Sunday, June 17, 2018

TODAY, 17 Juni: Saling Mengampuni

TODAY, 17 Juni: 

Saling Mengampuni

Rekan-rekan kita yang beragama Islam baru saja merayakan Hari Idul Fitri...
Senada dengan apa yang sering kita dengar, mohon maaf lahir dan batin...
Mari kita sama-sama meneliti hati kita masing-masing...
Ketika suatu relasi, entah itu pertemanan ataupun bisnis, keluarga, dan sebagainya menjadi 'pahit'...
Ia tidak lagi seindah dulu atau sebelumnya...
Masihkah kita punya sebuah ruang maaf bagi orang-orang yang sudah menyakiti kita?
Mudah untuk bicara tentang pengampunan ketika segala sesuatunya tengah indah...
Karena kita belum mengalami hati yang terluka parah...
Tetapi keadaan menjadi berbeda ketika kita sudah marah, merasa menjadi korban atas suatu perlakuan yang tidak adil...
Apakah kita masih bisa memberi maaf dan itu bukanlah hanya sebatas ucapan di bibir belaka?

Alkitab mengingatkan agar kita ramah, penuh kasih mesra, dan saling mengampuni satu sama lain...
Tuhan Allah sudah mengampuni kita dengan tulus ikhlas atas segala dosa-dosa kita...
Asalkan kita kembali ke jalan kebenaran-Nya, Dia selalu menerima kita...
Maukah kita pun mengampuni sesama kita? 
Termasuk mengampuni diri kita sendiri atas kesalahan-kesalahan yang nampaknya begitu 'bodoh' yang pernah kita buat?

Semoga kita memilih mengampuni...
Walaupun itu bukan berarti kita harus diperdaya lagi, dimanfaatkan lagi...
Tetaplah cerdik, berpendirian teguh di dalam Tuhan...
Namun tetaplah punya hati yang dipenuhi pengampunan...
Karena pada akhirnya, pengampunan akan memiliki manfaat melegakan dan mendamaikan...
Bukan bagi orang lain, tetapi terutama bagi diri kita sendiri.
Selamat malam. Selamat beristirahat.
Tuhan memberkati.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
--- Efesus 4:32

Saturday, June 16, 2018

TODAY, 16 Juni: Biarlah Allah Memperbaharui Kita

TODAY, 16 Juni: 

Biarlah Allah Memperbaharui Kita

Dunia punya norma...
Yang sepertinya baik dan benar...
Tetapi pada akhirnya tak jarang: berujung maut...

Dan bukanlah jalan keselamatan...

Banyak orang mengejar harta...
Banyak orang ingin ternama...

Banyak orang ini jadi yang paling hebat di kariernya...
Belum lagi banyak orang berlomba-lomba untuk gaya hidup dan sebagainya...
Hal-hal ini pada awalnya adalah baik...
Namun ketika kita menitikberatkan pada hal-hal dunia...
Dan melupakan Sang Sumber Segala yaitu Tuhan sendiri...
Saat itulah permasalahan-permasalahan akan timbul...

Tak jarang, menjadi malapetaka...

Alkibat mengingatkan: janganlah menjadi serupa dengan dunia ini...
Tetap berubahlah oleh pembaharuan budi kita...
Sehingga kita dimampukan untuk membedakan ...
Mana yang merupakan kehendak Allah...
Dan yang berkenan kepada-Nya...

Biarkan Allah sebebas-bebasnya memperbaharui kita...
Menjadikan kita pribadi yang baru supaya kita berubah di dalam Dia...
Dengan demikian...
Kita tetap hidup di jalan-Nya...
Semoga kita menyenangkan-Nya...

Ya, Tuhan...
Hanya itulah kerinduan kami...
Sekarang sampai akhir nanti.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Janganlah kamu menjadi serupa  dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,  sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan  kepada Allah dan yang sempurna.
--- Roma 12:2

Janganlah ikuti norma-norma dunia ini. Biarkan Allah membuat pribadimu menjadi baru, supaya kalian berubah. Dengan demikian kalian sanggup mengetahui kemauan Allah--yaitu apa yang baik dan yang menyenangkan hati-Nya dan yang sempurna.
--- Roma 12:2 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

TODAY, 15 Juni: Persembahan Diri...

TODAY, 15 Juni :

Persembahan Diri

Tidak selalu kita bisa melihat kebaikan Allah...
Terutama saat mata kita tertutupi oleh penderitaan hidup..

Oleh kekecewaan...
Oleh keputusasaan...

Tetapi di balik semua tragedi yang mungkin terjadi di hidup kita...
Allah masih memegang kendali atas semuanya...
Sebetulnya Dia sangat baik, Dia sungguh baik...
Hanya kita yang mungkin tidak mampu melihatnya pada saat itu...

Ya, Tuhan...
Inilah persembahan diri kami...
Semoga persembahan ini menyenangkan hati-Mu...
Inilah diri kami, Tuhan...
Ciptaan-Mu...
Tak ada yang tersembunyi dari-Mu...

Inilah ibadat kami...
Inilah iman kami, Tuhan...
Meskipun terkadang naik turun keyakinan kami...
Namun biarlah pada akhirnya, kami tetap memilih jalan-Mu...
Iman yang sebesar biji sesawi pun, jika Engkau memberkati...
Akan mampu memindahkan gunung-gunung permasalahan di hidup kami...
Ajar kami untuk taat, untuk setia...
Meskipun perjalanan ini tidak mudah...

Biarkan kami tetap percaya: bahwa tiada yang mustahil bagi-Mu...

Inilah persembahan hati kami...
Inilah persembahan diri kami..
Hanya bagi-Mu, Tuhan kami...
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Saudara-saudara! Allah sangat baik kepada kita. Itu sebabnya saya minta dengan sangat supaya kalian mempersembahkan dirimu sebagai suatu kurban hidup yang khusus untuk Allah dan yang menyenangkan hati-Nya. Ibadatmu kepada Allah seharusnya demikian.
--- Roma 12:1 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Thursday, June 14, 2018

TODAY, 14 Juni: Betapa Sedikit Pengertian Kita Tentang Allah

TODAY, 14 Juni: 

Betapa Sedikit Pengertian Kita Tentang Allah

Terkadang kita merasa...
Kita sudah mengerti tentang Allah...
Kita memahami-Nya...
Lalu kemudian kita berbalik menjadi kebingungan lagi...
Karena rupanya, pengertian kita itu sungguh hanya bagai setitik debu...
Belum ada apa-apanya...
Jika dibandingkan dengan kedahsyatan kuasa-Nya...

Bukan untuk mengajak Anda untuk berkecil hati...
Namun, jangan menjadi pribadi yang sok tahu...
Dialah ALLAH...
Dialah TUHAN...
Jangan kita yang menyuruh-Nya begini dan begitu...
Jangan kita yang mendikte-Nya...
Jangan kita menjadi sok tahu tentang masa depan kita...
Karena sejujurnya, kita takkan pernah mampu...
DIALAH Allah kita...
Sekarang dan selama-lamanya...
Dia yang menjadikan bumi dan segala isinya...

Termasuk diri kita...

DIA yang memegang rancangan hidup kita...
Bahkan dari sebelum kita lahir, sampai nanti harus pulang ke rumah-Nya...

Tetaplah setia...
Tetaplah rendah hati...
Tetaplah beriman kepada Allah...

Memuji kemuliaan dan kebesaran-Nya di setiap waktu...
Hanya itu kerinduan kami, Tuhan...
Semoga hidup kami ini memuliakan nama-Nya...
Setiap tindakan kami menyenangkan-Mu...

Jika tidak atau belum, semoga kami pun mau berubah untuk lebih baik lagi...
Demi ENGKAU yang sudah begitu baik pada kami...
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Sesungguhnya, semuanya itu hanya ujung-ujung jalan-Nya; betapa lembutnya bisikan  yang kita dengar dari pada-Nya!  Siapa dapat memahami guntur kuasa-Nya?"
--- Ayub 26:14

Tetapi semua itu hanya pertanda kuasa-Nya; hanya bisikan yang sampai di telinga kita. Betapa sedikit pengertian kita tentang Allah dan hebatnya kuasa-Nya!"
--- Ayub 26:14 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Wednesday, June 13, 2018

TODAY, 13 Juni: Kaya Dalam Kemurahan

TODAY, 13 Juni: 

Kaya Dalam Kemurahan

Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
--- 2 Korintus 8:2

Mudah untuk berkata, " Aku mau melayani Tuhan seumur hidupku!"
Gampang pula untuk bilang, " Aku akan selalu setia pada-Mu, Tuhanku!"
Apa yang keluar dari bibir terasa mudah, saat segalanya tengah indah...
Saat masalah tak begitu banyak...
Saat keadaan tengah berpihak pada kita...
Saat harap kita tengah menjadi nyata...

Saat kita sedang dalam kelimpahan...
Begitu mudah untuk mengatakan hal-hal tersebut di atas...

TETAPI...
Ketika keadaan kita tengah berbeban berat...
Tengah mengalami penderitaan...
Tengah dilanda kekacauan, kegalauan, kekecewaan, kegelisahan, ketidakpastian...
Masih mampukah kita tetap kaya dalam kemurahan?
Di tengah seluruh kesukaran, masihkah kita mampu berucap tetap setia.?
Masihkah kita tetap murah hati dan bersedia memberikan yang terbaik bagi Tuhan dan sesama?
Meskipun tentunya itu tidak mudah...

Meskipun mungkin: harus diiringi tetes air mata...
Tetap memilih melakukan yang terbaik, seturut kehendak-Nya...
Meskipun mungkin tengah tidak punya banyak...
Masihkah mau memberikan yang terbaik?
Tentunya kita sadari, pemberian tidak selalu harus berupa materi...

Banyak hal yang bisa kita berikan kepada Allah melalui sesama kita...

Tetap memilih kaya dalam kemurahan...
Tuhan memampukan kita melewati semuanya bersama Dia...
Tetapi setia kepada-Nya yang memang merupakan pilihan...
Semoga tetap menjadi pilihan utama kita dalam susah maupun senang kita...
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Mereka sudah diuji dengan kesukaran-kesukaran yang berat. Tetapi di tengah-tengah kesukaran-kesukaran itu, mereka bergembira dan sangat murah hati dalam memberikan sumbangan untuk menolong orang lain, meskipun mereka miskin sekali.
--- 2 Korintus 8:2 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Monday, June 11, 2018

TODAY, 12 Juni: Penuh Keyakinan

TODAY, 12 Juni: 

Penuh Keyakinan

Abraham selalu menjadi contoh bagi saya pribadi, betapa beliau tetap setia meskipun keadaan di depan mata sangat jauh bertentangan dengan janji yang dia terima...
Dia tidak lemah hati, melainkan tetap mengarahkan pandangan kepada Allah.
Sepenuh iman, tetap menjalani segala sesuatunya...

Tetap percaya kepada janji Allah...
Tidak menjadi bimbang atau terombang-ambing karena ketidakpercayaan...
Malah ia diperkuat dalam keimanannya...
Dan dia tanpa henti tetap memuliakan Allah dalam hidupnya...
Dengan penuh keyakinan, dia percaya bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah dijanjikan-Nya...

Tidak selalu mudah untuk percaya...
Apalagi jika keadaan yang ada di hadapan, meresahkan dan membuat galau...
Tetapi marilah belajar dari Abraham...
Tetap percaya kepada Allah, meskipun kenyataan tidak berpihak pada kita...
Tetap percaya, jika itu adalah bagian kita, takkan ada apa pun atau siapa pun yang bisa memisahkannya dari kita...
Sebaliknya, juga percaya: jika itu bukan jatah kita, bukan rencana Allah bagi kita, pasti juga ada hal-hal yang menghalangi kita untuk mencapainya...
Terbuka terhadap rencana dan kehendak Allah...
Sambil terus berjuang sebaik-baiknya dalam hidup kita...
Mendoakan setiap keinginan dan rencana kita pribadi dan bertanya kepada Allah:
"Apakah ini semua sesuai kehendak-Mu, Tuhan?"

Mari berjalan dengan penuh keyakinan di dalam hidup ini...
Menyadari bahwa kita tidak jalan sendiri...
Bahwa Allah senantiasa menyertai...
Setiap detik, setiap jam, setiap hari...
Kasih-Nya selalu ada bagi setiap kita!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, 4:21 dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.
--- Roma 4:20-21

TODAY, 11 Juni: Janganlah Jauh Dari Padaku...

TODAY, 11 Juni: 

Janganlah Jauh Dari Padaku...

Ya, Allahku...
Janganlah jauh dari padaku...
Di dalam seluruh kesesakan yang kualami...
Dalam setiap permasalahan yang kuhadapi...
Juga kekecewaan yang sempat menghampiri...
Janganlah pergi dariku...
Tetaplah bersamaku...

Ya, Allahku...
Janganlah jauh dari padaku...

Terutama di saat-saat aku merasa sangat kesepian...
Terjebak dalam kesendirian yang seolah tak berujung...
Terkadang itu hanyalah pikiranku sendiri...
Yang tak selalu bisa terkendali...

Padahal Engkau hanyalah sejauh doa...
Dan takkan pergi meninggalkan kami semua...

Ya, Allahku...
Di dalam sukaku, kuingin Engkau pun ada di situ...

Kuingin memberikan pujian dan penghormatan...
Serta ucapan syukur atas semua yang terjadi di hidupku...
Hanya karena kasih karunia dan anugerah-Mu...
Kami menerima segala kebaikan dari-Mu...

Ya, Allahku...
Segala duka pun kuserahkan kepada-Mu...
Janganlah menjauh dari padaku...
Kami menanti-nantikan pertolongan-Mu...
Kami percayakan hidup ini ke dalam tangan-Mu...
Janji-Mu takkan ingkar, kami yakini itu...
Tetaplah bersama kami...
Kini dan sampai akhir nanti...
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Ya Allah, janganlah jauh  dari padaku! Allahku, segeralah menolong  aku! 
--- Mazmur 71:12