Sunday, March 30, 2025

Weekly Thoughts ke-14 30 Maret 2025 Dengarkan Aku

 

Weekly Thoughts ke-14

30 Maret 2025

 

Dengarkan Aku

 

Jumat lalu, saya kembali ke St. Joseph Church Bukit Timah untuk Misa harian jam 8 malam.

Bagi saya, Jumat lalu merupakan hari dengan jadwal yang padat.

Dari pagi saya sudah bekerja, sore juga.

Total 12 jam berada di luar rumah.

Namun hati masih ingin pergi Misa.

Jadi, saya tetap mengusahakan pergi di malam itu.

 

Pada Mazmur tanggapan, ada ayat ini:

Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!

--- Mazmur 81:9

 

Dan sampai hari ini, memang kita banyak mendengar banyak kabar di dunia.

Ada gempa di Myanmar dan Thailand yang cukup dahsyat.

Sempat ada letusan Gunung Lewotobi di Flores, NTT.

Dan ada bencana alam lainnya.

Apakah ini semua peringatan Tuhan?

Adakah kita mau mendengarkan DIA?

 

Mungkin banyak hal yang melintas di pikiran.
Tetapi, satu hal yang pasti….

Jangan kita sia-siakan setiap waktu yang berharga.

Tetap waspada.
Terus berdoa.

Semoga kita tidak ‘cuek’ dengan peringatan-Nya.
Tetapi juga tidak terlalu ketakutan, sehingga diliputi kekhawatiran yang berlebihan.

Selagi ada waktu, mari bertobat dan kembali kepada-Nya.

 

“Dengarkan Aku.”

Ya, Tuhan, semoga kami senantiasa mendekat kepada-Mu dan mau mendengarkan Engkau.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

 

 

 

 

 

Sunday, March 23, 2025

Weekly Thoughts ke-13 23 Maret 2025 Tuhan Pengasih dan Penyayang

 

Weekly Thoughts ke-13

23 Maret 2025

 

Tuhan Pengasih dan Penyayang

 

Sebab TUHAN pengasih dan penyayang, Ia panjang sabar dan kasih-Nya berlimpah.

--- Mazmur 103:8(BIS/ Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Di Misa hari ini, ayat ini menjadi Mazmur Tanggapan.

Berada di St. Mary of The Angel hari ini, saya merasakan kasih dan penyelenggaraan Tuhan sekali lagi dalam hidup ini.

Tahun ini terasa berlalu cukup cepat.

Hari berganti hari, sudah memasuki bulan Maret saja.

Dan sebentar lagi, akan berganti April.

 

Tuhan tetap Maha Pengasih….

Tak dibiarkannya umat-Nya jatuh sampai tergeletak.

Pertolongan akan tersedia, bagi setiap hati yang sungguh berpegang kepada-Nya.

Kesulitan mungkin terjadi.

Bencan alam pun terkadang tak bisa dihindari.

Namun, mari tetap mendekat kepada Allah.
Dalam segala keadaan, carilah DIA!

Dan DIA akan Kautemui di sepanjang perjalanan hidup ini.


Tuhan tidak jauh, DIA senantiasa mau mendekat kepada kita.

Maukah kita membuka pintu hati kita?

Mari berbalik dari jalan yang keliru.

Mendekat kepada Allah yang sejati.

Dan memperbaiki relasi kita dengan DIA, terutama di masa Prapaskah ini.

 

Tuhan Pengasih dan Penyayang…

Bimbinglah kami untuk selalu berjalan di jalan-Mu.
Sekarang dan selama-lamanya.

Amin!

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

 

Weekly Thoughts ke-12 16 Maret 2025 Seteru Salib Kristus

 Weekly Thoughts ke-12

16 Maret 2025


Seteru Salib Kristus


Di minggu ini, saya berkesempatan Misa di St. Joseph Church Bukit Timah sebanyak dua kali, yaitu di hari Jumat malam dan Sabtu sore.

Karena Hari Minggu ini saya ada urusan lain, semua sudah selesaikan terlebih dahulu.


Pada bacaan kedua kemarin, ayatnya adalah sebagai berikut:

3:17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

--- Filipi 3:17-19


Kata seteru dalam Kbbi berarti:

musuh perseorangan (orang dengan seorang); musuh pribadi.

Cukup menyedihkan ketika banyak orang hidup sebagai seteru Kristus.

Adakah hidup kita malah memusuhi-Nya?


Atau adakah kita menjadikan perut kita sebagai Tuhan?

Dan menjadikan aib kita sebagai kemuliaan kita?

Selama kita hidup di dunia, adakah kita selalu menjadikan perkara duniawi ini sebagai satu-satunya pusat perhatian kita?


Di Masa Prapaskah ini, mari merenungkan kembali semuanya ini.

Mari membenahi diri, serta memperbaiki relasi kita dengan Tuhan dan juga sesama.

Selagi masih ada waktu dan masih diberi kesempatan oleh-Nya, janganlah kita menjadi seteru bagi-Nya.


Masih panjang jalan dan proses untuk menjadi lebih baik di dalam Tuhan.

Tetapi, jangan sia-siakan setiap detik yang berharga.

Hargai semuanya selagi Tuhan masih memberikan waktu bagi kita.


Semoga ini menjadi bahan refleksi kita bersama.

Amin.

(-fon-)/Fonny Jodikin

Sunday, March 9, 2025

Weekly Thoughts ke-11 9 Maret 2025 Misa Rabu Abu

 

Weekly Thoughts ke-11

9 Maret 2025

 

Misa Rabu Abu

 

Misa Rabu Abu jam 7 pagi, Church St. Mary of the Angels, Bukit Batok, Singapura.

Hari masih agak gelap, ketika saya keluar dari rumah.
Hari itu saya ada pekerjaan di siang sampai sorenya.
Jadi, hati akan lebih tenang, ketika sudah selesai Misa di pagi hari.

 

Bacaan hari itu juga memuat ayat ini:

Kristus tidak berdosa, tetapi Allah membuat Dia menanggung dosa kita, supaya kita berbaik kembali dengan Allah karena bersatu dengan Kristus.

--- 2 Korintus 5:21 (BIS/Bahasa Indonesia Sehari-hari)

 

Masa Prapaskah hendaknya menjadi masa di mana kita berbaik kembali dengan Allah.

Ada kalanya, kita merasa marah kepada-Nya, karena tidak mendapatkan yang kita inginkan.

Padahal Tuhan memberikan yang kita butuhkan.

Semoga kita diberi hati yang lapang, untuk mampu melihat kebaikan Allah.
Dan percaya kepada-Nya sekali lagi.

Tuhan akan memberikan yang terbaik.

Tuhan tahu yang terbaik bagi umat-Nya.

 

Semoga kita tidak lagi punya terlalu banyak salah paham terhadap rencana-Nya.

Hidup, ya seperti itu.

Tidak sempurna.

Sangat rapuh.

Tidak ada yang permanen.

Semua berubah, terkadang dalam hitungan detik saja.

 

Hanya Allah yang kekal.

Mari menjadikan Masa Prapaskah ini sebagai saat di mana kita berbaik kembali dengan Allah.

Melakukan rekonsiliasi dengan Tuhan, dengan diri sendiri, syukur-syukur dengan sesama.

Semoga kita mau berusaha untuk itu.

Amin!

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

Sunday, March 2, 2025

Weekly Thoughts ke-9 2 Maret 2025 Sungguh Baiklah Bersyukur Kepada-Mu, Ya Tuhan

 

Weekly Thoughts ke-9

2 Maret 2025

 

Sungguh Baiklah Bersyukur Kepada-Mu, Ya Tuhan

 

Misa hari ini, saya berada di Novena Church.

Dua kali dalam minggu ini, saya ke Novena.

Ada satu kali Misa harian juga di sana.

Misa Minggu sore pukul 5.30 ini sangat ramai.

Gereja penuh sesak.

Sebetulnya saya jarang sekali ke Novena Church untuk Misa minggu.

Tetapi, karena hari ini memang ada kegiatan di sekitar pusat kota, jadi lebih mudah mencapai Novena daripada harus ke arah paroki saya.

 

Misa berlangsung cepat dan khusyuk.

Pada Mazmur tanggapan, ayat ini yang menjadi perhatian saya:

Sungguh baiklah bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan memuji Engkau, Allah Yang Mahatinggi.

--- Mazmur 92:2

 

Sungguh baiklah bersyukur kepada Tuhan.
Engkau adalah Allah yang baik.

Hidup mungkin membawa kita pada keadaan naik dan turun.

Terkadang, begitu banyak permasalahan datang bertubi-tubi.
Tetapi, itu tidak mengubah kebaikan-Mu, ya Tuhan….

Engkau tetap baik, apa pun keadaan kami.

 

Ajarilah kami tetap sabar menanti penggenapan janji-Mu dalam hidup kami.

Biarlah kami tetap memuji Engkau….

Allah yang Mahatinggi.

Dalam hidup kami.

Amin!

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

Sunday, February 23, 2025

Weekly Thoughts ke-8 23 Februari 2025 Tuhan, Pertolonganku

 

Weekly Thoughts ke-8

23 Februari 2025

 

Tuhan, Pertolonganku

 

Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit  dan bumi.

--- Mazmur 121:1-2

 

Ketika Tuhan menolong umat-Nya….

Selalu ada cara yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Karena DIAlah Tuhan….
DIA yang sanggup menciptakan berbagai kemungkinan.

Yang tak pernah terpikirkan oleh manusia.

 

Tuhan adalah pertolonganku.

Yang selalu setia menemaniku.

Dalam setiap jalan yang harus dilalui.

DIA selalu menyertai.

 

Dalam kebimbangan, DIA akan memberikan peneguhan.
Dalam keputusasaan, DIA sumber pengharapan.

Dalam segala hal, Tuhan sanggup menolong kita.

Percaya bahwa DIA adalah satu-satunya yang mampu…

Melakukan itu semua.

 

Terima kasih, Tuhan untuk pertolongan-Mu.

Semoga Engkau menguatkan kami di dalam perjalanan ini.

Kami percayakan hidup kami, hanya ke dalam tangan kasih-Mu.

Amin!

(-fon-)/Fonny Jodikin

 

Sunday, February 16, 2025

Weekly Thoughts ke-7 16 Februari 2025 Mengandalkan Tuhan

 

Weekly Thoughts ke-7

16 Februari 2025

 

Mengandalkan Tuhan

 

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

--- Yeremia 17:7

 

Ayat ini adalah salah satu ayat dari Bacaan Pertama di Misa Minggu ini.

Berada di Paroki saya di St. Mary of The Angels siang ini, saya merasakan kebenaran akan ayat ini sekali lagi.

Ayat yang menjadi penopang hidupku, terutama di saat aku tidak berdaya.

Saat harus menghadapi badai dan kerasnya kehidupan.

Saat sangat butuh pertolongan.

Tuhanlah tetap andalanku di setiap waktu.

Harapanku hanya ada di dalam-Mu.

 

Kehidupan bisa membawa kita ke keadaan yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Kalau tidak mengandalkan Tuhan, harus mengandalkan siapa?

Mengandalkan diri sendiri ada batasnya.

Tetapi, Tuhan sanggup mengirimkan penolong-Nya di saat yang tepat, seturut kehendak-Nya.

 

Mari datang kepada-Nya!
Jangan lupakan kebaikan-Nya.

DIA sanggup!

Andalkanlah DIA….

Dan berharaplah hanya kepada DIA….

 

Percaya sungguh:

DIA akan buka jalan, jika itu sesuai rencana-Nya.

Amin!

(-fon-)/Fonny Jodikin