Tuesday, December 7, 2021

TODAY, 7 Desember 2021 Tuhan Mengetahui Setiap Insan Yang Menderita Karena Nama-Nya

 TODAY, 7 Desember 2021

 

Tuhan Mengetahui Setiap Insan Yang Menderita Karena Nama-Nya

 

Perikop ini berjudul kepada Jemaat di Efesus.

 

"Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus:   Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian  emas itu. 2:2 Aku tahu segala pekerjaanmu:  baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai  mereka yang menyebut dirinya rasul , tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. 2:3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku;  dan engkau tidak mengenal lelah.

--- Wahyu 2:1-3

 

Engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku.

Dan engkau tidak mengenal lelah.

Tuhan mengetahui setiap insan yang sabar dan menderita karena nama-Nya.

Matanya tetap terbuka.

DIA pun melihat setiap usaha kita.

Betapa kita masih berjuang dengan tak kenal lelah.

 

Saya percaya bahwa penderitaan yang kita jalani di masa kini, akan mendatangkan kemuliaan di masa depan.

Semua tetes air mata yang ada pada detik ini, diperhitungkan oleh Tuhan.

Dan tidak dianggap remeh oleh-Nya.

Tuhan peduli, Tuhan mengerti.

 

Tetaplah sabar.

Meskipun juga, jangan henti berdoa dan terus mengupayakan jalan keluar yang terbaik yang kita bisa.

Tuhan melihat segala jerih payah dan ketekunan kita.

DIA pun melihat setiap hati yang tanpa henti mencari-Nya.

Semoga kita tetap setia di dalam iman kita akan DIA.

Amin!

(-fon-)/Fonny Jodikin

Monday, December 6, 2021

TODAY, 6 Desember 2021 Menolak Tuhan

 TODAY, 6 Desember 2021

 

Menolak Tuhan

 

Semuanya saling menipu, tak ada yang berbicara jujur. Mulutnya telah terbiasa berdusta, mereka tak sanggup meninggalkan dosanya. Kekejaman demi kekejaman, penipuan demi penipuan terus-menerus mereka lakukan, mereka sama sekali menolak TUHAN.

--- Yeremia 9:5(BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Dalam perikop ini, Nabi Yeremia mengungkapkan kesedihannya atas keadaan umat Tuhan di saat itu.

·       Saling menipu.

·       Tidak ada kejujuran.

·       Mulut yang terbiasa berdusta.

·       Tak sanggup meninggalkan dosanya.

·       Kekejaman demi kekejaman.

·       Penipuan demi penipuan terus dilakukan.

·       Yang terparah dari semuanya: mereka sama sekali menolak Tuhan.

 

Dalam hidup kita saat ini, mungkin kita pernah mengalami ditipu oleh rekanan terbaik yang sangat dekat di hati.

Seolah kata-kata manisnya membuai diri.

Lalu kita percaya dan memberikan pinjaman macam-macam.

Banyak cerita yang kita dengar atau mungkin pernah kita alami sendiri, bahwa paling sakit saat terkhianati teman terbaik.

Sakitnya berlipat ganda.

 

Segala sesuatu yang dilakukan banyak orang di zaman Nabi Yeremia, melukai hati Tuhan.

Sampai saat ini, segala perlakuan itu masih tidak disetujui-Nya.

Namun, Tuhan yang kita percayai saat ini senantiasa punya ruang maaf.

Tak peduli seberapa beratnya dosa kita.

Selama kita mengakuinya dan mau bertobat….

Semoga kita senantiasa mau berbalik dari jalan kita yang keliru.

Untuk kemudian mengikuti-Nya dengan setia.

 

Jika kita pernah menolak Tuhan, marilah mohon ampun atas segala dosa kita.

Jika kita masih punya rasa sakit di dalam hati akibat tertipu, marilah kita persembahkan kepada Tuhan yang mampu menyembuhkan.

Menyadari segala sesuatunya adalah sementara, semua itu titipan….

Saya berdoa agar segala sesuatu yang pernah hilang, bisa digantikan oleh-Nya.

Seturut kehendak-Nya.

Jika itu dianugerahkan kepada Anda, takkan lari ke mana.

Tetap percaya kepada-Nya.

Semoga.

Amin!

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

Sunday, December 5, 2021

TODAY, 5 Desember 2021 Serahkanlah Dirimu Kepada Tuhan

 TODAY, 5 Desember 2021

 

Serahkanlah Dirimu Kepada Tuhan

 

Sekarang, janganlah tegar tengkuk  seperti nenek moyangmu. Serahkanlah dirimu kepada TUHAN  dan datanglah ke tempat kudus yang telah dikuduskan-Nya untuk selama-lamanya, serta beribadahlah kepada TUHAN, Allahmu, supaya murka-Nya  yang menyala-nyala undur dari padamu.

--- 2 Tawarikh 30:8

 

Janganlah keras kepala seperti mereka, tetapi taatilah TUHAN. Datanglah ke Yerusalem, ke Rumah TUHAN yang sudah dikhususkan oleh TUHAN Allahmu bagi diri-Nya untuk selama-lamanya. Marilah beribadat kepada-Nya supaya redalah kemarahan-Nya terhadap kamu.

--- 2 Tawarikh 30:8 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Dari ayat di atas, kita dapati bahwa adanya nasihat untuk jangan keras kepala.

Keras kepala, istilah lainnya tegar tengkuk, banyak terjadi pada insan manusia.

Termasuk diri saya sendiri.

Ada kalanya saya pribadi mengalami kesulitan untuk terus taat dan berserah kepada Tuhan.

Apalagi jika itu bukan sesuatu yang saya mau.

Butuh banyak doa dan banyak belajar untuk ikhlas.

Saat inginku tak sama dengan rencana-Nya.

 

Setelah sekian lama….

Saya kira ada perbaikan.

Apalagi dengan berjalannya usia, saya makin belajar.

Tetapi jujur saja, ada kalanya masih sulit juga.

 

2 Tawarikh 30 ini mengingatkan kita untuk tetap taat dan berserah kepada Tuhan.

Dengan memperbanyak doa penyerahan kepada rencana-Nya, kita akan semakin dimampukan untuk menjalani hidup dengan penuh iman dan harapan.

Karena kita percaya kepada Tuhan.
Rancangan-Nya pasti yang terbaik dan bukan rancangan buruk bagi umat-Nya.

Mata kita hanya bisa melihat sebatas yang kita lihat.
Tetapi Tuhan punya gambaran sempurna atas hidup kita.

 

Mari terus percaya.

Terus berserah.

Dan jangan lupa tetap berjuang sekuat tenaga.

Berserah tidak sama dengan menyerah.

Tuhan melihat setiap usaha dan tetes air mata kita.

Semoga kita tetap setia dan taat kepada Allah.

Sekarang dan sampai akhir masa.

Amin!

(-fon-)/Fonny Jodikin

Saturday, December 4, 2021

TODAY, 4 Desember 2021 Saya Bukan Abraham (Perihal Menunggu Dengan Sabar)

 TODAY, 4 Desember 2021

 

Saya Bukan Abraham (Perihal Menunggu Dengan Sabar)

 

Abraham menunggu dengan sabar, maka ia menerima apa yang dijanjikan Allah kepadanya.

--- Ibrani 6:15 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Kita sudah mengetahui bahwa salah satu teladan kesabaran di Alkitab adalah Abraham.

Abraham menunggu dengan sabar, maka ia menerima apa yang dijanjikan Allah kepadanya.

 

Bagaimana dengan kita saat dihadapkan dengan hal-hal yang sangat menuntut kesabaran ekstra dalam hidup ini?

Mungkin dalam doa-doa yang kita panjatkan kepada Tuhan….

Terselip pernyataan:

“Saya bukan Abraham, Tuhan. Saya tidak bisa sesabar beliau.”

 

Terlepas dari itu alasan atau bukan.

Terlepas itu adalah ketidak-mauan kita untuk belajar menerima dan belajar ikhlas.

Mari belajar untuk menunggu dengan sabar.

Sekali lagi.

Mohon Tuhan campur tangan dan mengirimkan Roh Kesabaran-Nya….

Sehingga kita bisa lebih beriman dalam penantian.

Karena harapan ini tidak sia-sia.

 

Kepada Tuhan yang kita imani.

Satu-satunya andalan di hidup kita….

Tetaplah mempercayakan hidup ini dan berserah kepada-Nya.

Dan seperti Abraham kembali percaya kepada-Nya.

 

Kita memang bukan Abraham dan takkan pernah jadi Abraham.
Tetapi, kita bisa belajar untuk lebih baik lagi dalam hal ini.

Semoga.

Amin!

(-fon-)/Fonny Jodikin

Friday, December 3, 2021

TODAY, 3 Desember 2021 Orang Sabar Besar Pengertiannya

 TODAY, 3 Desember 2021

 

Orang Sabar Besar Pengertiannya

 

Orang yang sabar besar pengertiannya,  tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

--- Amsal 14:29

 

Orang bijaksana tidak cepat marah; orang bodoh tidak dapat menahan dirinya.

--- Amsal 14:29(BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Orang sabar besar pengertiannya.

Ya, hanya orang-orang yang bijaksana yang tidak cepat naik pitam.

Orang yang kurang bijaksana, tidak dapat menahan dirinya.

Mudah mungkin untuk mengatakan hal ini.

Tapi praktiknya? Tunggu dulu.

 

Sangat tidak mudah menjadi orang selalu pengertian.

Apalagi orang yang menahan amarah.

Tambah sulit juga.

Saya tetap belajar dan masih terus belajar sampai detik ini.

Karena kemarahan yang terlalu berlebihan, pada akhirnya kurang baik juga bagi diri sendiri.

Kesehatan menjadi terganggu, darah tinggi dan sebagainya.

 

Sebaliknya, kemarahan terpendam juga tidak sehat juga.

Lalu, bagaimana sebaiknya?
Terus belajar untuk mengkomunikasikan kemarahan dengan baik.

Jika tidak ada sarana yang tepat, terkadang saya menuliskannya.

Karena saya cenderung introvert, tidak selalu bisa bicara saat marah.

Dengan bantuan Tuhan, saya lalu menemukan melalui diary saya itu.

Kemarahan-kemarahan yang mungkin sudah lama terpendam dan mohon tuntunan Tuhan untuk sembuh.

 

Terus belajar untuk mengendalikan diri lebih baik lagi.

Karena amarah yang membludak terkadang berujung penyesalan.

Tuhan, bantulah kami…

Amin!

(-fon-)/Fonny Jodikin

Thursday, December 2, 2021

TODAY, 2 Desember 2021 Penghiburan Abadi dan Pengharapan Baik

 TODAY, 2 Desember 2021

 

Penghiburan Abadi dan Pengharapan Baik

 

Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita  dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, 2:17 kiranya menghibur  dan menguatkan  hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.

--- 2 Tesalonika 2:16-17

 

Tuhan Yesus dan Allah Bapa kita….

Dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita….

Kiranya akan terus menghibur dan menguatkan hati kita….

Dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.

 

Penghiburan abadi….

Kita percayai berasal dari Tuhan semata.

Tidak ada penghiburan di dunia yang mampu memuaskan hati kita.

Sebagaimana yang disediakan Tuhan bagi kita.

 

Pengharapan baik….

Hanya bersumber dari Allah semata!

Allah adalah Sumber Pengharapan Sejati.

Bahkan di tengah dunia yang sangat kacau sekalipun!

 

Semoga belas kasih Tuhan senantiasa turun atas setiap insan manusia.
Tuhanlah sumber sukacita kita….

Dalam hidup ini dan sampai kekekalan nanti.

Amin!

(-fon-)/Fonny Jodikin

Wednesday, December 1, 2021

TODAY, 1 Desember 2021 Kiranya Persembahanku Berkenan Kepada-Mu

 TODAY, 1 Desember 2021

 

Kiranya Persembahanku Berkenan Kepada-Mu

 

Kiranya persembahan sukarela yang berupa puji-pujian  berkenan kepada-Mu, ya TUHAN, dan ajarkanlah hukum-hukum-Mu  kepadaku.

--- Mazmur 119:108

 

Tidak banyak yang kumiliki, Tuhan.

Tetapi, inilah yang akan kupersembahkan kepada-Mu.

Inilah hidupku.

Inilah diriku.

Seutuhnya kupersembahkan kepada-Mu.

 

Tuhan, Engkau tahu setiap hati kami.

Dan Engkau juga memberikan seturut kemampuan kami.

Engkau tahu, apa kami bisa mengendalikan pemberian-Mu itu dengan baik atau tidak.

Namun, bimbinglah kami agar kami hidup berkenan di hadapan-Mu.

Dan mempergunakan setiap ‘titipan’ dari-Mu dengan bijaksana.

Hanya untuk memuliakan-Mu.

 

Apa pun yang ada di diriku.

Akan kupersembahkan kepada-Mu melalui sekitarku.

Kiranya persembahan ini berkenan kepada-Mu.

Izinkanlah aku memuji-Mu dengan segenap hati.

Sekarang sampai seumur hidupku.

Juga nanti saat keabadian bersama-Mu.

Amin!

(-fon-)/Fonny Jodikin