Allah Sanggup!
Hari ini menjadi suatu hari yang menggembirakan bagi negara Singapura-tempat saya bermukim sekitar tujuh tahun lamanya- saat Joseph Isaac Schooling mendapatkan medali emas pertama dari cabang olahraga renang di Olimpiade 2016.
Ketika dia berusia 13 tahun, dia berkesempatan bertemu dengan Michael Phelps bahkan berfoto dengannya di kala itu.
Hari ini, di usianya yang ke-21, dia berhasil mengalahkan Phelps yang berada di tempat kedua sesudah Schooling.
Sekitar pertengahan bulan Juli lalu, saya juga berkesempatan menyaksikan penampilan Nathan Hartono via YouTube.
Nathan adalah penyanyi dan aktor Singapura yang ayahnya adalah orang Indonesia.
Dia berhasil menembus ajang lomba Sing! China yang mirip dengan ajang 'The Voice.'
Dia tak pernah berpikir bahwa dia bisa masuk pasar Cina dikarenakan keterbatasan Bahasa Mandarinnya.
Namun, dua tahun terakhir dia belajar dengan giat, dan dia sekarang memilih Jay Chou sebagai mentornya di acara yang masih berlangsung di sana.
Dua hal ini begitu mempengaruhi saya hari ini.
The power of the dreams...
Kekuatan dari impian yang sungguh tertanam di hati...
Suatu 'passion' yang mendalam yang Tuhan tanamkan di hati kita...
Mungkin kita pernah mengalami kekecewaan atas kegagalan demi kegagalan...
Lalu kita mengubur rapat-rapat impian itu...
Namun, ketika impian itu tak jua pergi, malah semakin kuat dan menjadi-jadi...
Mohonkan Tuhan membimbing kita untuk menuju ke arah itu, jika itu sesuai kehendak-Nya.
Tuhan sanggup, Allah sanggup melakukan segala perkara- jauh melebihi pikiran kita...
Dia Tuhan! Tentunya Dia bisa melakukan apa saja...!
Hari ini, mari mengingat kembali impian-impian kita..
Selagi masih dikaruniai nafas kehidupan...
Semoga kita tak pernah berhenti mengejar impian dan memberikan yang terbaik.
Demi kemuliaan nama-Nya.
Amin!
(-fon-)/Fonny Jodikin
Dengan kuasa Allah yang giat bekerja di dalam diri kita, Allah dapat melakukan jauh lebih banyak daripada apa yang dapat kita minta atau pikirkan.
--- Efesus 3:20
Saturday, August 13, 2016
Friday, August 12, 2016
TODAY, 12 Agustus: Saat Aku Low-Bat
Saat Aku Low-Bat
Kalau handphone tengah low-bat, pastinya kita buru-buru mencari charger, power bank, untuk segera langsung 'charge' handphone kita dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Kepanikan terjadi ketika kita tidak membawa charger atau power bank, padahal jarak menuju rumah masih jauh, ditambah harus mengarungi lautan kemacetan di Jakarta.
Yaaaa gitu dehhh, pusing kepala :)
Tetapi yang namanya kejadian ponsel low-bat pasti sering terjadi.
Apalagi masa-masa demam main game semisal Pokemon Go yang benar-benar lagi tren dan baru saja diperbolehkan di Singapura.
Dropnya baterai makin cepat tentu saja.
Seperti ponsel, kita pun pasti pernah mengalami 'low-bat.'
Saat semangat yang pernah menggebu seolah hilang meluap entah ke mana.
Saat kekecewaan dan kegagalan begitu meluluh-lantakkan kita...
Saat permasalahan seolah terlihat begitu beratnya...
Saat aku low-bat, aku datang kepada-Mu...
Menyerahkan seluruh keluh kesah dan gelisahku.
Percaya bahwa aku hanya akan menemukan sukacita itu...
Jika aku di-charge kembali kepada Sumber Kekuatan Sejati...
Saat aku low-bat...
Kutahu mungkin kubutuh piknik, refreshing, atau mungkin retret dan kegiatan kerohanian lainnya...
Saat aku low-bat, kembali kumenyadari...
Aku ini bukan siapa-siapa tanpa-Mu!
(-fon-)/Fonny Jodikin
Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.
--- Yesaya 12:2
Kalau handphone tengah low-bat, pastinya kita buru-buru mencari charger, power bank, untuk segera langsung 'charge' handphone kita dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Kepanikan terjadi ketika kita tidak membawa charger atau power bank, padahal jarak menuju rumah masih jauh, ditambah harus mengarungi lautan kemacetan di Jakarta.
Yaaaa gitu dehhh, pusing kepala :)
Tetapi yang namanya kejadian ponsel low-bat pasti sering terjadi.
Apalagi masa-masa demam main game semisal Pokemon Go yang benar-benar lagi tren dan baru saja diperbolehkan di Singapura.
Dropnya baterai makin cepat tentu saja.
Seperti ponsel, kita pun pasti pernah mengalami 'low-bat.'
Saat semangat yang pernah menggebu seolah hilang meluap entah ke mana.
Saat kekecewaan dan kegagalan begitu meluluh-lantakkan kita...
Saat permasalahan seolah terlihat begitu beratnya...
Saat aku low-bat, aku datang kepada-Mu...
Menyerahkan seluruh keluh kesah dan gelisahku.
Percaya bahwa aku hanya akan menemukan sukacita itu...
Jika aku di-charge kembali kepada Sumber Kekuatan Sejati...
Saat aku low-bat...
Kutahu mungkin kubutuh piknik, refreshing, atau mungkin retret dan kegiatan kerohanian lainnya...
Saat aku low-bat, kembali kumenyadari...
Aku ini bukan siapa-siapa tanpa-Mu!
(-fon-)/Fonny Jodikin
Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.
--- Yesaya 12:2
Thursday, August 11, 2016
TODAY, 11 Agustus: Hati yang Murni
Hati yang Murni
Wajah belum tentu mencerminkan hati.
Wajah cantik atau ganteng, belum tentu pula hatinya demikian...
Sebaliknya, wajah yang mungkin sangat biasa-biasa saja, bisa jadi hatinya tulus.
Ada pula yang memang indah secara fisik, batinnya pun demikian...
Manusia menilai orang lain berdasarkan tampilannya.
Pertama-tama mungkin: wajah, lalu beranjak kepada pendidikan, latar belakang keluarga, apa yang dipakai dan sebagainya.
Tidak banyak manusia yang mampu melihat sampai ke lubuk hati...
Tak jarang pula kita tertipu oleh kebaikan yang ditampilkan di awal, namun ternyata di ujung berakhir dengan penipuan...
Hanya Tuhan yang tahu hati manusia...
Mari, memohon Allah untuk membimbing kita agar menjaga kemurnian hati kita...
Tidak terpengaruh zaman ataupun godaan kiri dan kanan...
Jangan sampai kita-hanya karena ingin mudah atau instan- lantas menyerahkan diri kepada dosa seperti yang disebut di Amsal 24 ini seperti: penipuan atau sumpah palsu demi sejumlah uang misalnya...
Semoga dengan mempertahankan iman dan keteguhan hati, kita boleh menerima mahkota kehidupan yang telah Dia sediakan bagi kita.
(-fon-)/Fonny Jodikin
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" 24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
--- Mazmur 24:3-5
Wajah belum tentu mencerminkan hati.
Wajah cantik atau ganteng, belum tentu pula hatinya demikian...
Sebaliknya, wajah yang mungkin sangat biasa-biasa saja, bisa jadi hatinya tulus.
Ada pula yang memang indah secara fisik, batinnya pun demikian...
Manusia menilai orang lain berdasarkan tampilannya.
Pertama-tama mungkin: wajah, lalu beranjak kepada pendidikan, latar belakang keluarga, apa yang dipakai dan sebagainya.
Tidak banyak manusia yang mampu melihat sampai ke lubuk hati...
Tak jarang pula kita tertipu oleh kebaikan yang ditampilkan di awal, namun ternyata di ujung berakhir dengan penipuan...
Hanya Tuhan yang tahu hati manusia...
Mari, memohon Allah untuk membimbing kita agar menjaga kemurnian hati kita...
Tidak terpengaruh zaman ataupun godaan kiri dan kanan...
Jangan sampai kita-hanya karena ingin mudah atau instan- lantas menyerahkan diri kepada dosa seperti yang disebut di Amsal 24 ini seperti: penipuan atau sumpah palsu demi sejumlah uang misalnya...
Semoga dengan mempertahankan iman dan keteguhan hati, kita boleh menerima mahkota kehidupan yang telah Dia sediakan bagi kita.
(-fon-)/Fonny Jodikin
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" 24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
--- Mazmur 24:3-5
Wednesday, August 10, 2016
TODAY, 10 Agustus: Berpautlah Kepada Tuhan
| Berpautlah Kepada Tuhan Apa pun yang terjadi... Berpautlah kepada Tuhan... Hanya Dia yang pantas kita junjung tinggi seumur hidup kita... Dalam susahku... Dalam malangku... Dalam tetesan air mataku... Kumau hanya berpaut kepada-Mu... Tuhan Sumber Kekuatanku... Dalam sukaku... Dalam bahagiaku... Dalam gelak tawa ceriaku... Kumau syukuri itu semua sebagai pemberian-Mu... Semua hanya karena kasih dan kebaikan-Mu... Apa pun yang terjadi... Kumau setia mengikuti-Mu sampai akhir nanti. (-fon-)/Fonny Jodikin Berpautlah kepada Tuhan, jangan murtad dari pada-Nya, supaya engkau dijunjung tinggi pada akhir hidupmu. --- Sirakh 2:3 |
Tuesday, August 9, 2016
TODAY, 9 Agustus: Tuhan Memberi Damai Sejahtera
Tuhan Memberi Damai Sejahtera
Ketika banyak persoalan yang mendera di pikiran...
Kehidupan seolah tergoncang...
Diliputi kekuatiran...
Tidur pun tak nyenyak, insomnia menyerang...
Kita mungkin pernah terpengaruh berita-berita...
Yang beredar luas di media massa...
Kita pun pernah merasa ketakutan...
Atas segala ketidakpastian di masa depan...
Serahkanlah semuanya itu kepada Tuhan...
Hanya Dia yang sanggup memberikan...
Suatu rasa damai sejahtera yang melampaui pikiran...
Bersandarlah hanya kepada Tuhan...
Dialah Sumber Segala Perlindungan dan Pengharapan.
(-fon-)/Fonny Jodikin
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
--- Bilangan 6:26
Ketika banyak persoalan yang mendera di pikiran...
Kehidupan seolah tergoncang...
Diliputi kekuatiran...
Tidur pun tak nyenyak, insomnia menyerang...
Kita mungkin pernah terpengaruh berita-berita...
Yang beredar luas di media massa...
Kita pun pernah merasa ketakutan...
Atas segala ketidakpastian di masa depan...
Serahkanlah semuanya itu kepada Tuhan...
Hanya Dia yang sanggup memberikan...
Suatu rasa damai sejahtera yang melampaui pikiran...
Bersandarlah hanya kepada Tuhan...
Dialah Sumber Segala Perlindungan dan Pengharapan.
(-fon-)/Fonny Jodikin
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
--- Bilangan 6:26
Monday, August 8, 2016
TODAY, 8 Agustus: Melimpah dari Hati
Melimpah dari Hati
Apa yang diucapkan mulut, itulah yang melimpah dari hati.
Ayat Alkitab ini mengingatkan kita untuk konsisten, sinkron antara mulut dan hati.
Sebaiknya juga sinkron antara perkataan dan perbuatan.
Mungkin kita muak juga melihat mereka yang pandai bicara, penuh janji-janji surga, sementara realisasinya hampir nol besar.
Tetapi tunggu dulu: mari kita juga teliti diri kita masing-masing, apakah kita bisa sedapat mungkin melakukan sinkronisasi antara mulut dan hati, juga kata-kata dan perbuatan?
Mungkin tidak mudah.
Mungkin tidak selalu bisa-karena sesuatu dan lain hal.
Namun, marilah mohon bimbingan Allah melalui Roh Kudus-Nya agar kita senantiasa dipenuhi kebaikan dan mengeluarkan hal-hal yang baik karena hati kita berlimpah dengan kebaikan...
Jauhkanlah diri kami dari segala bentuk kejahatan, ya Tuhan...
Ajarlah kami tetap setia kepada-Mu dan Kau mampukan untuk menjadi saluran kebaikan serta kasih-Mu kepada sekitar kami.
(-fon-)/Fonny Jodikin
Orang yang baik mengeluarkan hal-hal baik karena hatinya berlimpah dengan kebaikan. Orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat karena hatinya penuh kejahatan. Sebab apa yang diucapkan oleh mulut itulah yang melimpah dari hati.
--- Lukas 6:45
Apa yang diucapkan mulut, itulah yang melimpah dari hati.
Ayat Alkitab ini mengingatkan kita untuk konsisten, sinkron antara mulut dan hati.
Sebaiknya juga sinkron antara perkataan dan perbuatan.
Mungkin kita muak juga melihat mereka yang pandai bicara, penuh janji-janji surga, sementara realisasinya hampir nol besar.
Tetapi tunggu dulu: mari kita juga teliti diri kita masing-masing, apakah kita bisa sedapat mungkin melakukan sinkronisasi antara mulut dan hati, juga kata-kata dan perbuatan?
Mungkin tidak mudah.
Mungkin tidak selalu bisa-karena sesuatu dan lain hal.
Namun, marilah mohon bimbingan Allah melalui Roh Kudus-Nya agar kita senantiasa dipenuhi kebaikan dan mengeluarkan hal-hal yang baik karena hati kita berlimpah dengan kebaikan...
Jauhkanlah diri kami dari segala bentuk kejahatan, ya Tuhan...
Ajarlah kami tetap setia kepada-Mu dan Kau mampukan untuk menjadi saluran kebaikan serta kasih-Mu kepada sekitar kami.
(-fon-)/Fonny Jodikin
Orang yang baik mengeluarkan hal-hal baik karena hatinya berlimpah dengan kebaikan. Orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat karena hatinya penuh kejahatan. Sebab apa yang diucapkan oleh mulut itulah yang melimpah dari hati.
--- Lukas 6:45
Sunday, August 7, 2016
TODAY, 7 Agustus : Tuhan Baik
Tuhan Baik
Sore hari.
Saat pulang bersama Odri- panggilan anak pertama kami-dari kursus renangnya, saya sempat melihat langit dengan awan biru.
Indah dipandang, terasa bahagia di hati.
Dengan hanya melihat keindahan alam ini: keindahan mentari, keindahan pelangi, dan sering membuat saya kagum: keindahan langit biru dan lukisan awan putih itu...
Sontak hati saya langsung berseru: sungguh baik Kau, Tuhan!
Di saat rasa syukur menjadi hal yang terasa sulit diucapkan...
Mungkin karena begitu banyak permasalahan yang memenuhi kepala...
Mungkin karena begitu banyak kegagalan yang pernah terjadi di hidup kita...
Rasanya alam tetap memberikan sesuatu yang indah...
Sesuatu yang masih bisa memberikan warna keceriaan dan sedikit rasa bahagia-meskipun di tengah duka...
Kupu-kupu yang cantik, capung yang terbang, burung putih yang melayang bebas di langit biru, pelangi, tawa ceria seorang bayi, bahkan mungkin: secangkir coklat panas di tengah hujan deras...
Ah, ternyata masih banyak yang bisa disyukuri hari ini.
Tuhan baik...
Sekarang dan selama-lamanya...
Dia baik!
(-fon-)/Fonny Jodikin
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
--- Mazmur 34:9
Sore hari.
Saat pulang bersama Odri- panggilan anak pertama kami-dari kursus renangnya, saya sempat melihat langit dengan awan biru.
Indah dipandang, terasa bahagia di hati.
Dengan hanya melihat keindahan alam ini: keindahan mentari, keindahan pelangi, dan sering membuat saya kagum: keindahan langit biru dan lukisan awan putih itu...
Sontak hati saya langsung berseru: sungguh baik Kau, Tuhan!
Di saat rasa syukur menjadi hal yang terasa sulit diucapkan...
Mungkin karena begitu banyak permasalahan yang memenuhi kepala...
Mungkin karena begitu banyak kegagalan yang pernah terjadi di hidup kita...
Rasanya alam tetap memberikan sesuatu yang indah...
Sesuatu yang masih bisa memberikan warna keceriaan dan sedikit rasa bahagia-meskipun di tengah duka...
Kupu-kupu yang cantik, capung yang terbang, burung putih yang melayang bebas di langit biru, pelangi, tawa ceria seorang bayi, bahkan mungkin: secangkir coklat panas di tengah hujan deras...
Ah, ternyata masih banyak yang bisa disyukuri hari ini.
Tuhan baik...
Sekarang dan selama-lamanya...
Dia baik!
(-fon-)/Fonny Jodikin
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
--- Mazmur 34:9
Subscribe to:
Posts (Atom)