Wednesday, February 21, 2018

TODAY, 22 Februari: Lurus Perbuatannya


TODAY, 22 Februari:


Lurus Perbuatannya


Tidak mudah untuk hidup jujur dan lurus di zaman now (baca: zaman sekarang ini).
Begitu banyak orang pada akhirnya memilih jalan yang kurang baik, hanya demi sesuap nasi dan mungkin: semangkuk berlian.
Kejujuran seolah hanyalah sesuatu yang ada di awang-awang.
Rasanya kurang realistis diperjuangkan, apalagi di dunia yang makin mendewakan materi seperti sekarang ini…


Namun, ada pula orang-orang yang memegang teguh kejujuran di hidupnya.
Mereka memilih tetap jujur, tetap lurus…
Walaupun ada tawaran-tawaran menarik dan sanggat menggoda…
Untuk hidup lebih baik, untuk punya uang lebih banyak, untuk punya rumah lebih bagus, untuk punya jabatan yang lebih tinggi, dan seterusnya dan sebagainya.
Dan sebagai pengikut Kristus, hendaknya kita tetap mempertahankan kejujuran kita…
Manusia tidak bisa melihat seluruhnya, tetapi Allah tidak pernah tidur…
DIA melihat segala sesuatunya.


Semoga kita senantiasa memilih untuk hidup jujur.
Kita yakini, Allah senantiasa memimpin umat-Nya yang hidup benar dan berkenan di hadapan-Nya.
Hari ini dan seterusnya, mari terus hidup di dalam jalan dan terang-Nya.
(-fon-)/ Fonny Jodikin


Berliku-liku  jalan si penipu, tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya.
--- Amsal 21:8


Tuesday, February 20, 2018

TODAY, 21 Februari: Doa Di Dalam Pergumulan

TODAY, 21 Februari: 

Doa Di Dalam Pergumulan

Perikop ini dalam Kitab Mazmur 62 berjudul doa di dalam pergumulan.
Pada suatu ketika di hidup kita...
Pastilah kita pernah mengalami yang namanya pergumulan...
Kita berjuang sekuat tenaga...
Sampai-sampai kehabisan kekuatan untuk melangkah...
Kita mungkin tak lagi tahu harus berbuat apa...
Namun Tuhan akan menguatkan kita...
Pertolongan kita hanya bersumber dari-Nya semata...
Kuatkanlah kami ya, Tuhan...
Saat kami mengalami pencobaan...

Saat harapan yang kami pupuk dan angkat tinggi-tinggi...
Berujung kecewa karena tidak terlaksana...

Ajar kami untuk belajar menerima kenyataan...
Tak peduli seberapa pahitnya itu untuk kami telan...
Karena kami percaya, rencana-Mu adalah yang terbaik bagi kami...
Sebagai manusia, kami takkan mampu mengerti...
Rangkaian kejadian demi kejadian yang kami alami...
Hanya untuk menemukan, bahwa di ujung sana...
Sebuah 'puzzle kehidupan' yang indah sudah menanti...

Tuhan peduli.
Dia mengerti...
Mungkin pada suatu ketika kita pernah berseru:
Kasihanilah aku ya TUHAN, sebab aku kehabisan tenaga, kuatkanlah aku sebab aku kepayahan.
--- Mazmur 62:3 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)
Kuyakin itu semua hanyalah sementara...
Karena akan ada saatnya, mentari akan bersinar kembali...
Pelangi warna-warni akan menghampiri.
Semoga kami semua dikuatkan untuk menanti tergenapinya rancangan-Mu dalam hidup ini.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin

TODAY, 20 Februari: Aku Berterima Kasih

TODAY, 20 Februari: 

Aku Berterima Kasih

Aku berterima kasih, ya Tuhan...
Jika sampai hari ini, masih bisa menjalani kehidupanku...
Itu hanyalah karena anugerah-Mu...

Aku berterima kasih, ya Allah...
Engkaulah kekuatan dan perisaiku...
Di setiap keadaan di hidupku...
Ada kalanya situasi yang kuhadapi sungguh sulit kumengerti...
Namun kutahu, Engkau selalu menopangku...
Engkaulah penolongku...
Hatiku percaya kepada-Mu...

Aku berterima kasih, ya Tuhan...
Untuk setiap detail yang Kauberikan kepadaku...
Dari hal-hal terkecil di hidupku...
Sampai hal-hal terbesar sekalipun...
Itu semua hanyalah karena kebaikan-Mu...
Kasih karunia-Mu kuyakini selalu menyertai...
'Kan kulangkahkan kakiku dalam damai sejahtera-Mu...
Karena kutahu, Engkau selalu besertaku.

Aku berterima kasih, ya Tuhan...
Untuk segala yang terjadi di hidupku.
Engkaulah Tuhan, Allah Yang Maha Tahu.
(-fon-)/Fonny Jodikin

TUHAN adalah kekuatanku  dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya.  Aku tertolong sebab itu beria-ria  hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.
--- Mazmur 28:7

Monday, February 19, 2018

TODAY, 19 Februari: Kerinduan Kepada Allah

TODAY, 19 Februari: 

Kerinduan Kepada Allah

Erna memandangi deretan baju baru di lemarinya...
Juga puluhan pasang sepatu aneka warna di rak sepatunya...
Pandangannya lesu, tak menampakkan semangat.
Padahal, dia seorang yang 'fashionable'.
Yang mampu memadu-padankan pakaian, tas, dan sepatunya.
Dia pikir dia selalu bersemangat dan selalu punya waktu untuk itu semua...
Namun nyatanya, dia tak menemukan kesenangan atas hal itu lagi.
Dia bosan.

Di ranjangnya terdapat tiga kartu undangan ulang tahun kenalannya.
Dia memang termasuk sosialita, jadi dia cukup dikenal dan punya banyak kenalan.
Itu pun dipandanginya dengan lesu.
Dia sungguh kehilangan semangat menghadapi semuanya...
Dia pikir dia akan bahagia kalau punya banyak teman...
Dia pikir dia akan bahagia kalau dikenal di lingkup sosialita...
Dia pikir dia akan terus bersemangat jika terlihat trendy dan selalu ikut mode terbaru alias termutakhir di dunia busana yang dia minati...
Dia pikir...
Ya, dia pikir...

Seperti Erna, mungkin kita punya hal yang kita pikir mampu membahagiakan kita.
Namun nyatanya: setelah kita mendapatkannya, rasa bahagia yang sempat singgah langsung meluap seketika...
Maka benarlah sudah...
Manusia hanya akan menemukan sukacita sejati hanya pada Allah saja...
Dalam pencarian akan Allah, kita akan menemukan damai dan sukacita yang tak mampu dipenuhi oleh apa pun di dunia ini...
Tuhanlah yang mampu mengisi kehampaan hati...
Kekosongan di diri...
Kekeringan di jiwa...
Seperti tanah tandus yang haus akan air, begitulah diri kami Tuhan, haus akan Dikau...
Semoga kita dengan giat mencari wajah-Nya...
Menyadari bahwa segalanya adalah sementara...
Semua juga harus kita kembalikan kepada-Nya, saat kita harus dipanggil pulang ke rumah-Nya.
Tuhan, inilah diri kami dan kerinduan kami...
Kami persembahkan semuanya ke dalam tangan kasih-Mu.
Amin.
(-fon-)/ Fonny Jodikin

Ya Allah, Engkaulah Allahku, kucari dan kurindukan Engkau. Seperti tanah tandus haus akan air, begitulah aku haus akan Dikau.
--- Mazmur 63:2

Sunday, February 18, 2018

TODAY, 18 Februari: Tekanan Batin

TODAY, 18 Februari: 

Tekanan Batin

Mungkin pada satu saat, kita pernah mengalami apa yang namanya tekanan batin.
Dari pikiran akan suatu atau beberapa persoalan yang cukup membebani, lalu timbullah kekhawatiran.
Pikiran yang menjalar ke mana-mana bisa melemahkan juga.
Sehingga seseorang terkena depresi atau tekanan batin.

Mungkin kelihatannya suatu masalah itu begitu besar.
Seolah tak ada jalan keluar.
Pikiran manusiawi kita yang terbatas ini sudah menyatakan: tak mungkin bisa ada solusi dari permasalahan ini.
Namun...
Marilah kita ingat bahwa kita punya Allah.
Dialah yang mampu membantu kita...
Asalkan hati kita tertuju kepada-Nya.
Kita percaya bahwa Dia selalu punya cara.
Karena Dialah Tuhan...

Mungkin lewat seorang teman...
Mungkin melalui seseorang yang bahkan belum kita kenal sebelumnya...
Jika Dia mau, Dia bisa lakukan semua itu.
Perasaan kita, tekanan batin kita, stress kita...
Mari kita persembahkan kepada-Nya...
Mari pula menjaga pikiran agar tetap jernih.
Kepala dingin. 
Iman yang fokus kepada Allah.
Percaya bahwa Allah akan membukakan jalan bagi kita.
Jika satu jalan tertutup, masih ada jendela yang akan dibukakan-Nya.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Terus-menerus hal itu kupikirkan, sehingga batinku tertekan.
--- Ratapan 3:20

Thursday, February 15, 2018

TODAY, 17 Februari: Hanya Dekat Allah Saja, Aku Tenang...

TODAY, 17 Februari: 

Hanya Dekat Allah Saja, Aku Tenang...

Hanya dekat Allah saja, aku tenang...
Dari-Nya saja keselamatan kita...
Hanya dengan mendekat kepada-Nya...
Dengan mencari wajah-Nya...
Kita bisa mendapatkan kedamaian sejati yang tak pernah ditawarkan oleh dunia...

Mungkin jalan yang kita lalui berliku...
Terkadang harus masuk ke dalam jurang yang kelam...
Yang kita tak pernah tahu, akan begini dalam...
Namun...
Mari tetap percaya kepada Tuhan...
Mari tetap mendekat kepada-Nya...
Jalani segala sesuatu yang datang di hidup kita...

Karena Dialah Sang Gembala...
Berjalan bersama-Nya, takkan kita gentar...
Jangan pula goyah dalam keimanan kita...
Hanya dekat Engkau, Tuhan...
Kami damai.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Hanya dekat  Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.
--- Mazmur 62:2

TODAY, 16 Februari: Memuji Tuhan Dalam Segala Keadaan

TODAY, 16 Februari: 

Memuji Tuhan Dalam Segala Keadaan

Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
Jangan lupakan segala kebaikan-Nya...
Dia yang mengampuni segala kesalahanku....
Dia yang menyembuhkan segala penyakitku...
Dan juga sakit hati yang lama bercokol di dalam diriku...

Ya, Dia sanggup melakukan segala sesuatu!

Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
Bahkan pada hari-hari di mana memuji Allah terasa begitu butuh perjuangan...
Namun Tuhan selalu ada dan menemaniku di setiap waktu.
Pujilah Tuhan, ya semoga itu selalu kulakukan di sepanjang hidupku...
Hari ini dan selamanya sampai akhir nanti...
Tetap setia, sebagaimana Engkau selalu setia dari masa ke masa.

(-fon-)/ Fonny Jodikin

Bagi segenap sahabat yang merayakan: Selamat Imlek! Tuhan beserta kita.
(-fon-)

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan  segala penyakitmu.
--- Mazmur 103: 2-3