Friday, February 3, 2017

TODAY, 4 Februari: Retak




TODAY, 4 Februari: 

Retak

Kemarin di sebuah Playground umum di Bukit Batok di Singapura...
Saat meletakkan handphone saya di kursi taman, ternyata kursi itu renggang.
Dan handphone saya terjatuh cukup keras.
Bagian belakang kavernya tidak saya lindungi.
Saya tidak sadar bahwa ada bagian yang retak, bahkan di beberapa tempat.
Odri, anak pertama kami yang melihatnya pertama kali dan memberitahukan saya.
Hari ini saya melihat retakan-retakan itu lagi.
Meskipun halus, tapi tetap terlihat nyata.
Bersyukur handphone saya masih bisa digunakan.

Retak. Patah. Terluka.
Kejadian itu membawa perenungan bagiku.
Bahwa kita semua 'broken'. Kita semua memiliki luka...
Pernah patah hati, patah semangat...
Ada retakan-retakan di dalam hati yang tak semua orang mengerti..
Namun, itu ada di diri...
Salah satu penulis favorit saya, Henry Nouwen pernah menuliskan hal ini.


Our life is full of brokenness - broken relationships, broken promises, broken expectations. How can we live with that brokenness without becoming bitter and resentful except by returning again and again to God's faithful presence in our lives.

Hidup kita dipenuhi kehancuran(baca:luka) - relasi yang hancur, janji yang ingkar, harapan yang pupus. Bagaimana kita bisa hidup di dalam kehancuran tersebut tanpa menjadi 'pahit' dan dipenuhi kebencian kecuali dengan kembali lagi dan lagi kepada kehadiran Allah yang setia di hidup kita.

Surrender our 'brokenness' to the Lord!
Persembahkanlah segala kehancuran itu kepada Allah!
Dia mampu menyembuhkan segala luka...
Merekatkan kembali dengan kasih-Nya...
(-fon-)/Fonny Jodikin

Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati  dan membalut luka-luka mereka.
---Mazmur 147:3

No comments: