Friday, April 20, 2018

TODAY, 21 April: Setajam Pedang, Sekejam Panah

TODAY, 21 April: 

Setajam Pedang, Sekejam Panah

Mereka membuat lidah mereka setajam pedang, dan melontarkan kata-kata kejam seperti panah.
--- Mazmur 64:4 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Pernah bertemu dengan orang yang lidahnya setajam pedang?
Dan melontarkan kata-kata sekejam panah?

Setiap yang mendengarnya cenderung sakit hati...
Biasanya orang seperti ini tidak sadar, bahwa perkataanya menyakitkan...
Mungkin dia sendiri berasal dari keluarga yang demikian adanya...
Yang jarang melontarkan pujian atau kata-kata yang positif...
Mungkin. Ya, mungkin...

Namun setiap kali, saya selalu cenderung begini:
mari kita menelaah dan meneliti diri kita masing-masing...
Perkataan kita mencerminkan diri kita...
Lalu, bagaimana kita memilih kata-kata kita?
Apakah kita pun berlidah pedang dan kejam kata-katanya?
Apakah kita sering menyakiti hati orang-orang terdekat dengan perkataan kita...

Masih ada pintu maaf bagi diri...
Mari memulai hari ini dengan lebih baik lagi...
Memilih kata-kata dengan penuh kasih...
Semoga kita menjadi orang yang lebih bijaksana dalam berkomunikasi hari lepas hari...
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Sembunyikanlah aku terhadap persepakatan orang jahat, terhadap kerusuhan orang-orang yang melakukan kejahatan, 64:3 (64-4) yang menajamkan lidahnya seperti pedang, yang membidikkan kata yang pahit seperti panah,  64:4 (64-5) untuk menembak orang yang tulus hati  dari tempat yang tersembunyi; sekonyong-konyong mereka menembak dia dengan tidak takut-takut.
--- Mazmur 64:2-5

TODAY, 20 April : Iri Hati Bagai Penyakit Yang Mematikan

TODAY, 20 April : 

Iri Hati Bagai Penyakit Yang Mematikan

Sering kita menoleh ke sekitar...
Jika kita merasa cantik, rupanya masih ada atau bahkan banyak yang lebih cantik...
Jika kita merasa pintar, masih banyak yang lebih pintar...
Jika kita merasa punya kedudukan, banyak lagi yang lebih tinggi dari kita...
Jika kita merasa kaya dan makmur hidupnya, ternyata itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan orang-orang  yang terbilang paling kaya di Indonesia atau di dunia...
Lalu, seketika mungkin kita merasa minder.
Merasa hidup ini tak berarti...
Hanya karena kita membandingkan kelebihan orang lain dengan kekurangan di diri...

Kitab Amsal mengingatkan bahwa:
Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.
--- Amsal 14:30

Hati yang tenang menyehatkan badan; iri hati bagaikan penyakit yang mematikan.
--- Amsal 14:30 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Betapa hati yang tenang membuat kita damai.
Dan ini bisa menjadikan jiwa kita sehat...
Sementara jika kita dililit oleh iri hati...
Itu bagai penyakit yang mematikan...
Tak puas hati, bisa jadi duri dalam hati...
Tiap hari menancapkan kukunya dan tak mau pergi...
Jika bukan kita yang pegang kendali, siapa lagi?
Mari bersih-bersih hati...

Lepaskan dari rasa iri hati yang berlebih...
Tuhan memberi sesuai kebutuhan dan setiap orang sudah ada jatahnya...
Semoga kita bisa menjadi pribadi yang penuh syukur...
Yang mampu melihat kasih-Nya bahkan di hal-hal terkecil sekali pun.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Wednesday, April 18, 2018

TODAY, 19 April: Tiada Yang Mustahil Untuk-Mu

TODAY, 19 April:

Tiada Yang Mustahil Untuk-Mu

Saya ingat ketika saya tinggal di Jakarta dan jadi anak kos hampir sepuluh tahun lamanya.
Saya boleh dibilang tidak bisa memasak.
Hanya memasak air dan mie instan saja…
Dengan alasan dan juga pertimbangan praktis, saya memilih untuk pesan atau beli di luar.
Masak untuk diri sendiri kesannya merepotkan bagi saya di waktu itu.
Saya lebih memilih menghabiskan waktu untuk hal-hal lainnya ketimbang menghabiskan waktu berjam-jam di dapur.

Waktu berlalu…
Semenjak menjadi seorang Ibu, saya pun tak lagi bisa menghindar masuk dapur.
Terlebih ketika suami dipindahtugaskan ke Negeri Singa, kami tidak punya asisten rumah tangga.
Memang sering kedatangan Mama dan Mama mertua, tetapi mau tidak mau, saya harus turun tangan ke dapur.
Dan selama 11 tahun saya tidak bekerja di kantor seperti waktu di Jakarta, membuat saya mau tidak mau banyak melakukan uji coba di dapur.
Beberapa sukses, banyak juga yang gagal.
Anak-anak kami minta dibuatkan kue ulang tahun.
Itulah awalnya, sehingga kemudian saya belajar membuat kue dari ‘blog’, website, group memasak, YouTube dan sebagainya…
Dan di tahun-tahun belakangan ini, saya bersyukur karena bisa memenuhi permintaan anak-anak kami…
Juga bersyukur, bahwa Tuhan menambahkan ‘memasak’ dan ‘membuat kue’ ke dalam daftar hal-hal yang akhirnya bisa saya lakukan.

Melihat ke belakang dan melakukan kilas balik…
Saya mensyukuri semuanya itu.
Sesungguhnya: tiada yang mustahil bagi Allah!
Dia memberikan peluang bagi kita untuk berubah, untuk menjadi pribadi yang lebih baik…
Melalui proses yang mungkin tidak mudah dan berliku…
Tetapi harapan itu ada, hanya terkadang kita yang menutup pintu baginya….

Tahun lalu, kali pertama saya mengarang lagu rohani…
Tidak menang, tetapi saya senang…
Ini lagu pertama yang saya buat demi kemuliaan Tuhan…
Apa yang menurut Anda terlalu sulit dalam hidup ini?
Jika ada niatan yang kuat dalam hati…
Tiada yang mustahil bagi Dia…
Tiada yang mustahil untuk-Mu, Tuhan!
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Ah, Tuhan ALLAH!  Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu   yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil  untuk-Mu!
--- Yeremia 32:17


Tuesday, April 17, 2018

TODAY, 18 April : Kebenaran Menurut Versi Siapa?


TODAY, 18 April:



Kebenaran Menurut Versi Siapa?



Setiap orang memiliki prinsip sendiri-sendiri.
Tak jarang, prinsip yang begitu kokoh menjadikan orang itu terlalu percaya diri.

Ada kalanya kebenaran yang dianutnya, dijadikan satu-satunya sumber keyakinannya.

Aku benar dan orang lain salah…

Jika setiap orang punya versi kebenaran menurut mereka masing-masing…

Pasti akan ada benturan antara apa yang diyakini seorang dan apa yang diyakini oleh orang lainnya.



Efek buruk dari terlampau percaya diri adalah: orang yang selalu merasa dirinya paling benar…
Dan orang lain yang tidak mengikuti dirinya atau tidak sepaham dengan dia, dianggapnya betul-betul salah.

Jika begini adanya, betapa memusingkan keadaan nantinya?

Setiap orang meyakini kebenaran yang dianutnya, untuk kemudian mencari-cari pembenaran diri, meskipun dia salah.

Misalnya: tindakan korupsi untuk membantu anggota keluarga yang sakit, seolah merupakan tindakan mulia karena bertujuan membantu.

Tujuannya baik, tetapi tindakannya TIDAK.

Karena korupsi tetaplah mengambil uang atau bagian yang bukan haknya.



Untuk itulah di dalam hidup ini, hendaknya kita punya Sumber Kebenaran Sejati…

Bukan hanya merasa diri paling benar…

Karena nyatanya: kita hanya manusia dan sering kali berbuat salah.

Hendaknya kita senantiasa mencari kebenaran Allah…

Tak perlu mendirikan kebenaran sendiri…

Hanya Allah sajalah Sang Sumber Kebenaran…

Dialah Jalan, Kebenaran, dan Hidup!

Marilah mengikuti jalan-Nya senantiasa!

(-fon-)/ Fonny Jodikin



Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk  kepada kebenaran  Allah.

--- Roma 10:3




Monday, April 16, 2018

TODAY, 17 April: Elifas Menegur Ayub


TODAY, 17 April :

Elifas Menegur Ayub

Maka berbicaralah Elifas, orang Teman  4:2 "Kesalkah engkau, bila orang mencoba berbicara kepadamu? Tetapi siapakah dapat tetap menutup  mulutnya? 4:3 Sesungguhnya, engkau telah mengajar banyak  orang, dan tangan  yang lemah telah engkau kuatkan; 4:4 orang yang jatuh  telah dibangunkan oleh kata-katamu, dan lutut  yang lemas telah kaukokohkan; 4:5 tetapi sekarang, dirimu yang tertimpa, dan engkau kesal,  dirimu terkena,  dan engkau terkejut.
--- Ayub 4:1-5


Hari ini, mari berandai-andai membayangkan apa yang terjadi pada Ayub.
Dulunya dia telah mengajar banyak orang.
Tangan mereka yang lemah, telah dikuatkan olehnya.
Jadi, Ayub ini semacam motivator…
Yang membangunkan orang-orang yang terjatuh dengan kata-katanya…
Juga mereka yang lututnya lemas, telah dikokohkan olehnya.

Sekarang…
Ayub sendiri yang tertimpa…
Dan dia sendiri kesal, dirinya terkena…
Dia terkejut…
Sang Motivator pun tak bisa lari dari kenyataan…
Saat harus menghadapi hari-hari kelam…
Namun, pada akhirnya Ayub pun bangkit lagi…
Meskipun harus menjalani semuanya dengan susah payah.
Satu hal yang pasti, imannya kembali seperti semula…

Dan, Allah melihat semuanya…
Memang selalu mudah untuk berbicara…
Apalagi jika bukan kita yang tertimpa masalah…
Tetapi Sahabat, mari tetap berpegang teguh kepada Allah…
Apa pun yang terjadi, jangan sampai kita menjauh dari-Nya…
Masalah-masalah ini hanyalah sementara saja…
Yang kekal adalah DIA..
Tuhan sendiri…

Semoga di hari ini…
Apa pun yang kita alami…
Kita, meskipun pernah kesal atau terkejut dengan kenyataan yang ada…
Tetap kembali bersujud di bawah kaki-Nya.
Tetap percaya bahwa Tuhan akan membantu kita melewati ini semua.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin






TODAY, 16 April: Sabar Menanggung Kelemahan

TODAY, 16 April: 

Sabar Menanggung Kelemahan

Ada kalanya kita yang tengah lemah iman...
Kita merasa tidak sanggup untuk menanggung beban kehidupan...
Kita pun merasa perlu adanya sosok yang membantu memperteguh keimanan kita...
Di sekitar kita, ada orang-orang yang mungkin bisa menjadi panutan...
Meskipun mereka sama-sama punya beban dan perjuangan dalam menghadapi persoalan...
Tetapi mereka terus maju, untuk  mencapai impian...
Tak peduli badai yang menerjang atau menghadang...
Tuhan senantiasa memberikan kekuatan...

Ada kalanya kita yang berada pada posisi yang sungguh yakin akan iman kita...

Kita tengah mengalami keadaan yang penuh damai dan sukacita dalam relasi dengan Sang Pencipta...
Kita yang tengah kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang kurang kuat...
Harus bersabar terhadap kelemahan keyakinan di sekitar kita...
Moga-moga bisa memberikan inspirasi, contoh, motivasi bagi mereka yang tengah membutuhkan uluran tangan kasih kita...

Saling bertolong-tolongan...
Demi tercapainya hidup rukun dalam lingkungan kita...

Mulai dari sekitar kita, semoga kita bisa menjadi terang Allah...
Di mana pun kita ditempatkan...
Tak perlu muluk-muluk...
Tak bisa menjadi sebatang lilin, sebatang kayu korek api pun jadi...
Semoga kita berusaha lebih baik lagi hari lepas hari.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat  dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.
--- Roma 15:1 

Kita yang sungguh-sungguh yakin akan apa yang kita percayai, haruslah bersabar terhadap keberatan-keberatan orang yang lemah keyakinannya. Janganlah kita mau menyenangkan diri kita sendiri saja.
--- Roma 15:1 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Sunday, April 15, 2018

TODAY, 15 April: Allah Dalam Kekayaan-Nya...

TODAY, 15 April: 

Allah Dalam Kekayaan-Nya...

Allah dalam kekayaan-Nya...
Memberikan kita segala sesuatu untuk dinikmati...

Entah itu dalam bentuk kekayaan...
Kesuksesan...

Ataupun talenta...
Segala sesuatu yang baik, yang kita dapatkan dalam hidup ini...
Semua adalah karena anugerah-Nya...

Jika kita dikaruniai banyak kebaikan...
Entah dalam hal materi, bakat, ataupun kepandaian...

Janganlah tinggi hati...
Jangan pula berharap pada sesuatu yang kita miliki itu dengan terlalu erat...
Karena harapan sesungguhnya hendaknya kita letakkan hanya kepada Allah saja...
Dia yang menjadikan segala sesuatunya...
Dia yang mencukupkan kebutuhan kita...
Dia yang memberikan kita seluruh yang kita miliki dalam hidup ini...


Allah dalam kekayaan-Nya sudah begitu baik kepada kita...
Apa pun kelebihan kita...

Mari kita kembalikan sebesar-besarnya untuk kemuliaan Allah...
Melalui sesama dan mereka yang membutuhkan uluran tangan kita...
Semoga demikian adanya.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Peringatkanlah kepada orang-orang kaya  di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah  yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.
--- 1 Timotius 6:17