Thursday, November 11, 2021

TODAY, 11 November 2021 Sendengkanlah Telingamu dan Datanglah Kepada-Ku

 TODAY, 11 November 2021

 

Sendengkanlah Telingamu dan Datanglah Kepada-Ku

 

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah,  maka kamu akan hidup!  Aku hendak mengikat perjanjian  abadi dengan kamu, menurut kasih setia  yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.

--- Yesaya 55:3

 

Di antara arti kata ‘sendeng’ menurut KBBI, yang saya kira cocok adalah ‘condong’.

Jadi jika diganti, judul di atas akan tertulis:

Condongkanlah Telingamu.

 

Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku!

Dengarkanlah, maka kamu akan hidup!

Bukan hanya condong ke Tuhan saja.

Tetapi, kita hendaknya juga mendengarkan DIA.

Terkadang, Tuhan bisa berbicara melalui orang-orang di sekitar kita.

Entah melalui seseorang yang mungkin tidak kita kenal.

Atau….

Pesan di WhatsApp yang seolah membukakan mata kita.

Bahwa Tuhan memang sedang bekerja dan melakukan sesuatu atas hidup kita.

 

Dengarkanlah….

Maka kamu akan hidup!

Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu….

Menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.

 

Saat kita ikut jalan Tuhan….

Meskipun sulit dan terkadang berliku….

Tapi akan kita alami kehidupan.

Tetaplah setia, seperti Tuhan yang sudah begitu setia dari generasi ke generasi.

Janji-Nya kekal.

Janji-Nya Ya dan Amin!

 

Semoga kita tetap menaruh harapan hanya kepada Tuhan!

Sang Penyelamat kita.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

Wednesday, November 10, 2021

TODAY, 10 November 2021 Kemuliaan Tuhan

 TODAY, 10 November 2021

 

Kemuliaan Tuhan

 

Seperti busur pelangi,  yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan  TUHAN . Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman….

--- Yehezkiel 1:28

 

Seperti busur pelangi.

Yang terlihat pada musim hujan di awan-awan.

Demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya.

Begitulah kelihatan gambar kemuliaan Tuhan.

 

Membayangkan busur pelangi semacam itu….

Alangkah indahnya!

Kemuliaan Tuhan, saat sudah dinyatakan di hadapan kita….

Mampu membuat kita sembah sujud atas kebesaran-Nya.

 

Tuhan, Engkaulah Raja yang mulia.

Yang bertakhtah atas hidup kami.

Engkaulah yang Empunya segala sesuatunya.

Dunia dan seisinya adalah milik-Mu saja.

 

Ajar kami untuk tetap memandang-Mu dan kemuliaan-Mu.

Karena jika kami hanya melihat masalah kami, kami merasa tidak ada semangat untuk menjalani hidup.

Namun, ketika kami memandang Engkau….

Kami melihat Tuhan yang mengasihi kami.

Yang memampukan kami berjalan di dalam kekelaman hidup.

Karena terang-Mu menyinari jalan yang harus kami ambil.

 

Ajarilah kami untuk senantiasa melihat kemuliaan-Mu itu.

Engkaulah Raja di hidup kami.
Sekarang dan sampai akhir nanti.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

Tuesday, November 9, 2021

TODAY, 9 November 2021 Saat Hati Terasa Sangat Sedih….

 TODAY, 9 November 2021

 

Saat Hati Terasa Sangat Sedih….

 

Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." 26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus  serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, 26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih,  seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku. " 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu  dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.

--- Matius 26:36-39

 

Perikop ini berjudul: Di Taman Getsemani.

Kita pasti cukup familiar atau sering mendengar bacaan ini.

Terutama di saat-saat Masa Prapaskah.

Yesus yang merasa sangat sedih dan gentar berkata:

“Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya.”

 

Dalam hidup, kita mungkin juga pernah merasakan penderitaan yang amat sangat.

Kesedihan yang mendalam.

Dan beberapa dari kita pun pernah merasakan putus asa.

Sebetulnya kita tidak sendirian, Yesus pun pernah merasakan hal yang sama.

Apa yang membedakan diri kita dan Yesus?

Sikap dalam menghadapi masalah ini.

 

Yesus bersujud dalam doa….

“Ya, Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu daripada-Ku, tetapi jangan seperti yang Kukehendaki….

Melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

 

Dalam kesedihan dan kepedihan yang kita alami….

Mari mendekat kepada Tuhan….
Seperti Yesus, menyerahkan semuanya kepada Tuhan.

Kalau saja mungkin….

Biarlah cawan ini lalu dari kami, ya Tuhan….

Namun, biarlah kehendak-Mu yang jadi….

Bukan kehendak kami…..

 

Percaya, Tuhan akan bawa kita untuk melangkah….

Sekarang dan selamanya, kita ini milik-Nya.

Mari mempersembahkan semua, suka dan duka….

Hanya kepada-Nya!

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

Monday, November 8, 2021

TODAY, 8 November 2021 Sebab Ia Baik!

 TODAY, 8 November 2021

 

Sebab Ia Baik!

 

Perikop ini berjudul:

Tabut perjanjian dipindahkan dan kemuliaan TUHAN memenuhi Bait Suci.

 

Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya  kasih setia-Nya." Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan,  5:14 sehingga imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan  kebaktian oleh karena awan  itu, sebab kemuliaan  TUHAN  memenuhi rumah Allah.

--- 2 Tawarikh 5:13-14

 

Saya membayangkan keadaan ini dengan luar biasa….

Saat para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya.

Untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada Tuhan.

Pujian tulus kepada Sang Ilahi….

Saat semua berseru:

“Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”

 

Dan mengakhiri episode ini dengan rumah Tuhan dipenuhi awan.

Sehingga imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu.

Sebab kemuliaan Tuhan memenuhi rumah Allah!

 

Sungguh luar biasa!

Saat ini juga, saya ingin memuji Tuhan dengan segenap kemampuan saya.

Dalam hati.

Dalam nyanyian syukur.

Dalam bentuk ucapan terima kasih.

Dari lubuk hati terdalam.

 

Tuhan baik.

DIA sungguh baik!

DIA teramat baik!

DIA baik bagi setiap umat-Nya.

 

Bersyukur untuk semua kebaikan-Mu, Tuhan….

Yang masih kami rasakan sampai detik ini.

Engkau adalah Sumber Kebaikan kami.

Sekarang sampai akhir nanti!
Engkau adalah Allah yang penuh kasih bagi hidup kami.

Terima kasih, Tuhan.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

 

Sunday, November 7, 2021

TODAY, 7 November 2021 Aku Memikirkan Jalan-Jalan Hidupku

 TODAY, 7 November 2021

 

Aku Memikirkan Jalan-Jalan Hidupku

 

Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu.

--- Mazmur 119:59

 

Aku memikirkan jalan-jalan hidupku….

Bagian dari masa lalu yang pernah kulewati….

Beberapa bagian menyenangkan.

Beberapa bagian menyedihkan.

Ada bagian yang begitu kelam dan mencekam.

Seolah ingin kulupakan….

 

Namun kusadari….

Melupakan tidak akan menyelesaikan permasalahan.

Yang hendaknya kulakukan….

Kembali ke momen itu bersama Tuhan.

Percaya bahwa aku tidak ditinggal sendirian.

Tuhan sendiri yang memegang tanganku.

Dan akan membawaku melalui semuanya itu.

 

Jika DIA izinkan hal ini terjadi padaku….

DIA akan senantiasa memberikan kekuatan bagiku untuk melaluinya juga.

Aku percaya kepada Allah dan belas kasih-Nya di hidupku.

Dan aku akan melangkah  dalam firman-Mu, Tuhan….

Karena mereka adalah pelita bagi kakiku.

 

Lintasan peristiwa masa lalu kembali silih berganti di dalam pikiranku.

Tuhan, genggamlah tanganku selalu.

Kupercaya, Engkaulah sumber kekuatanku.

Dulu, sekarang, dan selama-lamanya.

Aku ini milik-Mu.

Terima kasih, Tuhan.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

Friday, November 5, 2021

TODAY, 6 November 2021 Siapakah Aku Ini?

 TODAY, 6 November 2021

 

Siapakah Aku Ini?

 

Perikop 2 Tawarikh 2 ini berjudul:

Persiapan-persiapan untuk mendirikan Bait Suci.

 

Di ayat-ayat pada awalnya, Salomo memerintahkan untuk mendirikan suatu rumah bagi Allah dan suatu istana kerajaan bagi dirinya sendiri (ayat 1). Salomo mengerahkan banyak kuli, tukang pahat, dan mandur (ayat. 2)

2:1 Salomo memerintahkan untuk mendirikan suatu rumah  bagi nama TUHAN  dan suatu istana kerajaan bagi dirinya sendiri. 2:2 Dan Salomo mengerahkan tujuh puluh ribu kuli, delapan puluh ribu tukang pahat di pegunungan, dan tiga ribu enam ratus mandur untuk mengawasi mereka  itu. 

 

Meskipun demikian, Salomo tidak merasa pongah….

Dia bertanya:

“Siapakah aku ini?”

Karena merasa dirinya kecil di hadapan Allah.

Yang mengatasi segala langit.

Yang besar tiada tara.

 

Satu hal yang patut diteladani.

Sebesar apa pun kehebatan manusia….

Takkan bisa menandingi kehebatan Allah yang Maha segalanya.

Tetaplah rendah hati, tetaplah berpegang pada Sang Ilahi!

Akan kita dapati suatu hidup yang berkenan di hadapan-Nya.

Dan hidup yang lega karena kita sadar, kepada siapa kita bersandar….

Sekarang dan selamanya.

Amin!

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

Tetapi siapa yang mampu mendirikan suatu rumah bagi Dia, sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku  ini, sehingga aku hendak mendirikan suatu rumah bagi Dia, kecuali sebagai tempat untuk membakar korban di hadapan-Nya? 

--- 2 Tawarikh 2:6

TODAY, 5 November 2021 Ketentraman Yang Besar

 TODAY, 5 November 2021

 

Ketentraman Yang Besar

 

Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman   yang besar, bahkan ada perlindungan  bagi anak-anak-Nya. 

--- Amsal 14:26

 

Orang yang takwa kepada TUHAN menjadi tentram, dan keluarganya akan mempunyai perlindungan.

--- Amsal 14:26(BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Orang yang takwa akan merasakan ketentraman yang besar.

Percaya selalu akan pertolongan Tuhan di hidupnya.

Bukan berarti tidak pernah ada masalah.

Namun, selalu percaya bahwa kita senantiasa memiliki sumber kekuatan dan perisai perlindungan yang membantu kita.

 

Tuhanlah satu-satunya yang bisa kita andalkan.
Dalam segala musim kehidupan.

Meskipun terkadang kita tidak selalu bisa merasa dekat dengan-Nya.

Tetapi percayalah, DIA selalu ada bagi setiap kita.

 

Semoga kita senantiasa terus mendekat kepada-Nya.

Meningkatkan ketakwaan dan relasi yang lebih dalam lagi dengan Tuhan kita.

DIA saja yang merupakan teman sejati sepanjang hidup kita.

Bukan itu saja, sampai kekekalan bersama-Nya.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin