Wednesday, September 14, 2016
TODAY, 14 September : Luka-Luka
Luka-Luka
Setiap orang, seindah apa pun hidupnya terlihat oleh orang lain, pastinya punya luka di hidupnya.
Beberapa istilah yang kita kenal sehubungan dengan luka ini yaitu: luka batin, perasaan terluka, kepahitan, dan sebagainya...
Hanya masalah istilah sebetulnya, namun intinya kita semua jika kita meneliti ke kedalaman hati kita : pasti kita punya luka di hati.
Mari mengakui luka di hati kita dan membawanya kepada Yesus...
Tidak perlu malu atau gengsi, karena memang nyatanya kita pernah mengalami kejadian yang sangat tidak kita sangka-sangka di hidup kita...
Dan itu terasa menyakitkan.
Penulis terkenal dari Abad ke-20 pernah menuliskan kalimat bijaknya:
We're all broken that's how the light gets in - Ernest Hemingway.
Hari ini, ketika berbincang-bincang dan sharing dengan seorang sahabat di dalam Kristus, saya diingatkan kembali akan hal ini...
Memang kita semua terluka dan itulah kesempatan untuk terang itu masuk.
Terang itu apa, siapa, dan dari mana?
Yang abadi tentunya hanyalah terang dari Allah sendiri -terang Ilahi...
Karena hanya Dia yang mampu menyembuhkan orang yang patah hati (baca: hancur hatinya) dan membalut luka-luka mereka dengan kasih-Nya.
Setiap dari kita yang terluka, mampu Dia pulihkan.
Marilah 'move on', melangkah maju bersama Allah...
Tak perlu meratapi terus-terusan dan berkubang dalam luka-luka di masa silam...
Namun, percaya bahwa di dalam luka dan kecewa sekalipun, kita bisa menguatkan mereka yang menderita...
Mereka yang punya pengalaman yang kurang-lebih mirip dengan yang kita alami...
Itu semua dimungkinkan oleh kebaikan Allah semata.
Dia yang akan merekatkan semua kepingan hati kita yang berserakan.
Hanya dengan kasih-Nya!
(-fon-)/Fonny Jodikin
Ia menyembuhkan orang yang patah hati, dan membalut luka-luka mereka.
--- Mazmur 147:3
Tuesday, September 13, 2016
TODAY, 13 September : Ketika Harus Memilih...
Ketika Harus Memilih...
Setiap hari kita dihadapkan pada banyak pilihan.
Beberapa pilihan seolah begitu mudah ketika harus dilakukan...
Beberapa pilihan sungguh sulit, bahkan rasanya teramat sulit pada saat harus mengambil keputusan...
Setiap saat, suka atau tidak: kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang harus kita pilih...
Dan ketika harus memilih, jalan mana yang kita ikuti?
Banyak kali kita dengar soal 'discernment'...
Pembedaan roh, untuk memilih mana yang lebih damai di hati, sebagai tanda bahwa memang Allah menuntun kita ke arah jalan tersebut...
Namun banyak kali: kita kacau, galau, bimbang, ragu...
Banyak tanya di hati yang belum terselesaikan...
Sementara pilihan sudah harus dilakukan...
Ketika harus memilih, Alkitab mengingatkan pilihlah kehidupan...
Agar kita tetap di jalan-Nya, mari mendengar suara-Nya dan berpaut hanya kepada Allah saja...
Dengan demikian, kita akan jalani hari-hari penuh sukacita...
Bukan memilih pilihan-pilihan yang mudah saja buat kita, namun pilihan yang menyenangkan hati-Nya dan sesuai dengan kata hati kita akan membawa damai sejahtera di hidup kita.
Selamat memilih dengan bijaksana dalam tuntunan Roh Kudus-Nya!
(-fon-)/Fonny Jodikin
Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.
--- Ulangan 30: 19-20
Setiap hari kita dihadapkan pada banyak pilihan.
Beberapa pilihan seolah begitu mudah ketika harus dilakukan...
Beberapa pilihan sungguh sulit, bahkan rasanya teramat sulit pada saat harus mengambil keputusan...
Setiap saat, suka atau tidak: kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang harus kita pilih...
Dan ketika harus memilih, jalan mana yang kita ikuti?
Banyak kali kita dengar soal 'discernment'...
Pembedaan roh, untuk memilih mana yang lebih damai di hati, sebagai tanda bahwa memang Allah menuntun kita ke arah jalan tersebut...
Namun banyak kali: kita kacau, galau, bimbang, ragu...
Banyak tanya di hati yang belum terselesaikan...
Sementara pilihan sudah harus dilakukan...
Ketika harus memilih, Alkitab mengingatkan pilihlah kehidupan...
Agar kita tetap di jalan-Nya, mari mendengar suara-Nya dan berpaut hanya kepada Allah saja...
Dengan demikian, kita akan jalani hari-hari penuh sukacita...
Bukan memilih pilihan-pilihan yang mudah saja buat kita, namun pilihan yang menyenangkan hati-Nya dan sesuai dengan kata hati kita akan membawa damai sejahtera di hidup kita.
Selamat memilih dengan bijaksana dalam tuntunan Roh Kudus-Nya!
(-fon-)/Fonny Jodikin
Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.
--- Ulangan 30: 19-20
Monday, September 12, 2016
TODAY, 12 September: Hidup Berkenan Bagi Allah
Hidup Berkenan Bagi Allah
Sebuah keprihatinan yang cukup serius pernah terpikirkan...
Banyak orang berlomba-lomba untuk jadi ternama...
Untuk ngetop, untuk kemudian punya banyak uang...
Contohnya: ajang pencarian bakat yang marak di seluruh dunia dan juga di Indonesia dengan berbagai jenisnya...
Yang paling umum dan banyak: tarik suara...
Dari ajang nyanyi, anggaplah seseorang yang sangat berbakat, dari posisi keuangan yang serba kekurangan-kemudian menjadi orang yang berpunya secara materi...
Lalu, setelah berpunya: gayanya macam-macam...
Yang terparah sebetulnya: yang pada akhir hidupnya kembali kepada jalan sunyi yang mereka pilih...
Bunuh diri, narkoba, penyakit semisal AIDS.
Tentu saja tidak semua orang begitu, namun banyak kali kita membaca seperti itu lalu bertanya di dalam hati: mengapa harus begini akhirnya?
Ketenaran untuk jadi ngetop yang diperjuangkan setengah mati...
Mengapa berhenti hanya sampai di sini???
Kesepian masih merupakan salah satu penyebab terbesar, orang lari ke macam-macam jalan.
Banyak jalan yang dikira lurus, namun ternyata berujung maut seperti kata Amsal...
Untuk itulah, semoga kita terus berpegang kepada Allah dan jalan-jalan kebenaran-Nya...
Sehingga jika memang suatu saat Tuhan membawa kita kepada ketenaran, kekayaan, kepandaian dalam bentuk gelar-gelar pendidikan, dan sebagainya, dan seterusnya...
Marilah tetap ingat, itu semua hanyalah sementara...
Jika memang bisa tercapai, itu semua hanya karena kebaikan dan anugerah-Nya...
Jadilah berkat dengan membagikan berkat titipan-Nya kepada dunia!
Ikutlah hanya Dia dan jalan keselamatan-Nya!
(-fon-)/Fonny Jodikin
Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
--- Amsal 14:12
Sunday, September 11, 2016
TODAY, 11 September: Stay Faithful
Stay Faithful
Selalu prihatin rasanya ketika mendengar banyaknya perselingkuhan yang terjadi, juga tingkat perceraian yang semakin tinggi dewasa ini.
Sebagai seseorang yang sudah mengarungi bahtera pernikahan, saya pun harus mengakui: pernikahan tidaklah seindah ending film-film drama percintaan Hollywood...
Juga tidaklah seindah 'happy ending'-nya drama Korea...
And they live happily every after...
Dan mereka hidup berbahagia untuk selamanya...
Yang saya tahu: kebahagiaan itu harus diperjuangkan...
Perjuangan itu adalah untuk tetap saling mengasihi, meskipun pernah tersakiti...
Untuk memilih mengampuni, meskipun pernah sangat kecewa dengan pasangan kita...
Memilh untuk tetap setia, meskipun banyak godaan di luar sana...
Karena sebetulnya selingkuh, saya kira enaknya sebentar saja...
Namun membawa lebih banyak permasalahan di keluarga karena dengan bertambahnya orang yang terlibat, pastinya tambah 'ribet'...
Saling mengasihi, saling mendoakan, saling menguatkan di kala pasangan kita sedang lemah...
Menempatkan Allah sebagai pusat kehidupan berkeluarga...
Sehingga dengan kesetiaan yang bersumber dari Allah saja, kita dimampukan untuk setia...
Bagi yang masih jomblo, saya mendoakan agar Tuhan membukakan jalan menuju pasangan yang setia...
Dan kesetiaan itu, kasih itu hendaknya dimulai dari diri kita sendiri...
Tetaplah setia, meskipun dunia bilang sebaliknya...
Kita hidup bukan turut apa kata dunia, namun kita hidup untuk memuliakan Allah!
(-fon-)/Fonny Jodikin
Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?
--- Roma 3:3
Selalu prihatin rasanya ketika mendengar banyaknya perselingkuhan yang terjadi, juga tingkat perceraian yang semakin tinggi dewasa ini.
Sebagai seseorang yang sudah mengarungi bahtera pernikahan, saya pun harus mengakui: pernikahan tidaklah seindah ending film-film drama percintaan Hollywood...
Juga tidaklah seindah 'happy ending'-nya drama Korea...
And they live happily every after...
Dan mereka hidup berbahagia untuk selamanya...
Yang saya tahu: kebahagiaan itu harus diperjuangkan...
Perjuangan itu adalah untuk tetap saling mengasihi, meskipun pernah tersakiti...
Untuk memilih mengampuni, meskipun pernah sangat kecewa dengan pasangan kita...
Memilh untuk tetap setia, meskipun banyak godaan di luar sana...
Karena sebetulnya selingkuh, saya kira enaknya sebentar saja...
Namun membawa lebih banyak permasalahan di keluarga karena dengan bertambahnya orang yang terlibat, pastinya tambah 'ribet'...
Saling mengasihi, saling mendoakan, saling menguatkan di kala pasangan kita sedang lemah...
Menempatkan Allah sebagai pusat kehidupan berkeluarga...
Sehingga dengan kesetiaan yang bersumber dari Allah saja, kita dimampukan untuk setia...
Bagi yang masih jomblo, saya mendoakan agar Tuhan membukakan jalan menuju pasangan yang setia...
Dan kesetiaan itu, kasih itu hendaknya dimulai dari diri kita sendiri...
Tetaplah setia, meskipun dunia bilang sebaliknya...
Kita hidup bukan turut apa kata dunia, namun kita hidup untuk memuliakan Allah!
(-fon-)/Fonny Jodikin
Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?
--- Roma 3:3
Saturday, September 10, 2016
TODAY, 10 September: Santa Teresa dari Kalkuta, Doakanlah Kami...
Santa Teresa dari Kalkuta, Doakanlah Kami...
Pada tanggal 4 September 2016 yang lalu, Bunda Teresa dari Kalkuta digelari kudus (dikanonisasi) oleh Paus Fransiskus.
Santa Teresa dari Kalkuta adalah seorang yang penuh cinta kasih, seorang kudus di abab modern ini. Selama lebih dari 45 tahun, ia berkarya dari India, melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat, sementara membimbing ekspansi Misionaris Cinta Kasih yang pertama di seluruh India dan selanjutnya di negara lain. Konggregasi Misionaris Cinta Kasih yang didirikannyanya terus berkembang sepanjang hidupnya dan pada saat kematiannya, ia telah menjalankan 610 misi di 123 negara, termasuk penampungan dan rumah bagi penderita HIV/AIDS, lepra dan TBC, program konseling untuk anak dan keluarga, panti asuhan, dan sekolah. (katakombe.net)
Bunda Teresa melakukan karya nyata terhadap sekelilingnya dan juga bagi dunia.
Masih banyak teladan yang hendaknya kita contoh dari Santa Teresa dari Kalkuta...
Banyak pula kata-kata bijak yang kita bisa pelajari dari beliau...
Mari hidup dan meneladani setiap kebaikan yang Dia buat, kepada sekitar kita...
Santa Teresa dari Kalkuta, doakanlah kami...
Dan Tuhan, penuhilah diri kami dengan kasih-Mu, sehingga kami bisa lebih tanggap terhadap mereka yang membutuhkan uluran tangan kami.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
--- 1 Yohanes 4:8
Pada tanggal 4 September 2016 yang lalu, Bunda Teresa dari Kalkuta digelari kudus (dikanonisasi) oleh Paus Fransiskus.
Santa Teresa dari Kalkuta adalah seorang yang penuh cinta kasih, seorang kudus di abab modern ini. Selama lebih dari 45 tahun, ia berkarya dari India, melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat, sementara membimbing ekspansi Misionaris Cinta Kasih yang pertama di seluruh India dan selanjutnya di negara lain. Konggregasi Misionaris Cinta Kasih yang didirikannyanya terus berkembang sepanjang hidupnya dan pada saat kematiannya, ia telah menjalankan 610 misi di 123 negara, termasuk penampungan dan rumah bagi penderita HIV/AIDS, lepra dan TBC, program konseling untuk anak dan keluarga, panti asuhan, dan sekolah. (katakombe.net)
Bunda Teresa melakukan karya nyata terhadap sekelilingnya dan juga bagi dunia.
Masih banyak teladan yang hendaknya kita contoh dari Santa Teresa dari Kalkuta...
Banyak pula kata-kata bijak yang kita bisa pelajari dari beliau...
Mari hidup dan meneladani setiap kebaikan yang Dia buat, kepada sekitar kita...
Santa Teresa dari Kalkuta, doakanlah kami...
Dan Tuhan, penuhilah diri kami dengan kasih-Mu, sehingga kami bisa lebih tanggap terhadap mereka yang membutuhkan uluran tangan kami.
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
--- 1 Yohanes 4:8
Friday, September 9, 2016
TODAY, 9 September : Jangan Menunda
Jangan Menunda
Selama liburan sekolah, banyak hal yang kami kerjakan bersama anak-anak dan sahabat-sahabat kami.
Namun, sepulang dari kegiatan di luar itu, banyak pekerjaan rumah yang belum sempat saya lakukan...
Sementara badan sudah cukup capek, tapi tetap harus dilakukan...
Ada pilihan untuk menunda, but sooner or later pekerjaan itu harus dilakukan juga.
Tidak ada 'Si Mbak', tidak ada nanny, jadi?
Ya, kerja sendiri...
Menunda memang enak, tetapi jika nantinya malah pekerjaannya malah jadi tambah banyak, tambah pusing kepala...
Meskipun di rumah, saya tetap harus menetapkan prioritas, tetap harus mengerjakan...
Jangan sampai penundaan itu berakibat terbengkalainya tugas utama saya sebagai Ibu bagi anak-anak kami.
Dalam hal relasi dengan Tuhan, terkadang kita pun menunda...
Mau berdoa? Ah, nanti dulu...
Drama Korea lagi tanggung nih, lagi seru-serunya...
Game yang kumainkan lagi seru...
WhatsApp group lagi seru membahas gosip terkini...
Selalu ada alasan untuk menunda...
Namun juga: selalu ada alasan untuk melakukan yang seharusnya kita lakukan...
Menunda hal-hal yang penting, agaknya kurang bijaksana...
Untuk itulah mohon hikmat dari Allah saja untuk membantu kita membuat prioritas...
Memilih mengerjakan keselamatan...
Memilih jalan-Nya dan tetap beriman kepada-Nya...
Jangan lengah, jangan terlalu banyak mengeluh , namun bekerja dengan giat bagi perluasan kerajaan-Nya di dunia ini.
(-fon-)/Fonny Jodikin
Taburlah benihmu di waktu pagi dan janganlah berhenti di malam hari. Sebab kita tak tahu taburan mana yang baik tumbuhnya. Barangkali juga keduanya tumbuh dengan sempurna.
--- Pengkhotbah 11:6
Selama liburan sekolah, banyak hal yang kami kerjakan bersama anak-anak dan sahabat-sahabat kami.
Namun, sepulang dari kegiatan di luar itu, banyak pekerjaan rumah yang belum sempat saya lakukan...
Sementara badan sudah cukup capek, tapi tetap harus dilakukan...
Ada pilihan untuk menunda, but sooner or later pekerjaan itu harus dilakukan juga.
Tidak ada 'Si Mbak', tidak ada nanny, jadi?
Ya, kerja sendiri...
Menunda memang enak, tetapi jika nantinya malah pekerjaannya malah jadi tambah banyak, tambah pusing kepala...
Meskipun di rumah, saya tetap harus menetapkan prioritas, tetap harus mengerjakan...
Jangan sampai penundaan itu berakibat terbengkalainya tugas utama saya sebagai Ibu bagi anak-anak kami.
Dalam hal relasi dengan Tuhan, terkadang kita pun menunda...
Mau berdoa? Ah, nanti dulu...
Drama Korea lagi tanggung nih, lagi seru-serunya...
Game yang kumainkan lagi seru...
WhatsApp group lagi seru membahas gosip terkini...
Selalu ada alasan untuk menunda...
Namun juga: selalu ada alasan untuk melakukan yang seharusnya kita lakukan...
Menunda hal-hal yang penting, agaknya kurang bijaksana...
Untuk itulah mohon hikmat dari Allah saja untuk membantu kita membuat prioritas...
Memilih mengerjakan keselamatan...
Memilih jalan-Nya dan tetap beriman kepada-Nya...
Jangan lengah, jangan terlalu banyak mengeluh , namun bekerja dengan giat bagi perluasan kerajaan-Nya di dunia ini.
(-fon-)/Fonny Jodikin
Taburlah benihmu di waktu pagi dan janganlah berhenti di malam hari. Sebab kita tak tahu taburan mana yang baik tumbuhnya. Barangkali juga keduanya tumbuh dengan sempurna.
--- Pengkhotbah 11:6
Thursday, September 8, 2016
TODAY, 8 September: No Secret
No Secret
Dua hari yang lalu, saya bersama anak-anak menonton film The Secret Life of Pets dalam rangka liburan sekolah...
Saya tidak akan membahas sinopsis filmnya di sini, namun saya seolah diingatkan kembali kalau kita terkadang punya suatu hal yang kita simpan rapat-rapat...
A secret. Some secrets.
Sebuah rahasia. Beberapa rahasia.
Yang mungkin tidak seorang pun yang tahu...
Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh akan jatuh juga...
Sepandai-pandainya orang menyimpan rahasia, suatu saat akan terbongkar juga...
Hal ini begitu sering kita dengar atau kita lihat di sekeliling kita...
Walaupun sebegitu hebatnya kita menyimpan rahasia itu, namun adalah Tuhan-Allah Maha Tahu yang mengetahui segala sesuatunya...
Tiada yang tersembunyi dari pandangan mata-Nya...
Segala sesuatu terbuka di hadapan-Nya...
Dan: suatu saat kita harus memberikan pertanggungjawaban kepada Allah, saat kita harus pulang ke rumah-Nya.
Inilah diri kami, ya Allah...
Tiada yang tersembunyi dari-Mu...
Jika ada sisi-sisi kelam di masa silam...
Izinkan terang-Mu masuk dan menyinari diri kami...
No secret. Tidak ada rahasia...
Engkaulah Tuhan Allah Maha Tahu, kami persembahkan hidup ini ke dalam tangan-Mu...
Jadikan kami indah di mata-Mu...
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin
Tidak ada satu makhluk pun yang tersembunyi dari pandangan Allah. Segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan-Nya. Dan kita harus memberi pertanggungjawaban kepada-Nya.
--- Ibrani 4:13
Dua hari yang lalu, saya bersama anak-anak menonton film The Secret Life of Pets dalam rangka liburan sekolah...
Saya tidak akan membahas sinopsis filmnya di sini, namun saya seolah diingatkan kembali kalau kita terkadang punya suatu hal yang kita simpan rapat-rapat...
A secret. Some secrets.
Sebuah rahasia. Beberapa rahasia.
Yang mungkin tidak seorang pun yang tahu...
Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh akan jatuh juga...
Sepandai-pandainya orang menyimpan rahasia, suatu saat akan terbongkar juga...
Hal ini begitu sering kita dengar atau kita lihat di sekeliling kita...
Walaupun sebegitu hebatnya kita menyimpan rahasia itu, namun adalah Tuhan-Allah Maha Tahu yang mengetahui segala sesuatunya...
Tiada yang tersembunyi dari pandangan mata-Nya...
Segala sesuatu terbuka di hadapan-Nya...
Dan: suatu saat kita harus memberikan pertanggungjawaban kepada Allah, saat kita harus pulang ke rumah-Nya.
Inilah diri kami, ya Allah...
Tiada yang tersembunyi dari-Mu...
Jika ada sisi-sisi kelam di masa silam...
Izinkan terang-Mu masuk dan menyinari diri kami...
No secret. Tidak ada rahasia...
Engkaulah Tuhan Allah Maha Tahu, kami persembahkan hidup ini ke dalam tangan-Mu...
Jadikan kami indah di mata-Mu...
Amin.
(-fon-)/Fonny Jodikin
Tidak ada satu makhluk pun yang tersembunyi dari pandangan Allah. Segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan-Nya. Dan kita harus memberi pertanggungjawaban kepada-Nya.
--- Ibrani 4:13
Subscribe to:
Posts (Atom)