Monday, August 7, 2017

TODAY, 8 Agustus: Hormati Ayah dan Ibu

TODAY, 8 Agustus:

 Hormati Ayah dan Ibu

Sering kita dengar dan kita baca...
Bagaimana seorang anak, mampu melupakan ibu dan bapaknya yang sudah membesarkannya...
Dalam banyak perkara warisan, ada kejadian di mana Si Anak tega mengusir kedua orangtuanya setelah mendapatkan harta mereka.
Sungguh tega. Mungkin sungguh keji.
Begitulah komentar yang ada di pikiran kita.

Ada pula kejadian di mana Si Anak berada pada kondisi ekonomi yang baik...
Namun, tidak memedulikan kesejahteraan orangtuanya.
Bahkan mungkin orang tua yang tengah sakit, tidak juga dipedulikannya.
Ini juga pernah kita dengar atau lihat di sekeliling kita.

Hari ini, saya mengajak setiap kita untuk meneliti relasi kita masing-masing dengan orang tua kita.
Mungkin relasi itu tidak sempurna.
Mungkin hubungan itu banyak cacatnya.
Namun, mari belajar mengampuni.
Tidak ada orangtua yang super sempurna...
Dan tidak ada anak yang juga bebas dari salah...

Saling memaafkan, saling mengampuni.
Selagi masih ada kesempatan.
Karena mereka dan kita tak selama-lamanya hidup kekal di dunia ini.
Hormatilah ayah dan ibumu, itu pesan ayat Alkitab hari ini.
Semoga kita mau belajar untuk itu.
(-fon-)/Fonny Jodikin

hormatilah ayah dan ibumu; dan kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.
--- Matius 19:19 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)


TODAY, 7 Agustus: Firman Allah

TODAY, 7 Agustus : Firman Allah

Firman Allah

Tiada yang lebih indah saat membaca firman-Nya.
Membaca kebenaran demi kebenaran...
Membaca janji-janji-Nya...
Mendalami bagaimana seharusnya kita menjadi umat Kristiani yang lebih baik lagi...
Lebih mengasihi, lebih mau mengampuni...
Secara berproses kita belajar untuk itu...

Sebab firman Allah   hidup  dan kuat  dan lebih tajam dari pada pedang  bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati  kita.
---Ibrani 4:12

Ya, firman-Nya hidup dan kuat...
Lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun...
Firman-Nya adalah pelita bagi kaki kita...
Penerang bagi jalan kita...

Terutama saat kita merasa bimbang, ragu, tak tentu arah...
Berpeganglah kepada Dia dan firman-Nya...
Senantiasa...
(-fon-)/Fonny Jodikin

Perkataan Allah adalah perkataan yang hidup dan kuat; lebih tajam dari pedang bermata dua. Perkataan itu menusuk sampai ke batas antara jiwa dan roh; sampai ke batas antara sendi-sendi dan tulang sumsum, sehingga mengetahui sedalam-dalamnya pikiran dan niat hati manusia.
--- Ibrani 4:12 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Sunday, August 6, 2017

TODAY, 6 Agustus: Tuhan Tahu...


TODAY, 6 Agustus: 

Tuhan Tahu...

Ketika begitu banyak permasalahan memenuhi kepalamu...
Dan kau tak lagi mampu berpikir atas kejadian bertubi-tubi di hidupmu...
Tuhan tahu dan mengerti akan semuanya itu...

Ketika banyak harapan hancur seketika...
Ketika kemungkinan sukses berubah berantakan...
Tuhan tahu dan memahami kekecewaanmu...

Ketika kau harus menghadapi pengkhianatan ...
Bahkan 'ditusuk' dari belakang oleh kenalan terbaikmu...
Tuhan siap sedia menampung setiap tetesan air matamu...

Dan orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata...
Akan menuai dengan bersorak-sorai...
Itu janji-Nya kepada setiap kita...

Semoga kita tetap bertahan di dalam iman...
Menunggu penggenapan janji-janji-Nya.
Percayalah, segala sesuatu akan indah pada waktu-Nya.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai  dengan bersorak-sorai.
--- Mazmur 126:5

TODAY, 5 Agustus: Belajar Mengendalikan Kemarahan

TODAY, 5 Agustus: 

Belajar Mengendalikan Kemarahan

Tina, sebut saja demikian namanya, hari itu betul-betul marah.
Sakit hatinya dipermalukan, dihina, dan dijadikan obyek gosip yang belum tentu kebenarannya.
Tina mengetahui bahkan semua gosip itu adalah salah, namun untuk menjatuhkan dirinya, dia digosipkan demikian.
Siapa yang tidak kesal jika berada pada posisi Tina?
Siapa yang takkan sesak, jika menjadi korban atas nama kuasa (orang yang menggosipkan itu menginginkan posisi Tina di perusahaan)?

Sakit hati. Marah. Kesal.
Semua berpadu jadi satu di dalam hatinya.
Tangisan memenuhi malam-malamnya.
Tanpa mampu lagi dia berkata-kata.
Hati yang hancur dengan mudah menggiring kita memaki, marah-marah tak karuan kepada sekitar, bahkan kepada orang yang tidak salah sekali pun.
Tidak mudah memang seperti kata kitab Amsal: orang bijaksana dapat menahan kemarahannya. 
Butuh kedewasaan dan pengendalian diri dalam tuntunan Roh Kudus untuk bisa melaksanakannya.

Dalam kebimbangan dan kehancuran, Tina pun datang kepada Allah.
Sujud di dalam doa.
Mencoba mengampuni, meskipun sangat tersakiti.
Tina yakin, Tuhan Maha Melihat.
Suatu saat, segala sesuatu akan terbuka.
Terutama jika dia jujur, dia yakin karena hatinya tenang.
Dia tak ingin membalas, karena Tina ingat: pembalasan bukanlah urusan manusia.

Tuhan akan memampukan Tina dan juga setiap kita untuk mengampuni.
Tak pernah mudah.
Tidak segampang teori-teori yang kita baca.
Namun mari berusaha mengendalikan kemarahan.
Jangan sampai ia berakibat buruk dan merugikan diri sendiri dan orang-orang terdekat kita.
Mari belajar untuk itu.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Orang bijaksana dapat menahan kemarahannya. Ia terpuji karena tidak menghiraukan kesalahan orang terhadapnya.
--- Amsal 19:11 (BIS- Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Thursday, August 3, 2017

TODAY, 4 Agustus: Pujilah Dia!

TODAY, 4 Agustus: 

Pujilah Dia!

Selamat pagi, Bapa...
Pagi ini biarlah puji-pujian akan-Mu memenuhi mulut kami.
Bersama seluruh bumi...
Bersama bulan dan matahari...
Bersama bintang-bintan yang akan hadir di malam hari...
Biarlah hati dan mulut kami dipenuhi puji-pujian akan Engkau...

Engkau baik, ya Tuhan.
Sekarang dan selama-lamanya kasih setia-Mu...
Mengaliri hidup kami.
Takkan berhenti kebaikan dan pengampunan-Mu...
Mengisi hari-hari kami...

Terima kasih untuk nafas kehidupan yang masih kami nikmati hari ini...
Terima kasih, Tuhan!
Terima kasih untuk langit, bunga, dan dedaunan...

Juga hujan dan pelangi...
Terima kasih untuk makanan yang masih terhidang di meja makan pagi ini.
Untuk roti dan secangkir kopi.
Ah, sungguh, hati yang dipenuhi sukacita membawa keindahan tersendiri.
Biarkan hidup kami senantiasa dipenuhi pujian akan Engkau.
Pujilah Dia seumur hidup kita!
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin

Pujilah Dia, hai matahari dan bulan, pujilah Dia, hai bintang-bintang yang gemerlapan!
--- Mazmur 148:3

TODAY, 3 Agustus: Berdiam di Dalam Dia

TODAY, 3 Agustus:

Berdiam di Dalam Dia

Ada hari-hari di mana segalanya menyenangkan dan lancar.
Dari pagi hari sampai malam tiba, semuanya baik-baik saja.
Mari kita hitung, berapa banyak hari seperti itu yang kita nikmati dalam satu bulan?
Adakah setiap harinya kita merasa demikian?
Tentu saja TIDAK.
Banyak kali, kita harus menghadapi siklus naik-turunnya kehidupan, hanya dalam satu hari saja.
Bahkan dalam hitungan detik, segala sesuatu bisa berubah.
Lalu, haruskah kita menjadi gentar?
Jawabannya lagi-lagi: TIDAK.
Karena kita bisa mengambil saat teduh, sebuah ketenangan yang bersumber dari Allah saja…
Bisingnya dunia, permasalahan yang mendera, membuat kita terkadang hidup dalam hiruk-pikuknya.
Betapa ketenangan dan kedamaian itu sungguh berharga di dunia yang makin ramai ini.
Dalam hening pun, kita terkadang sibuk dengan jari-jari kita yang mengetikkan pesan-pesan di media sosial.
Mungkin ada saatnya untuk berhenti total dari segala kegiatan duniawi kita…
Mengambil waktu untuk mencari wajah-Nya.

Ada saatnya untuk berdiam di hadirat-Nya.
Mari sediakan waktu saat teduh setiap harinya.
Untuk berdoa, mendengarkan lagu rohani, membaca firman-Nya.
Membaca renungan harian dan buku-buku rohani.
Segala sesuatu yang membawa kita mendekat pada-Nya.
Yakinlah kekuatan baru dalam menjalani hidup akan muncul kembali.
Dengan berdiam di hadirat-Nya.
(-fon-)/Fonny Jodikin

"Diamlah  dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan  di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!
--- Mazmur 46:11


Wednesday, August 2, 2017

TODAY, 2 Agustus: Takkan Terlupa

TODAY, 2 Agustus: 

Takkan Terlupa

Madam Cynthia Liew, 35, still rushed in to save her four-year-old daughter during Saturday evening's fire.
She had to use her sense of touch to manoeuvre for five minutes in the three-room flat before she found the little girl in the bedroom.
The girl was calm and expressionless, and Madam Liew carried her out to safety. Both suffered smoke inhalation. The New Paper had reported yesterday about the fire in the 11th storey flat in Block 4, Haig Road.
Madam Liew is now warded at Tan Tock Seng Hospital, while her daughter and son are warded at KK Women's and Children's Hospital.
She told The New Paper: "My children are so young, I would rather perish than let them die. (The New Paper Singapore)

Nyonya Cynthia Liew, 35 tahun, masih tergesa-gesa berupaya menyelamatkan anak perempuannya yang berusia empat tahun saat terjadi kebakaran pada Sabtu malam.
Dia menggunakan indera sentuhannya untuk bergerak selamat lima menit di apartemennya sebelum dia menemukan gadis kecilnya di kamar tidur.
Gadis kecil itu tenang dan tanpa ekspresi, Ny. Liew menggendongnya keluar dengan selamat. Keduanya menderita gangguan pernapasan akibat asap. The New Paper kemarin sudah melaporkan mengenai kebakaran di bangunan apartemen berlantai 11 di Blok 4, Haig Road.
Ny. Liew sekarang berada di Rumah Sakit Ibu dan Anak KK. Dia mengutarakan kepada The New Paper : “Anak-anak saya masih begitu muda, saya lebih baik binasa daripada membiarkan mereka meninggal dunia.” (Sumber: The New Paper Singapore, 2 hari yang lalu).

Ketika membaca perjuangan Ny. Liew, langsung ada aliran hangat mengaliri hatiku.
Itulah kasih seorang Ibu.
Yang sepenuhnya rela berkorban bagi anak-anaknya.
Tanpa memedulikan keadaan dirinya, bahkan rela mati demi anak-anaknya.
Itulah kasih sejati yang bisa kita jumpai di dunia ini...

Kejadian ini mengingatkanku pada ayat Yesaya ini:

TUHAN menjawab, kata-Nya, "Mungkinkah seorang ibu melupakan anaknya, dan tidak menyayangi anak kandungnya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tak akan melupakan engkau!
--- Yesaya 49:15

Bahkan ketika seorang Ibu melupakan anaknya dan tidak menyayangi anak kandungnya...
Tuhan takkan melupakan kita...
Contoh nyata kasih seorang Ibu telah kita lihat dari Ny. Liew.
Namun kasih Tuhan melebihi semuanya itu.
Masihkah kita ragu?
Semoga ini menjadi bahan perenungan bagi kita semua di malam ini.
Kita takkan terlupakan.
Selamat malam, Tuhan memberkati.
(-fon-)/Fonny Jodikin