Friday, August 19, 2016

TODAY, 20 Agustus : Yesus Andalanku

TODAY, 20 Agustus : 

Yesus Andalanku

Ketika hariku mengecewakan...
Orang-orang yang seharusnya memberikan kasih dan dukungan...
Mengucapkan kata-kata yang tak pernah terbayangkan...
Kudatang kepada Yesus, sumber segala pengharapan...

Ketika aku merasakan kejatuhan...
Diterpa kegagalan demi kegagalan...
Aku datang kepada-Nya...
Satu-satunya yang kuandalkan...

Sumber kekuatan...
Sumber pengharapan...
Sumber kedamaian...


Hanya dengan mengandalkan diri-Nya, kutemukan sukacita...
Meskipun dalam kenyataan yang pahit sekalipun...
Pasti kutemukan damai sejahtera...
(-fon-)/Fonny Jodikin

Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera  dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus  kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
--- Roma 15:13

TODAY, 19 Agustus: Taatilah Orang Tua

TODAY, 19 Agustus

Taatilah Orang Tua

Siapa yang punya relasi yang sempurna dengan ayah atau ibu Anda?
Ibu yang baik hati, mau sungguh mengasihi anak-anaknya, sabar, dan selalu meluangkan waktu untuk mereka.
Ayah yang kebapakan, penuh perhatian, bekerja keras, dan menempatkan keluarga sebagai yang terpenting di hidup mereka.
Ayah dan Ibu yang sungguh perhatian akan keimanan anak-anaknya dan dengan setia mengajarkan anak-anaknya soal kasih, pengampunan, dan jalan menuju kebaikan di dalam Dia?
Jika Anda berada pada keluarga yang demikian, betapa beruntungnya Anda!
Namun jika tidak, seperti yang banyak saya dengar- juga termasuk yang saya alami sendiri: orang tua kita tidak sempurna.
Dengan menjalani peranan sebagai Ibu, membuat saya semakin sadar bahwa saya amat jauh dari gambaran ideal seorang Ibu, meskipun tentunya saya berusaha keras di tiap harinya...

Pikiran-pikiran ini timbul saat saya berada di Supermarket, saat melihat seorang Kakek tua yang berjalan tertatih-tatih, mengangkat belanjaannya sendirian.
Suatu kondisi yang cukup biasa terlihat di Singapura, mengingat bahwa memang pembantu atau pengasuh orang tua cukup mahal gaji bulanannya, sehingga tidak semua orang mampu.
Juga saat mengantri shuttle bus di SGH/Singapore General Hospital kemarin, banyak orang tua yang berobat dan naik shuttle bus. 
Berjalan tertatih juga, masuk bus yang agak kecil sepertinya menjadi perjuangan tersendiri pula bagi mereka.

Sekarang mungkin kita masih muda, namun suatu saat kita pun akan beranjak tua seiring berjalannya waktu.
Banyak pertanyaan yang penuh tantangan untuk dijawab semisal:
Apakah kita bisa mengasihi mereka, meskipun mereka orang yang sulit?
Meskipun mereka tukang marah-marah, keras kepala,  dan maunya menang sendiri?
Namun tentunya bukan kebetulan, ketika Tuhan memilih mereka sebagai orang tua kita.
Dengan kasih Allah saja, kita dimampukan untuk mengampuni dan mengasihi.
Sebagaimana kita pun mohon ampun atas kesalahan yang telah kita perbuat.
Semoga setidaknya sebelum kita menyesal, kita bisa membuat suatu perbedaan dengan hidup berdamai dengan orang tua kita.
Selagi kesempatan masih ada...
Kasih Tuhan akan memampukan jika kita merasa tidak sanggup.
Serahkanlah kepada-Nya!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Anak-anak! Sebagai pengikut Kristus, taatilah orang tuamu karena itulah yang patut dilakukan.
--- Efesus 6:1

Thursday, August 18, 2016

TODAY, 18 Agustus : Hendaklah Kita Mendengar...

Hendaklah Kita Mendengar...

Di SGH (Singapore General Hospital - Rumah Sakit Umum Singapura) siang ini saat saya berobat karena masalah di hidung, saya melihat seorang anak lelaki kecil memakai alat bantu pendengaran.
Dia  sepertinya akan kontrol ke dokternya dan kami berada di departemen yang sama yaitu ENT (Ear, Nose, and Throat- THT/Telinga- Hidung -Tengorokan).
Saya memperhatikan anak yang kira-kira berusia 6-7 tahun itu...
Dia dengan sabar dibimbing oleh ibunya menuju ke ruang dokternya.

Di sekitar kita, pasti kita pernah menemukan mereka yang kurang pendengarannya.
Entah karena usia yang lanjut atau karena faktor lainnya seperti yang dialami oleh anak kecil itu.
Betapa inginnya mereka punya pendengaran sempurna seperti yang kita miliki...
Namun, ironisnya...
Kita yang diberi pendengaran yang sempurna secara fisik, terkadang tidak mempergunakannya secara maksimal...
Saat kita seolah mendengar, tetapi sibuk dengan handphone kita.
Saat kita seolah mendengar, tetapi kita padahal memikirkan hal lainnya.  
Sulit memang untuk fokus kepada seseorang yang memang seharusnya kita dengarkan...
Begitu pula saat berdoa, saat kita juga hendaknya mendengar suara-Nya...
Dan bukan hanya 'nyerocos' belaka...

Alkitab mengingatkan, siapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar...
Adakah kita sudah memberikan perhatian penuh untuk mendengarkan Dia?
Adakah kita mau memperhatikan orang-orang terkasih di sekitar kita?
Anak-anak kita, saudara-saudara kita, suami atau istri kita, sahabat-sahabat terkasih kita, dan
mereka yang dekat di hati kita...
Hendaklah kita mendengar...
Bukalah telinga dan dengarkanlah...
(-fon-)/Fonny Jodikin

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
--- Matius 11:15

Tuesday, August 16, 2016

TODAY, 17 Agustus: Betapa Menakjubkan Karya-Mu!

 Betapa Menakjubkan Karya-Mu!

How numerous, O Lord, my God, you have made your wondrous deeds! And in your plans for us there is none to equal you.
Should I wish to declare or tell them, too many are they to recount.
(Psalm 40:6)- The American New Bible - The New Catholic Translation.

Pagi ini saya terbangun dengan kata-kata ini: God of Wonders.
Allah yang ajaib, yang menakjubkan, yang mengerjakan banyak rencana yang ajaib di hidupku, hidupmu, hidup kita semua.
Meskipun banyak kali rencana-Nya tidak sama dengan apa yang ada di pikiran kita, namun pastinya itu yang terbaik bagi kita...

Ya, Tuhan... 
Kami bersyukur atas segala karya-Mu yang ada di hidup kami...
Banyak kali kami tidak mampu mensyukuri dikarenakan kami belum mengerti bahwa Engkau begitu peduli pada kami...
Tuhan, inilah hidup kami..
Hari ini kami persembahkan segala yang ada di hati kami...
Kesedihan, beban berat, tetesan air mata, kegembiraan, sukacita, dan gelak tawa bahagia...
Apapun yang tengah kami alami, semoga Engkau berkenan masuk dan meraja di hati kami...
Bertakhtahlah dalam hidup kami...
Kami memuji, meninggikan Engkau seumur hidup kami...
Hidup ini di tangan-Mu, pakailah kami seturut kehendak-Mu.

Puji syukur atas karya-Mu yang tiada taranya...
Betapa menakjubkan Engkau ya Allah di hidup kami.
Terima kasih...
(-fon-)/Fonny Jodikin

TUHAN, betapa banyaknya karya-Mu bagi kami, ya TUHAN Allahku, Engkau tak ada taranya! Banyaklah rencana-Mu yang menakjubkan bagi kami, tak mungkin diceritakan semuanya.
--- Mazmur 40:6

TODAY, 16 Agustus: Teguh di dalam Tuhan

Teguh di dalam Tuhan

Pernahkah kita merasa di puncak kehidupan kita?
Saat begitu banyak hal berjalan lancar dan semesta seolah begitu mendukung kita, sehingga kita merasa bahwa kita sungguh hebat dan mampu melakukan segalanya?
Saat merasa "Ini lho, GUE!"
Seolah segalanya tentang aku dan aku saja, karena aku begitu tangguh...

Namun, seiring berjalannya waktu...
Kita melihat kejadian-kejadian di hidup kita, maupun di sekitar kita...
Banyak kali: rencana tak seindah kenyataan...
Problem datang silih berganti tanpa kita siap sedia menghadapinya...
Sakit-penyakit juga pernah menyerang, bahkan membawa pergi orang-orang terkasih pulang ke rumah Bapa...
Kemudian barulah kita menyadari bahwa kita ini takkan mampu tanpa sesosok pribadi yang bisa menopang, melindungi, sekaligus juga adalah Sumber Kekuatan kita.

Alkitab mengingatkan kita untuk tidak menjadi sombong:
Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri,  hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! 
--- 1 Korintus 10:12
Sering kali kita menyangka kita berdiri teguh, padahal kita berada pada kehebatan semu dan kekaguman dunia yang semua mendasarkan diri pada hal-hal yang sementara belaka.

Penting untuk menyadari, bahwa Dialah sumber segala keteguhan kita...
Beriman kepada-Nya...
Tetap percaya Dia menyertai kita...
Meskipun rancangan-Nya berbeda dengan rencana kita...
Meskipun ada banyak hal yang mungkin terjadi di hidup kita...
Tetap teguh di dalam Dia...
Dia selalu beserta kita...
Sekarang dan selama-lamanya!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. 
--- 1 Korintus 1:8

Monday, August 15, 2016

TODAY, 15 Agustus: Hidup Bagi Allah

Hidup Bagi Allah

Bukannya kupunya masa lalu yang sempurna...
Justru sampai hari ini masih begitu banyak cacat dan cela...
Namun, bukan berarti aku tak bisa mempersembahkan hidupku kepada-Nya...

Bukannya aku serba bisa...
Namun, dari apa yang Dia titipkan kepadaku...
Selalu kuusahakan untuk berbagi bagi sesama...

Bukannya aku tak pernah berderai air mata...
Namun, dengan memandang kehidupan ini di dalam Dia...
Kutemukan sukacita tak terkira...

Inilah hidup yang kujalani...
Hidup bagi Allah...
Melampaui dosa di masa silam...
Melampaui kekecewaan ataupun sakit hati yang pernah mencekam...
Tetap percaya bahwa Tuhan akan berikan kekuatan...
Untuk melangkah di dalam setiap detik kehidupan...

Hidup ini adalah anugerah-Mu...
Sudah sepantasnya aku hidup hanya untuk memuliakan nama-Mu!
(-fon-)/Fonny Jodikin

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa ,  tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
--- Roma 6:11

Sunday, August 14, 2016

TODAY, 14 Agustus: Tuhan Menopang Tangan Kita

Tuhan Menopang Tangan Kita

Sore hari di kolam renang tempat anak kami kursus renang...

Seorang ayah berada di belakang anak perempuannya yang kira-kira berusia 2-3 tahun.
Anak itu terjatuh, lalu diangkat lagi oleh ayahnya.
Anak itu berjalan satu langkah lagi, lalu ayahnya kembali memegang tangannya seraya berucap dalam Bahasa Mandarin, " Licin, ya?"
Dua kali jatuh, dua kali pula dia diangkat oleh ayahnya...

Malam ini saya membayangkan, jika kita yang adalah umat-Nya, anak-anak-Nya terjatuh...
Pastinya Tuhan akan mengangkat tangan kita...
Seandainya kita terjatuh, tentunya tidak akan sampai tergeletak...
Sebab Tuhan selalu menopang tangan kita...

Terkadang kita yang pernah mengalami kegagalan, merasa sangat takut untuk memulai lagi.
Karena gagal itu rasanya menyakitkan.
Karena kekecewaan itu mungkin masih bermukim di hati kita...
Karena malulah kalau gagal lagi, jatuh lagi...
Namun...
Jatuh adalah hal yang biasa...
Yang penting bagaimana kita bangkit lagi...
Jika kita rasa itu tidak mungkin, marilah menimba kekuatan kepada Yang Sejati...
Belajar dari pengalaman kejatuhan itu, lalu berusaha bangkit lagi...
Meski tertatih, meski terseok...
Jangan menyerah!
Tuhan ada bersama kita...
Dan Dia siap sedia menopang kita...
Selalu dan selamanya...
(-fon-)/ Fonny Jodikin

TUHAN menetapkan  langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan  kepada-Nya; 37:24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak,  sebab TUHAN menopang  tangannya.
--- Mazmur 37:23-24