Weekly Thoughts
15 Maret 2026
Hidup Dalam Terang
Kalian sendiri dulu berada di dalam kegelapan. Sekarang kalian
sudah menjadi umat Tuhan, jadi kalian berada di dalam terang. Oleh karena itu
kalian harus hidup di dalam terang.
--- Efesus 5:8 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)
Ketika kita belum mengikut Tuhan, kita pernah berada dalam
kegelapan.
Sejak menjadi umat-Nya, hendaknya kita selalu di dalam terang.
Terang siapa?
Tentu, terangnya Tuhan.
Ayat ini dibacakan kembali oleh Romo di Paroki saya saat menjelang
usainya misa sore jam 4 kemarin.
Penekanan untuk tetap hidup di dalam terang, terutama dan satu-satunya:
terang Tuhan.
Banyak kali, dunia menawarkan terang yang sepertinya ‘glowing’.
Mungkin ketenaran atau popularitas.
Mungkin kekayaan.
Mungkin kepandaian.
Sehingga kita pikir, mungkin ini terang yang harus kita tuju di
hidup ini.
Kemarin, Romo menenkankan sekali lagi….
Terang itu, haruslah bersumber dari Terang Sejati.
Yaitu: Allah sendiri.
Jangan coba mencari jalan lainnya.
Kembalilah kepada DIA saja.
Satu-satunya yang akan membawa kita ke jalan kebenaran.
Semoga kita tidak silau akan terang yang ditawarkan oleh dunia.
Ketika itu tidak berujung keselamatan, untuk apa kita kejar
sedemikian rupa?
Hiduplah di dalam terang-Nya.
Maka, hidup ini akan sungguh bermakna.
Karena kita hidup seturut kehendak-Nya.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin