Friday, September 7, 2012

TODAY, September 07 – May His Power Rest on Us


May His Power Rest  On Us

In my weaknesses, I come to You
I know that You're the source of all power
I surrender my weaknesses to You, Lord
Because by clinging to You only, I'll found the strength to go on.

May Your Power rest on us, Jesus.
Now and forever. (-fon-)

But He said to me,"My grace is sufficient for you, for my power is made perfect in weakness.”Therefore I will boast all the more gladly about my weaknesses, so that Christ’s power may rest on me.
--- 2 Corinthians 12:9
                                                 
Kuasa Kristus Menaungi Kita

Dalam kelemahanku, aku datang kepada-Mu
Aku tahu, Engkaulah sumber kekuatan
Kupersembahkan seluruh kelemahanku kepada-Mu, Tuhan.
Karena dengan mendekat kepada-Mu, akan kutemukan kekuatan untuk melangkah.

Semoga kuasa Kristus menaungi kita.
Sekarang dan selamanya. (-fon-)

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 
--- 2 Korintus 12:9


Thursday, September 6, 2012

TODAY, September 06 – The Truth that Will Set Us Free


The Truth that Will Set Us Free

What is the truth?
The concept of truth that this world offers might vary.
Sometimes there are some deceptions about the truth. Sometimes there are twisted truths because of some personal or community interests. Really, it's hard to know what the real truth is.

Jesus is the truth.
He Himself is the way and the truth. Look for no other, just seek Jesus.
His Truth will set us free from bondages, if we follow Him with all 
our hearts. (-fon-) 

"Jesus told the people who had faith in him, 'If you keep on obeying what I have said, you truly are my disciples. You will know the truth, and the truth will set you free." ( John 8:31-32 ) 

Kebenaran yang Membebaskan Kita

Apakah itu kebenaran?
Konsep kebenaran yang ditawarkan dunia ini sungguh beragam.
Terkadang ada kebohongan-kebohongan sehubungan dengan kebenaran. Terkadang pula ada pembengkokkan dari kebenaran sesungguhnya karena kepentingan pribadi atau sebuah komunitas. Sungguh, tidak mudah untuk mengetahui kebenaran sejati.

Yesuslah kebenaran sejati.
Dia sendiri adalah jalan dan kebenaran. Janganlah mencari yang lainnya, carilah Yesus.
Kebenaran-Nya akan membebaskan kita dari segala keterikatan, jika kita mengikuti-Nya dengan segenap hati kita.
(-fon-)

31 Kemudian Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang sudah percaya kepada-Nya, "Kalau kalian hidup menurut ajaran-Ku kalian sungguh-sungguh pengikut-Ku, maka kalian akan mengenal Allah yang benar, dan oleh karena itu kalian akan dibebaskan." (Yohanes 8:31-32)

Tuesday, September 4, 2012

TODAY, September 05 - He Will Give Us Strength


He Will Give Us Strength

It's hard to believe that God will give us strength, especially when we are so tired of our own lives. Disappointment, despair, making it difficult for us to have faith in God consistently.

However, let us renew our faith once again today. We entrust our lives into His hands. We know that we rely on the Almighty, who will never be tired or weary. He’s God who reigns forever. (-fon-)

Do you not know?
    Have you not heard?
The Lord is the everlasting God,
    the Creator of the ends of the earth.
He will not grow tired or weary,
    and his understanding no one can fathom.
 He gives strength to the weary
    and increases the power of the weak.
--- Isaiah 40:28-29

Dia Akan Memberikan Kekuatan Kepada Kita

Sulit untuk percaya bahwa Tuhan akan memberikan kita kekuatan, terutama saat kita begitu lelah dengan kehidupan kita sendiri. Kekecewaan, keputus-asaan, membuat kita sulit untuk beriman kepada Tuhan secara konsisten.

Tetapi, marilah sekali lagi hari ini, kita memperbaharui iman kita. Kita kembali mempercayakan hidup kita ke dalam tangan-Nya. Kita tahu bahwa kita bersandar kepada Yang Kuasa, Yang takkan pernah menjadi lelah ataupun lesu. Dia adalah Allah yang berkuasa selamanya. (-fon-)

Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
--- Yesaya 40:28-29

Monday, September 3, 2012

TODAY, September 04 – A True Friend in You


A True Friend in You

Sometimes, I might feel lonely, Jesus…
Even in the most crowded place, with so many people around…
The loneliness can come and fill my heart…
In those hard times…
I can only come to You…
Because I know that You’re my true friend…
You’ll never leave me alone…

I imagine that You’re sitting next to me…
Listening all of my cares…
Be my shoulder to cry on…
Understanding my conditions…
Then, I feel relieved…
As You say, “ I will never leave you nor forsake you,
I will be faithful till the end of time.”

Thank You, Lord…
I really found a true friend in You. (-fon-)

I no longer call you servants, because a servant does not know his master’s business. Instead, I have called you friends, for everything that I learned from my Father I have made known to you.
--- John 15:15

Sahabat Sejati di dalam- Mu

Terkadang aku merasa sendirian, Tuhan…
Bahkan di tempat yang paling ramai sekalipun, dengan begitu banyak orang di sekelilingku…
Kesepian itu bisa datang dan masuk ke dalam hatiku…
Di masa-masa yang berat itu…
Aku hanya bisa datang kepada-Mu
Karena kutahu Engkau adalah sahabat sejatiku…
Engkau takkan pernah membiarkanku sendiri…

Kubayangkan Engkau duduk di sebelahku…
Mendengarkan semua keresahanku…
Menyediakan bahu-Mu untuk menerima tangisanku…
Mengerti keadaanku…
Seketika, aku merasa lega…
Karena Engkau berkata, “ Aku takkan pernah meninggalkanmu, juga takkan menyia-nyiakanmu. Aku akan setia sampai akhir waktu.”

Terima kasih, Tuhan…
Sungguh kutemukan sahabat sejati di dalam-Mu. (-fon-)

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
--- Yohanes 15:15

Sunday, September 2, 2012

TODAY, September 03 – Filled with Your Love


Filled with Your Love

When I look at Your amazing wonders
That You’ve given to us…
I can see and feel Your love everywhere
In each corner of this life…
Even in its hidden spots…

In the eyes of love
With the heart that’s full of thankfulness in You
Love can be found anywhere on earth…
On the other hand…
With a heart that’s full of anger and hatred
Not much love can be seen…

Today, we pray…
Fill our hearts with Your Love, Oh Lord
So we may have a heart that’s full of love
And can spread it to the people surround us. (-fon-)

The earth is filled with your love, Lord;
    teach me your decrees.
--- Psalm 119:64

Penuh dengan Kasih Setia-Mu

Ketika kupandang hasil karya-Mu yang ajaib
Yang sudah Kauberikan kepada kami…
Kumelihat dan merasakan kasih-Mu di mana-mana
Di setiap sudut kehidupan ini
Bahkan di tempat-tempat rahasianya…

Dalam pandangan yang penuh kasih
Dengan hati yang penuh syukur kepada-Mu
Cinta (kasih) bisa ditemukan di mana saja di bumi ini…
Sebaliknya…
Dengan hati yang penuh murka dan kebencian
Tak banyak kasih yang bisa terlihat…

Hari ini, kami berdoa…
Penuhilah hati kami dengan kasih-Mu, ya Tuhan…
Sehingga hati kami penuh kasih
Dan kami mampu membagikannya kepada orang-orang di sekitar kami (sesama kami).
(-fon-)

Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, ya TUHAN, ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
--- Mazmur 119:64

Saturday, September 1, 2012

TODAY, September 02: A Heart for the Lord


A Heart for the Lord
This conversation from this verse happened when the Pharisees and the Scribes has some cynical criticism to Jesus’ disciples when they ate without washing their hands (which was called ‘defiled’  by them). Then Jesus replied with this:
He replied, “Isaiah was right when he prophesied about you hypocrites; as it is written:
“‘These people honor me with their lips,
    but their hearts are far from me.
--- Mark 7:6

Let’s search our heart. Are we focussing our heart to the Lord? Or only by our lips we say good things about Him but inside our heart we never really want to follow Him wholeheartedly? Instead, we have our own thoughts and think that we’re the most important people on earth and never really care about Him? Be careful with hypocrisy. May our lips and our heart praise the Lord. (-fon-)

Hati yang Tertuju kepada Tuhan

Percakapan ini terjadi ketika orang-orang Farisi dan ahli Taurat memberikan kritik yang sinis kepada para murid Yesus ketika mereka makan tanpa mencuci tangan mereka (yang disebut ‘najis’ oleh orang Farisi dan ahli Taurat). Lalu, Yesus menjawab sebagai berikut:

Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
--- Markus 7:6

Mari selidiki hati kita. Apakah hati kita tertuju pada-Nya? Atau hanya bibir kita yang berucap hal-hal baik tentang-Nya tetapi hati kita tak pernah sungguh hendak mengikuti Tuhan sepenuh hati? Bahkan, kita punya pemikiran bahwa kitalah orang yang paling penting sedunia dan tak pernah sungguh peduli pada-Nya? Berhati-hatilah dengan kemunafikan. Semoga bibir dan hati kita secara serentak memuji Tuhan. (-fon-)

TODAY, September 01- Accept One Another


Accept One Another

It’s easy to say such a sweet statement that we can always accept one another, because we realize that everyone is unique and different. Each of us is a wonderful creation of God. When everything is alright, it’s such an easy thing to do. But when it comes to conflicts and problems that we’re facing with others, combined with the hurts and wounds that they caused (and also that we caused them), can we still say this and put it into action?
First of all, from the Romans below, we believe that God will give us endurance and encouragement to do so. Even if we can’t in the first place, but if we want to make a difference by doing the act of love, for sure He’ll give us strength to move on. Moreover, Jesus has already accepted us for what we are. With our strengths and weaknesses, with our sinful pasts or stupid mistakes. He has accepted us by loving us unconditionally. It’s our part now to try to accept others. It will need some time and process plus extra struggling while dealing with hatred and the intention to take revenge for those who has hurt us deeply. But, there’s nothing more beautiful and peaceful, while we become the winner of conquering our own flesh. Let love reign, and not our hatred. (-fon-)

May the God who gives endurance and encouragement give you the same attitude of mind toward each other that Christ Jesus had, so that with one mind and one voice you may glorify the God and Father of our Lord Jesus Christ. Accept one another, then just as Christ accepted you, in order to bring praise to God. --- Romans 15:5-7

Menerima Satu Sama Lain

Sungguh mudah untuk berucap pernyataan yang begitu manis bahwa kita akan selalu bisa menerima satu sama lain, karena kita menyadari bahwa setiap orang adalah unik dan berbeda. Setiap dari kita adalah ciptaan yang indah dari Tuhan. Ketika segala sesuatu berjalan lancar, adalah mudah untuk melakukannya. Tetapi, ketika dihadapkan pada konflik dan permasalahan yang kita hadapi dengan sesama, ditambah dengan luka dan perih yang mereka lakukan perbuat terhadap kita (juga yang kita perbuat terhadap mereka), masihkah kita bisa mengucapkan hal ini dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari?
Pertama-tama, seperti kitab Roma di bawah ini, kita percaya bahwa Tuhan memberikan kita daya tahan dan kekuatan untuk melakukan hal tersebut. Walaupun mungkin pertama-tamanya sulit bagi kita, tetapi jika kita ingin membuat perbedaan dengan melakukan tindakan kasih, pastilah Dia akan memberikan kekuatan untuk melangkah. Terlebih lagi, Yesus sudah menerima kita apa adanya. Dengan seluruh kekuatan dan kelamahan kita, dengan seluruh masa lalu kita yang penuh dosa atau kesalahan-kesalahan yang teramat bodoh sekalipun. Dia telah menerima kita dengan mencintai kita tanpa syarat. Kini adalah bagian kita untuk menerima orang lain. Akan butuh waktu dan proses serta pergumulan dalam menghadapi kebencian dan keinginan untuk balas dendam terhadap mereka yang sudah melukai kita. Tetapi, tidak ada yang lebih indah dan damai, dibandingkan saat kita sudah menjadi pemenang karena menaklukkan kedagingan kita. Biarlah kasih yang meraja, bukan kebencian kita. (-fon-)

Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. --- Roma 15:5-7