Sunday, July 2, 2017

TODAY, 2 Juli: Remuk

Remuk

The Thai girl who lost both her legs in an MRT accident in Singapore six years ago can look forward to getting a new pair of prosthetic legs.
Ms Nitcharee Peneakchanasak, now 21, has landed a six-month contract at a hospital that pays one million baht (S$40,800) a month. A pair of prosthetic legs costs about five million baht.
Dr Adison Phatthradun, director of the World Medical Hospital (WMH), said Ms Nitcharee was chosen to be a "happiness observer" because of her inspiring story about how she overcame the loss of her legs. (The Strait Times, 27 June 2017)

Gadis dari Thailand yang kehilangan kedua belah kakinya di kecelakaan MRT di Singapura enam tahun yang lalu akan mendapatkan kaki palsu.
Nona Nitcharee Peneakchanasak, sekarang berusia 21 tahun, baru saja mendapatkan kontrak kerja di sebuah Rumah Sakit yang membayar satu juta baht (sekitar SGD 40,800 – kira-kira 400 Juta Rupiah) per bulan. Sepasang kaki palsu kisaran harganya sekitar lima juta baht.
Dr. Adison Phatthradun, direktur World Medical Hospital (WMH) mengatakan bahwa gadis itu terpilih sebagai ‘pengamat kebahagiaan’ karena kisahnya yang inspirasional tentang bagaimana dia mengatasi kehilangan kedua belah kakinya tersebut. (Koran The Strait Times, 27 Juni 2017, terjemahan bebas oleh –fon-)

Apa yang dirasakan oleh Nitcharee sewaktu mengalami kecelakan di MRT enam tahun silam?
Kira-kira : perasaan yang remuk redam.
Remuknya kaki berakibat pada remuknya hati.
Terasa begitu menyakitkan.
Jiwanya hancur, hati yang patah…
Tetapi Tuhan tidak memandang hina…
Dia memberikan kesempatan baru bagi Nitcharee, enam tahun sesudah kecelakaan itu.
Dia pun bangkit dengan semangat baru…

Kita mungkin tidak mengalami hal yang begitu memilukan seperti Nitcharee…
Tetapi mungkin ada bagian-bagian lain di hidup kita yang kita rasa: remuk, hancur berantakan.
Bawalah itu semua kepada Allah…
Kita tak pernah tahu apa yang Dia sediakan bagi umat-Nya…
Suatu rancangan kebahagiaan dan sukacita…
Meskipun tak pernah kita sangka-sangka…

Ini keremukan yang kami rasakan, Tuhan…
Kami persembahkan kepada tangan kasih-Mu…
Bekerjalah atas diri kami…
Kami percayakan diri kami kepada-Mu.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Korban sembelihan  kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk  tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
--- Mazmur 51:19

No comments: