Saturday, August 19, 2017

TODAY, 19 Agustus: Jaminan Keselamatan

TODAY, 19 Agustus: 

Jaminan Keselamatan

Ketika kita menyadari arti pentingnya kesehatan, lalu kita membeli asuransi kesehatan. 
Menyadari banyak kejadian di sekeliling kita yang tak terduga...
Dalam hitungan hari, bisa jadi keadaan berubah.
Memang kita tak bisa menjamin sehat selamanya.
Untuk itu perlu juga memikirkan biayanya...

Ketika kita menyadari arti pentingnya keamanan...
Kita pun merasa perlu memasang CCTV untuk mengatasi kemalingan dan berbagai kejahatan...
Juga, tenaga pengamanan semisal Satpam pun ditingkatkan.
Shift diperbanyak, asal kita merasa aman...

Untuk hal-hal di atas, kita rela mengeluarkan uang ekstra.
Tak mengapa, asalkan ada jaminan keselamatan bagi kita.
Kini, saya teringat pula: jaminan keselamatan ada pada diri Yesus Tuhan kita.
Dialah jalan, kebenaran, dan kehidupan...
Dialah Sang Juru Selamat...

Dia Sungguh Allah, sungguh manusia...
Maukah kita mengikuti-Nya?
Berjalan dalam kebenaran-Nya?
Percaya bahwa Dia adalah Allah yang menyelamatkan kita semua-umat-Nya?


Dalam diri-Nya ada jaminan keselamatan menuju keabadian.
Mari kita setia mengikuti-Nya sampai akhir nanti.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu  dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan  aku, Engkau kunanti-nantikan  sepanjang hari.
--- Mazmur 25:5

Thursday, August 17, 2017

TODAY, 18 Agustus : Merdeka

TODAY, 18 Agustus :

Merdeka

Kemarin, Bangsa Indonesia merayakan Hari Kemerdekaannya yang ke-72.
Masih segar dalam ingatan kami yang merantau di Singapura, negeri Singa ini pun merayakan National Day-nya pada tanggal 9 Agustus yang lalu.
Merdeka atau mati.
Slogan-slogan kemerdekaan masih terngiang di telingaku dan memenuhi benakku saat pelajaran di sekolah dulu.
Dan setiap kali, momen peringatan 17 Agustus pun menjadi suatu pertanda, bahwa kemerdekaan ini diperjuangkan dengan susah payah.
Sungguh sudah selayaknya jika kita betul-betul menghargainya dan mempertahankannya sekuat tenaga kita.

Di dalam Kristus, kita pun hendaknya hidup sebagai orang merdeka.
Tetapi, jangan menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk hal-hal yang kurang baik.
Di Alkitab disebutkan: jangan memakai kemerdekaan itu untuk menutupi kejahatan.
Melainkan hidup sebagai Hamba Allah.
Semoga, kita mampu menghargai kemerdekaan dan mempergunakannya sebesar-besarnya demi kemuliaan Allah.
Semoga.
(-fon-)/Fonny Jodikin


Hendaklah kalian hidup sebagai orang merdeka, tetapi janganlah memakai kemerdekaanmu itu untuk menutupi kejahatan, melainkan hiduplah sebagai hamba Allah.
--- 1 Petrus 2:16

TODAY, 17 Agustus: Dengan Tulus Ikhlas

TODAY, 17 Agustus:

Dengan Tulus Ikhlas

Dengan tulus ikhlas, kami datang ke hadirat-Mu...
Membawa semua yang ada pada diri kami...
Yang semuanya adalah anugerah-Mu, Tuhan...

Engkau menyukai orang yang murni hatinya...
Semoga kami mampu mempertahankan ketulusan...
Juga keikhlasan di diri kami...
Semoga semuanya ini menyenangkan hati-Mu...
Sebagai persembahan yang hidup...

Inilah seutuhnya keberadaan diri kami...
Jika ada kalanya kami merasa tinggi hati atas semua...
Biarlah Engkau mengingatkan kami...
Bahwa Engkaulah Penguasa Segala.

Dengan tulus ikhlas, kami bersujud di bawah kaki-Mu.
Menyadari bahwa hidup dan kehidupan yang kami nikmati sampai hari ini...
Hanyalah karena kebaikan-Mu.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Aku tahu Engkau menguji hati setiap orang dan Engkau menyukai orang yang murni hatinya. Dengan tulus ikhlas dan senang hati kupersembahkan semuanya ini kepada-Mu. Aku telah menyaksikan bagaimana umat-Mu yang berkumpul di sini membawa persembahan mereka kepada-Mu dengan senang hati
--- 1 Tawarikh 29:17

Tuesday, August 15, 2017

TODAY, 16 Agustus: Hidup Kudus

TODAY, 16 Agustus: 

Hidup Kudus

Melihat keadaan dunia yang makin hari makin parah kebobrokannya, kita pun meragu: mampukah kita tetap mempertahankan kekudusan di dunia ini?
Ataukah kita harus ikut arus dunia, apa yang dianggap 'tidak apa-apa' atau 'biasa' di dunia ini?


Dengan mata yang terarah kepada Tuhan...
Dan hati yang tertuju kepada-Nya...
Semoga di dalam setiap kita ada iman yang meyakini bahwa kekudusan itu tetap harus diperjuangkan.
No matter what. Tak peduli apa pun yang terjadi, menjaga dan mengejar kekudusan tetaplah harus dipertahankan.
Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
Begitu bunyi firman Allah..

Semoga kita tetap menjaga dan mempertahankan kekudusan di tengah dunia ini.
Menjadi umat Allah yang memuliakan nama-Nya di setiap tindakan dan perilaku kita sehari-hari.
Bukan hanya untuk terlihat baik, namun memang karena dilandasi kasih Allah dalam setiap nafas kehidupan kita.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin

sebab ada tertulis: Kuduslah kamu , sebab Aku kudus.
--- 1 Petrus 1:16

TODAY, 15 Agustus: Kekuatan Bunda Maria


TODAY, 15 Agustus: 

Kekuatan Bunda Maria

Maka tampaklah suatu tanda  besar  di langit: Seorang perempuan  berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang  di atas kepalanya. 12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.   12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit;  dan lihatlah, seekor naga merah padam  yang besar , berkepala  tujuh dan bertanduk  sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.  12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga  dari bintang-bintang  di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. 12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki , yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi;  tiba-tiba Anaknya itu dirampas  dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. 12:6 Perempuan itu lari  ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari  lamanya.
--- Wahyu 12:1-6

Misa pagi pukul 06.55 waktu Singapura.
Pastor Jason Richard, OFM dari Paroki St. Mary of the Angels Singapura mengungkapkan dalam homilinya pada perayaan Bunda Maria Diangkat ke Surga pagi ini.
Pastor Jason mengatakan: bacaan pertama hari ini, sungguh berbeda dengan gambaran yang muncul tentang Bunda Maria pada umumnya.
Bunda Maria biasanya dikaitkan dengan kelembutan dan keanggunannya. 
Dia memeluk bayi Yesus dan umat Allah yang berdoa melalui perantaraannya.
Tetapi tidak hari ini.
Dalam Kitab Wahyu, kita bisa melihat kekuatan Bunda Maria yang berperang melawan naga yang mengancam keselamatan puteranya.

Saya sedikitnya terkesima.

Berpikir bahwa banyak kali, hidup dan kehidupan membawa kita kepada kondisi yang melemahkan.
Yang tidak sesuai dengan keinginan, yang mengecewakan.
Namun: tidakkah kita sadari bahwa itu semua bisa kita jadikan sebuah sarana untuk memperkuat diri dan keimanan kita kepada Allah dan bukan sebaliknya malah melemahkan kita?
Mari mencontoh Bunda Maria dalam kekuatannya menjaga titipan Allah baginya.

Mungkin seperti itulah kita harus berjuang atas hidup yang dianugerahkan-Nya.
Semoga demikian adanya.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Monday, August 14, 2017

TODAY, 14 Agustus: Kesalahan dan Pelanggaran

TODAY, 14 Agustus: 

Kesalahan dan Pelanggaran

Kita terkadang terpaku pada kesalahan dan pelanggaran orang lain.
Apalagi dengan penyebaran berita yang sangat mudah melalui sosial media belakangan ini, kita main sebar saja, tanpa memedulikan kebenarannya.
Juga tanpa peduli akan perasaan keluarga mereka yang tengah ditimpa kemalangan, sepertinya kita malah -maaf-  berbahagia di atas keperihan yang dialami oleh orang lain.
Walaupun mungkin pada awalnya bermaksud baik, tetapi penyebaran yang keliru bisa berakibat fatal juga.
Maka dari itu: pikir dulu sebelum forward, apalagi berita-berita hoax - yang belum tentu kebenarannya.
Mohon kita diberi kebijaksanaan untuk itu...
Mohon pimpinan Roh Kudus-Nya untuk setiap kita agar kita lebih punya hati dan lebih mengasihi.
Bukan hanya berlabel manusia-manusia rohani, yang penuh kegiatan spiritual, tetapi jauh dari kasih Allah itu sendiri.

Karena jika itu dibalik, jika itu terjadi pada diri kita...
Apakah kita mau juga kesalahan kita diketahui seluruh Indonesia?
Diketahui seluruh dunia?

Tuhan saja mau mengampuni kesalahan dan pelanggaran kita.
Maukah kita belajar juga untuk melakukannya?
Tidak pernah merupakan sesuatu yang mudah, tetapi kita yakini: jika kita punya niat baik, Tuhan pasti akan memberikan kekuatan.

Semoga kita menjadi manusia yang bukan hanya kelihatan spiritual, tetapi sungguh benar di hadapan Allah.
Saya kira, itu yang terpenting.

Jauhkanlah diri kami dari penghakiman atas sesama kami.
Biarlah kasih-Mu meraja di hidup kami...
Selamat malam, Tuhan memberkati.
(-fon-)/Fonny Jodikin

"Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; 4:8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.
--- Roma 4:7-8

Sunday, August 13, 2017

TODAY, 13 Agustus: Kepada-Mu Kami Berharap

TODAY, 13 Agustus: 

Kepada-Mu Kami Berharap

Ketika mengalami hal-hal yang kurang mengenakkan di hidup ini...
Ketika hidup menawarkan banyak kepahitan yang mungkin tak pernah kita bayangkan sebelumnya...
Kadang kita meragu, apakah mungkin suatu saat kita akan merasakan 'manisnya' kehidupan itu kembali?

Hari ini, ketika bersama kedua puteri kami berada pada sebuah toko kue di kawasan barat Singapura, saya kembali diingatkan...
Ada kemanisan-kemanisan tersembunyi di dalam kehidupan yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Mungkin kita dipenuhi ketakutan dan kekhawatiran, sehingga semuanya itu tertutupi begitu saja...

Maka dari itu, marilah kita berharap hanya kepada Allah...
Kepada-Mu saja, seluruh harapan ini kami satukan...
Engkaulah Sumber segala pengharapan kami...
Kami percaya, dalam pahit-manisnya kehidupan yang kami rasakan...
Rencana-Mu lebih besar daripada perasaan-perasaan kami belaka.
Kepada-Mu kami berharap, sekarang dan selamanya.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku. 
--- Mazmur 38:16