Tuesday, January 23, 2018

TODAY, 23 Januari 2018: Hati Yang Mampu Mengampuni

TODAY, 23 Januari 2018:

Hati Yang Mampu Mengampuni

There is no better medicine to heal so many wounds than a heart capable of mercy.
(Pope Francis on Twitter - 20 January 2018)

Tiada obat yang lebih baik untuk menyembuhkan begitu banyak luka kecuali sebuah hati yang mampu mengampuni.
(Paus Fransiskus pada akun Twitter-nya tertanggal 20 Januari 2018)

Siapa pun pasti pernah tersakiti.
Dan sejujurnya, tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Jika sudah sakit hati, tak semudah ucapan di bibir yang mengatakan, " Saya bisa mengampuni."
Kenyataannya: masa lalu dan sakit hati banyak kali kembali lagi dan menyerang kita.
Dan: kita tak selalu sanggup untuk menghadapinya.

Dengan rendah hati, mari mengakui keterbatasan kita.
Bahwa kita memang sulit mengampuni, masih terkadang ada keinginan balas dendam.
Tetapi, sekali lagi hari ini kita diingatkan oleh Paus Fransiskus...
Tak ada obat yang lebih baik untuk menyembuhkan begitu banyak luka...
Kecuali sebuah hati yang mampu mengampuni...

Pada malam hari ini, kami membawa seluruh sakit hati kami, Tuhan...
Yang mungkin tidak bisa sembuh seketika... Tapi, jauhkanlah kami dari kebencian...
Jika kami belum mampu mengasihi secara sempurna...
Semoga kami tidak membenci apalagi mau berpikir untuk menuntut balas...
Biarlah damai sejahtera-Mu turun atas kami.
Semoga kami Kaupenuhi dengan kasih-Mu...
Berikanlah kami hati yang mau mengampuni sesama yang bersalah kepada kami.
Seperi Tuhan telah mengampuni kami.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Sabarlah kamu seorang  terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 
--- Kolose 3:13

Monday, January 22, 2018

TODAY, 22 Januari: Aku 'kan Tetap Menulis

TODAY, 22 Januari: 

Aku 'kan Tetap Menulis

Bukan karena kuatku...
Bukan karena aku selalu hidup sempurna tanpa cacat cela...
Bukan pula karena aku ingin dikenal...
Bukan karena aku selalu bahagia...

Karena terkadang tulisanku kutuliskan pada saat kelemahanku muncul...
Karena kusadari aku jauh dari sempurna, aku hanya manusia biasa...
Kutahu, tidak mudah selalu konsisten untuk tetap menulis...
Terkadang tulisan itu bersumber dari pembelajaran di sekitarku...
Ataupun pelajaran yang Tuhan berikan kepada diriku pribadi...
Ya, aku hanya ingin mencatat setiap detikku bersama-Nya...
Meskipun ada hari-hari di mana tak ada ide atau aku sendiri tidak dalam keadaan prima...
Terkadang sakit, anak tengah batuk/pilek, atau ada masalah lainnya...
Aku tetap berjalan...
Kuyakini Dia memegang tanganku.
Dia tetap setia...
Jika kita pernah tidak setia, Dia tidak!
Dia selalu memegang janji-Nya, meskipun kita tak percaya akan hal itu...

Tuhan, aku 'kan tetap menulis bagi-Mu...
Aku hanya pensil kecil-Mu yang menuliskan kasih-Mu bagi sekitarku...
Tak hendak aku mencari pujian atau nama besar...
Karena semuanya kukembalikan kepada kemuliaan-Mu.
Setiap hari adalah perwujudan setiaku...
Sebagaimana Engkau sudah sangat setia pada umat-Mu.

Semoga Engkau memberi kekuatan kepadaku untuk tetap setia sampai akhir hayatku.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin 

jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.
--- 2 Timotius 2:13

Sunday, January 21, 2018

TODAY, 21 Januari 2018: Dengan Tabah Hati...

TODAY, 21 Januari 2018: 

Dengan Tabah Hati...

Dengan tabah hati, hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan.
Mungkin kita bilang itu teori.
Itu gampang saja diucapkan.
Tetapi kenyataannya tidak mudah.
Kita berjuang hari lepas hari untuk hidup baik.
Kita berusaha setiap harinya untuk tetap tegas melawan arus dunia yang tidak benar...
Tetapi tetap harus dalam kondisi mengasihi...
Mungkin kita harus merelakan apa yang kita ingin sungguh-sungguh sepenuh hati...
Dan menyerahkannya kepada Tuhan, karena itu bukanlah yang terbaik bagi kita.

Hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan tidak selalu mudah.
Tidak selalu indah ataupun penuh warna.
Namun itulah jalan keselamatan yang memang harus kita tempuh sebagai pengikut-Nya.
Mari berdoa agar Tuhan memberikan kita ketabahan yang diperlukan untuk menjalani hidup ini bersama Dia.
Agar kita tetap setia dan dalam sukacita mengikuti-Nya sampai akhir hidup kita.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Dengan tabah hati  ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN.
--- 2 Tawarikh 17:6a

Saturday, January 20, 2018

TODAY, 20 Januari 2018 : Ketika Aku Mengingatmu...

TODAY, 20 Januari 2018 : 

Ketika Aku Mengingatmu...

Berita duka cita kembali menyelimuti jagat rock dunia. Kabar mengejutkan kali ini datang dari band rock asal Irlandia, The Cranberries. Sang vokalis dan frontwoman, Dolores O’Riordan meninggal dunia pada usia 46 tahun. Wanita bersuara unik itu ditemukan sudah tak bernyawa di salah satu hotel di London, Inggris pada Senin (15/1) pagi waktu setempat. (sumber: website supermusic.id)

Dolores O'Riordan.
Nama yang mungkin cukup familiar bagi para penggemar musik dari angkatan 90an.
Kelompok musik The Cranberries, mungkin cukup sering mengisi hari-hari para penggemarnya di masa itu.
Dan, ketika dia harus berpulang untuk selamanya ke rumah Bapa?

Ah, rasanya cukup sulit menerima. 
Meskipun tidak kenal secara pribadi, tetapi setidaknya ada kenangan yang berarti yang pernah singgah di dalam hati.

Malam ini, saya pun mengingat kembali, mereka yang pernah dekat di hati...
Kemudian mereka berpulang untuk selamanya...
Tidak pernah mudah menerima berita-berita duka semacam ini...
Tetapi...
Inilah kenyataan yang harus dihadapi...
Suka atau tidak, kita harus menerima bahwa hidup ini terbatas waktunya.
Kita tak bisa hidup selamanya...

Saya ingat almarhum Papaku...
Saya ingat Oom dan Tante yang sudah berpulang...
Saya ingat sahabat-sahabat yang saya jumpai di sepanjang perjalanan kehidupan...
Yang pernah dengan begitu baik menyentuh hati saya secara pribadi...
Dan membuat perbedaan di sana...
Mungkin juga pernah ada cekcok yang tak perlu, yang untungnya bisa terselesaikan sebelum mereka harus menginggalkan dunia ini..

Kenangan akan Dolores O'Riordan membawa saya akan setiap memori yang pernah mengisi hati dan pikiranku...
Tidak dalam nada kesedihan atau kepiluan...
Tetapi: aku mengucap syukur kepada Tuhan setiap kali aku mengingat mereka...
Terima kasih Tuhan sudah memperkenankan jalan kami bertemu dalam satu titik kehidupan.
Aku mengingat kalian dengan sukacita.
Dan aku berdoa, semoga kalian tenang di sana...
Selamat jalan, Pa, Oom, Tante, Sahabat, dan setiap orang yang sempat memberi arti di hidupku...
Semoga kalian semua beristirahat dalam kedamaian.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. 1:4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.
--- Filipi 1: 3-4

Thursday, January 18, 2018

TODAY, 19 Januari 2018: Mempersoalkan Banyak Hal...

TODAY, 19 Januari 2018:

Mempersoalkan Banyak Hal...

Kita mempersoalkan banyak hal...
Beberapa hal mungkin memang menjadi persoalan yang tengah kita hadapi...
Beberapa hal mungkin adalah hal-hal yang mendera pikiran dan batin kita, meskipun sesungguhnya itu bukanlah perkara yang seharusnya kita khawatirkan.

Kita menjadi cemas akan banyak hal...
Tentang masa depan...
Tentang anak kita...
Tentang suami/istri kita...
Tentang usaha/bisnis kita...
Tentang karier kita...
Tentang pergaulan kita...
Ah, masih begitu banyak 'tentang-tentang' lainnya...

Alkitab mengingatkan kita kembali untuk tidak mempersoalkan terlalu banyak hal...
Semisal apa yang harus kita makan atau apa yang kita minum...
Atau mengenai hal-hal lainnya.
Alkitab mengingatkan kita untuk tidak dirundung kecemasan.
Melainkan mempersembahkan rasa cemas itu kepada Allah.
Sang Maha yang tahu segalanya.

Ketika pikiran kita mulai mempersoalkan banyak hal...
Ada baiknya kita duduk diam...
Bersimpuh di dalam doa...
Tenangkan diri sembari mengundang hadirnya Dia dalam hidup kita sekali lagi.
Dia pasti bisa menuntun kita melalui ini semua!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.
--- Lukas 12:29

Wednesday, January 17, 2018

TODAY, 18 Januari : Fitnah

TODAY, 18 Januari : 

Fitnah

Kata fitnah dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) berarti: perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang. Sekarang ini sepertinya kita sering membaca informasi yang kurang akurat disebarkan begitu saja. Kenyataan ini bertambah mudah seiring berkembangnya media sosial, orang bisa bicara apa saja, untuk menjelekkan orang lain, tanpa diketahui identitas sesungguhnya (karena bisa menggunakan akun-akun palsu untuk menyebarkan fitnah).

Alkitab yang saya baca ayatnya di pagi ini bertajuk, " Siapa yang boleh datang kepada Tuhan?" Mazmur 15 ini mengingatkan kita untuk berlaku adil, mengatakan kebenaran, berlaku tidak tercela. Jangan menyebarkan fitnah dengan lidah kita, tidak berbuat jahat terhadap teman atau mencelakakan orang lain...
Ya, tidak mudah hidup di zaman sekarang ini...
Tetapi kita tak perlu ikut arus dunia...
Hendaknya kita tetap teguh berdiri dalam iman kita terhadap Allah.
Jangan sampai kita tergoyahkan, meskipun mungkin pada suatu saat pernah diliputi keraguan.

Jangan menjadi penyebar fitnah.
Apalagi sesuatu yang kita belum tahu kebenarannya.
Menjaga lidah dalam percakapan.
Menjaga 'jari' dalam media sosial semisal Facebook, WhatsApp dan sebagainya.
Karena saat ini, jari-jari kitalah yang berperan besar.
Untuk itu penting kiranya untuk juga berpikir sebelum berkomentar.
Selamat pagi, Tuhan memberkati kita semua.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang  dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu  yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran  dengan segenap hatinya, yang tidak menyebarkan fitnah  dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya...
--- Mazmur 15:1-3

Tuesday, January 16, 2018

TODAY, 17 Januari 2018: Ketidakadilan

TODAY, 17 Januari 2018: 

Ketidakadilan

Hidup itu tidak adil.
Life is unfair!
Begitulah yang sering kita dengar.
Kita pun sering menjadi saksi mata ketidakadilan yang terjadi.
Mungkin ingin menangis, mungkin ingin menjerit.
Tetapi apa daya...
Keadilan memang terjadi begitu seringnya dalam hidup ini...

Kali lainnya, mungkin kita adalah orang yang tertimpa ketidakadilan itu sendiri.
Sebaik apa pun mengupayakan, tetapi itulah yang terjadi.
Kita marah...
Kita kecewa...
Pada akhirnya, ujung-ujungnya: tak jarang kita menyalahkan Tuhan...

Jika ada ketidakadilan yang kita alami, mari kita telaah sekali lagi...
Mungkin hidup memang tidak adil bagi kita.
Tetapi apakah memang begitu di mata Tuhan?
Kita sering terpaku pada pemahaman kita sendiri.

Keadilan dan ketidakadilan versi diri kita sendiri.
Semoga kita secara berproses tetap mempercayakan hidup ini kepada Sang Hakim yang Adil - Tuhan sendiri.
Dia yang akan menetapkan keadilan-Nya.
Dialah Tuhan, bukan kita.
Semoga kita pun tetap berupaya memperjuangkan keadilan di tempat kita berada.
Jangan henti untuk menyuarakan hal-hal yang sejalan dengan hati nurani kita.
Semoga semakin hari kita pun mau memahami bahwa keadilan Allah berbeda dengan pemikiran manusiawi kita.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situpun terdapat ketidakadilan, dan di tempat keadilan, di situpun terdapat ketidakadilan. 3:17 Berkatalah aku dalam hati: "Allah akan mengadili baik orang yang benar maupun yang tidak adil, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya."
--- Pengkhotbah 3:16-17