Monday, October 23, 2017

TODAY, 23 Oktober : Hidup Bahagia

TODAY, 23 Oktober : 

Hidup Bahagia 


Manusia senantiasa mencari arti kebahagiaan.
Kita pun berupaya mengejar kebahagiaan itu.
Beberapa dari kita berusaha mencarinya lewat kekayaan dan uang...
Yang jika dikumpulkan, kiranya akan membawa bahagia...
Namun setelah punya uang, malah semakin banyak masalah...

Beberapa orang lainnya berusaha mencari lewat ketenaran dan jabatan...
Setelah memiliki semuanya itu, bahagia pun tak tampak batang hidungnya...
Yang ada hanyalah keserakahan manusiawi yang ingin lebih dan lebih lagi.
Beberapa orang berpikir apa yang ditawarkan dunia mungkin bisa membawa ke jalan bahagia.
Tetapi ternyata: bahagia tak kunjung tiba...

Dalam Alkitab dari ayat Yakobus mengingatkan kita bahwa adalah suatu kebahagiaan jika kita jatuh ke dalam berbagai pencobaan.
Ini agaknya cukup kontradiktif: bahagia di dalam pencobaan?
Bagaimana mungkin? Begitu pikir kita.
Bahagia di dalam Tuhan, bisa kita katakan dipenuhi sukacita.
Sukacita di dalam pencobaan, iman kita teruji, menghasilkan ketekunan...
Biarlah ketekunan itu menghasilkan buah yang utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.
Dan pada akhir nanti, ketika kita menoleh ke belakang...
Kita akan dapati arti sukacita...
Karena bertahan di dalam pencobaan di dalam iman kita kepada Allah.
Kita tidak menyerah, melainkan berupaya yang terbaik untuk melewati semuanya.
Bahagia, karena menyadari Allah selalu beserta kita.
Sekarang dan selama-lamanya!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,  1:3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu  itu menghasilkan ketekunan.  1:4Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna  dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.
--- Yakobus 1:1-4

Saturday, October 21, 2017

TODAY, 22 Oktober : Dalam Kelemahanku...

TODAY, 22 Oktober : 

Dalam Kelemahanku...

Dalam kelemahanku...
Kasih-Mu menjadi sempurna...
Kuasa-Mu mengangkat kelemahan-kelemahan itu...
Dan mengisinya dengan segala yang Kauinginkan ada padaku...


Sehingga...
Tak perlu aku bermegah atas semua kebaikan yang Kaukaruniakan bagiku...
Dalam kelemahanku, kuasa Kristus menaungi aku...
Engkau mengasihiku dan itu sudah cukup bagiku...

Dalam kelemahanku....
Kuasa-Mu dinyatakan...
Kebaikan-Mu semakin terlihat jelas...
Dan dalam kelemahanku, aku semakin bersyukur atas seluruh kasih karunia-Mu di hidupku.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 
--- 2 Korintus 12:9

Tetapi Tuhan menjawab, "Aku mengasihi engkau dan itu sudah cukup untukmu; sebab kuasa-Ku justru paling kuat kalau kau dalam keadaan lemah." Itu sebabnya saya lebih senang membanggakan kelemahan-kelemahan saya, sebab apabila saya lemah, maka justru pada waktu itulah saya merasakan Kristus melindungi saya dengan kekuatan-Nya.
--- 2 Korintus 12:9 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

TODAY, 21 Oktober: Pujilah Tuhan dengan Nyanyian

TODAY, 21 Oktober: 

Pujilah Tuhan dengan Nyanyian

Rasanya, jarang ada yang tidak setuju bahwa musik mempengaruhi kehidupan kita.
Ada kalanya lagu gembira, membuat kita bahagia...
Ada waktunya pula: mungkin saat galau melanda, musik yang 'melo' membuat kita menangis juga...

Kita banyak melihat perlombaan tarik suara dan berbagai ajang pencarian bakat...
Banyak pula applikasi semisal 'Spotify', 'Smule', 'YouTube', dan lainnya, mengkhususkan diri pada nyanyian dan musik pula.
Yah, memang musik dan lagu berperan besar di kehidupan kita...

Kitab Mazmur, terutama dalam Mazmur 98 ayat 4 ini mengajak kita bersorak-sorai bagi Tuhan.
Ya, seluruh bumi, mari memuji Tuhan dengan nyanyian dan sorak gembira.
Jika kita bisa bersuka cita dengan lagu-lagu dunia, mari pula memuji Tuhan dengan lagu dan hati gembira...

Terkadang, dari pengalaman pribadiku, tak selamanya kita bisa berdoa dengan sempurna.
Jauh dari itu!
Dan di saat-saat itu, lagu-lagu rohani bisa mengangkat kembali jiwa yang letih lesu dan menjadi semacam doa juga kepada Tuhan...

Mari kita lebih kreatif dalam  mencari cara untuk berdoa...
Semoga kita tetap memuji Tuhan dengan segenap kekuatan kita.
Setia, sebagaimana Tuhan sudah terlebih dahulu setia kepada kita.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Bersoraksorailah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! Pujilah TUHAN dengan nyanyian dan sorak gembira.
--- Mazmur 98:4 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Friday, October 20, 2017

TODAY, 20 Oktober: Melakukan Kehendak Allah

TODAY, 20 Oktober: 

Melakukan Kehendak Allah

Harvey Weinstein pendiri rumah produksi Weinstein Company dituduh telah melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah staf perempuan selama hampir tiga dasawarsa. (Sumber: BBC.com)

Sudah beberapa waktu rasanya pemberitaan baik di Singapura, maupun di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia dikejutkan dengan hal ini.
Pendiri Rumah Produksi sekaligus orang yang berhasil menelorkan karya-karya besar, Harvey Weinstein, ternyata melakukan tindak pelecehan seksual terhadap banyak artis Hollywood di masa muda mereka.
Dan tidak tanggung-tanggung, Harvey melakukan hal ini selama hampir 30 tahun.
Memang terkadang ada harga yang harus dibayar untuk jadi terkenal.
Tetapi jika itu sampai menyerahkan diri dan melakukan apa saja, tanyalah hati nurani kita: apa kita sanggup? Apa kita mau?

Kali ini, berdasarkan kasus ini jika terbukti, Harvey mempergunakan kekuasaannya untuk melecehkan para wanita.
Hal ini tentu sangat tidak bisa dibenarkan dari sisi mana pun!

Keinginan untuk jadi terkenal...
Keinginan daging...
Keinginan mata...
Keangkuhan hidup...
Itu semua bukanlah berasal dari Bapa...
Melainkan dari dunia...

Alkitab mengingatkan kita bahwa ketika dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya...
Tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya!
Sambil menunggu perkembangan kasus Harvey dan berharap tidak bertambah lagi korbannya...
Mari kita pun meneliti ke kedalaman hati kita masing-masing...
Mempersembahkan semua keinginan duniawi kita kepada Bapa...
Sembari memohon dukungan Roh Kudus dan bimbingan-Nya sehingga walaupun kita hidup di dunia dengan segala keduniawiannya...
Kita hidup di dalam tuntunan Roh Kudus-Nya.
Mari melakukan yang terbaik demi mewujudkan kehendak-Nya.
Semoga.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging  dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 2:17 Dan dunia ini sedang lenyap  dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah  tetap hidup selama-lamanya.
--- 1 Yohanes 2: 17-18

Thursday, October 19, 2017

TODAY, 19 Oktober: Teruslah Memberitakan Firman

TODAY, 19 Oktober: 

Teruslah Memberitakan Firman

Tuhan berfirman kepada Paulus di dalam suatu penglihatan.
Hal ini dicatat dalam Kisah Para Rasul bab 18, yang berjudul Paulus di Korintus.
"Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!"

Hari ini, kita memiliki kebebasan untuk memilih...
Mau menyebarkan Kabar Baik dan Warta Sukacita dalam firman-Nya?
Atau malah bersibuk-sibuk menyebarkan berita-berita yang belum tentu kebenarannya.

Kita ditantang, di zaman modern dan penuh dengan kecanggihan media sosial saat ini, masihkah kita mau menyebarkan firman-Nya?
Menjadi pelaku Firman dan hidup menurut jalan kebenaran-Nya?


Jangan takut!
Teruslah memberitakan firman...

Semoga kita tetap memilih mewartakan kebaikan-Nya dan juga Kabar Baik-Nya...
Ketimbang memilih menceritakan hal-hal yang tidak seharusnya atau kurang pantas jika kita publikasikan...
Apalagi hal-hal yang tidak tentu kebenarannya.
Mari merasul dan menjadi pemberita firman-Nya dengan cara yang kita bisa lakukan.
Mungkin hanya kepada satu orang.
Mungkin hanya melalui satu kegiatan kecil namun dengan kasih yang besar.
Semoga kita terus menyebarkan kabar sukacita-Nya kepada sekitar kita.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan:  "Jangan takut ! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!
--- Kis 18:9

Wednesday, October 18, 2017

TODAY, 18 Oktober: Menara Yang Kuat

TODAY, 18 Oktober: 

Menara Yang Kuat

Nama Tuhan adalah menara yang kuat...
Seharusnya kita semua mencari wajah-Nya...

Keselamatan hanya datang dari-Nya saja...

Nama Tuhan, menara yang kuat...
Hidup jujur selalu dan terus fokus kepada-Nya...
Sebuah tempat yang aman akan kita dapati di dalam naungan kasih-Nya...

Nama Yesus, menara yang kuat...
Semoga kita senantiasa berpegang kepada Dia...
Mengikuti jalan-Nya sepanjang hidup kita...

Nama Yesus adalah menara yang kuat...
Di dalam Dia dan kesetiaan-Nya...
Akan kita dapati kebaikan di dalam Dia...

Mari Sahabat di dalam Kristus...
Berpeganglah hanya kepada-Nya!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Nama TUHAN  adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.
--- Amsal 18:10

TUHAN itu seperti menara yang kuat; ke sanalah orang jujur pergi dan mendapat tempat yang aman.
--- Amsal 18:10 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Monday, October 16, 2017

TODAY, 17 Oktober: Berteriak dan Memaki

TODAY, 17 Oktober: 

Berteriak dan Memaki

Ketika kita merasa marah, diiringi kegeraman dan kepahitan...
Yang ada mungkin setidaknya melampiaskan kemarahan itu.
Dalam edisi Bahasa Indonesia Sehari-hari dari ayat Efesus ini diungkapkan bahwa kita mungkin berteriak dan memaki.
Namun apa yang terjadi sesudah berteriak-teriak dan memaki-maki?
Apakah amarah langsung hilang seketika?
Atau malah kita bertambah kesal dan amarah itu makin menjadi-jadi?


Alkitab mengingatkan untuk menghilangkan perasaan sakit hati, dendam dan marah.
Jangan lagi berteriak-teriak dan memaki-maki.
Jangan pula ada rasa benci dan perasaan lain semacam itu.
Tentunya hal ini tidak mudah.
Teori selalu lebih mudah daripada praktik sehari-hari.
Apalagi saat berhadapan dengan keadaan yang tidak diharapkan dan membuat frustrasi.
Mungkin juga berhadapan dengan kesalahan yang sama dari orang-orang terdekat.
Kita lalu menjadi hilang sabar dan maunya marah-marah saja.
Semoga kita belajar lebih baik dalam mengendalikan diri.
Mungkin belum bisa sempurna, tetapi setidaknya kita bisa berusaha untuk lebih baik lagi.
Jauhilah tindakan berteriak dan memaki.
Mari kita hidup dalam kasih Allah yang senantiasa menaungi.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang  dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
--- Efesus 4:31

Hilangkanlah segala perasaan sakit hati, dendam dan marah. Jangan lagi berteriak-teriak dan memaki-maki. Jangan lagi ada perasaan benci atau perasaan lain semacam itu.
--- Efesus 4:31 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)