Sunday, August 15, 2021

TODAY, 15 Agustus 2021 DIA Tidak Akan Membiarkan Kita Dicobai Melebihi Kesanggupan Kita

 TODAY, 15 Agustus 2021

 

DIA Tidak Akan Membiarkan Kita Dicobai Melebihi Kesanggupan Kita

 

Setiap cobaan yang Saudara alami adalah cobaan yang lazim dialami manusia. Tetapi Allah setia pada janji-Nya. Ia tidak akan membiarkan Saudara dicoba lebih daripada kesanggupanmu. Pada waktu Saudara ditimpa oleh cobaan, Ia akan memberi jalan kepadamu untuk menjadi kuat supaya Saudara dapat bertahan.

--- 1 Korintus 10:13 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Setiap cobaan yang kita alami adalah cobaan yang lazim dialami manusia.

Tetapi Allah setia pada janji-Nya.

DIA takkan membiarkan kita dicobai lebih daripada kesanggupan kita.

Dan pada saat kita ditimpa oleh cobaan…..

Ia akan memberikan jalan kepada kita untuk menjadi kuat.

Supaya kita dapat bertahan.

 

Tiada yang lebih melegakan di saat ini daripada membaca ayat di atas.

Tuhan sungguh mengerti cobaan dan beban kehidupan yang kita alami.

Saat kita merasa dia menjauh, sebetulnya DIA masih dekat.

Kita takkan dicobai melebihi kemampuan kita.

Tetaplah bertahan sampai garis akhir!

Semoga kekuatan yang bersumber dari Allah saja, akan membawa kita kepada ketegaran dan ketabahan di dalam melangkah.

Marilah tetap percaya kepada Allah!
Apa pun keadaan kita, semoga kita tidak menjauh dari-Nya.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

Saturday, August 14, 2021

TODAY, 13-14 Agustus 2021 : Ibrani 12:1-2

 TODAY, 13-14 Agustus 2021

 

13 Agustus

 

Dengan Tekun Menempuh Perlombaan Kita

 

Nah, mengenai kita sendiri, di sekeliling kita ada banyak sekali saksi! Sebab itu, marilah kita membuang semua yang memberatkan kita dan dosa yang terus melekat pada kita. Dan marilah kita dengan tekun menempuh perlombaan yang ada di depan kita.

--- Ibrani 12:1 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Alkitab terkadang menempatkan hidup ke dalam kategori perlombaan.

Yang harus dengan tekun tempuh, sampai akhir.

Selama jalannya perlombaan tersebut…

Tentunya ada saatnya kita sangat bersemangat.

Kali lainnya, kita merasa lelah dan putus asa.

Tidak selalu memang, kita bisa dengan tekun menempuh perlombaan kita.

 

TETAPI….

Hendaknya kita terus menguatkan hati dan pikiran kita.

Agar kita tetap setia.

Tanpa henti….
Tetap menuju garis akhir yang telah ditentukan-Nya.

Kita mungkin tak pernah tahu kapan akan mencapai garis akhir tersebut itu.

Namun, jangan menyerah!

Tetap berusaha dan memberikan yang terbaik.

Bagi kemuliaan Tuhan.

Dan bagi sesama kita.

Sedapat mungkin berusaha sebagai saluran kasih-Nya.

Di mana pun kita ditempatkan.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

14 Agustus

 

Hendaklah Pandangan Kita Tertuju Pada Kristus

 

Hendaklah pandangan kita tertuju kepada Yesus, sebab Dialah yang membangkitkan iman kita dan memeliharanya dari permulaan sampai akhir. Yesus tahan menderita di kayu salib! Ia tidak peduli bahwa mati di kayu salib itu adalah suatu hal yang memalukan. Ia hanya ingat akan kegembiraan yang akan dirasakan-Nya kemudian. Sekarang Ia duduk di sebelah kanan takhta Allah dan memerintah bersama dengan Dia.

--- Ibrani 12:2 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Pada Kristus.

Ya, hanya kepada-Nya!

Semoga kita terus mengarahkan pandangan kita.

Agar tertuju kepada Yesus, Tuhan Allah kita!

DIA mampu membangkitkan iman kita.

Dan memeliharanya, mulai dari awal sampai akhir.

 

Hidup Yesus sendiri tidaklah mudah.

Tetapi DIA sudah memberi teladan….

Bahkan yang terberat sekali pun, yang paling hina sekali pun….

DIA rela menanggungnya.

Mati di kayu salib.

DIA mengingat sukacita-Nya saat akan kembali kepada Allah Bapa….

Duduk di sebelah kanan takhta Allah dan memerintah bersama dengan DIA.

 

Mengingat apa yang sudah dialami Yesus….

Mari kita tidak menyerah dengan keadaan yang ada!

Tetap menyelesaikan pertandingan kehidupan yang DIA sediakan.
Setia sampai akhir!

Tetaplah juga beriman….

Dengan pandangan yang terus tertuju kepada-Nya…

Semoga kita bisa lalui semuanya ini dengan sukacita Tuhan.

Amin!

(-fon-)/Fonny Jodikin

Thursday, August 12, 2021

TODAY, 12 Agustus 2021 Allah Yang Menyelamatkan

 TODAY, 12 Agustus 2021

 

Allah Yang Menyelamatkan

 

"Yesus" dalam bahasa Ibrani berarti "Allah membebaskan". Pada waktu menyampaikan pewartaan, malaikat Gabriel menamakan Dia Yesus, yang menandaskan sekaligus Siapa Dia dan untuk apa Ia diutus Bdk. Luk 1:31.. Karena tidak ada seorang pun dapat "mengampuni dosa selain Allah sendiri" (Mrk 2:7), maka Allah sendirilah yang "akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka" (Mat 1:21) dalam Yesus, Putera-Nya yang abadi yang telah menjadi manusia. Jadi, dalam Yesus Allah menyimpulkan seluruh karya keselamatan-Nya untuk umat manusia. (KGK – Katekismus Gereja Katolik no. 430)

 

Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan,  ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.

--- Mazmur 68:21

 

Menarik mengamati arti nama Yesus dalam Bahasa Ibrani.

Ternyata itu searti dengan Allah membebaskan.

Tidak ada seorang pun yang dapat mengampuni dosa, selain Allah sendiri.

Maka Allah sendirilah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa dalam diri Yesus Kristus, Putera-Nya.

Seluruh karya Yesus adalah karya keselamatan-Nya bagi umat manusia….

 

Keselamatan yang dari Allah saja, berbeda dengan apa yang ada di pikiran manusia.

Ketika kita berpikir bahwa kita ‘selamat’ dari suatu keadaan, bukan melulu demikian dalam rencana-Nya.

Bagaimana jika keselamatan itu tidak searti dengan penyakit yang disembuhkan?

Bagaimana jika keselamatan itu malah adalah keabadian bersama-Nya?

Mungkin masih sulit diterima dan sukar pula untuk dicerna….

Tapi, mari tetap percaya bahwa Allah kita tetap bertujuan untuk menyelamatkan umat manusia.

Di tengah keadaan yang sangat berdosa sekali pun, pintu maaf-Nya tetap terbuka.

Asalkan kita mau mengakui salah dan dosa kita.

Lalu, kita kembali ke jalan kebenaran-Nya.

 

Tetap percaya bahwa Tuhan akan menyelamatkan kita.

Semoga kita tetap beriman dan berharap kepada-Nya!

Selalu dan selamanya!

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

Wednesday, August 11, 2021

TODAY, 11 Agustus 2021 Di Dalam Kristus Kita Beroleh Keberanian

 TODAY, 11 Agustus 2021

 

Di Dalam Kristus Kita Beroleh Keberanian

 

Dengan percaya kepada Kristus dan karena bersatu dengan Dia, kita diberi kebebasan untuk mendekati Allah dengan penuh kepercayaan.

---Efesus 3:12(BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 

--- Efesus 3:12

 

Dengan percaya kepada Kristus dan karena bersatu dengan DIA, kita beroleh keberanian….

Hal ini akan semakin membawa kita mendekat kepada Allah.

Melalui jalan keselamatan yang ditawarkan-Nya, kita masuk kepada rencana-Nya dengan penuh kepercayaan dan sepenuh iman.

Ya, hanya kepada Tuhan!

 

Berani.

Tidak banyak orang yang selalu berani dalam hidup ini.

Ada kalanya dan memang manusiawi….

Mungkin karena trauma di masa lalu, karena kekecewaan yang pernah dialami dulu….

Kita lalu menjadi ragu, takut, atau khawatir untuk melangkah di kehidupan.

Keberanian, jika itu ada….

Adalah sangat ideal bagi umat beriman untuk mengandalkan Tuhan kita.

Bersama Yesus, kita bisa melakukan banyak perkara….

Bukan karena kekuatan kita….

Sekali lagi: bukan!

Melainkan karena kita percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat kita.

Yang membantu kita untuk melewati semua peristiwa kehidupan….

Dengan mengandalkan DIA senantiasa.

 

Di tengah keadaan yang tidak pasti.

Semoga kita tetap melangkah dengan penuh iman dan kepercayaan….

Kepada Allah! Sang Pencipta segala.

Sehingga apa pun yang terjadi di kehidupan ini, kita tidak mudah menyerah.

Semoga akan kita dapati sukacita di sepanjang perjalanan kehidupan ini.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

Tuesday, August 10, 2021

TODAY, 10 Agustus 2021 Tanpa Iman, Tidak Seorang Pun Dapat Menyenangkan Hati Allah

 TODAY, 10 Agustus 2021

 

Tanpa Iman, Tidak Seorang Pun Dapat Menyenangkan Hati Allah

 

Tanpa beriman, tidak seorang pun dapat menyenangkan hati Allah. Sebab orang yang datang kepada Allah harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi balasan kepada orang yang mencari-Nya.

--- Ibrani 11:6 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Tanpa iman, tidak seorang pun dapat menyenangkan hati Allah.

Sebab orang yang datang kepada Allah harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi balasan (dalam terjemahan lain searti dengan ‘upah’) kepada orang yang mencari-Nya.

 

Mudah untuk percaya kepada Allah, ketika keadaan berpihak pada kita.

Kita kesuksesan menyapa.

Ketika kita mencapai impian kita.

Ketika rencana yang sudah sekian lama dijadwalkan, berlangsung sesuai dengan keinginan kita.

Ketika banyak hal dan kemudahan hidup kita rasakan dan kita alami.

Mudah untuk bilang Tuhan selalu menyertai kita.

(Meskipun terkadang kita lupa untuk bersyukur kepada-Nya, di saat senang: yang terjadi manusia terkadang lupa diri).

 

Bagaimana bila….?

Keadaan jauh dari harapan dan rencana kita?
Banyak masalah yang berat dan hampir tak sanggup kita pahami sebagai manusia?
Bagaimana jika kita kehilangan Sahabat terbaik, orang terkasih, mereka yang menduduki posisi paling penting di hidup kita?

Masihkah kita-di tengah semua keadaan ini- bisa beriman kepada Tuhan?

Pertanyaan yang sulit.

Dan mungkin jawabannya: belum tentu.

 

Alkitab tetap mengingatkan kita untuk tetap beriman kepada Tuhan.

Apa pun keadaannya!

Karena tanpa iman, tak seorang pun bisa menyenangkan hati Allah.

Semoga kita tetap percaya kepada-Nya.
Menantikan penggenapan janji-Nya di hidup kita.

Semoga.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

Monday, August 9, 2021

TODAY, 9 Agustus 2021 Yesus, Engkau Juru S’lamatku

 TODAY, 9 Agustus 2021

 

Yesus, Engkau Juru S’lamatku

 

Walau ku harus berjalan
Dalam lembah kekelaman
Perlindungan-Mu oh Tuhan
Nyatalah bagi hidupku

 

Tiada pernah sedetik pun
Tiada pernah Kau tinggalkan
Sungguh mulia dan sempurna
Hanya Kau layak disembah

 

Yesus Engkau Juru s'lamatku
Dalam janji-Mu kemenanganku
Selamanya 'kan ku nyatakan
Besar setia-Mu Tuhan di hidupku

(Juru S’lamatku – JPCC Worship)

 

Salah satu cara yang saya lakukan untuk memuji dan memuliakan Tuhan, terutama di saat keadaan sedang tidak berpihak pada diriku adalah dengan menyanyi lagu-lagu rohani.

Berawal dari Persekutuan Doa di Jakarta (PDKK Ignatius-Jalan Malang) dan juga sempat menjadi anggota Band Rohani dulu, membuat saya mau tidak mau punya kebiasaan ini.

Meskipun tidak selalu bisa dilakukan setiap hari….
Tetapi, saat menyanyi lagu rohani, terasa betul: Tuhan tetap peduli dan tidak tinggal diam.

DIA mengerti.

Ya, DIA memahami setiap hati yang terluka.

 

Lagu ini sudah dua mingguan mengisi hari-hariku.

Ada lagu yang memang tiba-tiba terasa ‘sreg’ banget, jadi terus kuputar.

Biar lagu ini terus membawaku memuji Engkau!

Badai mungkin datang, persoalan mungkin berat.

Tapi, Tuhan tetap Juru Selamatku.

Penolongku.

Perisai perlindunganku.

 

Walau aku harus berjalan dalam lembah kekelaman.

Aku tahu, Engkau besertaku.

Kini dan selalu.

Sampai selama-lamanya!

Engkaulah Juru Selamat dan Sahabat Sejatiku.

Terima kasih, Tuhan!

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

Sunday, August 8, 2021

TODAY, 8 Agustus 2021 Kuatkanlah Kami, Ya Tuhan.

 TODAY, 8 Agustus 2021

 

Kuatkanlah Kami, Ya Tuhan.

 

Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut  yang goyah; 12:13 dan luruskanlah jalan bagi kakimu,  sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.

--- Ibrani 12:12-13

 

Kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah, ya Tuhan.

Dan luruskanlah jalan bagi kami….

Sehingga yang pincang, jangan sampai terpelecok, tetapi menjadi sembuh.

Ini sangat cocok untuk menjadi doa-doa kita pada saat ini….

 

Tangan yang lemah, lutut yang goyah.

Karena berbagai persoalan yang kami hadapi.

Luruskanlah jalan bagi kami.

Karena mungkin manusia sudah menyimpang dari jalan-Mu sedemikian rupa sampai saat ini…

Sehingga kami memang harus bertobat dan kembali ke jalan-Mu….

 

Kuatkanlah kami, ya Tuhan.

Kuatkanlah iman kami.

Sehingga apa yang terjadi di hadapan kami, tidak melemahkan kami.

Melainkan agar kami terus berpegang pada jalan keselamatan-Mu.

Apa pun yang terjadi, semoga kami tetap berpegang kepada firman dan kebenaran-Mu.

Tuntunlah kami dalam menjalani kehidupan ini, semoga perlindungan-Mu tetap kami rasakan di setiap musim kehidupan.
Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin