Sunday, July 11, 2021

TODAY, 11 Juli 2021 Jangan Mengira…

 TODAY, 11 Juli 2021

 

Jangan Mengira…

 

Jangan mengira TUHAN terlalu lemah untuk menyelamatkan kamu, atau terlalu tuli untuk mendengar seruanmu.

--- Yesaya 59:1(BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Jangan mengira Tuhan terlalu lemah untuk menyelamatkan kamu.

Atau terlalu tuli untuk mendengar seruanmu.

Ayat dari Yesaya 59 ini mengingatkan saya kembali….

Untuk tidak ‘underestimate’ atau tidak memandang kecil kuasa Tuhan.

DIA masih tetap pegang kendali.

Meskipun seolah terlihat sebaliknya.

Saya tetap percaya di dalam iman bahwa Tuhan tidak pernah tertidur.

DIA masih berkuasa atas segalanya.

Tentu saja, karena DIA Mahakuasa!

 

Keadaan yang melemahkan.

Beban kehidupan yang menyesakkan.

Kenyataan yang menghentakkan.

Apa pun itu yang tengah terjadi saat ini….

Jangan mengira Tuhan terlalu lemah untuk menyelamatkan kita.

DIA masih setia mendengar seruan kita.

Maukah kita tetap bersabar menantikan janji-Nya?

 

Tuhan, kami membawa segala persoalan dan beban pikiran kami.

Kami percaya bahwa Engkau sanggup, Tuhan!

Dan Engkau -dengan penuh belas kasihan- akan membantu kemi melewati semuanya ini.
‘This too, shall pass!”

Dan ini pun akan berlalu.

Izinkan kami percaya sekali lagi akan janji-Mu.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

Saturday, July 10, 2021

TODAY, 10 Juli 2021 Kapan Engkau Akan Menghibur Kami?

 TODAY, 10 Juli 2021

 

Kapan Engkau Akan Menghibur Kami?

 

Mataku letih menanti Engkau memenuhi janji-Mu, aku berkata, "Kapan Engkau akan menghibur aku?”

--- Mazmur 119:82 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Dalam doa-doa yang belum terjawab.

Dalam keadaan yang dipenuhi beban dan kesesakan.

Kadang kita sering bertanya….

“Kapan Engkau akan menghibur aku, Tuhan?”

Mataku letih menanti Engkau memenuhi janji-Mu….

 

Ya, seperti Pemazmur, adalah hal yang manusiawi jika kita pernah merasa lemah, letih, lesu, dan tak berdaya.

Saat kenyataan berjalan ke arah sebaliknya dari apa yang kita impikan, dari apa yang kita harapkan.

Satu keyakinan yang masih terselip di hati…

Tuhan punya waktu-Nya sendiri.

Tuhan punya cara-Nya sendiri.

Tuhan tahu segala sesuatu yang terjadi.

Tuhan masih peduli.

 

Kapan Engkau akan menghibur kami, Tuhan?
Kami percaya bahwa Engkau punya rancangan tersendiri.

Ajarilah kami agar tabah melewati semuanya ini.

Bantulah kami untuk tetap beriman dan percaya bahwa ini pun akan berlalu.

Tuhan, tolonglah kami.

Kami percayakan hidup ini hanya ke dalam tangan-Mu, sekali lagi.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

Friday, July 9, 2021

TODAY, 9 Juli 2021 Aku Akan Menyembuhkan Umat-Ku

 

TODAY, 9 Juli 2021

 

Aku Akan Menyembuhkan Umat-Ku

 

Aku akan memberi ketentraman kepada semua orang, baik yang dekat maupun yang jauh. Aku akan menyembuhkan umat-Ku.

--- Yesaya 57:19(BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Saat ini, kami sungguh membutuhkan Engkau, ya Tuhan.

Sebetulnya, kami selalu membutuhkan-Mu.

Namun, hal itu makin terasa….
Terutama di saat-saat kami merasa tak mampu berbuat apa-apa.

 

Dalam satu setengah tahun terakhir ini….

Mungkin adalah saat saya pribadi melihat begitu banyak yang sakit.

Dan banyak sekali yang harus berpulang.

Terutama dikarenakan pandemi ini.

 

Kami tetap percaya kepada janji-Mu, Tuhan.

Meskipun kenyataan terkadang berkata lain.

Jika Engkau mengatakan bahwa Engkau akan memberi ketentraman kepada semua orang.

Dan janji-Mu bahwa:

“Aku akan menyembuhkan umat-Ku.”

Semoga itu bisa kami pegang.

Tentunya, kesembuhan bukan selalu seperti yang ada di pikiran kami.
Tetapi, kami sungguh membutuhkan kuasa dan kasih-Mu, Tuhan.

Saat kasus Covid ini jauh melebihi apa yang bisa kami pikirkan sebelumnya.

 

Izinkan kami tetap percaya, bahwa Engkau adalah Allah Penyembuh.

Engkau sanggup melakukan segala sesuatu.

Tuhan, kami membutuhkan pertolongan-Mu.
Dengarkanlah doa kami, ya Tuhan.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

Thursday, July 8, 2021

TODAY, 8 Juli 2021 Seperti Domba Yang Tidak Bergembala

 

TODAY, 8 Juli 2021

 

Seperti Domba Yang Tidak Bergembala

 

Waktu Yesus melihat orang banyak itu, Ia kasihan kepada mereka, sebab mereka kebingungan dan tidak berdaya, seperti domba yang tidak punya gembala.

--- Matius 9:36(BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka,  karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

--- Matius 9:36

 

Waktu Yesus melihat orang banyak itu….

Ia kasihan kepada mereka.

Sebab mereka kebingungan dan tak berdaya.

Terlihat lelah dan terlantar.

Seperti domba yang tidak bergembala.

 

Saat keadaan kita kebingungan dan tidak berdaya.

Tuhan tetap berbelas kasih pada setiap kita.

Saat kita lelah dan seolah terlantar.

Yesus tetap mengasihi setiap kita.

 

Ketika kita pikir, kita adalah domba tanpa Gembala.

Di ujung sana Yesus berdiri dengan setia.

DIA masih menunggu, kita berbalik ke jalan-Nya.
Mari jadikan masa-masa ini sebagai waktu untuk merefleksikan kesalahan diri.

Juga keinginan untuk lebih baik di masa depan nanti.

 

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Semoga ini menjadi hal yang mengingatkan kita….

Bahwa Tuhan adalah gembala yang baik.

Selama-lamanya.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

Tuesday, July 6, 2021

TODAY, 7 Juli 2021 Sebab Engkaulah Harapanku, Ya Tuhan

 

TODAY, 7 Juli 2021

 

Sebab Engkaulah Harapanku, Ya Tuhan

 

Sebab Engkaulah harapanku, ya TUHAN, TUHAN, aku percaya kepada-Mu sejak masa mudaku.

--- Mazmur 71:5 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan!

Tuhan, aku percaya kepada-Mu!

Inilah yang diserukan Pemazmur.

Bahwa bahkan sejak masa mudanya, DIA terus percaya kepada Allah.

 

Bagaimana dengan kita?
Bagaimana dengan saya pribadi?

Pernyataan Pemazmur di atas, mau tidak mau membuat saya pun berpikir keras akan bagaimana keimanan saya kepada Allah.

 

Tidak mudah memang untuk terus percaya kepada Allah.

Dan terus menempatkan harapan kita kepada-Nya.

Apalagi mungkin, kita pernah kecewa.

Bahkan kekecewaan itu teramat dalam.

Membekas.

Membuat luka di batin kita.

Namun semoga kita tidak menjadi lengah.

Atau berpaling dari-Nya secara berkepanjangan.

 

Mari, kembalilah kepada Tuhan.

Semoga kita bisa kembali menemukan kasih mula-mula kepada Allah, yang membawa kita di awal perjalanan iman kita kepada-Nya.

Sebab DIALAH sumber harapan dan kekuatan kita.
Sekarang dan selama-lamanya!

(-fon-)/Fonny Jodikin

TODAY, 6 Juli 2021 Rencana-Nya Teguh Sepanjang Zaman

 

TODAY, 6 Juli 2021

 

Rencana-Nya Teguh Sepanjang Zaman

 

tetapi rencana TUHAN tetap  selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.

--- Mazmur 33:11

 

Tetapi rencana TUHAN tetap bertahan, rancangan-Nya teguh sepanjang zaman.

--- Mazmur 33:11 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Mungkin kita mengalami krisis kepercayaan atas keadaan yang terjadi belakangan ini.

Dan tak jarang, ini pun mempengaruhi iman kita kepada Tuhan.

Satu hal yang harus kita ingat….

Apa pun yang terjadi saat ini….

Tuhan punya rencana bagi setiap kita.

DIA pun punya rancangan bagi dunia ini.

Saya tetap percaya bahwa apa yang terjadi saat ini, tak peduli betapa mengkhawatirkan sekali pun….

Tuhan tetap pegang kendali.

 

Rencana-Nya teguh sepanjang zaman.

Tetap untuk selama-lamanya.

Mari tetap menantikan-nantikan janji-Nya.

DIA tetap setia dari generasi ke generasi.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

Monday, July 5, 2021

TODAY, 5 Juli 2021 Mengapa Kamu Begitu Takut? Mengapa Kamu Tidak Percaya?

 

TODAY, 5 Juli 2021

 

Mengapa Kamu Begitu Takut? Mengapa Kamu Tidak Percaya?

 

Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. 4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" 4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. 4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?

--- Markus 4:37-40

 

Saat membaca perikop ini, saya merasa kembali diingatkan bahwa….

Saat kita menyangka bahwa Tuhan diam saja.

Atau mengira bahwa DIA mungkin sedang tertidur dalam segala keadaan yang ada….

Seperti para murid, kita pun mungkin bertanya:

“Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?”

 

Tetapi….
Saat Yesus bertindak….

DIA bangun, kemudian menghardik angin itu.

Dan berkata kepada danau itu:

“Diam! Tenanglah!”

Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Lalu ia berkata kepada mereka:

“Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?

 

Tuhan, ampuni kami kalau ketakutan kami mengalahkan iman kami.

Bangkitkanlah kepercayaan kami dan harapan kami di dalam-Mu!

Semoga kami tetap percaya, bahwa Engkau pemegang kendali atas semua ini.

Bimbing kami, Tuhan.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin