Sunday, September 27, 2026

 

Weekly Thoughts

27 September 2026

 

Tindakan Siapa Yang Tidak Tepat?

 

Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat?

--- Yehezkiel 18:25

 

Pada Misa Berbahasa Indonesia hari ini, saya mendapatkan pencerahan dari homili Romo Sambodo, SS.CC.

Pada waktu berbicara mengenai ayat ini, Romo menanyakan kepada umat: siapa yang masih juga menyalahkan orang lain dan bahkan seperti dalam Kitab Yehezkiel ini, menyalahkan Tuhan?

 

Ada kecenderungan manusia untuk merasa benar.

Namun, ada baiknya juga untuk introspeksi diri.

Apakah memang tindakan kita benar atau hanya menurut kita sendiri saja benar?

Lalu, ketika kita tidak mendapatkan yang kita mau…

Apa kita lalu menyalahkan Tuhan untuk rencana-Nya yang tidak sesuai dengan keinginan kita?

 

Rancangan Tuhan pasti yang terbaik.

Jangan sampai kita meragukan hal itu!

Banyak kali keinginan kita yang tidak atau belum dikabulkan itu, dikarenakan memang belum waktu-Nya.

Atau mungkin juga, bukan itu yang direncanakan Tuhan bagi kita.

 

Saya tidak akan mengatakan hubungan kita dengan orang lain ataupun Tuhan akan selalu berada pada keadaan baik-baik saja.

Ada kalanya, tidak selalu seperti yang kita bayangkan.

Naik-turun dan perubahan itu bisa terjadi dengan begitu cepat!

Namun, sebelum menunjuk orang lain, juga teliti diri sendiri.

Mudah-mudahan, kita tidak menjadi pribadi-pribadi yang terlalu mudah menjadi sakit hati karena banyak keinginan kita yang tidak terpenuhi.

Tetaplah percaya pada penyelenggaraan Ilahi.

Tuhan akan bertindak dengan tepat waktu, seturut kehendak-Nya!

Tetaplah percaya akan hal itu.
Di dalam iman, tetaplah melangkah bersama-Nya.

Semoga demikian.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

Sunday, September 20, 2026

Weekly Thoughts 20 September 2026 Kristus Dimuliakan Senantiasa

 

Weekly Thoughts

20 September 2026

 

Kristus Dimuliakan Senantiasa

 

Dalam Misa hari ini, setiap bacaan seolah menyuarakan dirinya dengan luar biasa.

Semuanya memiliki arti yang mendalam.

 

Hatiku cukup tertarik pada ayat dari Filipi 1 ini.

Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.

--- Filipi 1:20

 

Yang saya sangat inginkan dan harapkan ialah supaya jangan sekali-kali saya gagal dalam tugas saya. Sebaliknya saya berharap supaya setiap saat, terutama sekali sekarang, saya dapat bersikap berani sehingga dengan segenap jiwa raga saya--baik saya hidup atau saya mati--Kristus dimuliakan.

--- Filipi 1:20 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Tidak ada orang yang mengharapkan kegagalan dalam tugas yang dipercayakan kepadanya.

Setiap saat, dalam hidup ini…

Kita hendaknya memuliakan Tuhan.

Saat nanti hidup ini harus berakhir pun, kita ini milik Tuhan…

Semoga kita selalu mengupayakan yang terbaik, dengan segenap keberanian.

Dengan segenap jiwa raga.

Kita berikan yang terbaik bagi kemuliaan-Nya.

 

Tuhan, inilah diri kami.

Jauh dari sempurna.

Masih dalam proses untuk menjadi lebih baik di setiap harinya.

Tuhan, inilah kerinduan kami….

Semoga dalam setiap keadaan.

Dalam setiap situasi….

Kami tidak henti: memuliakan nama-Mu.

 

Inilah doa kami, Tuhan.

Terima kasih dari lubuk hati kami yang terdalam.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

Sunday, September 13, 2026

Weekly Thoughts 13 September 2026 PERJALANAN KEMBALI KE SINGAPURA

 

Weekly Thoughts

13 September 2026

 

PERJALANAN KEMBALI KE SINGAPURA

 

Menyambung tulisan saya di minggu lalu….

Penantian seolah terasa panjang.

Menunggu kepastian tidaklah mudah.

Namun, keadaan berangsur membaik.

Setelah Bandara Soekarno Hatta ditutup, tanggal 8 September dibuka kembali.

Aku menunggu sebentar dan memutuskan untuk pulang di tanggal 9 September.

Pesawat lancar.
Dari check in, sampai kembali mendarat di Bandara Changi, Singapura.

Puji Tuhan buat semuanya!

 

Segala proses yang kulalui membuatku berpikir….

Apa reaksiku saat keadaan tidak berpihak pada rencanaku?

Kecewa? Mungkin.

Khawatir? Iya.

Marah? Bisa jadi.

Namun, apakah itu semua bisa menyelesaikan masalah?

 

Ayat dalam Kitab Yakobus mengingatkanku untuk mengendalikan kemarahan, jika ada.

Karena kemarahan, tidak mengerjakan kebenaran di hadapan-Nya.

sebab amarah  manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

--- Yakobus 1:20

 

Dalam doa-doaku, aku berserah.

Terjadilah kepadaku, menurut perkataan-Mu, Tuhan.

Yang terbaik bagi keluarga kami dalam keadaan ini.

Kami serahkan semuanya ke dalam tangan-Mu.

 

Dan…

Bersyukur untuk semua yang sudah dilewati.

Sambil tentunya mendoakan keadaan Indonesia yang tengah dilanda banyak bencana.

Tuhan, kasihanilah….

Tuhan, ampunilah.

Tuhan, dengarkanlah doa-doa kami.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin