Sunday, May 24, 2026

Weekly Thoughts 24 Mei 2026 Hari Raya Pentakosta

 

Weekly Thoughts

24 Mei 2026

 

Hari Raya Pentakosta

 

Hari ini adalah Hari Raya Pentakosta yang diperingati oleh Gereja di setiap tahunnya.

Informasi mengenai apa itu Pentakosta, saya dapati di situs Katolisitas:

Pentakosta adalah peristiwa yang dicatat dalam Kisah Para Rasul sebagai peristiwa di mana para murid dan semua orang yang percaya kepada Kristus mengalami kepenuhan Roh Kudus (lih. Kis 2:1-4); dan sejak saat itu mereka tidak takut lagi untuk bersaksi tentang Kristus.

(Katolisitas)

 

Saat Mazmur tanggapan, saya memperhatikan kata-kata dari Mazmur 104 ini….

Tetapi bila mereka Kauberi napas, mereka dijadikan; Engkau memberi hidup baru kepada bumi.

--- Mazmur 104:30 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Roh Kudus yang tercurah bagi setiap insan manusia.

Semua orang yang percaya kepada Kristus mengalami kepenuhan Roh-Nya.

Dan Tuhan memberi hidup baru kepada bumi….

Hari ini, di saat banyak permasalahan melanda bumi.

Dari ‘global warming’, perang, bahkan sakit-penyakit.

Sepertinya begitu kompleks.

Tetapi, dalam harap….

Aku tetap menanti-nantikan Tuhan.

Saat Tuhan memberi napas kembali bagi bumi….

Saat hidup baru diberikan kembali kepada dunia ini.

 

Tuhan, Engkau yang Mahakuasa.

Jika ada perbuatan kami yang keliru….

Ampunilah kami….

Kami akan tetap setia di dalam iman.

Karena sungguh: Engkau sangat baik dalam hidup kami.

 

Penuhilah kami dengan Roh Kudus-Mu.

Penuhilah kami, Tuhan….

Dan jadikanlah kami semakin berani bersaksi bagi kemuliaan-Mu.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

 

Sunday, May 17, 2026

Weekly Thoughts 17 Mei 2026 Perhatikan Sungguh-sungguh Cara Hidupmu

 

Weekly Thoughts

17 Mei 2026

 

Perhatikan Sungguh-sungguh Cara Hidupmu

 

Dengarkan, anakku! Jadilah bijaksana. Perhatikanlah sungguh-sungguh cara hidupmu.

--- Amsal 23:19 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Berita yang mengecewakan.

Lalu, diskusi yang kemudian terjadi di mana-mana.

Orang-orang melontarkan pendapat.

Memang tidak mudah, untuk memilih hidup benar.

Jika sekitar bobrok dan korup, mau ikut jalan yang mana?

Apalagi kemudian, ketika yang memilih melakukan hal yang jujur…

Malah terkena masalah besar, bahkan terancam masuk bui.

 

Kembali ke Amsal 23 yang mengingatkan kita semua untuk menjadi bijaksana.

Perhatikan sungguh-sungguh cara hidupmu!

Semua orang bisa dikelabui.

Cara-cara lihai sudah diambil untuk pembelaan diri.

Tapi, orang-orang yang benar….

Pada waktu-Nya akan dibela juga.

Kebenaran tidak bisa ditutupi selama-lamanya.

Untuk sementara atau sesaat? Ya, mungkin bisa.

Tetapi untuk selamanya, tentu saja TIDAK!

 

Hari ini, saya pribadi dan kita semua diingatkan untuk memperhatikan cara hidup kita.

Tetap memilih jalan kebenaran, meskipun tidak selalu mudah.

Dan tidak selalu juga menguntungkan.

Bahkan, mungkin dibenci dan dikucilkan.

Saya tetap percaya, Tuhan Mahatahu.

Selalu melihat.

Tidak pernah tertidur.

Dan….

Kami menunggu jalan kebenaran itu dibukakan oleh-Mu, Tuhan.

Dalam iman, kami tetap menaruh harapan.

Tuhan, dengarkanlah doa kami.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

 

Sunday, May 10, 2026

Weekly Thoughts 10 Mei 2026 Allah Yang Kaya Dengan Rahmat (Catatan di Hari Ibu Internasional)

 

Weekly Thoughts

10 Mei 2026

 

Allah Yang Kaya Dengan Rahmat (Catatan di Hari Ibu Internasional)

 

Waktu berlalu dengan cepat.

Seolah baru saja kita merayakan tahun baru.

Sekarang kita berada di Bulan Mei.

Tadi di Gereja ada perayaan Mother’s Day internasional.

Kalau di Indonesia, dirayakan di Bulan Desember….

Di Singapura, dirayakan di bulan Mei.

 

Sepanjang Misa, aku fokus pada setiap bagiannya.

Di saat ada doa untuk para Ibu dan kami diminta berdiri di tempat masing-masing untuk menerima berkat dari Romo…

Tiba-tiba saja ada keharuan yang menyeruak.

Mengisi relung-relung hatiku yang terdalam.

Tidak mudah menjadi seorang ibu.

Dengan berbagai macam peranan yang ada di dalamnya.

Seorang ibu adalah pendidik yang utama dan terutama dalam hidup pertama Si Anak.

Sebelum bersekolah, pendidikan dimulai di rumah.

Belum lagi, ketika Si Anak sakit.

Ibulah yang menjadi perawat dan ‘dokter’ pertama yang memberikan obat, serta menjaga anaknya.

 

Kalau dituliskan semuanya mungkin akan sangat panjang, karena peranan ibu sungguh beragam.

Setiap kali menyadari peranan ini, saya bersyukur….

Hanya karena kebaikan dan kasih karunia Allah….

Dan hanya karena Allah sungguh kaya dengan rahmat-Nya….

Kita-para Ibu- dimampukan menjalani peranan ini dengan baik.

Tidak sempurna, tetapi selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk keluarga.

Demi kemuliaan Tuhan, tentu saja.

 

Terima kasih, Tuhan untuk kekuatan yang Kauberikan setiap harinya.

Selamat merayakan ‘motherhood’ untuk semua Ibu, karena kesempatan untuk menjadi seorang Ibu adalah rahmat-Nya yang tersendiri juga.

Semoga Tuhan memberkati para Ibu dengan iman, harapan, dan yang terutama: kasih dalam mendidik anak-anak di tengah dunia yang semakin kompleks ini.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya  yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan  kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan.

--- Efesus 2:4-5