Wednesday, May 27, 2015

TODAY, 28 Mei: Allah Senantiasa Peduli

Allah Senantiasa Peduli

Mungkin hari ini kita lalui dengan rasa syukur di dada.
Dengan sukacita tak terkira dan pujian kepada Allah yang kita naikkan di tengah kebahagiaan kita...
Namun, bukan berarti dalam hitungan detik, itu semua tak bisa berubah.
Tak jarang, hanya dalam sekejap mata, rasa khawatir datang dan menyerang.
Dalam waktu yang singkat itu juga, kita lalu mempertanyakan kepedulian Allah kepada kita.

Kita selalu mengacu kepada sesuatu yang enak dan nyaman di hidup ini.
Kesulitan- tak jarang membuat kita melupakan (meragukan) penyelenggaraan Allah.
Mari terus percaya bahwa Allah senantiasa peduli.
Percaya, jika ada persoalan yang harus kita hadapi, Dia akan berikan kekuatan...
Bersama-Nya kita melangkah dan menyerahkan segala kekuatiran kita.
Sebab Allah senantiasa peduli dan mengasihi segenap umat-Nya.
(-fon-)

Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada Allah, sebab Ia mempedulikanmu.
--- 1 Petrus 5:7

TODAY, 27 Mei: Roda Kehidupan

Roda Kehidupan

Tidak mudah melawan arus arogansi, mementingkan diri sendiri, juga menganggap diri yang paling hebat di dunia saat ini.
Selalu ada tantangan tersendiri untuk mengakui kedahsyatan Allah di hidup kita.
Biasanya, saat mengalami titik terendah kehidupan, barulah kita berserah kepada-Nya dan mengakui bahwa Allahlah yang paling kuat.
Tanpa Dia kita tidak bisa apa-apa.

Roda kehidupan senantiasa berputar.
Terkadang ia membawa kita di atas, terkadang ia menempatkan kita di titik terendah.
Kita tak selalu mampu mengelak, biarpun sudah berusaha dengan sungguh dan giat.
Mari belajar untuk mengandalkan Tuhan dan berlindung di bawah tangan-Nya yang kuat.
Dialah yang akan meninggikan kita pada waktu-Nya...
Bukan untuk membuat kita tinggi hati, namun untuk mengakui bahwa Dialah Sang Maha.
Dialah Raja segala Raja!
(-fon-)

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
---1 Petrus 5:6

Monday, May 25, 2015

TODAY, 26 Mei: Beriman kepada Allah

Beriman Kepada Allah

Di zaman yang semakin membutuhkan bukti, beriman kepada Allah menjadi tantangan tersendiri.
Namun, jangan kita menyerah.
Tetap penuh harapan di dalam Dia dan beriman kepada-Nya.
Percaya bahwa Dia adalah setia dan Dia akan memenuhi setiap janji-Nya kepada kita.
Rencana-Nya terkadang berbeda dengan perencanaan kita, namun pastinya itulah yang terbaik di mata-Nya.
Tuhan, tambahkanlah iman kami.
Amin.
(-fon-)

Iman adalah  dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan  dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
--- Ibrani 11:1

TODAY, 25 Mei: Be Responsible

Be Responsible

Saat berada di Supermarket, saya mengambil sebuah trolley.
Di trolley itu ada tulisan BE RESPONSIBLE, untuk mengingatkan para penggunanya untuk mengembalikan trolley pada tempat-tempat yang sudah ditentukan.

Saya pun kembali diingatkan untuk memilih tindakan yang bertanggung jawab dalam hidup.
Bisa jadi saat ini, kita belum dipercayai hal-hal besar...
Namun, itu bukan berarti kita melalaikan tanggung jawab kita pada hal-hal kecil.
Meskipun di sekitar kita masih ada yang tidak bertanggung jawab dalam perbuatan mereka, namun kita hendaknya memilih menjadi pribadi yang bisa dipercaya dan tetap bertanggung jawab.
Tetap setia, karena Tuhan senantiasa menanamkan kasih dan kebaikan-Nya di hati kita.
(-fon-)

Orang yang bisa dipercayai dalam hal-hal kecil, bisa dipercayai juga dalam hal-hal besar. Tetapi orang yang tidak bisa dipercayai dalam hal-hal kecil, tidak bisa dipercayai juga dalam hal-hal besar.
--- Lukas 16:10

Sunday, May 24, 2015

TODAY, 24 Mei: Bukan Baja

Bukan Baja

Hatiku bukan terbuat dari baja.
Ia bisa sakit, terluka, menderita.
Pada kali lainnya dia juga bisa bersuka, bahagia, dan dipenuhi kedamaian.
Kekuatan manusia sungguh terbatas adanya...
Namun, kita sadari, hanya bersandarkan kepada kekuatan Allah saja...
Maka kita akan beroleh kekuatan yang melimpah-limpah...

Meskipun hatiku bukan terbuat dari baja...
Kuyakini bahwa Allah selalu sertaku...
Ia setia mendampingiku...
Sampai akhir hidupku...
Juga sampai keabadian yang indah bersama-Nya nanti...
(-fon-)

Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat,  supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah,  bukan dari diri kami.
--- 2 Korintus 4:7

Saturday, May 23, 2015

TODAY, 23 Mei: Let Go and Let God

Let Go and Let God

Kecewa-siapa yang tak pernah mengalaminya?
Senantiasa dia hadir tanpa diundang dalam kehidupan kita.

Semakin kita berharap setinggi-tingginya, ketika itu tak menjadi nyata, semakin kecewalah diri ini.
Tak jarang kecewa berujung pada rasa tak berdaya dan putus asa, serta melupakan kepedulian Tuhan dalam hidup kita.

Ada ayat dalam kitab Amsal dalam Bahasa Indonesia sehari-hari mengingatkan kita:
Jika engkau putus asa dalam keadaan gawat, maka engkau orang yang lemah.
Mengakui kelemahan memang penting juga, jika tidak kita akan selalu merasa kuat bahkan tidak membutuhkan Sang Pencipta.
Padahal, kita sungguh memerlukan bimbingan-Nya senantiasa.
Namun, terus berada dalam keadaan putus asa akan menjadikan kita lemah semangat yang lama-kelamaan mempengaruhi cara pandang kita terhadap kehidupan.

Berjuang sekuat tenaga, berencana sebaik-baiknya.
Lalu?
Teruslah berdoa, persembahkan seluruh kecewa, dan bangkit lagi di dalam Dia.
Let Go and let God...
Lepaskanlah rasa yang mengganjal di masa lalu, biarkan Tuhan turun tangan dalam kehidupan kita.
(-fon-)

Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu. 
--- Amsal 24:10

TODAY, 22 Mei: Mengucap Syukur

Mengucap Syukur

Mari kita berandai-andai: misalkan kita memulai hari ini dengan keluhan.
Apakah itu akan mengubah keadaan?
Dengan mengeluh, hidup terasa semakin berat untuk dijalani.
Lalu, apa tidak boleh mengeluh?
Tentu saja, saat kita berdoa, secara jujur kita sampaikan kepada Yesus.

Bahwa keadaan hati kita saat ini misalnya tengah berduka, tengah marah, tengah terluka, sedang kecewa...
Kemudian, bagaimana mengambil solusi yang positif dari apa yang kita rasakan, untuk tidak lama-lama berkubang apalagi terpengaruh kepada perasaan-perasaan negatif tersebut.
Mari mohon bimbingan Roh Kudus dan pertolongan Allah yang Maha Baik untuk menghantarkan kita ke 'level' berikutnya atas keimanan dan kedewasaan rohani kita.

Mulailah mengucap syukur.
Dalam keadaan terburuk sekalipun, pasti masih ada sesuatu yang bisa disyukuri.
Kesehatan, anak-anak, masih bisa bernafas.
Masih bisa menikmati kopi yang kita sukai, kebaikan-kebaikan kecil dari sekitar kita, meskipun itu hanya dari Pak Satpam atau Pak Hansip di dekat rumah.
Yakinilah: selalu masih ada kebaikan, yang mungkin tak terlihat saat kita sedang terlarut dalam kesedihan.
Mungkin saat ini kita belum melihatnya, tetapi ada saatnya kita bisa melihat itu semua pada saat nanti.

Tetap percaya dan beriman kepada Allah.
Tetap mensyukuri hidup dan kehidupan yang Dia karuniakan kepada kita.
Mari menjadikan ucapan syukur sebagai bagian penting di hidup kita.
(-fon-)

Ucaplah syukur  senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.
--- Efesus 5:20

Thursday, May 21, 2015

TODAY, 21 Mei: Ada Waktunya

Ada Waktunya

Mari menjalani hari-hari yang kita lalui di dalam iman.
Percaya kalau untuk segala sesuatu ada waktunya.
Naik-turun kehidupan adalah hal biasa.
Yang terpenting, jangan sampai kita menjadi putus harapan...
Apalagi melupakan kuasa Allah yang Maha Tahu.
Dia mengetahui segalanya di dalam hidup kita.
Mari, percaya pada penyelenggaraan-Nya.
(-fon-)

Untuk segala sesuatu ada masanya,  untuk apapun di bawah langit ada waktunya.
--- Pengkhotbah 3:1

Tuesday, May 19, 2015

TODAY, 20 Mei: Biasa

Biasa

Sering kita mengeluhkan akan datangnya rasa bosan pada kehidupan yang biasa-biasa.
" Hidup gw biasa banget, deh!"
Lalu, ketika ada satu-dua kejadian yang mencelikkan mata kita, barulah kita sadari...
Bahwa hidup yang biasa itu adalah anugerah yang tak ternilai.

Hidup yang biasa menjadi bernilai, ketika kita baru saja mengunjungi sahabat yang sakit di ICU.
Bernafas, berjalan, bahkan kegiatan buang air yang seolah biasa itu seharusnya kita syukuri...
Banyak orang yang bernafas pun sesak, berjalan pun sulit karena usia yang semakin bertambah dan kaki tak lagi mampu menyangga tubuh dengan sempurna...
Bukan hendak bersuka cita di atas penderitaan orang lain, justru hendaknya kesadaran itu muncul untuk kemudian membawa kita belajar bersyukur dalam segala keadaan...
Sembari memanjatkan doa yang terbaik bagi orang-orang yang hidupnya tak lagi biasa...
Yang dihadapkan pada penyakit, kesulitan yang tak bisa kita bayangkan, atau banyak hal yang terjadi dalam kehidupan yang tak pernah disangka-sangka sebelumnya...

Tuhan, ajarlah kami untuk bersyukur dalam setiap keadaan.
Semoga kami senantiasa Kaumampukan melihat kebaikan-Mu di setiap hal di perjalanan hidup kami.
(-fon-)

Dalam segala keadaan hendaklah kalian bersyukur, sebab itulah yang Allah inginkan dari kalian sebagai orang yang hidup bersatu dengan Kristus Yesus.
--- 1 Tesalonika 5:18

Monday, May 18, 2015

TODAY, 19 Mei: Yang Terbaik Hanya Bagi-Mu

Yang Terbaik Hanya Bagi-Mu

Segalanya yang ku miliki
Semuanya dari padaMu
Kan ku bawa persembahanku
Yang terbaik hanya bagiMu
(Tidak Dengan Tangan Hampa-Sari Simorangkir)

Siang yang panas menyengat di luar.
Di kamarku, aku mendengar lagu Tidak Dengan Tangan Hampa oleh Sari Simorangkir.
Ikut hanyut dan larut dalam kata-kata di setiap syairnya.
Segala yang kumiliki sungguh hanya dari Allah saja.
Begitu inginku memberikan hanya yang terbaik bagi-Mu, ya Tuhan...
Jika terkadang aku tak selalu sanggup, mohon beri aku kekuatan...
Jika terkadang penghakiman sesama begitu menyakitkan, mohonkan hati seorang hamba yang terus mau melayani dengan segenap hati bagi-Mu ya, Allah...
Karena segalanya milikku, semua dari-Mu...
Sampai akhir, 'kan kuberikan yang terbaik hanya bagi-Mu, Tuhanku...
(-fon-)

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan  dan bukan untuk manusia. 
--- Kolose 3:23

Sunday, May 17, 2015

TODAY, 18 Mei: Bersama Kristus

Bersama Kristus

Rasanya tidak ada orang yang ingin hidup dalam lingkaran penderitaan.
Tentunya, kebahagiaanlah yang dicari dan didambakan.
Namun, setelah menjalani hidup sampai dewasa, tentunya kita menyadari bahwa penderitaan tak terelakkan.
Senantiasa ada satu-dua-bahkan banyak permasalahan yang terjadi di luar perkiraan.
Dan tak jarang keadaan itu begitu melelahkan.

Yesus sudah mengingatkan bahwa di dunia ini akan ada penderitaan.
Namun, kasih-Nya memampukan kita untuk menghadapi itu semua bersama-sama dengan Dia.
Mari menabahkan hati, berdoa mohon pimpinan-Nya senantiasa dalam hidup ini.
Dan dengan iman kita melangkah bersama Kristus karena Dia sudah mengalahkan dunia.
(-fon-)

Semuanya ini Kukatakan supaya kalian mendapat sejahtera karena bersatu dengan Aku. Di dunia kalian akan menderita. Tapi tabahkan hatimu! Aku sudah mengalahkan dunia!
--- Yohanes 16:33

TODAY, 17 Mei: Dekat Allah, Aku Tenang

Dekat Allah, Aku Tenang

Hari-hari yang sibuk senantiasa kita lalui.
Rasanya, terkadang 24 jam itu tak cukup. 
Begitu banyak kesibukan yang harus kita lakukan...
Belum lagi ketika hendak bersantai, alat-alat komunikasi canggih membuat waktu pribadi dan saat hening semakin berkurang.
Denting 'notification' dari Facebook, WhatsApp, BBM, membuat kita semakin sulit berkonsentrasi dan duduk tenang di dalam doa.

Di tengah kesibukan dunia, sungguh indah jika kita masih bisa menyediakan waktu bagi-Nya.
Duduk diam, mendengarkan lagu rohani, berdoa...
Membaca Kitab Suci...
Bersekutu dengan sahabat seiman...
Mengikuti kegiatan kerohanian positif semisal retret, rekoleksi, dsb.
Yang semuanya baik bagi perkembangan iman dan membawa kita semakin dekat dengan Allah.

Di tengah kesibukan dunia, sungguh indah jika kita mau duduk dan bersujud di hadapan-Nya.
Keluar dari rutinitas kesibukan, masuk pada keheningan.
Merasakan indahnya hadirat Allah yang penuh kedamaian di hidup kita.
Carilah wajah-Nya, mendekatlah pada-Nya.
Semoga kita masih tetap menyempatkan diri untuk berdoa kepada-Nya.
(-fon-)

Hanya dekat  Allah saja aku tenang,  dari pada-Nyalah keselamatanku.
--- Mazmur 62:1 

Saturday, May 16, 2015

TODAY, 16 Mei: Pensil Kecil Milik-Nya

Pensil Kecil Milik-Nya

Saya adalah sebuah pensil kecil di tangan Tuhan yang menulis dan mengirimkan sebuah surat cinta kepada dunia ~ Bunda Teresa

Saya selalu suka dengan kata-kata Bunda Teresa di atas.
Selamanya tetap perasaan itu ada di dalam dada.
Saya hanyalah sebuah pensil kecil milik-Nya, yang di tangan-Nya tengah menulis dan mengirimkan surat cinta kepada dunia.
Terkadang menulis setiap hari menjadikannya sebagai sebuah rutinitas.
Tak jarang, saya harus berpikir keras untuk mencari ide penulisan.
Namun, tak jarang pula, rahmat dan kebaikan Tuhan turun di sekitarku, asal aku mau jeli membuka mataku dan mendengar suara-Nya di hatiku...
Dari situlah tuntunan demi tuntunan-Nya mengarahkanku kepada aliran inspirasi tiada henti.
Dialah SUMBER INSPIRASI TERBAIK yang kumiliki.
Kusyukuri semuanya, kusyukuri kebaikan-Nya di hidupku atas semua yang dia titipkan bagiku.
Satu janjiku, semoga aku bisa tetap setia memberikan yang terbaik sampai akhir nanti.
Tuhan, terima kasih untuk semuanya ini.
Jadikanlah aku selalu pensil kecil-Mu dan tuliskanlah apa yang ingin Kausalurkan melalui aku.
Amin.
(-fon-)

Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
--- Mazmur 106:1


TODAY, 15 Mei: Allah Peduli

Allah Peduli

Masih dikejutkan oleh berita terlantarnya 5 orang anak di kawasan Cibubur dan yang terparah ini dilakukan oleh orangtuanya sendiri.
Keadaan ini diperburuk ketika terkuak bahwa orangtuanya adalah pemakai narkoba, semakin sedih hati ini rasanya.
Menjadi orangtua, bukan perkara gampang.
Butuh tanggung jawab untuk mendidik anak-anak untuk menjadi orang-orang beriman, tegar, dan mampu mengatasi berbagai tantangan kehidupan bersama Tuhan.
Bukan melulu orang-orang yang sukses, kaya, terkenal, tetapi kurang mengerti sopan-santun dan tidak menghargai orang lain.
Saya pun berpikir, bahwa sebagai orangtua, saya sungguh masih jauh dari sempurna.
Betapa banyak yang harus dibenahi, untuk menjadi orangtua yang lebih baik lagi.

Kejadian ini mengingatkan saya akan kepedulian Allah pada kita.
Dia takkan meninggalkan kita sendirian (takkan menelantarkan kita), Dia mendengarkan teriakan minta tolong kita...
Dia memperhatikan kesusahan kita...
Hanya mungkin jalan-Nya bukan jalan kita...
Sembari memanjatkan doa agar pertolongan turun atas ke-5 anak yang sungguh malang itu, semoga mereka diberikan pertolongan dan pendampingan atas luka batin serta trauma yang mereka alami...
Juga, semoga kita pun yang dipercayai sebagai orangtua bisa menjadi ayah dan ibu yang peduli pada anak-anaknya...
Dan, mari terus mengingat kebaikan dan kasih Allah pada kita.
Allah peduli dan senantiasa menyayangi kita semua.
(-fon-)

Tetapi TUHAN mendengar teriakan mereka, Ia memperhatikan kesusahan mereka.
--- Mazmur 106:44

Wednesday, May 13, 2015

TODAY, 14 Mei: On - Off

On-Off

Tombol On-Off sebetulnya sungguh dekat dengan kita.
Setiap hari, setidaknya kita pasti memencet tombol On dan Off saat menyalakan televisi, menyalakan AC, dan sebagainya.
Bila kita aplikasikan dalam hidup, terkadang hidup pun membawa kita ke masa-masa gemilang yang bisa diibaratkan sebagai tombol 'ON'.
Lalu, ada masa-masa 'off', saat kita tidak terlalu bersukacita dengan hidup kita.
Saat begitu banyak permasalahan melanda dan membuat kita sulit melihat secara positif akan kehidupan ini.
Namun, bersama Tuhan, kita tahu itu semua adalah sementara.
On-off mungkin silih berganti, namun jangan lupa untuk tetap mendekat kepada-Nya, berdiri teguh, dan terus melakukan yang terbaik dengan segiat mungkin.
Apa pun yang terjadi saat ini, kita percayai, Tuhan punya rencana atas segala sesuatunya.
Mungkin sekarang kita belum mampu melihat, namun suatu ketika kita nanti akan diperlihatkan, mengapa semua ini terjadi.
On atau off di mataku, hidupku tetap di tangan-Mu.
Kupersembahkan segalanya hanya bagi-Mu!
(-fon-)

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!   Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.
--- 1 Korintus 15:58

Tuesday, May 12, 2015

TODAY, 13 Mei: Arogansi Manusia

Arogansi Manusia

Pagi ini, sesuatu terlintas di pikiranku.
Betapa tipisnya perbedaan percaya diri yang sering didengung-dengungkan itu dengan kesombongan.
Percaya diri yang berlebihan, disebut juga 'overconfident', akan menjadi sesuatu yang terlalu berpusat pada diriku-kemampuanku-kehebatanku.
Tak jarang, hal ini membuat manusia semakin arogan dan melupakan Sang Pemberi Kehidupan.
Karena kita tak lagi mengandalkan Tuhan, melainkan mengandalkan kekuatan diri sendiri.

Hendaknya kita melakukan segala sesuatu yang dipercayakan kepada kita dengan sebaik-baiknya sekuat tenaga, terus berdoa, dan beriman kepada-Nya.
Jangan melupakan diri-Nya...
Karena Allah sajalah yang menjadikan kita semua seperti hari ini.
Arogansi yang terkadang bisa muncul sesekali, semoga bisa kita kendalikan.
Mari terus menyerukan, "Yesus, Engkaulah Andalanku!"
(-fon-)

Diberkatilah  orang yang mengandalkan  TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
--- Yeremia 17:7

Monday, May 11, 2015

TODAY, 12 Mei: Trust in the Lord

Trust in the Lord

Although the life of a person is in a land full of thorns and weeds, there is always a space in which the good seed can grow. 
You have to trust God.
(Pope Francis)


Mungkin tidak semua dari kita punya masa lalu yang gemilang.
Bahkan mungkin saat ini, kita masih berada di lingkungan yang terbilang suram.
Tidak gegap gempita, tidak cemerlang, kurang bercahaya.
Kutipan dari Paus Fransiskus di atas, mengingatkan saya akan kehidupan itu sendiri.
Meskipun kehidupan seseorang berada pada lahan yang penuh duri dan ilalang, selalu ada ruang di mana benih yang baik mampu bertumbuh. 
Yang terpenting adalah percaya kepada Allah.
Sebagaimana ayat dari Amsal di bagian akhir tulisan ini, semoga kita senantiasa diingatkan untuk percaya kepada-Nya dengan segenap hati kita.
Tak peduli seberapa buruk masa lalu kita, masih ada kesempatan untuk bertumbuh dan berkembang baik di dalam Allah.
Percaya dan terus melakukan yang terbaik.
Semoga kita senantiasa dalam bimbingan-Nya.
(-fon-)

Percayalah kepada TUHAN  dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
--- Amsal 3:5

Sunday, May 10, 2015

TODAY, 11 Mei : Pengharapan Kristiani

Pengharapan Kristiani

Pagi ini, Auntie School Bus Odri-anak pertama kami- mengabarkan Ibunya berpulang untuk selamanya, sehingga untuk beberapa hari Auntie tidak bisa mengantar-jemput Odri.
Berpulang. Kembali selamanya ke pangkuan yang kuasa senantiasa kita dengar beritanya. Entah itu selebriti ternama yang meninggal di usia muda, seorang mantan Perdana Menteri yang meninggal di usia 91 tahun, atau seorang bayi mungil yang meninggal ketika dia terlahir ke dunia. 
Kita pun pernah mengalami rasa ditinggalkan oleh yang terkasih, yang dekat di hati.
Dan... Suatu saat, suka atau tidak, siap atau tidak, kita pun akan mengalami hal yang sama.
Berpulang untuk selamanya.

Jujurnya, ada rasa yang kurang enak di hati ketika harus menuliskan atau mengungkapkan hal ini.
Namun, inilah kenyataan yang tak bisa dipungkiri.
Sebagai pengikut Kristus, hendaknya kita senantiasa menyiapkan diri sebaik-baiknya dalam pertandingan kehidupan ini.
Di dalam pengharapan umat-Nya, hendaknya kita terus memikirkan perkara yang di atas, kehidupan kekal, keabadian bersama Allah.
Sebuah persatuan yang termanis, saat kembalinya manusia kepada Sang Pencipta.
Kematian bukanlah lagi sesuatu yang menakutkan jika dipandang dalam kacamata iman.
Hidup dan mati kita hanyalah untuk Kristus.
Selagi diberi kesempatan untuk hidup, mari hidup sepenuh-penuhnya dan sebaik-baiknya demi kemuliaan nama-Nya.
(-fon-)

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
--- Kolose 3:1-2

TODAY, 10 Mei: Something Special

Something Special

Hari Ibu.
Di Kantin Gereja ada rangkaian bunga di tiap mejanya.

Entah mengapa, saya merasa ada perasaan khusus yang menjalari hatiku.
'Something special'.
Sesuatu yang hangat dan indah, karena aku dipanggil ' Mama' oleh anak-anakku.
Sungguh butuh perjuangan memang, untuk tidak lagi mementingkan diri sendiri namun menempatkan kepentingan mereka terlebih dulu.
Sungguh berbahagia pula, karena di hari Ibu internasional yang diperingati di banyak negara termasuk di Singapura ini, Mamaku ada bersamaku karena tengah mengunjungiku.

Sebagai seorang Ibu, saya pribadi terus belajar.
Banyak kesalahan, banyak pelajaran.
Namun, untuk ditukar dengan peranan apa pun, agaknya saya tidak rela.
Sungguh ini merupakan peranan yang walaupun juga menguras air mata, namun sungguh bernilai dan berharga.
Saya bersyukur untuk peranan ini.
Juga mendoakan segenap Ibu yang membaca tulisan ini...
Semoga kita semua dilimpahi kasih-Nya senantiasa...
Sehingga kita mampu melakukan tugas-tugas kita dengan baik...
Membimbing Si Kecil hingga mandiri dan mampu menjadi pribadi-pribadi yang tangguh di dunia ini.
Melibatkan Allah senantiasa di dalam setiap langkah...
Sebab Dialah Matahari dan Perisai kita...
Sekarang dan selamanya.
(-fon-)

Sebab TUHAN Allah adalah matahari  dan perisai;  kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan  kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.
--- Mazmur 84:11

TODAY, 9 Mei: Pekerjaan Baik

Pekerjaan Baik

Hidup ini untuk apa?
Mungkin ada pertanyaan dalam diri kita yang sesekali muncul.
Setiap hari, kehidupan kita dipenuhi rutinitas yang tak jarang menjemukan.
Dan terkadang, sesekali membuat kita mempertanyakan: untuk apa sih kita hidup di dunia ini?
Terkadang motivasi itu jelas, apalagi ketika banyak kali kita menerima pujian, penghargaan, kesuksesan, dan seterusnya.
Namun, ada kalanya kita merasa serba tak menentu... 
Terutama jika dihadapkan pada kekecewaan akibat kegagalan beruntun misalnya...
Naik-turunnya proses  kehidupan adalah hal yang biasa.
Yang terpenting kita tetap fokus kepada tujuan hidup kita yang sudah direncanakan-Nya dari semula.
Mungkin juga kita mengalami kebingungan mendefinisikan apa tujuan hidup kita.
Berdoalah dan bertanyalah kepada Allah, juga kepada diri sendiri, apa yang menjadi kerinduan di hati.
Berusaha untuk senantiasa melakukan pekerjaan baik di dalam Dia.
Agar hidup dan kehidupan ini lebih bermakna.
(-fon-)

Karena kita ini buatan  Allah, diciptakan  dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
--- Efesus 2:10

Friday, May 8, 2015

TODAY, 8 Mei: Pamer

Pamer

Dengan semakin berkembangnya teknologi dan media sosial, semakin gampang bagi kita untuk menunjukkan apa yang sedang kita lakukan.
Tak lupa, apa yang kita pakai, liburan yang kita nikmati, dan segala hal bisa kita posting secara online
Mungkin tidak salah sih, namun ketika itu berkembang tanpa kendali, menjadi sulit bahkan untuk bertanya pada diri sendiri: " How much is too much???"

Alkitab mengingatkan bahwa manusia akan semakin menjadi-jadi dalam mencintai dirinya sendiri, menjadi hamba uang, menyombongkan diri, tidak tahu berterima kasih, suka menjelekkan orang, dan lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. 
Dari media online juga saya ketahui, tanpa pernah menontonnya, menjadi sesuatu yang memprihatinkan saat mereka menghadirkan selebriti untuk kemudian memamerkan harta benda dan kekayaannya.
Tentu saja, itu adalah hak setiap orang. 
Beberapa orang bahkan setuju dan bilang sah-sah saja, itu tokh semua didapati dari kerja keras mereka mungkin.
Namun, sebagai murid Kristus, mari kita telaah kehidupan kita sendiri.
Dunia boleh menawarkan banyak pilihan, namun bukankah pilihan akhir ada di tangan kita?
Dengan banyaknya uang yang dihamburkan untuk kesenangan dan kemewahan pribadi, jika saja itu bisa disisihkan untuk membantu anak asuh yang menangis karena tak punya uang untuk melanjutkan sekolah...
Mungkin juga untuk bayi yang sakit dan orangtuanya begitu miskin sehingga tak bisa membayar uang pengobatan yang membengkak...
Mungkin membantu guru-guru kita yang sudah pensiun dan tidak punya uang untuk operasi penyakitnya...
Banyak yang kita bisa lakukan bagi sekeliling kita dengan mengorbankan sedikit kemewahan yang bisa kita nikmati.
Itulah indahnya berbagi.
Semoga kita bisa mengurangi budaya pamer, apalagi segala sesuatu yang tidak menginspirasi dalam hal yang positif.
Semoga hati kita semakin terketuk oleh kasih kepada sekitar kita yang menderita.
(-fon-)

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir  akan datang masa yang sukar3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri  dan menjadi hamba uang.  Mereka akan membual dan menyombongkan diri,  mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua  dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, 3:4suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu,  lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
--- 2 Timotius 3:1-4

Thursday, May 7, 2015

TODAY, 7 Mei: Menggapai Impian Bersama Allah

Menggapai Impian Bersama Allah

Malam ini, Asia's Got Talent akan menghadirkan malam Grand Final.
Ada beberapa catatan yang menarik, yang bisa saya petik dari ajang pencarian bakat ini dan ingin saya bagikan kepada Sahabat semua.
Salah satu kontestan yang akan tampil malam ini adalah Junior New System, sebuah kelompok tari anak muda asal Filipina.
Mereka menari dengan luar biasa, penuh semangat dan gerakan yang sungguh memperlihatkan latihan keras yang mereka lakukan selama ini.
Va Ness Wu, salah satu anggota juri yang juga dulunya merupakan anggota F4 asal Taiwan, mengungkapkan kekagumannya dan berujar, " Junior New System is a name that I'm going to remember."

Ketika melihat gemerlapnya penampilan mereka, mungkin tidak pernah akan ada yang menyangka bahwa mereka berlatih di bagian kumuh Filipina.
Mereka pun rata-rata datang dari keluarga yang kurang mampu, namun sekali lagi itu bukan halangan untuk menggapai impian yang mereka idam-idamkan.

Mari kita lihat diri kita masing-masing.
Mungkin kita punya impian yang tertunda, yang belum sempat terlaksana.
Namun, setiap saat impian itu pun senantiasa hadir di hati kita dan tak pernah mau pergi.
Kita pun berlatih keras tanpa henti untuk memberikan yang terbaik, seiiring dengan talenta yang memang dititipkan-Nya pada kita.
Berlatih keras, memberikan yang terbaik, dan berdoa.
Semoga impian itu suatu ketika terwujud nyata, seturut rencana-Nya.
(-fon-)

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan  apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan  yang penuh harapan.
--- Yeremia 29:11

TODAY, 6 Mei: Ibu

Ibu

Ibu, Bunda, Mama, Mommy, atau apa pun sebutannya, mengacu kepada seorang wanita yang melahirkan anaknya.
Sebentar lagi di Singapura akan merayakan hari ibu.
Mother's Day Sale sudah ada di mana-mana, karena hari Minggu 10 Mei nanti adalah perayaan hari Ibu di sini.
Sungguh meriah dengan seluruh perayaan yang ada, namun sekali lagi saya diingatkan akan esensi peranan dari Ibu yang sejati.

Alkitab mengingatkan agar perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya.
Hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya agar Firman Allah jangan dihujat orang.
Bunda Maria menjadi teladan pula bagi segenap wanita Kristiani.
Yang dengan segenap hati mengikuti kehendak Allah yang terjadi di kehidupannya.

Peranan Ibu yang juga diberikan-Nya kepada saya untuk dinikmati, sungguh saya syukuri.
Bukan peranan yang mudah untuk mendidik anak-anak, apalagi di zaman sekarang ini...
Namun, peranan yang sangat besar pengaruhnya untuk menentukan akan jadi apa generasi yang sekarang di masa datang.
Saya sungguh menyadari keterbatasan saya sebagai seorang Ibu, sungguh masih jauh dari kata sempurna.
Namun, semoga kita semua yang diberi kesempatan menikmati peranan ini, menjalaninya dengan sepenuh hati. 
Berdoa sungguh kepada Allah untuk membimbing langkah-langkah kita agar tetap berada di jalan-Nya.
Dan yang terpenting: menghantarkan anak-anak titipan Allah menjadi anak-anak yang tegar, beriman, dan menjadi bintang-bintang kehidupan di dalam Dia.
(-fon-)

Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah,  jangan menjadi hamba anggur,  tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik 2:4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda  mengasihi suami dan anak-anaknya2:5 hidup bijaksana  dan suci, rajin mengatur rumah tangganya,  baik hati dan taat kepada suaminya,  agar Firman Allah jangan dihujat orang. 
--- Titus 2:3-5

Monday, May 4, 2015

TODAY, 5 Mei: Kuatkan Hati

Kuatkan Hati

Jika keadaan kita senantiasa lancar dan penuh kesuksesan, mungkin kita tak pernah tahu apa artinya harus hidup dalam malam-malam kelam dan menyesali kegagalan kita.
Tetapi, kegagalan bukanlah akhir segalanya.
Banyak kali kita baca, kegagalan itu merupakan kesuksesan yang tertunda asalkan kita mau mengambil pelajaran berharga di baliknya.
Serta kemudian belajar bangkit lagi, tak peduli seberapa parah kita pernah terjatuh.
Kesannya mudah, namun ketika menjalankannya tentunya butuh perjuangan.
Di dalam Tuhan, kita berdoa.
Menguatkan hati serta iman kita.
Tetap berpengharapan kepada-Nya, namun tidak memaksakan kehendak kita.
Biarlah kehendak-Nya yang terjadi.
Bagian kita hanyalah memberikan yang terbaik senantiasa.
Jangan patah semangat, kuatkan hati.
Bersama Tuhan, kita lewati semua ini dan menjadi pribadi-pribadi yang indah di mata-Nya.
(-fon-)

Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah  bagi usahamu!"
--- 2 Tawarikh 15:7

TODAY, 4 Mei: Allah Akan Memenuhi Segala Keperluan Kita

Allah Akan Memenuhi Segala Keperluan Kita

Jika bicara soal keinginan, tentunya sungguh banyak yang kita inginkan.
Ingin begini, ingin begitu, banyak sekali, seperti kata Doraemon.
Namun, apakah itu yang kita perlukan?
Banyak kali, jika kita telaah, belum tentu.
Bahkan, bukan!
Itu hanyalah demi gengsi, pergaulan, kebahagiaan semu, dan seterusnya.

Marilah bekerja dan berusaha dengan giat dan jujur.
Sembari percaya dan berdoa, bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan kita menurut kemuliaan-Nya.
Juga mohon kebijaksanaan dari-Nya untuk memilah dan memilih mana yang merupakan kebutuhan, mana yang merupakan keinginan.
Semoga Roh Kudus membimbing kita senantiasa.
Amin.
(-fon-)

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu  menurut kekayaan  dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
--- Filipi 4:19

TODAY, Mei 03: Jesus Christ-The Healer

Jesus Christ-The Healer

Saat tengah menyaksikan drama korea berjudul 'Healer', dengan akting yang memukau dari Ji Chang-Wook dan Park Min-Young, entah mengapa saya langsung teringat  bahwa Yesus Kristus adalah Sang Penyembuh (The Healer).

Mungkin kita punya sakit fisik dan tak jarang pula kita menyimpan luka di hati.
Mari datang kepada-Nya...
Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita...
Mari persembahkan itu semua kepada-Nya...
Semoga jika Dia berkenan, kesembuhan akan terjadi seturut kehendak-Nya.
Dan kesembuhan itu terkadang tidak selalu sama dengan apa yang ada di pikiran kita...
Mari belajar untuk terus percaya bahwa Yesus sungguh baik dan Dia mampu menyembuhkan kita.
Amin.
(-fon-)

Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakitHal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.
--- Matius 8:16-17

Saturday, May 2, 2015

TODAY, 2 Mei: Bertumbuh

Bertumbuh

Pagi yang mendung.
Ketika sedang berjalan di sekitar tempat tinggal saya untuk membeli roti yang sudah habis di rumah, saya memandangi sekitar saya.
Banyak pepohonan yang cukup tinggi.
Ada daun-daun kuncup yang baru tumbuh dengan segarnya.
Memang, suatu saat akan layu juga nantinya...
Namun, setidaknya dedaunan itu mengingatkan saya akan satu kata: bertumbuh.

Ketika memang masanya bertumbuh, mari kita bertumbuh dengan maksimal...
Jauhkan diri dari segala kejahatan, tipu muslihat, kemunafikan, kedengkian, apalgi fitnah.
Terus bertumbuh dan beroleh keselamatan.
Karena kita telah mengecap kebaikan Tuhan yang luar biasa.
Mari terus bertumbuh di dalam kasih, di dalam iman, di dalam pengharapan.
Di dalam pengetahuan akan Dia...
Dan tak lupa: bertumbuh dalam perbuatan penuh kasih di hidup ini.
(-fon-)

Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. 2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, 2:3 jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. 
--- 1 Petrus 2:1-3

Friday, May 1, 2015

TODAY, 1 Mei: Mary Jane

Mary Jane

Salah satu orang yang sudah dijatuhi hukuman mati adalah Mary Jane Fiesta Veloso orang Katolik dari Filipina, berumur 30 tahun, ibu dari dua anak Sekolah Dasar. Sejak berumur 14 tahun, Mary Jane bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dan untuk mencari nafkah bagi anak-anaknya, ia menjadi tenaga kerja wanita Filipina di Malaysia. Di situ, ibu agen tenaga kerja menghadiahi Mary Jane sebuah koper; dan kemudian agen tenaga kerja menugasi Mary Jane, menemui seorang teman di Yogya. Di situ, polisi menemukan bahan narkoba amat banyak, tersembunyi dalam dinding koper lapis dua. Mary Jane bersikeras: tidak tahu menahu mengenai isi koper itu. Tidak ada bukti untuk menuduh Mary Jane bahwa bohong. Namun semua pengadilan di Indonesia mempidana Ibu Mary Jane dengan hukuman mati. Kini permintaan untuk peninjauan kembali, telah ditolak; maka bersama sembilan orang terpinda Mary Jane menghadapi eksekusi.
 (Surat Uskup Agung Mgr. Ignatius Suharyo Untuk para Imam di KAJ
“GEREJA KATOLIK MENOLAK HUKUMAN MATI”)

Beberapa waktu yang lalu, berpuncak pada beberapa hari yang lalu, ramai orang memperbincangkan soal hukuman mati bagi para pengedar narkoba.
Sebagian besar sudah dieksekusi mati sebagai 'Bali Nine' yang terkenal di seluruh penjuru dunia itu.
Banyak yang pro, ada yang kontra.
Namun, Gereja Katolik bersikap tegas: menentang narkoba, sekaligus menolak hukuman mati.
Yang paling menarik yang saya garis bawahi adalah Mary Jane, yang seharusnya dieksekusi bersamaan dengan 'Bali Nine', namun di detik-detik terakhir-puji Tuhan- berhasil menerima penundaan karena penyalur Mary Jane menyerahkan diri di Filipina.

Meskipun menyadari memang harus ada hukuman seberat-beratnya bagi para pengedar terutama Bandar Narkoba karena sangat-sangat merugikan generasi muda penerus bangsa dalam skala negatif....
Namun, di dalam hati saya selalu rasanya sulit menerima jika ada hukuman mati.
Apakah tidak ada jalan lain?
Apakah hukuman seumur hidup tidak cukup?

Mungkin di pulau terpencil yang terisolasi tanpa ada kemungkinan komunikasi dengan dunia luar untuk menghindari kemungkinan mereka kontak dengan bandar lainnya di luar sana?
Dan yang paling parah, jika yang tidak bersalah malah dihukum mati karena sistem peradilan yang tidak kita ketahui 100% kebenarannya yang terkadang dapat diputar-balilkkan sedemikian rupa.

Mari mendoakan Mary Jane agar bila memang tidak bersalah, bisa terbebas dari hukuman ini, serta berkumpul kembali dengan keluarganya.
Mari mendoakan mereka yang sudah berpulang.
Mari juga doakan agar orang-orang yang tidak bersalah, tidak dihukum mati.
Semoga sistem peradilan membaik dan hukuman mati ini ditinjau ulang kembali suatu saat nanti.
Ya, semoga.
(-fon-)

Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.
--- 1 Petrus 3:1