Weekly Thoughts
8 Maret 2026
Salah Berdoa?
Rasanya, masih banyak saja hal-hal yang terjadi di dunia ini.
Perang yang masih berlanjut.
Berita kematian seorang selebriti Indonesia yang membawa pengaruh
positif bagi sekitar, bahkan lebih luas lagi.
Vidi Aldiano, berpulang setelah sekian lama berjuang mengatasi
penyakit kankernya.
Mungkin masih banyak yang
ada di kepala ini.
Otak berputar terus, berpikir.
Rasa khawatir yang sempat mampir.
Haruskah ditepis? Karena sejatinya kekhawatiran bukanlah bersumber
dari-Nya.
Dalam Tuhan kita percaya bahwa segala sesuatu DIA ketahui…
Serahkan segala kekuatiran-Mu pada Tuhan.
Bukankah demikian?
Minggu yang cukup sibuk bagiku.
Hari-hari yang berlalu dengan cepat.
Tapi, masih bersyukur atas nafas kehidupan ini.
Atas satu hari lagi yang Kauberi, Tuhan.
Ada pertemuan-pertemuan yang membahagiakan.
Dan ada juga ayat Alkitab yang mengingatkan….
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di
antara kamu ? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling
berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak
memperolehnya, lalu kamu membunuh ; kamu iri
hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu
berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa
juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah
berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk
memuaskan hawa nafsumu.
--- Yakobus 4:1-3
Sengketa dan pertengkaran datang dari hawa nafsu.
Keinginan yang tak terpenuhi.
Dan iri hati yang selalu mengganggu.
Menyelinap masuk ke dalam hati.
Tidak memperoleh apa-apa karena kita tidak berdoa?
Atau….
Salah berdoa?
Jadi, tidak menerima apa-apa?
Sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan
hawa nafsumu, seperti kata Alkitab….
Tuhan, terima kasih untuk selalu menjadi pembimbingku.
Hari ini aku diingatkan lagi untuk tidak salah berdoa.
Kembali menata keinginan hatiku.
Supaya itu sesuai dengan rencana-Mu.
Jauhkan segala bentuk iri hati maupun cemburu.
Karena sejatinya…
Itu semua tak pernah berkenan di mata-Mu.
Bantu aku, Tuhan.
Terima kasih.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin