TODAY, 6 September :
Chapters of Life
Renungan Harian dari Daily Devotional Website milik Max Lucado (penulis Kristiani yang menjadi favorit saya juga) beberapa hari yang lalu judulnya: A New Chapter For Your Life (Sebuah Babakan Baru Di Dalam Hidupmu).
Instagram, penyanyi Raisa yang baru saja menikah dengan Hamish Daud di Jakarta, begitu mesranya menuliskan:
" Here we are, my love. At the beginning, in the first chapter of "the rest of our lives" - duh romantisnya!
(Terjemahan bebasnya kira-kira begini: " Di sinilah kita, Kekasihku. Pada permulaan, episode pertama dari "seumur hidup kita").
Dua tulisan ini membuat saya teringat blog pribadiku yang tercipta di bulan Desember 2006 - nama blog itu : Chapters of Life (Babak Demi Babak Kehidupan).
Sudah hampir 11 tahun yang lalu rupanya.
Tuhan membukakan mataku bahwa aku punya hobby lain yaitu menulis...
Babak demi babak hidupku...
Episode demi episode yang berlalu....
Episode kini dan yang akan datang...
Semua kupersembahkan kepada Allah saja...
Dia yang mengerti dan mengenal hatiku...
Hati kita semua, umat-Nya...
Tuhan selalu setia...
Memegang tangan kita...
Lewati babak demi babak kehidupan kita bersama-Nya.
Semoga kita tetap setia kepada-Nya dalam setiap episode kehidupan kita.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin
Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.
--- 1 Korintus 1:9
Wednesday, September 6, 2017
Monday, September 4, 2017
TODAY, 5 September: Engkau Sanggup
TODAY, 5 September:
Engkau Sanggup
Banyak kali kita mempertanyakan, meragukan, dan merasa diombang-ambingkan oleh kehidupan ini.
Permasalahan yang datang satu per satu membuat kita yang dulunya tangguh, perlahan-lahan mulai jatuh...
Bukan itu saja, dari awalnya yang beriman kepada Tuhan, kita menjadi kurang percaya.
Ayub pada pasalnya yang ke-42 mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui bahwa Allah sanggup melakukan segala sesuatu.
Tidak ada rencana-Nya yang gagal.
Jika kita pikir bahwa rancangan kita yang sudah tertata sedemikian rapi ternyata menjadi hancur berantakan itu adalah sebuah kegagalan...
Tuhan tidak melihatnya demikian.
Dia tahu yang terbaik bagi kita semua, umat-Nya.
Di saat ini, Tuhan...
Ketika kami membaca renungan ini...
Izinkan kami berdoa...
Kuatkan iman kami...
Biarlah kami meyakini bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatunya.
Engkaulah Tuhan dan biarkanlah kami kembali mempercayakan kehidupan ini kepada-Mu.
Kami serahkan segalanya ke dalam tangan-Mu.
Bimbing kami untuk ikut jalan-Mu, setia sampai akhir hidup kami.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin
Maka jawab Ayub kepada TUHAN: 42:2 "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
--- Ayub 42:1-2
Engkau Sanggup
Banyak kali kita mempertanyakan, meragukan, dan merasa diombang-ambingkan oleh kehidupan ini.
Permasalahan yang datang satu per satu membuat kita yang dulunya tangguh, perlahan-lahan mulai jatuh...
Bukan itu saja, dari awalnya yang beriman kepada Tuhan, kita menjadi kurang percaya.
Ayub pada pasalnya yang ke-42 mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui bahwa Allah sanggup melakukan segala sesuatu.
Tidak ada rencana-Nya yang gagal.
Jika kita pikir bahwa rancangan kita yang sudah tertata sedemikian rapi ternyata menjadi hancur berantakan itu adalah sebuah kegagalan...
Tuhan tidak melihatnya demikian.
Dia tahu yang terbaik bagi kita semua, umat-Nya.
Di saat ini, Tuhan...
Ketika kami membaca renungan ini...
Izinkan kami berdoa...
Kuatkan iman kami...
Biarlah kami meyakini bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatunya.
Engkaulah Tuhan dan biarkanlah kami kembali mempercayakan kehidupan ini kepada-Mu.
Kami serahkan segalanya ke dalam tangan-Mu.
Bimbing kami untuk ikut jalan-Mu, setia sampai akhir hidup kami.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin
Maka jawab Ayub kepada TUHAN: 42:2 "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
--- Ayub 42:1-2
TODAY, 4 September: Santa Teresa Dari Kalkuta
TODAY,
4 September :
Santa Teresa Dari Kalkuta
Hari Selasa tanggal 15 Maret 2016, Tahta Suci resmi mengumumkan akan
menggelar upacara kanonisasi untuk Bunda Teresa dari Kalkuta (India) hingga
kemudian layak menyandang predikat sebagai orang kudus (sancta). Kanonisasi ini
akan digelar pada tanggal 4 September 2016, hanya sehari sebelum peringatan 19
tahun meninggalnya biarawati asal Macedonia yang punya perhatian besar
pada orang jalanan dan kaum papa di Kalkuta ini.
Keputusan Vatikan
menobatkan Bunda Teresa sebagai orang kudus (sancta) antara lain
‘dipicu’ oleh kesaksian seorang pria warga negara Brasil yang sembuh dari
penyakit tumor otak dan ginjal setelah melakukan doa mohon penyembuhan melalui
perantara Bunda Teresa dari Kalkuta.
Sebelum
menjadi ‘orang kudus’ dengan sebutan ‘sancta’, Mother Teresa of Calcutta
terlebih dahulu dinobatkan sebagai Beata oleh mendiang Paus Johannes Paulus II
pada tahun 2003. Itu terjadi setelah seorang perempuan India dinyatakan sembuh
dari sakitnya karena sebuah mukjizat.
Pada
tahun 1950, Mother Teresa mendirikan kongregasi suster-suster biarawati
Missionaries of Charity di Kalkuta, India. Pada tahun 1979, ia diganjar hadiah
Nobel Perdamaian untuk karyanya yang luar biasa ini. Saat ini, anggota
kongregasi para suster Misionaris Cinta Kasih ini sudah berjumlah lebih dari
4.000-an orang dan itu tersebar di berbagai negara. (Sumber: Sesawi.net)
Hari ini setahun yang lalu…
Bunda Teresa dari Kalkuta sebagaimana yang biasa dikenal oleh
dunia, dikanonisasi menjadi Santa.
Ya, 4 September 2016 yang lalu, beliau resmi menjadi Santa.
Tentunya kita semua pernah mendengar pelayanan beliau.
Juga kita pernah membaca kata-kata bijaknya yang sungguh
menampakkan hikmat yang dari atas saja…
Santa Teresa menjadi bukti bahwa karena Allah sedemikian
mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
Ini dibuktikannya dengan tindakan, bukan hanya omongan di
awang-awang.
Bukan hanya sekadar kata-kata manis.
Tetapi tindakan nyata dan uluran tangan bagi mereka yang
membutuhkan.
Semoga kita pun mencontoh tindakan kasihnya.
Memang tidak mudah, tetapi mari berjuang lebih baik lagi.
Setiap hari adalah hari baru untuk mengasihi dan mengampuni
dengan kasih Tuhan.
Santa Teresa dari Kalkuta, doakanlah kami.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin
Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah
sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
--- 1 Yohanes 4:11
Sunday, September 3, 2017
TODAY, 3 September : Haters
TODAY, 3 September :
Haters
Di zaman sosial media sekarang ini, bertebaran komentar yang bernada kebencian.
Haters. Orang-orang yang membenci. Begitulah mereka disebut.
Mungkin mereka tidak kenal, tetapi melontarkan kata-kata yang sangat tidak layak dibaca.
Sebenarnya ini pun sudah terjadi sedari dulu kala.
Kita baca dari Kitab Mazmur 109 ini, ayat-ayat awalnya mengungkapkan perasaan Daud yang diutarakannya kepada Allah:
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Ya Allah pujianku, janganlah berdiam diri ! 109:2 Sebab mulut orang fasik dan mulut penipu ternganga terhadap aku, mereka berbicara terhadap aku dengan lidah dusta; 109:3 dengan kata-kata kebencian mereka menyerang aku dan memerangi aku tanpa alasan. 109:4 Sebagai balasan terhadap kasihku mereka menuduh aku, sedang aku mendoakan mereka. 109:5Mereka membalas kejahatan kepadaku ganti kebaikan dan kebencian ganti kasihku.
--- Mazmur 109:1-5
Haters gonna hate...
Yang tidak suka, akan selalu membenci...
Itu yang sering kita baca...
Daripada dipusingkan oleh ulah mereka, sementara tidak selalu berhubungan dengan kita, mari kita belajar untuk introspeksi diri juga...
Apakah benar tuduhan-tuduhan itu?
Tetap berusaha bertingkah laku sopan, tetap mengasihi, tetapi jangan sampai pula terjebak di dalam alur permainan mereka...
Semoga kita tetap cerdik dan bijaksana.
Amin!
(-fon-)/Fonny Jodikin
Haters
Di zaman sosial media sekarang ini, bertebaran komentar yang bernada kebencian.
Haters. Orang-orang yang membenci. Begitulah mereka disebut.
Mungkin mereka tidak kenal, tetapi melontarkan kata-kata yang sangat tidak layak dibaca.
Sebenarnya ini pun sudah terjadi sedari dulu kala.
Kita baca dari Kitab Mazmur 109 ini, ayat-ayat awalnya mengungkapkan perasaan Daud yang diutarakannya kepada Allah:
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Ya Allah pujianku, janganlah berdiam diri ! 109:2 Sebab mulut orang fasik dan mulut penipu ternganga terhadap aku, mereka berbicara terhadap aku dengan lidah dusta; 109:3 dengan kata-kata kebencian mereka menyerang aku dan memerangi aku tanpa alasan. 109:4 Sebagai balasan terhadap kasihku mereka menuduh aku, sedang aku mendoakan mereka. 109:5Mereka membalas kejahatan kepadaku ganti kebaikan dan kebencian ganti kasihku.
--- Mazmur 109:1-5
Haters gonna hate...
Yang tidak suka, akan selalu membenci...
Itu yang sering kita baca...
Daripada dipusingkan oleh ulah mereka, sementara tidak selalu berhubungan dengan kita, mari kita belajar untuk introspeksi diri juga...
Apakah benar tuduhan-tuduhan itu?
Tetap berusaha bertingkah laku sopan, tetap mengasihi, tetapi jangan sampai pula terjebak di dalam alur permainan mereka...
Semoga kita tetap cerdik dan bijaksana.
Amin!
(-fon-)/Fonny Jodikin
TODAY, 2 September : Berpegang Kepada Perkataan-Mu
TODAY, 2 September :
Berpegang Kepada Perkataan-Mu
Beberapa dari kita di suatu ketika pasti pernah mengalami kegalauan.
Kebimbangan meraja dan suasana hati pun menjadi kacau.
Banyak tawaran yang seolah menjanjikan kebahagiaan.
Kita mencoba meraihnya, namun kemudian kecewa: karena pada akhirnya janji kebahagiaan itu bukanlah yang kita inginkan...
Terlebih di zaman sekarang...
Betapa pentingnya iman kita kepada-Nya...
Untuk tetap berjalan lurus di tengah generasi yang bengkok...
Untuk tetap setia, sementara di sekitar kita mungkin ketidaksetiaan yang merajalela...
Untuk tetap berpegang kepada Allah..
Kepada setiap perkataan-Nya....
Segenap perintah-perintah-Nya.
Semoga kita tetap memilih setia mengikuti-Nya sampai akhir kehidupan kita.
Apa pun yang terjadi, memilih mengikut Yesus dan memanggul salib kita.
Dia akan menemani kita sepanjang perjalanan kita.
(-fon-)/Fonny Jodikin
Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu.
--- Amsal 7:1
Berpegang Kepada Perkataan-Mu
Beberapa dari kita di suatu ketika pasti pernah mengalami kegalauan.
Kebimbangan meraja dan suasana hati pun menjadi kacau.
Banyak tawaran yang seolah menjanjikan kebahagiaan.
Kita mencoba meraihnya, namun kemudian kecewa: karena pada akhirnya janji kebahagiaan itu bukanlah yang kita inginkan...
Terlebih di zaman sekarang...
Betapa pentingnya iman kita kepada-Nya...
Untuk tetap berjalan lurus di tengah generasi yang bengkok...
Untuk tetap setia, sementara di sekitar kita mungkin ketidaksetiaan yang merajalela...
Untuk tetap berpegang kepada Allah..
Kepada setiap perkataan-Nya....
Segenap perintah-perintah-Nya.
Semoga kita tetap memilih setia mengikuti-Nya sampai akhir kehidupan kita.
Apa pun yang terjadi, memilih mengikut Yesus dan memanggul salib kita.
Dia akan menemani kita sepanjang perjalanan kita.
(-fon-)/Fonny Jodikin
Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu.
--- Amsal 7:1
Friday, September 1, 2017
TODAY, 1 September : Terima Kasih, Tuhan!
TODAY, 1 September :
Terima Kasih, Tuhan!
Menghirup udara segar di pagi hari...
Mengawali Bulan September ini...
Kuberbisik perlahan...
" Terima kasih, Tuhan!"
Untuk satu hari baru yang Kauberikan...
Sepanjang siang sampai malam ini...
Perlindungan-Mu sempurna atas kami...
Ah, hal-hal kecil pun mampu membukakan mataku atas kasih-Mu...
Sungguh Engkau baik bagiku...
Dan bagi kami semua, umat-Mu...
Kasih karunia demi kasih karunia...
Telah kami nikmati...
Semoga sekarang hingga akhir nanti...
Kami tetap setia...
Hanya kepada-Mu, Sang Maha...
Lewati berbagai persoalan...
Lintasi berbagai permasalahan...
Kami percayakan sekali lagi hidup dan kehidupan ini...
Kepada-Mu, Tuhan!
Terima kasih dari lubuk hati terdalam...
Kusambut September ini dengan suka cita mendalam...
(-fon-)/Fonny Jodikin
Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.
--- Yohanes 1:16
Terima Kasih, Tuhan!
Menghirup udara segar di pagi hari...
Mengawali Bulan September ini...
Kuberbisik perlahan...
" Terima kasih, Tuhan!"
Untuk satu hari baru yang Kauberikan...
Sepanjang siang sampai malam ini...
Perlindungan-Mu sempurna atas kami...
Ah, hal-hal kecil pun mampu membukakan mataku atas kasih-Mu...
Sungguh Engkau baik bagiku...
Dan bagi kami semua, umat-Mu...
Kasih karunia demi kasih karunia...
Telah kami nikmati...
Semoga sekarang hingga akhir nanti...
Kami tetap setia...
Hanya kepada-Mu, Sang Maha...
Lewati berbagai persoalan...
Lintasi berbagai permasalahan...
Kami percayakan sekali lagi hidup dan kehidupan ini...
Kepada-Mu, Tuhan!
Terima kasih dari lubuk hati terdalam...
Kusambut September ini dengan suka cita mendalam...
(-fon-)/Fonny Jodikin
Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.
--- Yohanes 1:16
TODAY, 31 Agustus: Hidup Berkenan Kepada Allah
TODAY, 31 Agustus:
Hidup Berkenan Kepada Allah
Di zaman sekarang ini, semakin sering kita dengar adanya orang ketiga.
Ada pula perselingkuhan dan kawin-cerai yang semakin marak di masyarakat.
Dan berita-berita itu banyak diangkat, karena mungkin dianggap sensasional, terutama jika para selebriti yang melakukannya.
Di sekitar kita pun, rasanya semakin banyak yang jatuh ke dalam dosa yang menyangkut kekudusan.
Bagaimana dengan kita?
Menikah ataupun masih sendiri, hendaknya kita menjaga kekudusan kita.
Itulah yang berkenan di hadapan Allah.
Mari kita melakukannya lebih serius dan bersungguh-sungguh lagi.
Hidup kudus, bukanlah di awang-awang.
Hidup kudus perlu perjuangan hari lepas hari untuk mencapainya.
Dalam kenyataan, hidup kudus itu mungkin!
Meskipun sekitar kita tidak mempraktikkannya.
Mari mengarahkan hati kepada Tuhan.
Senantiasa memohon perlindungan dan bimbingan-Nya untuk menjaga kekudusan.
Semoga hidup kita ini berkenan kepada-Nya!
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin
Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. 4:2 Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus. 4:3 Karena inilah kehendak Allah : pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 4:4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, 4:5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, 4:6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya.
---- 1 Tesalonika 4:1-6
Hidup Berkenan Kepada Allah
Di zaman sekarang ini, semakin sering kita dengar adanya orang ketiga.
Ada pula perselingkuhan dan kawin-cerai yang semakin marak di masyarakat.
Dan berita-berita itu banyak diangkat, karena mungkin dianggap sensasional, terutama jika para selebriti yang melakukannya.
Di sekitar kita pun, rasanya semakin banyak yang jatuh ke dalam dosa yang menyangkut kekudusan.
Bagaimana dengan kita?
Menikah ataupun masih sendiri, hendaknya kita menjaga kekudusan kita.
Itulah yang berkenan di hadapan Allah.
Mari kita melakukannya lebih serius dan bersungguh-sungguh lagi.
Hidup kudus, bukanlah di awang-awang.
Hidup kudus perlu perjuangan hari lepas hari untuk mencapainya.
Dalam kenyataan, hidup kudus itu mungkin!
Meskipun sekitar kita tidak mempraktikkannya.
Mari mengarahkan hati kepada Tuhan.
Senantiasa memohon perlindungan dan bimbingan-Nya untuk menjaga kekudusan.
Semoga hidup kita ini berkenan kepada-Nya!
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin
Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. 4:2 Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus. 4:3 Karena inilah kehendak Allah : pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 4:4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, 4:5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, 4:6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya.
---- 1 Tesalonika 4:1-6
Subscribe to:
Posts (Atom)