Ada pencerahan yang kami dapati...
Bahwa Tuhan memang peduli pada kami...
Dengan gagalnya rencana kami...
Tuhan gantikan dengan yang lebih baik lagi...

Yang berseru kepada Tuhan, akan diselamatkan...
Ya, Tuhan...
Biarlah kami terus mengikut Engkau dan jalan keselamatan-Mu...
Apa pun yang terjadi di hidup kami, biarlah kami setia pada-Mu!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN  akan diselamatkan, sebab di gunung Sion  dan di Yerusalem akan ada keselamatan,  seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil  TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.
--- Yoel 2:32

Tetapi barangsiapa yang memohon pertolongan TUHAN, akan diselamatkan. TUHAN berkata, "Di Yerusalem orang-orang yang Kupilih akan selamat."
--- Yoel 2:32 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Monday, August 19, 2019

TODAY, 19 Agustus 2019: Berhasrat Mencari Allah

TODAY, 19 Agustus 2019: 

Berhasrat Mencari Allah

Dari zaman dulu hingga kini...
Tuhan terus memberikan kesempatan...
Bagi setiap insan yang berhasrat mencari wajah-Nya...
Dengan sungguh...

Tidak mudah memang...
Tidak banyak orang yang kesukaannya adalah firman Tuhan...
Dan jika dari sebagian kecil itu, masih ada pula yang hanya pandai berteori...
Sementara praktiknya?
Nanti dulu...


Untuk itulah bagi para pengikut Kristus...
Penting untuk mencari Tuhan dengan sungguh...
Dan memiliki kesetiaan yang teguh...
Sehingga apa pun yang terjadi, tetap memilih ikut Tuhan...
Meski terkadang jalan-Nya terjal berliku...

Pada malam hari ini...
Kembali aku menyadari...
Betapa kecilnya diri ini di hadapan-Nya...
Iman pun terkadang naik-turun...
Tetapi, yang terpenting...
Tetap berusaha setia ikut Yesus...
Sehingga apa pun yang terjadi...
Tetap fokus pada Tuhan, Allah kita.
Semoga ini menjadi bahan permenungan kita bersama...
Dan perlahan tapi pasti, kita tetap berjalan menuju ke arah-Nya.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Sebab sebagian besar dari rakyat--terutama dari Efraim, Manasye, Isakhar dan Zebulon--tidak mentahirkan diri.  Namun mereka memakan Paskah, walaupun tidak sesuai dengan apa yang ada tertulis. Tetapi Hizkia berdoa untuk mereka, katanya: "TUHAN, yang baik itu, kiranya mengadakan pendamaian bagi semua orang, 30:19 yang sungguh-sungguh berhasrat mencari Allah, yakni TUHAN, Allah nenek moyangnya, walaupun ketahiran mereka tidak sesuai dengan tempat kudus.

--- 2 Tawarikh 30:18-19


Sunday, August 18, 2019

TODAY, 18 Agustus 2019: Terima Kasih Bagi-Mu, Tuhan...

TODAY, 18 Agustus 2019: 

Terima Kasih Bagi-Mu, Tuhan...

Rasanya baru kemarin mengucap selamat tinggal pada tahun 2018...
Tak terasa, waktu berlari kencang...
Sekarang kita sudah melewati tengah tahun...
Bahkan sudah berada di pertengahan bulan Agustus 2019...

Melakukan sedikit banyak kilas balik...
Awal tahun 2019 ini saya lalui di sebuah klinik, menunggu dokter.
Anak kedua kami sakit batuk, pilek, dan sedikit demam...
Hari pertama sekolah di sini tanggal 2 Januari, dia tidak bisa masuk.
Bukan berhenti sampai di situ...
Selama dua bulan sampai Februari akhir...
Saya sudah mengunjungi dokter anak dua kali...
Juga dokter umum dua kali...
Masih dari kasus yang sama...

Saya sempat merasa 'down' juga...
Koq begini amat di tahun 2019 ini, ya?
Padahal anak kami itu sungguh baik kondisi kesehatannya di tahun 2018 yang lalu...

Tidak mengeluhkan berkepanjangan...
Tetapi tidak juga saya pungkiri bahwa sempat merasa tidak mudah untuk melalui semuanya...

Namun...
Di balik itu semua, saya tidak kekurangan percaya...
Bahwa Tuhan tetap baik...
Semua ini baik adanya...

Hanya saya memang belum mengerti jalan-Nya...

Agustus 2019...
Keadaan membaik...
Saat melakukan kilas balik...
Saya bersyukur untuk semuanya...
Terima kasih bagi-Mu, Tuhan...
Kembali kupercayakan sisa tahun ini ke dalam tangan-Mu...
Selama masih Kauberikan nafas kehidupan...
Hati ini akan senantiasa berbisik tanpa henti...
"Tuhan, terima kasih..."
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Ucaplah syukur  senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.
--- Efesus 5:20

Saturday, August 17, 2019

TODAY, 17 Agustus 2019: Mendobrak Benteng-Benteng Kesombongan


TODAY, 17 Agustus 2019: 

Mendobrak Benteng-Benteng Kesombongan

Saat membaca ayat ini...
Saya teringat bahwa sungguh...
Kita semua punya kubu yang kita bangun...
Atas keangkuhan kita...
Benteng-benteng kesombongan...
Yang kita bangun...
Entah disadari atau tidak...
Di dalam pengenalan kita akan Kristus...

Kita terlalu yakin akan kekuatan sendiri...
Sampai satu saat kita gagal dalam perencanaan...
Saat kita tak lagi bisa memahami...
Mengapa kita sampai gagal?
Setelah merancang segala sesuatunya dengan sesempurna yang kita bisa?

Pikiran-Ku bukanlah pikiranmu...
Rancangan-Ku bukanlah rancanganmu...
Begitulah firman Tuhan...
Untuk itu...
Mari menyerahkan segala perencanaan kita di dalam DIA...
Perlahan-lahan...
Kembali menyingkirkan benteng-benteng kesombongan...
Satu per satu...
Dan dengan rendah hati...
Sujud di hadapan-Nya...

Tuhan, Engkaulah Sang Maha...
Empunya segala...
Ini hidup kami...
Kami persembahkan sekali lagi...
Hanya bagi-Mu!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran  dan menaklukkannya  kepada Kristus.
--- 2 Korintus 10:5

dan mendobrak benteng-benteng kesombongan yang dibangun untuk menentang pengetahuan tentang Allah. Kami menawan pikiran orang-orang dan membuat mereka takluk kepada Kristus.
--- 2 Korintus 10:5 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Thursday, August 15, 2019

TODAY, 16 Agustus 2019: Iman Tanpa Perbuatan Adalah Mati

TODAY, 16 Agustus 2019: 

Iman Tanpa Perbuatan Adalah Mati

Anugerah iman tinggal di dalam dia yang tidak berdosa terhadapnya. Bdk. Konsili Trente: DS 1545. Tetapi "iman tanpa perbuatan adalah mati" (Yak 2:26). Iman tanpa harapan dan kasih tidak sepenuhnya mempersatukan orang beriman dengan Kristus dan tidak menjadikannya anggota yang hidup dalam Tubuh-Nya. (KGK/Katekismus Gereja Katolik 1815)

Iman atau perbuatan?
Ataukah Iman dan perbuatan?

Mungkin masih ada perdebatan...
Mungkin masih ada kebingungan...
Tetapi bagi saya pribadi...
Iman justru makin nyata terlihat di dalam keseharian kita...
Melalui tindakan kita...
Melalui kesaksian hidup kita...
Mungkin ini menjadikan lebih berat lagi dalam hal pertanggungjawaban hidup Kristiani kita...
Tetapi jika hanya iman, lalu boleh memperlakukan sesama sesuka hati...

Boleh terus-menerus membela diri atas keserakahan yang ada...
Tanpa peduli orang lain yang berkesusahan yang penting saya untung...
Agaknya pun sulit diterima oleh suara hati yang murni...

Alkitab dari Yakobus 2:26....
Juga dari KGK 1815 senantiasa mengingatkan kita...
Iman - tanpa harapan dan kasih- tidak sepenuhnya mempersatukan orang yang beriman dengan Kristus...
Seolah satu paket, keduanya harus ada...
Iman dan perbuatan...
Seperti tubuh tanpa roh adalah mati...
Iman tanpa perbuatan pun demikian.

Hari ini, mari meneliti kembali...
Keimanan kita...
Juga perbuatan kita apakah selaras dengan keyakinan kita kepada Allah?
Jika belum baik, mari terus membenahi diri.
Setidaknya satu langkah lebih baik dari hari kemarin.
Semoga.

(-fon-)/ Fonny Jodikin

Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
--- Yakobus 2:26

TODAY, 15 Agustus 2019: Taatlah Kepada Allah

TODAY, 15 Agustus 2019: 

Taatlah Kepada Allah

Hidupku bukanlah aku lagi...
Tetapi Kristus yang hidup di dalamku...
Begitulah seharusnya pengikut Kristus...
Sebagaimana Alkitab mengingatkan:
Taatlah kepada Allah, dan janganlah hidup menurut keinginanmu yang dahulu, pada waktu kalian masih belum mengenal Allah.
--- 1 Petrus 1:14 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Ya, taatlah kepada Allah...
Dan janganlah hidup menurut keinginanmu yang terdahulu...
Yang ada pada saat kita masih belum mengenal Allah...
Tidak mudah memang untuk berganti haluan...
Apalagi meninggalkan kebiasaan lama...
Dan juga tidak mudah...
Karena selalu ada godaan dalam kelemahan...
Tetapi mari mohonkan pengendalian diri dari Tuhan...
Berkat pimpinan Roh Kudus-Nya kita senantiasa dikuatkan...

Taatlah kepada Allah...
Hanya DIA yang sanggup menyelamatkan kita...
Bukan teman, bukan sahabat, atau kerabat...
Yang mungkin dekat, tetapi menawarkan pilihan yang menjauhkan kita dari-Nya.
Percaya dan beriman hanya kepada Tuhan.
Hanya DIA sumber keselamatan!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Wednesday, August 14, 2019

TODAY, 14 Agustus 2019: Pada Sebuah Lampu Penyeberangan...

TODAY, 14 Agustus 2019:

Pada Sebuah Lampu Penyeberangan...

Sore ini, pukul 18.20...
Saya hendak menjemput anak kedua kami dari kursusnya.
Saya berhenti di lampu lalu-lintas yang masih hijau.
Kendaraan melaju cepat seperti biasanya.
Saya menunggu.
Lampu penyeberangan masih merah di kala itu...

Di sebelah saya, ada seorang wanita mungkin sekitar usia 50-an...
Menunggu perubahan lampu penyeberangan yang dari merah ke hijau saja, dia mengeluh.
Terlalu pelan katanya.
Dalam Bahasa Mandarin yang saya mengerti.
Saya menoleh sebentar, melihat wajahnya.
Lalu berjalan menyeberang karena lampu sudah hijau bagi para pejalan kaki.

Malam ini saya termenung.
Kembali kejadian tadi sore menjelang malam bermain di kepalaku...
Betapa kita tidak bisa lagi menunggu...
Barang sekian detik saja...
Kita sudah tidak sabar...
Kita bilang itu terlalu lama...
Itu sangat pelan...

Begitulah manusia di saat ini...
Saat berpacu dengan waktu menjadi kebiasaan.
Saat cepat, efektif, seolah adalah segala-galanya...
Tergesa-gesa...
Terburu-buru...
Manusia di kota besar seringnya seperti itu...

Padahal Alkitab mengingatkan:
Kerajinan tanpa pengetahuan, tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan membuat kesalahan.
--- Amsal 19:2

Dan bukankah DIA akan lebih nyata dalam keheningan saat kita sujud dalam doa-doa kita kepada-Nya?

Tuhan, maafkan kami ketika kami tergesa-gesa...
Ampuni kami jika kami terlalu terburu-buru hari lepas hari...
Ajar kami untuk lebih sabar...
Belajar memahami sebuah proses yang harus kami jalani dalam hidup ini.

Pelajaran hari ini sungguh berarti, Tuhan.
Semoga aku bisa belajar lebih sabar lagi.
Bukan hanya melulu maunya instan belaka.
Tuhan, terima kasih.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Tuesday, August 13, 2019

TODAY, 13 Agustus 2019: Rendahkanlah Dirimu Di Hadapan Tuhan

TODAY, 13 Agustus 2019: 

Rendahkanlah Dirimu Di Hadapan Tuhan

Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan...
Tentunya ayat ini bukan berarti rendah diri alias minder...
Tetapi dengan rendah hati, menghadap dan mencari wajah-Nya...

Menyadari bahwa ini semua adalah karunia Ilahi...
Yang bisa kita nikmati di hidup ini...

Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan...
Dan DIA akan meninggikan kamu!

Bukan apa-apa...
Tuhan Yang Maha Tahu itu pastilah mengerti...
Mana yang 'belagu', mana yang rendah hati...
Sebab itu, bagi kita...
Tak perlu congkak atau berbangga yang berlebihan...

Karena milik kita hanyalah titipan...

Rendahkan dirimu di hadapan Tuhan...
Dalam keheningan, mencari wajah-Nya.
Sujud di dalam doa...
Tuhan akan mengerti setiap permasalahan kita...
Tuhan juga akan melihat kesungguhan hati kita...
Dalam menjaga apa yang sudah DIA titipkan bagi kita...
Nantinya itu semua akan kita pertanggungjawabkan...
Bila saatnya tiba...

Tak perlu ada keangkuhan yang terlalu...
Ya, rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.
--- Yakobus 4:10

Monday, August 12, 2019

TODAY, 12 Agustus 2019: Aman

TODAY, 12 Agustus 2019: 

Aman

Malam ini saya kembali membaca berita tentang aksi protes yang dilakukan di Hong Kong.
Kali ini kembali agak kacau, di mana sampai Bandara kembali ditutup.
Lalu saya menelusuri kembali, apa sih yang sebenarnya menjadi permasalahan di sana?


Jadi apa itu RUU Ekstradisi yang diprotes oleh masyarakat Hong Kong?
RUU baru terkait ekstradisi akan memudahkan transfer buronan antara Hong Kong, Republik Rakyat China (RRC), Taiwan, dan Makau. Bila RUU tersebut disahkan, maka mereka yang menjadi tersangka di Taiwan dapat diekstradisi ke Hong Kong, dan juga sebaliknya. 
RUU ekstradisi tersebut memudahkan para buronan untuk ditangkap dan diadili meskipun di tempat dia tidak melakukan kejahatan.
Selain itu, bila RUU tersebut disahkan, ada spekulasi dan kekhawatiran hal ini akan menjadi kesempatan pemerintah untuk menangkap aktivis lokal yang pro-demokrasi di Hong Kong yang mereka semua adalah anti-China. (sumber: kompasiana)

Ketika ada protes seperti ini...
Pasti rakyat merasa terancam...
Rasa aman sudah semakin beranjak pergi...
Dan sedikit-banyak, ini mempengaruhi para turis atau pelaku bisnis yang sedang berada di Hong Kong...

Rasa aman sebetulnya sangat penting...
Ketika keadaan suatu tempat menjadi memanas...
Rasa yang didambakan yaitu keamanan, tak lagi ada...
Tetapi kedamaian dan keamanan di dunia tidak pasti...
Tidak selalu bisa untuk dicapai...

Namun, kita bisa mendapatkannya dari Tuhan.
Keadaan mungkin kurang baik...
Tetapi di dalam TUHAN akan ada damai sejahtera...
Kita percaya bahwa TUHAN senantiasa melindungi kita...
Apa pun yang terjadi, kita aman dalam naungan kasih-Nya.

Semoga kita teguh di dalam Tuhan...
Penuh harapan...
Tetap percaya, bahwa Allah akan melindungi kita...
Sehingga kita aman.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Kau akan teguh dan penuh harapan; Allah akan melindungimu sehingga kau aman.
--- Ayub 11:18 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)


Sunday, August 11, 2019

TODAY, 11 Agustus: Setinggi Langit Dari Bumi

TODAY, 11 Agustus: 

Setinggi Langit Dari Bumi


Setinggi langit di atas bumi, setinggi itulah pikiran-Ku di atas pikiranmu, dan jalan-Ku di atas jalanmu.
--- Yesaya 55:9

I don't know... 
Saya tidak tahu...

Ketika membaca ayat-ayat ini...
Kembali saya merasa begitu kecil di hadapan-Nya.
Saya pun merasa terkadang saya sempat meragukan Tuhan dan kebaikan-Nya.
Padahal setinggi langit dari bumi...
Setinggi itulah pikiran-Nya atas pikiran kita...
Jalan-Nya di atas jalan kita...

Terkadang saya marah, ketika keinginanku tidak terwujud.
Padahal, jika kita pandang dari sudut pandang iman...
Tak jarang itu malah adalah jalan perlindungan Tuhan...
Dari langkah kita yang keliru.
DIA mau meluputkan kita dari jalan yang kurang baik...
Dan membawa kita ke jalan yang lebih baik.
Jalan Tuhan bahkan selalu yang terbaik bagi kita semua.

Setinggi langit di atas bumi...
Setinggi itulah pikiran-Nya.
Juga jalan-Nya...
Janganlah kita meragukan DIA...
Atau mempertanyakan kepedulian dan kasih-Nya.

Itu semua sudah pasti.
Hanya perasaan kita yang naik-turun ini mengakibatkan kita kurang mau memahami...

Tetap percaya.
Tetap berusaha.
Jangan menyerah!
Tuhan pasti membukakan jalan-Nya bagi kita!
(-fon-)/ Fonny Jodikin