Sunday, November 1, 2026

Weekly Thoughts 1 November 2026 Betapa Besarnya Kasih Bapa

 

Weekly Thoughts

1 November 2026

 

Betapa Besarnya Kasih Bapa

 

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. 

--- 1 Yoh 3:1 (BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Betapa besarnya kasih Allah kepada kita.

Sehingga, kita disebut anak-anak Allah.

Dari ayat ini, mari kita mengucap syukur kepada Tuhan.

Terima kasih, Tuhan atas seluruh kasih-Mu dalam hidup kami.

Di dalam semua permasalahan yang kami alami….

Engkau tak pernah meninggalkan kami.

 

Bersyukur bahwa kami disebut anak-anak-Mu.

Setiap hari, semoga kami menyadari hal ini.

Sadar akan kasih-Mu di dalam hidup kami.

Semoga kami pun selalu punya niat untuk mendekat kepada-Mu.

Percaya bahwa Engkau sungguh Bapa kami.

Sungguh Allah kami.

 

Perjalanan hidup membawa manusia pada tahap-tahap yang naik-turun.

Ketika kami merasa sendirian dan ditinggalkan….

Bantulah kami untuk kembali menemukan diri-Mu.

Percaya bahwa Engkaulah satu-satunya penyelamat dan andalan kami di setiap waktu.

 

Tuhan, semoga kami bisa sesuai dengan sebutan anak-anak Allah.

Yang bukan hanya manis didengar, tetapi yang sungguh menjalankan semuanya dengan sepenuh hati.

Sebaik-baiknya.

Untuk kemuliaan nama-Mu saja.

Bantulah dan bimbinglah kami, Tuhan.

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

 

Sunday, October 25, 2026

Weekly Thoughts 25 Oktober 2026 Mengikuti Teladan Tuhan

 

Weekly Thoughts

25 Oktober 2026

 

Mengikuti Teladan Tuhan

 

Kitab 1 Tesalonika dalam Perjanjian Baru Alkitab ditulis oleh Rasul Paulus, bersama dengan dua rekan sekerjanya yaitu Silwanus (Silas) dan Timotius.

Sebagaimana tercantum dalam 1 Tesalonika 1:1.

 

Di dalam Kitab ini, dikisahkan bahwa para jemaat mengikuti teladan Rasul Paulus dan kedua rekan kerjanya. Dan juga yang terutama adalah teladan Tuhan.

Meskipun para jemaat di sana sangat menderita, namun mereka menyambut dengan gembira kabar yang diberitakan.

Jika ada kegembiraan atau dalam istilah rohani sering dipakai kata sukacita di dalam penderitaan….

Yakinlah, itu bersumber dari Roh Kudus saja!

Perjalanan bersama Tuhan Yesus, memampukan kita memaknai berbagai penderitaan itu sebagai suatu keadaan yang bisa dilalui.

Bukan karena kekuatan kita, namun karena kita punya sahabat sejati yang begitu setia di dalam setiap detik kehidupan kita: Yesus Kristus.

Sebagaimana pula perjalanan hidup bak roda yang berputar….

This too, shall pass….

Saya tetap percaya, hal ini pun akan berlalu.

Tidak akan selama-lamanya kita berada pada keadaan menderita terus-menerus.

 

Dan relevansinya dengan keadaan dunia akhir-akhir ini?

Ayat ini seolah menghembuskan nafas segar.

Ayat ini menyerukan: masih ada harapan….

Jangan berhenti berharap dan berjalan bersama Yesus dalam pimpinan Roh Kudus-Nya.

Tuhan akan selalu memberikan kekuatan kepada setiap insan yang berharap dengan sungguh hanya kepada-Nya.

Seolah tidak mungkin dan kontradiksi, bagaimana mungkin orang bisa gembira di dalam derita?

Bukan jingkrak-jingkrak di mana-mana.

Tentu bukan itu yang dimaksudkan….

Namun, kita mampu melewati semuanya karena kita percaya:

Tuhan takkan pernah meninggalkan kita.

 

Tetaplah setia meneladani Yesus di setiap musim kehidupan kita.

Amin!

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

Kalian mengikuti teladan kami dan teladan Tuhan. Meskipun kalian sangat menderita, kalian menyambut dengan gembira kabar yang kami beritakan kepadamu. Kegembiraan itu diberi oleh Roh Allah.

--- 1 Tesalonika 1:6 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

 

Sunday, October 11, 2026

Weekly Thoughts 11 Oktober 2026 Mata Air

 

Weekly Thoughts

11 Oktober 2026

 

Mata Air

 

Kabut asap (haze) yang menyelimuti Singapura beberapa waktu terakhir ini membuat diriku juga merasakan imbasnya.

Keadaan ini membuatku merasa gerah dan sering kali merasa kehausan.

Diperlukan minum air putih yang cukup di dalam kondisi ini.

Sambil juga berharap mudah-mudahan segera ada tindakan nyata untuk menanggulangi kabut asap dari tempat asalnya…

Saya pun membaca ayat Alkitab ini:

"tetapi orang yang minum air yang akan Kuberikan, tidak akan haus lagi selama-lamanya. Sebab air yang akan Kuberikan itu akan menjadi mata air di dalam dirinya yang memancar keluar dan memberikan kepadanya hidup sejati dan kekal."

--- Yohanes 4:14 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Orang yang minum air yang diberikan-Nya tidak akan haus lagi selama-lamanya.

Sebab air itu akan menjadi mata air di dalam dirinya yang memancar keluar.

Dan ini akan memberikan hidup sejati dan kekal.

Di dalam kekeringan di hidup ini…

Di dalam rasa gerah yang melanda….

Kita sungguh membutuhkan kesejukan yang berasal dari-Nya saja.

 

Tuhan, berikanlah kami air kehidupan-Mu….

Sehingga kami tidak lagi mencari-cari sumber penyegar dahaga lainnya.

Karena kami tahu dan sadar, bahwa hanya dengan mata air-Mu saja….

Satu-satunya yang akan membawa kami kepada hidup sejati dan kekal.

Kami serahkan hidup ini ke dalam tangan kasih-Mu.

Bimbinglah kami selalu.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

Sunday, October 4, 2026

Weekly Thoughts 4 Oktober 2026 Teguran Yang Mendidik Itu Jalan Kehidupan

 

Weekly Thoughts

4 Oktober 2026

 

Teguran Yang Mendidik Itu Jalan Kehidupan

 

Tidak setiap kali, ayat Alkitab memberikan efek yang lumayan berkesan.

Mungkin ketika kita baca, ya… rasanya begitu-begitu saja.

Namun, ayat Alkitab bukanlah melulu soal rasa.

Karena itu hendaknya sebelum membaca, kita mohon tuntunan Roh Kudus.

Dengan demikian, kita mengundang kehadiran Allah…

Untuk membukakan tirai yang masih membelenggu diri kita.

Dan mudah-mudahan ayat itu bisa mencapai sasaran yang dikehendaki-Nya.

Membaca tafsir juga membantu.

Beberapa tafsir Alkitab yang dianggap baik, bisa juga dijadikan bahan acuan.

 

Mengawali tulisan ini dengan paragraf di atas, namun sebetulnya saya mau membagikan ayat yang langsung memberikan kesan mendalam.

Hari ini, saya ingin membagikan satu ayat yang langsung menarik perhatianku.

Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan….

--- Amsal 6:23

 

Petunjuk-petunjuk orang tuamu bagaikan lampu yang terang; teguran mereka menunjukkan kepadamu cara hidup yang baik.

--- Amsal 6:23 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Perintah itu pelita.

Ajaran itu Cahaya.

Dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan.

Nasihat orangtua bagaikan lampu yang terang.

Mereka berniat baik untuk menunjukkan jalan kehidupan yang seharusnya.

Terlebih lagi, jalan kehidupan yang berkenan di hadapan Allah.

 

Tidak selalu enak, ketika ditegur orang lain atau orangtua kandung kita.

Terkadang, malah menyakitkan.

Namun, ingatlah bahwa terkadang, teguran itu bertujuan baik.

Mengembalikan kita kepada jalan Ilahi yang seharusnya kita pilih.

 

Mohon kebijaksanaan-Nya untuk setiap langkah yang mau kita ambil.

Memilah juga setiap teguran dan petunjuk yang diberikan kepada kita.

Tetaplah memilih yang terbaik seturut kehendak-Nya.

Di dalam doa, di dalam ‘discernment’, percaya sepenuh iman.

Mohon bimbingan Roh Kudus juga, agar hidup kita selalu berkenan bagi-Nya.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

Sunday, September 27, 2026

 

Weekly Thoughts

27 September 2026

 

Tindakan Siapa Yang Tidak Tepat?

 

Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat?

--- Yehezkiel 18:25

 

Pada Misa Berbahasa Indonesia hari ini, saya mendapatkan pencerahan dari homili Romo Sambodo, SS.CC.

Pada waktu berbicara mengenai ayat ini, Romo menanyakan kepada umat: siapa yang masih juga menyalahkan orang lain dan bahkan seperti dalam Kitab Yehezkiel ini, menyalahkan Tuhan?

 

Ada kecenderungan manusia untuk merasa benar.

Namun, ada baiknya juga untuk introspeksi diri.

Apakah memang tindakan kita benar atau hanya menurut kita sendiri saja benar?

Lalu, ketika kita tidak mendapatkan yang kita mau…

Apa kita lalu menyalahkan Tuhan untuk rencana-Nya yang tidak sesuai dengan keinginan kita?

 

Rancangan Tuhan pasti yang terbaik.

Jangan sampai kita meragukan hal itu!

Banyak kali keinginan kita yang tidak atau belum dikabulkan itu, dikarenakan memang belum waktu-Nya.

Atau mungkin juga, bukan itu yang direncanakan Tuhan bagi kita.

 

Saya tidak akan mengatakan hubungan kita dengan orang lain ataupun Tuhan akan selalu berada pada keadaan baik-baik saja.

Ada kalanya, tidak selalu seperti yang kita bayangkan.

Naik-turun dan perubahan itu bisa terjadi dengan begitu cepat!

Namun, sebelum menunjuk orang lain, juga teliti diri sendiri.

Mudah-mudahan, kita tidak menjadi pribadi-pribadi yang terlalu mudah menjadi sakit hati karena banyak keinginan kita yang tidak terpenuhi.

Tetaplah percaya pada penyelenggaraan Ilahi.

Tuhan akan bertindak dengan tepat waktu, seturut kehendak-Nya!

Tetaplah percaya akan hal itu.
Di dalam iman, tetaplah melangkah bersama-Nya.

Semoga demikian.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

Sunday, September 20, 2026

Weekly Thoughts 20 September 2026 Kristus Dimuliakan Senantiasa

 

Weekly Thoughts

20 September 2026

 

Kristus Dimuliakan Senantiasa

 

Dalam Misa hari ini, setiap bacaan seolah menyuarakan dirinya dengan luar biasa.

Semuanya memiliki arti yang mendalam.

 

Hatiku cukup tertarik pada ayat dari Filipi 1 ini.

Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.

--- Filipi 1:20

 

Yang saya sangat inginkan dan harapkan ialah supaya jangan sekali-kali saya gagal dalam tugas saya. Sebaliknya saya berharap supaya setiap saat, terutama sekali sekarang, saya dapat bersikap berani sehingga dengan segenap jiwa raga saya--baik saya hidup atau saya mati--Kristus dimuliakan.

--- Filipi 1:20 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Tidak ada orang yang mengharapkan kegagalan dalam tugas yang dipercayakan kepadanya.

Setiap saat, dalam hidup ini…

Kita hendaknya memuliakan Tuhan.

Saat nanti hidup ini harus berakhir pun, kita ini milik Tuhan…

Semoga kita selalu mengupayakan yang terbaik, dengan segenap keberanian.

Dengan segenap jiwa raga.

Kita berikan yang terbaik bagi kemuliaan-Nya.

 

Tuhan, inilah diri kami.

Jauh dari sempurna.

Masih dalam proses untuk menjadi lebih baik di setiap harinya.

Tuhan, inilah kerinduan kami….

Semoga dalam setiap keadaan.

Dalam setiap situasi….

Kami tidak henti: memuliakan nama-Mu.

 

Inilah doa kami, Tuhan.

Terima kasih dari lubuk hati kami yang terdalam.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

Sunday, September 13, 2026

Weekly Thoughts 13 September 2026 PERJALANAN KEMBALI KE SINGAPURA

 

Weekly Thoughts

13 September 2026

 

PERJALANAN KEMBALI KE SINGAPURA

 

Menyambung tulisan saya di minggu lalu….

Penantian seolah terasa panjang.

Menunggu kepastian tidaklah mudah.

Namun, keadaan berangsur membaik.

Setelah Bandara Soekarno Hatta ditutup, tanggal 8 September dibuka kembali.

Aku menunggu sebentar dan memutuskan untuk pulang di tanggal 9 September.

Pesawat lancar.
Dari check in, sampai kembali mendarat di Bandara Changi, Singapura.

Puji Tuhan buat semuanya!

 

Segala proses yang kulalui membuatku berpikir….

Apa reaksiku saat keadaan tidak berpihak pada rencanaku?

Kecewa? Mungkin.

Khawatir? Iya.

Marah? Bisa jadi.

Namun, apakah itu semua bisa menyelesaikan masalah?

 

Ayat dalam Kitab Yakobus mengingatkanku untuk mengendalikan kemarahan, jika ada.

Karena kemarahan, tidak mengerjakan kebenaran di hadapan-Nya.

sebab amarah  manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

--- Yakobus 1:20

 

Dalam doa-doaku, aku berserah.

Terjadilah kepadaku, menurut perkataan-Mu, Tuhan.

Yang terbaik bagi keluarga kami dalam keadaan ini.

Kami serahkan semuanya ke dalam tangan-Mu.

 

Dan…

Bersyukur untuk semua yang sudah dilewati.

Sambil tentunya mendoakan keadaan Indonesia yang tengah dilanda banyak bencana.

Tuhan, kasihanilah….

Tuhan, ampunilah.

Tuhan, dengarkanlah doa-doa kami.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin