Sunday, August 16, 2026

Weekly Thoughts 16 Agustus 2026 Tuhan, Kasihanilah

 

Weekly Thoughts

16 Agustus 2026

 

Tuhan, Kasihanilah

 

Keturunan demi keturunan, Tuhan menaruh belas kasihan kepada orang yang takut kepada-Nya.

--- Lukas 1:50 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Kabar datang tanpa bisa ditebak.

Ada sukacita, yang tentunya membahagiakan….

Namun ada juga duka dan kesedihan, seperti yang kita dengar tentang gempa yang baru saja terjadi di Nusa Tenggara Timur.

Di beberapa tempat, juga ada gempa.

Dunia seolah sedang bergerak dan bergejolak, terutama lempengan-lempengan gempanya.

 

Namun, di tengah seluruh keadaan ini….

Izinkan kami untuk percaya bahwa Tuhan tetap menaruh belas kasihan.

Seperti yang ada di Lukas 1:50, bagian dari bacaan Injil hari ini.

Belas kasihan kepada setiap insan yang bertakwa kepada-Nya.

Ya, Tuhan… kasihanilah.

 

Kami bawa seluruh keadaan dan kerapuhan dunia ke hadapan-Mu, Tuhan.

Mohon pengampunan atas segala dosa dan pelanggaran yang kami perbuat.

Hal-hal yang kurang berkenan di mata-Mu.

Tuhan, ampunilah…

 

Kami serahkan semuanya ini, Tuhan….

Semoga Engkau berbelas kasih kepada kami….

Bantulah dan tunjukkanlah jalan-Mu bagi kami….

Supaya kami kembali pada iman kami kepada-Mu.
Dan tetap tabah menjalani semua yang terjadi ini.

Tuhan, dengarkanlah doa kami.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

Sunday, August 9, 2026

Weekly Thoughts 9 Agustus 2026 Aku Mau Mendengar Perkataan Tuhan Allah

 

Weekly Thoughts

9 Agustus 2026

 

Aku Mau Mendengar Perkataan Tuhan Allah

 

Aku mau mendengar perkataan TUHAN Allah; Ia menjanjikan kesejahteraan kepada kita, umat-Nya, asal kita tidak kembali berbuat dosa.

--- Mazmur 85:9 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Di antara kalimat-kalimat dari ayat ini…

Mungkin ada yang fokus pada Ia menjanjikan kesejahteraan kepada kita, umat-Nya.

Dengan catatan: asal kita tidak kembali berbuat dosa.

Tetapi, hatiku tergerak pada bagian pertama.

Aku mau mendengar perkataan Tuhan Allah.

 

Ya, aku mau mendengar perkataan Tuhan Allah.

Iman datang dari pendengaran.

Sebagaimana yang kita bisa baca dari Roma 10:17

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

 

Marilah kita datang ke hadirat-Nya…

Dengan bersuka, dengan iman yang ada di dalam hati ini…

Percaya kepada Tuhan dalam segala keadaan.

Mau mendengar dan mau menyerahkan seluruh rencana yang ada.

Percaya hanya Tuhan yang punya kuasa.

DIALAH yang akan menentukan segalanya.

Rancangan-Nya terbaik bagi setiap kita.

 

Tuhan, ajarilah kami untuk rendah hati.

Terutama di hadapan-Mu…

Kami bersujud hanya kepada-Mu.

Kami ini bukan siapa-siapa tanpa-Mu.

Kami ini ciptaan-Mu saja.

 

Berilah kami hati yang terbuka untuk Kausirami dengan kasih dan kebaikan-Mu.

Berilah kami telinga yang mau mendengarkan dengan saksama.

Kami percayakan segalanya hanya kepada-Mu.

Terima kasih, Tuhan.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

Sunday, August 2, 2026

Weekly Thoughts 2 Agustus 2026 Hidup Sejati

 

Weekly Thoughts

2 Agustus 2026

 

Hidup Sejati

 

Dengarlah, hai bangsa-Ku, datanglah kepada-Ku, kamu akan Kuberi hidup sejati. Demi kasih dan kesetiaan yang Kujanjikan kepada Daud, Aku mengikat janji abadi dengan kamu.

--- Yesaya 55:3 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!  Aku hendak mengikat perjanjian  abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.

--- Yesaya 55:3

 

Hidup sejati dan janji abadi.

Dua frasa ini sangat menarik bagi saya.

Diambil dari Bacaan pertama Misa hari ini…

Tuhan adalah pemberi hidup.

Dan bukan hanya hidup yang biasa saja….

Namun, hidup yang sejati.

 

Dan…

Tuhan pun mengikat perjanjian dengan umat-Nya.

Menurut kasih setia-Nya yang sudah dijanjikan-Nya sejak zaman Daud.

Sebagaimana DIA selalu setia…

DIA akan selalu menyertai kita.

 

Bagaimana dari sisi kita-manusia?

Adakah kita percaya bahwa hanya Tuhan satu-satunya pemberi hidup sejati?

Apakah kita percaya akan janji-Nya di hidup kita?

Apakah kita mau tetap setia, sebagaimana DIA yang selalu setia kepada umat-Nya?

 

Bagaimana sikap dan tingkah laku kita di dalam hidup ini?
Ketika tidak ada seorang pun yang melihat, apa kita masih tetap berlaku baik dan sesuai dengan ajaran-Nya?

Semua ini hendaknya menjadi bahan refleksi yang patut kita renungkan.

Semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang semakin indah di dalam DIA.

Sehingga beroleh hidup sejati di dalam DIA.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin