Saturday, May 26, 2018

TODAY, 27 Mei: Dengan Ikhlas

TODAY, 27 Mei: 

Dengan Ikhlas

Ada kalanya hidup membawa kita kepada hal-hal yang kurang mengenakkan...
Rencana berjalan jauh dari apa yang sudah kita rancang sebelumnya...
Persoalan datang bertubi-tubi tanpa kita pernah siap akan hal tersebut...
Kemalangan demi kemalangan secara beruntun juga menghampiri...
Hampir seolah tanpa henti...

Tidak selamanya kita bisa dengan ikhlas melewati semuanya...
Terkadang kita menggerutu, mengomel, marah luar biasa...
Intinya kita kecewa saat hidup membawa kita pada jalan-jalan kelam...
Yang tak pernah terbayangkan sebelumnya!

Untuk itu marilah terus belajar...
Untuk menerima rancangan Tuhan dengan ikhlas...
Untuk mengampuni mereka yang menyakiti hati kita teramat parah...
Bukan untuk siapa-siapa, tetapi untuk kebaikan diri sendiri...
Namun belajar untuk lebih baik di kemudian hari...
Dengan ikhlas juga berusaha tetap melakukan kebaikan...
Karena kita berpegang kepada apa yang baik...
Yaitu yang hanya berasal dari Allah saja...

Dengan ikhlas kita belajar menerima hal-hal yang tak bisa kita ubah...
Juga meyakini, jika itu terjadi pada kita, pasti itu seturut kehendak-Nya.
Tuhan akan memberikan kekuatan sepanjang perjalanan kehidupan...
Asal kita tetap bertekun dalam doa dan percaya pada penyelenggaraan-Nya!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Kasihilah dengan ikhlas. Bencilah yang jahat, dan berpeganglah kepada apa yang baik.
--- Roma 12:9 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

TODAY, 26 Mei: Genuine

TODAY, 26 Mei: 

Genuine

Berkunjung ke Gereja St. Mary of the Angels-Bukit Batok hari ini untuk Misa di Sabtu sore, saya diingatkan berulang kali melalui khotbah Father Justin Lim, OFM mengenai 'being genuine' .
Kata GENUINE itu sendiri bila kita telaah artinya: asli, murni, nyata, tidak palsu (not fake)- searti dengan tidak diliputi kepura-puraan...

Kata 'genuine' dalam karya, menjadi tantangan tersendiri saat ini...
Sebagai penulis yang mengandalkan media online...
Saya amat menyadari bahwa banyak dari kami menjadi korban pelanggaran hak cipta...
Dikarenakan tulisan kami diakui sebagai tulisan orang lain bermodalkan 'copas' alias copy paste.
Saya sendiri pernah mengalaminya...
Ini bukan pertama kali...
Banyak kali, ketika saya 'search' tulisan yang cukup lama dan dianggap cocok oleh pemilik blog, tulisan itu kemudian bercokol di blog dia dan mengatasnamakan dia...
Dulu saya berusaha menegur pemilik Blog yang bersangkutan, untuk kemudian mohon dia menuliskan nama saya sebagai penulis artikel tersebut...
Tetapi terkadang sulit juga...
Selain orangnya tak mau, saya pun pernah kewalahan karena yang copas ternyata banyak...

Akhirnya, saya tetap menjaga originalitas saya...
Tetap berupaya yang terbaik...
Sehingga ketika orang membaca suatu tulisan, tanpa nama sekalipun, sudah kira-kira tahu: tulisan siapa ini...

Hanya saya tetap menghimbau bagi kita bersama, jangan lupa menuliskan sumber tulisan karena sebuah nama bagi Sang Penulis sangat berarti...

Saya terkadang juga sering melihat 'before' 'after' dari artis-artis ternama. 
Terutama dari Korea, Cina, Hollywood, dan mungkin juga Indonesia...
Mungkin karena tuntutan profesi, tuntutan lingkungan: mereka melakukan 'touch up' atas wajah atau bagian tubuh lainnya.
Wajah yang pertama muncul mengalami transformasi luar biasa, sehingga terkadang sulit dikenali...
Ada yang tetap mengandalkan wajah asli dengan operasi plastik di beberapa bagian untuk tampil lebih sempurna...
Pro dan kontra seputar hal ini, namun ya saya kira itu kembali ke pribadi masing-masing dan hati kita masing-masing...

Di dunia ini, kita sering berhadapan dengan orang yang macam-macam tingkahnya...
Mungkin kita pun termasuk di dalamnya...
Ada yang tulus, jujur, dan murni...
Serta selalu beritikad baik...
Namun ada kalanya: dipenuhi kepalsuan, kepura-puraan...
Di depan baik, di belakang menusuk dalam-dalam...
Ada juga yang baik di awalnya, kemudian karena sejumlah uang, berakhir dengan penipuan...
Menghadapi orang yang macam-macam membuat kita seharusnya waspada...
Berusaha lebih cerdik, dalam tuntunan Roh Kudus, semoga kita tidak terjebak...
Sedangkan bagi kita semua: mari tetap berpegang teguh pada keimanan kita...

Pada Allah dan kasih-Nya...
Sehingga kita dapat memiliki hati yang murni dan hati nurani yang suci...
Semoga kita bisa menjadi terang Allah dengan orisinalitas kita di mana pun di tempatkan.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Tujuan nasihat saya itu adalah supaya orang dapat memiliki hati yang murni dan hati nurani yang suci, serta sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, dan dengan demikian mereka dapat mengasihi sesamanya.
--- 1 Timotius 1:5 

Friday, May 25, 2018

TODAY, 24 Mei : Pertimbangan Yang Matang


TODAY, 24 Mei:

Pertimbangan Yang Matang

Minggu lalu, saya mendapat sebuah foto yang salah satu butirnya berbunyi:
Before you write, think!
Berpikirlah sebelum Anda menulis...
Saya lalu berpikir...
Memang setiap kali sebelum menulis, pasti akan dipikirkan masak-masak oleh Si Penulis...
Dan ada sebuah kelebihan dari tulisan...
Jika seandainya kurang oke, kurang berkenan, dirasa kasar atau menyakiti hati...
Sebetulnya masih sempat untuk di-edit sebelum dikirimkan ke mana-mana...

Lain halnya dengan ucapan...
Before you speak, think!
Agaknya menjadi lebih cocok bagi saya...
Karena kita terkadang tidak sadar bahwa ucapan kita menimbulkan luka...
Omongan pedas yang tidak pernah kita pertimbangkan sebelum keluar dari mulut kita bisa berefek berat dan tak terlupakan bagi orang lain.
Jadi, berhati-hatilah...

Di masa kini, tulisan-tulisan kita di komen komentar media sosial juga penting untuk dipikirkan dan dikaji sebelum diposting...
Saya sadar, banyak orang yang begitu tak pedulinya...
Yang penting asal nyerocos, yang penting saya senang, peduli amat dengan orang lain!
Tetapi, kini pun sudah mulai ada hukum yang akan mengaturnya...
Anda bisa dilaporkan dan mungkin juga ada sanksi-nya...

Jadi, berhati-hatilah di dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan...
Jika Anda berhasil mengelabui seluruh dunia, tetaplah ingat Tuhan Maha Melihat...!
Sebelum melakukan sesuatu: pertimbangkanlah dengan matang...
Semoga kita selalu dipimpin oleh hikmat Allah di dalam hidup ini...
Amin!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Sebab itu, berpeganglah pada hikmat dan pada pertimbangan yang matang, anakku! Jangan sekali-kali melepaskannya
--- Amsal 3:21

TODAY, 25 Mei: Manusia Kuat


TODAY, 25 Mei:

Manusia Kuat

Kau bisa patahkan kakiku
Tapi tidak mimpi-mimpiku
Kau bisa lumpuhkan tanganku
Tapi tidak mimpi-mimpiku

Kau bisa merebut senyumku
Tapi sungguh tak akan lama
Kau bisa merobek hatiku
Tapi aku tahu obatnya

Reff.
Manusia-manusia kuat itu kita
Jiwa-jiwa yang kuat itu kita
Manusia-manusia kuat itu kita
Jiwa-jiwa yang kuat itu kita

Kau bisa hitamkan putihku
Kau takkan gelapkan apapun
Kau bisa runtuhkan jalanku
Kan kutemukan jalan yang lain

Kembali ke reff.

Bila bukan kehendak-Nya huuu
Tidak satu pun culasmu akan bawa bahaya
(Manusia Kuat. Oleh: Tulus. Tahun 2016)

Lirik lagu yang sangat kuat pesannya…
Sekuat judulnya: Manusia Kuat.
Lagu dari Tulus ini, cukup menarik perhatianku malam ini.
Kita memang bisa menjadi kuat…
Tetapi kekuatan yang hanya bersumberkan dari diri sendiri punya keterbatasan…
Jika mengandalkan Allah dan kekuatan-Nya, tentunya kita bisa menimba kekuatan baru di setiap waktu.
Persembahkan impian kita, gelisah kita, resah kita, harapan kita hanya kepada-Nya…
Pada Allah ada keselamatan dan kemuliaan…
Dan jika itu semua seturut kehendak-Nya…
Takkan ada yang bisa menghalangi-Nya.
Amin!

Jadilah manusia kuat di dalam Tuhan…
Mengandalkan Dia di setiap saat…
Tuhan selalu beserta kita…
Sekarang dan selama-lamanya!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku  ialah Allah.
--- Mazmur 62:8

Thursday, May 24, 2018

TODAY, 23 Mei: Tetap Setia Selamanya

TODAY, 23 Mei: 

Tetap Setia Selamanya

Mungkin bagi banyak orang, saat ini adalah hal yang biasa jika ada perselingkuhan.
Belum lagi ada sebutan mereka yang merebut suami atau istri orang.
Malah terkadang yang berhasil merebut koq malah terkesan bangga dengan apa yang sudah dicapainya.
Itu adalah arus dunia...
Yang sangat berbeda dengan keimanan kita...
So? Tahu: boleh.
Ikut-ikutan? Jangan...
Pernikahan adalah sakral dan merupakan sebuah janji di hadapan Allah.
Sedapat mungkin tetap setia, sampai maut memisahkan...
Memang tidak mudah...
Apalagi mungkin setelah sekian lama, banyak luka di dalam menjalani pernikahan yang pasti butuh dipulihkan...
Tetapi janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan para pasutri (pasangan suami istri).

Mari mendoakan keutuhan keluarga kecil kita...
Jangan sampai karena ikut-ikutan tren, jadi mengorbankan anak-anak dan pasangan kita...

Bagi yang belum atau tidak menikah...
Tetaplah setia, tetap jaga kekudusan...

Hidup kudus bagi Allah Bapa di Surga dengan menjaga kemurnian senantiasa...
Sebuah janji bagi Dia untuk tetap setia...
Dan mari mengalungkan itu pada leher kita...
Menuliskan itu pada loh hati kita...
Ketika dunia dan sesama melihat kita...
Semoga mereka bisa melihat kesetiaan Allah itu di dalam diri kita...
Tetaplah setia...
Sampai selama-lamanya.
Amin!
(-fon-)/ Fonny Jodikin


Janganlah kiranya kasih dan setia  meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.
--- Amsal 3:3-4

Tuesday, May 22, 2018

TODAY, 22 Mei: Suka dan Duka

TODAY, 22 Mei: 

Suka dan Duka

Hari ini sebuah status Facebook seorang Sahabat yang dulu pernah sekantor di Jakarta, menarik perhatian saya.
Dia tengah merasa berduka, karena baru sebulan lebih ditinggal Ibunya.
Ibunda telah berpulang untuk selamanya.
Dia mengungkapkan bahwa dia begitu rindu untuk menelpon Ibunya...
Saya pun terdiam...

Saya tahu rasanya kehilangan.
Meskipun mungkin dengan porsi yang berbeda karena saya sudah ditinggal Papa saya yang menghadap Bapa di Surga di tahun 1993.
Sungguh tidak mudah menghadapinya.
Kita pikir kita bisa.
Kita pikir kita kuat...
Kali lainnya, saat menatapi bagian dari rumah yang dulu merupakan tempat kesukaan beliau...
Kursi tempat beliau duduk, sofa keluarga saat kami menonton acara televisi bersama, gelas yang selalu dipakainya, dan seterusnya...
Tiba-tiba hati terasa sedih dan mungkin air mata menggenang di pelupuk mata...
Ya, memang tidak mudah memandangi seluruh kenangan itu, tanpa melibatkan sosok Papa di dalamnya.
Karena dia memang pernah ada di sana dan melekat erat di dalam ingatan kami semua -anak-anaknya...

Suka dan duka, itu semua adalah bagian kehidupan...
Di dalam tertawa pun, hati dapat merana...
Kesukaan dapat berakhir kedukaan...
Ini bukan membuat kita selalu harus merasa bersedih...
Melainkan: tetap waspada, tetap menerima...
Berusaha ikhlas, meskipun mungkin tak mudah...
Karena hidup dengan siklusnya semuanya bersifat sementara...
Ketika senang, bersyukurlah...
Ketika tengah kesusahan, carilah wajah Allah...
Itu semua hanyalah sementara...
Karena kita tahu, di dalam suka dan duka...
Di dalam tawa riang dan tetesan air mata...
DIA selalu ada di setiap momen kehidupan kita...
Syukur kami panjatkan hanya kepada-Mu!

Tuhan Allah kami!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Di dalam tertawapun hati dapat merana, dan kesukaan dapat berakhir dengan kedukaan. 
--- Amsal 14:13 

Monday, May 21, 2018

TODAY, 21 Mei: Melayani Dengan Hati Yang Murni

TODAY, 21 Mei: 

Melayani Dengan Hati Yang Murni

Tidak semua orang mampu melayani dengan hati yang murni...
Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah pelayanan terhadap sesama, demi kemuliaan Allah tentunya...
Banyak kali, kita memakai macam-macam kedok...
Ingin terlihat baik...
Ingin dihormati...
Ingin terlihat rohani...
Dan sebagainya...
Mari kita lihat ke dalam hati kita masing-masing...
Apa motivasi kita, ketika kita berkata kita ingin melayani Allah?

Apa pun tujuan kita...
Semoga kita tidak memakai cara-cara gelap yang memalukan...
Semoga kita tidak bekerja dengan licik...

Atau memutarbalikkan perkataan Allah...
Semoga pada akhirnya, kita mengalami pemurnian...
Di dalam hati kita...
Sehingga kita mau melayani Allah seturut kehendak-Nya...
Sebab kita menjaga kekudusan diri dan hati nurani terjaga kemurniannya juga...
Melayani dengan hati yang murni...
Sepenuhnya untuk memperbesar kerajaan Allah...
Demi kemuliaan-Nya...
Melalui sesama yang membutuhkan uluran tangan kita...

Semoga tujuan kita semakin mendekatkan kita kepada-Nya...
Dan bukan sebaliknya...
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Kami tidak memakai cara-cara gelap yang memalukan. Kami tidak mau bekerja dengan licik atau memutarbalikkan perkataan Allah. Kami melayani Allah dengan hati yang murni menurut kehendak-Nya. Sebab itu, kami harapkan semua orang menilai kami dengan baik di dalam hati nuraninya.
--- 2 Korintus 4:2(BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)